Keesokan harinya, Lela sudah berada di ruang HRD untuk menjelaskan mengapa dia menutup pintu ruang arsip dan membuang sesuatu yang ternyata ponsel Mihika.
"Saya tidak tahu kalau ada orang di sana. Saya masuk, tidak ada orang lalu keluar lagi dan saya tutup pintunya. Khawatir kalau ada yang masuk dan menyalah gunakan apa yang ada di dalam ruangan," tutur Lela tentu saja berdusta
Tim HRD yang menginterogasi Lela saling tatap kemudian menanyakan kenapa membuang ponsel Mihika. "Yang saya buang bukan ponsel tapi sampah," Lela kembali mengelak mengenai apa yang sudah dia lakukan.
Lela keluar dari ruang HRD dengan gaya angkuhnya, yakin jika dirinya tidak akan kena peringatan karena alibinya cukup kuat.
Sedangkan Mihika sementara tidak melanjutkan penyelidikannya di ruang arsip karena sedang dalam pengawasan yang ketat terkait yang berhak keluar masuk ruangan tersebut.
Fokus mengerjakan tugas yang di berikan Arka, "Banyak banget sih, keluar kota dua hari doang tapi tugasnya nggak kira-kira," omel Mihika lalu kembali fokus pada layar komputernya. Ternyata Arka sudah kembali tadi malam dan saat ini sudah berada di ruang kerjanya.
"Ini berkas yang sudah ditunggu Pak, tolong ditanda tangani," ujar Mae sambil meletakan map di hadapan Arka.
"Dimana Hika?" tanya Arka sambil mulai membuka map dan menandatangani lembar demi lembar berkas yang harus mendapatkan approval darinya.
"Hika, ada di ruangannya Pak."
"Suruh dia kemari," titah Arka.
Mae pun menuju ruang kerja Mihika, "Hey, cepat ke ruang Pak Arka," ujar Mae hanya menyembulkan kepalanya di pintu.
"Ada apaan lagi sih, apa udah pulang ya," ujar Mihika tidak mengetahui jika Arka sudah berada di ruangannya. Hika membawa berkas yang sudah selesai dia kerjakan.
Melewati meja Mae yang entah kemana penghuninya. Mihika membuka pintu ruangan Arka tanpa permisi, lalu merapihkan meja Arka. Saat sedang asyik menyusun berkas project yang akan dibahas di rapat kerja, Arka keluar dari toilet.
Hika sambil bersenandung dengan posisi membelakangi Arka yang melangkah pelan mendekatinya. Teringat kejadian kemarin membuat Arka kembali emosi dia sudah mengangkat kedua tangannya tapi ... Arka menelan saliva menyaksikan leher jenjang Mihika yang terlihat menggoda untuk Arka membenamkan wajahnya dan meninggalkan jejak di sana. Rambut yang dicepol membuat jelas penampaka tengkuk leher dan telinga Mihika.
Mihika berdiri tepat di depan meja Arka membuat pria itu dengan mudah mengurung tubuh Mihika dengan berdiri dibelakangnya.
"Aaahhhh," jerit Mihika. "Pak Arka," ucapnya. Tubuh Arka semakin dekat dengan Mihika membuat wanita itu semakin menempelkan tubuhnya pada meja. "Pak Arka kapan pulang? Bapak bisa bergeser, saya ...."
"Stt, jangan banyak bicara. Kemarin kamu seenaknya menertawakanku, sekarang kita lihat apa kamu masih bisa tertawa," ujar Arka. Tubuh mereka sangat dekat bahkan hembusan nafas Arka sangat terasa di wajah Mihika.
"Pak, tolong mundur sedikit."
"Kamu sengaja menjahili aku, apa kamu penasaran dengan milikku," goda Arka dengan berbisik di telinga Mihika, membuat tubuhnya meremang.
Entah bagaimana kejadiannya, Mihika yang bermaksud menghindar dengan mendorong tubuh Arka malah menyebabkan keduanya terjatuh. Mihika sukses mendarat di atas tubuh Arka.
Arka mengernyitkan dahinya menatap wajah Mihika yang jika diperhatikan ternyata wajah gadis itu cukup menarik. Arka sengaja mengunci tubuh Mihika membuat gadis itu mengoceh agar dilepaskan.
"Pak Arka!" teriak Mihika saat merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana. Arka hanya terkekeh menyaksikan Mihika yang panik. Terdengar ketukan pintu, "Pak, cepat lepaskan saya atau saya teriak dan Pak Arka saya laporkan karena tindakan asusila pada bawahan."
"Silahkan saja."
"Pak Arka," ujar Mihika, karena terdengar kembali suara ketukan pintu. Arka pun melepaskan tangannya yang mengalung di pinggang Mihika.
Mihika bergegas berdiri dan merapihkan pakaiannya yang terlihat berantakan karena ulah Arka lalu menoleh memastikan Arka juga sudah beranjak.
Ternyata Pak Anjaay yang berada di balik pintu, Mihika mengangguk dan mempersilahkan untuk masuk. Kemudian dia sendiri keluar dari ruangan Arka.
"Dasar Direktur mesum," ujar Mihika.
\=\=≈\=\=\=\=\= Anjaay ganggu aje dehhhh
Promo lagi, mampir yuk di karya rekan author 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Prasetia Putri
hati" mihika ada buaya darat
2024-03-06
1
Idahas
anjaii
2024-01-27
0
Liana Fe
anjayyy bnerrrr😂😂😂
2023-07-26
0