BAB 11

Sebuah senyuman licik, tersungging di bibir Rizki. "Sepertinya nama gue cocok banget sama yang gue dapat."

Namun, saat dia mencoba menarik benda yang terjatuh tak lain adalah emas yang diberikan oleh System, Rizki bagai tersengat aliran listrik.

zzzztttt

"Aw!" Dia mengusap jemari yang mendapat sengatan listrik itu.

Rizki kembali melirik Antonie yang masih lelap dalam tidurnya. 'Mungkin perasaan gue aja,' batinnya. Rizki kembali mencoba mengangkat kepingan emas tersebut.

zzztttt

"Aagh!" sengatan yang dirasakannya lebih tinggi dari sebelumnya.

"Ini emas apa kontak listrik sih?" Rizki kembali mengusap tangannya yang mendapat sentruman. "Ooh, gue tahu ... ini pasti pikachu yang lagi berubah bentuk." sungutnya.

Rizki pun bangkit. "Dari pada benda itu bikin nyawa gue makin pendek, mending gue cabut dari sini."

Rizki kembali mencari pakaian yang bisa dikenakannya. Cukup susah Rizki mencari pakaian yang sedikit layak. Baginya, pakaian yang ada di dalam lemari, tak ada yang layak.

Setelah beberapa waktu, semua pakaian keluar dari tempatnya, baru lah Rizli menemukan pakaian yang cocok, dia langsung menggunakannya. Rizki melirik Antonie. Saat ini pria yang asing baginya itu telah berada di atas kasur dengan tubuh tertutup selimut.

Rizki menggaruk pelipisnya heran. "Kapan pindahnya dan kapan dia bergerak memakai selimut?"

Setelah berpikir beberapa waktu, Rizki mengusap kasar kepalanya. "Aaah, sial! Apa pentingnya gue mikirin dia?" Rizki mengusap kepala dengan kedua tangannya secara kasar.

kruucuuuuk

Perutnya terasa sangat lapar. Dia beralih ke bagian dapur gubuk sempit itu. Dia menemukan kulkas mini dan segera mengecek isinya. Namun, tak ada makanan yang siap disantap.

Hanya ada beberapa jenis sayur beserta bahan-bahan makanan lainnya.

kuk kuk kuk

Rizki mendengar suara ayam. Hal ini membuat dia tertarik keluar mencari sumber suara. Di luar rumah, ternyata dia melihat dua ekor ayam di dalam kandang yang tidak begitu besar.

"Ini kalau dimasak, mantep banget."

Rizki bergerak menangkap kedua ayam tersebut. Dia berencana hendak membawa ayam-ayam itu pulang. Akan tetapi, saat dia melangkahkan kaki menuju arah luar, ternyata tiba-tiba dia malah berada di dapur dalam gubuk Antonie.

"Hah? Apa yang terjadi? Bukan kah tadi gue mau luar?" kedua tangan Rizki masih memegang dua ekor ayam tersebut.

Rizki kembali mengintip ke sebuah ruang di mana Antonie masih terlelap. Tiba-tiba, muncul perasaan takut dalam hatinya. "Sepertinya, orang itu dan rumah ini aneh!" ringisnya hendak bergerak keluar dari pintu.

Tetapi, di saat dia keluar dari pintu, Rizki kembali berdiri di dapur. Wajahnya terlihat semakin pucat karena ketakutan. Rizki melepaskan ayam-ayam tersebut berlutut dan menangkupkan kedua tangannya.

"Siapa pun penghuni rumah ini, maafkan saya. Saya hanya anak sebatang kara yang hidup di kota. Ampuun ... Ampuuuuun."

Kedua ayam yang tadi dilepas, melayang bersama pisau yang terlihat sangat tajam.

"Ampuuun ... Ampuuuun." Rizki bersujud dengan kedua tangan masih ditangkupkan di atas kepala.

"Masak kedua ekor ayam ini!" terdengar sebuah suara.

Rizki bangkit terduduk. Melihat ke arah kiri dan kanan. Kedua ayam terduduk di dekatnya dengan sebilah pisau di dekat hewan tersebut. Dia tidak melihat siapa pun.

"Masak?" gumam Rizki. Rizki mulai sibuk dengan pikirannya. Akhirnya dia memutuskan.

"Baik lah, gue akan memasaknya. Tapi, jangan ganggu gue lagi!" Rizki langsung bergerak menyembelih kedua hewan itu dan langsung mengolahnya dengan bumbu dapur yang telah disiapkan Antonie.

Setelah selesai memasak ayam, Rizki hendak beranjak pergi dari rumah ini dab membuka pintu kembali. Saat melangkahkan kaki keluar, Rizki kembali berdiri di dapur.

"Apa lagiii?" rutuknya.

braaaak

Sebuah benda tertutup dengan sendirinya. Rizki mendekati penanak nasi yang tiba-tiba menutup sendiri tersebut langsung mengecek dan ternyata kosong.

"Hei, hantu penghuni rumah ini! Lu sayang banget sama dia ya?" rutuknya kembali.

Dia langsung mengeluarkan panci dan mengambil beras yang terlihat cukup banyak di pojok ruangan. Setelah menanak nasi tersebut, Rizki merasa pekerjaannya telah usai.

Dia mencoba membuka kembali pintu ruangan tersebut. Namun, kali ini dia tidak mampu membukanya. Dengan cepat Rizki bergerak pindah hendak melompat pada jendela.

bragh

bragh

Jendela pada rumah itu terkunci dengan sendirinya. Rizki refleks berjongkok menyembunyikan kepalanya di bawah telapak tangan karena ketakutan.

"Aaamppun, baik lah ... Gue gak akan ke mana-mana!" ringisnya.

Tak ada lagi sehutan dan gerakan. Saat nasi masak dia segera menyantap menu yang telah dibuatnya tadi. Rizki memiliki bakat memasak yang diturunkan dari ibunya di kampung.

Saat malam datang, Rizki mulai memperhatikan Antonie yang masih terlelap. Sebuah sinar muncul di tangannya. Rizki tergerak untuk mengecek dan ternyata itu kepingan emas yang sama dengan yang ingin diambilnya tadi.

"Ini orang bener-bener aneh! Rumahnya pun sangat aneh. Jika bisa memiliki emas sebanyak ini, harusnya dia bisa membuat rumah gedong."

Malam semakin larut, Rizki yang merasa bosan pun mulai tidur di samping Antonie. Antonie terbangun tepat tengah malam seperti biasa.

Dia bangkit, melihat sosok pemuda tengah tidur pulas di sampingnya. Lemarinya terlihat berantakan, dengan isi telah keluar semua.

"Apa yang terjadi?" tanya Antonie.

"Rizki hendak mencuri semua yang Anda miliki, Tuan." jawab System.

"Kenapa dia malah tidur di sini?"

"System menghalangi dia untuk meninggalkan rumah ini. Bukan kah dia meminta untuk menjadi adik Anda, Tuan? Dia sudah memasak makanan lezat buat Anda." terang System kembali.

Antonie hanya tersenyum tipis. Dia menjentikan jari membuat pakaian-pakaian tersebut terlipat sendiri dan kembali ke dalam lemari. Bergitu pula dengan emas-emas yang cukup banyak didapatkannya. Lalu memperhatikan emas tipis dalam genggamannya saat ini persis sama seperti waktu pertama dengan yang dia dapat.

"Apa levelku turun?"

"Begitu lah, Tuan. Karena Anda pingsan, level Anda kembali ke dasar, apa pun alasannya." jelas System kembali.

Antonie menggabungkan emas yang baru saja didapatnya dengan yang lain. Setelah itu dia bergerak ke dapur bersiap untuk menyantap makanan yang dibuat oleh Rizki.

"System ... Ternyata masakan Rizki enak juga." ucapnya menikmati menu yang ada. "Kayaknya dia cocok jadi koki untukku."

*

*

*

"Dia lagi?" Sonya bersidekap dada mengecek CCTV yang menangkap sosok Antonie memasuki ruang bangsal yang tengah dihebohkan kehilangan pasien secara tiba-tiba. Namun, pria yang pernah membuatnya kesal itu, tidak pernah keluar lagi dari ruang bangsal, menghilang begitu saja bersama dengan pasien tersebut.

"Sebenarnya dia siapa? Apa ada hubungannya dengan pasien yang hilang mendadak itu?" gumam Sonya geram.

*

*

*

Sementara keadaan Angela saat dia sadar berada di ruang rawat rumah sakit. Di sampingnya telah duduk Dilla terbangun dengan wajah heran.

"Dilla, apa yang terjadi pada saya? Kenapa saya berada di sini?" tanyanya kepada sang sekretaris.

"Saya menemukan Anda pingsan di lorong saat usai meeting dengan pimpinan rumah sakit ini, tadi, Bu." jelas Dilla.

"Hah? Saya rapat di sini? Kapan rapatnya? Kenapa saya tidak mengingatnya sama sekali?"

...****************...

Hay hay ... Jangan bosan ya baca hingga bagian bawah. Author selalu ingin memperkenalkan karya keren dari sahabat-sahabat Author yang kece baday. Yuk kepoin ....

Napen: Tie tik

Judul: Tanpa Perpisahan

Terpopuler

Comments

Sang M

Sang M

dancokkk.level gak naik malah turun. Thor disini dilarang melawak.. nanti cerita di Stop...kalo ngawur

2025-02-27

0

George Lovink

George Lovink

Mau kritik yang baik bagaimana...MC nya selalu pingsan...bikin mati saja lalu buat cerita baru...malas bacanya.

2024-07-28

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2022-09-29

2

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 104 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!