*Maaf ya kakak readers semua ... Cuma bisa up 1x sehari. Soalnya Authornya lagi keceber sama NT.*
Wajahnya menegang, saat melihat apa yang dilakukan pria yang tak lain adalah Antonie.
Dia melihat pria tersebut berubah bentuk dengan tiba-tiba. 'Perasaan, tadi dia tidak seperti itu?'
Karena penasaran, Angela mengikuti langkah pria yang menurutnya sangat aneh. Dia memperhatikan gerakan demi gerakan pria yang tidak dikenalnya sedari jauh.
Sementara, Antonie yang mulai beraksi kembali mencari perempuan yang kemungkinan besar adalah dalang dari segalanya. Dengan bantuan System, dia bisa bergerak cepat dan bisa leluasa ke mana pun dengan kecepatan kilat.
"Tuan, sepertinya ada yang mengikuti Anda." Pergerakan seseorang yang mencurigakan terlacak oleh System.
"Hah? Siapa?" Antonie menghentikan gerakan, dan memilih bersembunyi.
"Tolong pasang kembali kaca mata, Anda! Saya akan menjelaskan profil dia."
Antonie memasang kaca mata tersebut pada lensa kaca mata berubah gelap. Di sana terpampang foto seorang eksekutif muda wanita.
"Namanya Angela Brastama Wijaya, usia 28 tahun, pekerjaannya saat ini sebagai Chief Executive Officer PT. Iryōkki cabang Indonesia. Mari kita lihat alasan dia mengikuti, Tuan."
Di layar kaca mata itu terlihat si wanita memergoki dirinya yang berubah bentuk. "Sepertinya Anda harus lebih hati-hati lagi ke depannya, Tuan."
"Jadi, langkah kita saat ini bagaimana?"
"Anda jangan khawatir ... System yang saat ini bersama Anda bukan sembarang System. Dengan sedikit jentikan jari saja, kita bisa membuatnya melupakan semua kejadian hari ini." terang System.
"Baik lah, aku serahkan semuanya padamu. Apa kamu bisa melakukannya untukku?"
"Dengan senang hati, Tuan."
Antonie membuka kembali kaca mata System memasukkannya ke dalam kantong celana. Antonie bergerak menuju lokasi orang-orang tersebut tengah merekap sesuatu pada sebuah buku besar. Sementara Sonya, sedang asik berselancar dalam dunia maya menyapa pemirsa yang menyaksikan live yang dia tayangkan.
Sementara, di ujung lorong rumah sakit, Dilla—sekretaris Angela, tergopoh berlari mengejar sang atasan tergeletak tak sadarkan diri.
"Toloong ... Toloooong!" teriak Dilla.
Tak lama, beberapa perawat membawa brangkar. Cika, Dara, Danish dan beberapa calon dokter lainnya sudah mengiringi perawat yang membawa brangkar.
Sonya berada di sisi paling belakang tengah merekam kegiatannya. Tidak hanya itu, dia merekam keseriusan seluruh tim yang sedang turun tangan memberikan pertolongan terhadap orang yang baru saja pingsan di lorong rumah sakit.
"Jadi, guys ... begini lah cara penanganan emergency bagi pasien pingsan. Simak baik-baik yah!" Sonya kembali fokus menyorot orang-orang yang berjalan tergesa di depannya.
bugh ...
braaaak
Kamera yang ada di tangan Sonya terjatuh begitu saja. Kening Sonya berkerut, dia merasa heran benda mahal di tangannya jatuh begitu saja tanpa sebab. Beberapa bagian ada yang lepas.
"Sialan! Angin mana sih yang nabrak tangan gue?" rutuknya memungut kamera dan beberapa serpihan yang terlepas.
dugh
bruuuk
"Aaauuw." Seperti ada yang mendorong tubuh Sonya hingga membuatnya jatuh dengan posisi tengkurap.
Denish mendengar ringisan Sonya, langsung memutar tubuh kembali ke dekat sang kekasih. Dia tergopoh melihat pacarnya dalam posisi tiduran di lantai lorong rumah sakit.
Netra Sonya liar melihat ke segala arah. Bulu romanya seakan berdiri teringat akan hal yang dikatakan Cika. "Tidak mungkin! Tidak mungkin!" teriak Sonya.
Denish yang sudah sampai di sisi Sonya, segera membantu sang pacar untuk bangkit. "Kamu kenapa sayang? Kepeleset apa keseleo?"
Sonya mencoba bangkit dan memasang wajah meringis. "Kayak ada yang sengaja mendorongku."
Denish juga teringat pada apa yang dikatakan oleh Cika. Namun, dia tidak mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Netra Denish beralih pada kamera yang sedikit berantakan dan mengambilnya.
"Kamu, jangan seperti ini lagi! Apabila saatnya bekerja, ya harus bekerja!" Denish menggantungkan kamera tersebut pada lehernya.
Sementara di suatu tempat, Antonie tersenyum tipis melihat pasangan tersebut. Dia berpindah sejenak mengecek kondisi wanita yang pingsan tadi dengan kecepatan cahaya hingga tak ada yang menyadari kehadirannya.
Setelah System memastikan keadaan wanita tersebut baik-baik saja, Antonie berpindah posisi. Tanpa sengaja, dia melewati sebuah ruang bangsal melihat sebuah sosok jiwa laki-laki muda yang sedih tengah duduk meringkuk.
Antonie menghampiri sosok yang menangis tersebut. "Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?"
Jiwa yang tadinya bersedih melihat ke arah yang mengajaknya berbicara. Dia merasa tak yakin ada manusia yang mengajaknya berbicara hingga menoleh ke belakang. Barangkali saja ada orang yang tengah diajaknya berbicara.
"Aku berbicara denganmu," ucap Antonie turut duduk di sampingnya. Dia pun memasang kaca mata System.
Jiwa pria berusia remaja itu terperenjat melihat perubahan bentuk Antonie yang dia lihat secara nyata dan memapah dirinya untuk mundur.
"Kamu jangan takut! Saya di sini karena melihatmu bersedih."
Jiwa muda itu pun mengangguk dan kembali memeluk kakinya. "Tubuhku berada di dalam ruangan itu. Sepertinya aku sudah ma ti. Tetapi, aku belum juga dijemput oleh malaikat maut."
"Kenapa kamu bisa berpikir bahwa kamu sudah ma ti?"
Jiwa itu bangkit, dia merentangkan tangannya, setelah itu memegang dinding dan tangan itu berhasil menebus dinding. "Kakak lihat sendiri? Saat ini aku hanyalah sebuah arwah."
"Tubuhku ada di dalam." Dia pun masuk menembus dinding.
Sementara Antonie masuk lewat pintu. Di sana ada tubuh yang dipenuhi perban di sekujur tubuhnya, terlelap tak bergerak.
"Sepertinya dia mengalami kecelakaan hebat, Tuan." ucap System.
'Apa benar dia sudah meninggal?' tanya Antonie di dalam hati.
"Dia dalam keadaan koma. Koma adalah situasi darurat medis yang dialami seseorang ketika dalam keadaan tidak sadar. Ketidaksadaran ini disebabkan menurunkan aktivitas otak yang dipicu oleh beberapa kondisi pada otak. Meskipun dalam keadaan tidak sadar, sebagian pasien yang mengalami koma masih mampu untuk bernapas secara spontan." terang System.
'Bukan kah koma harus mendapat perawatan intensif? Kenapa dia hanya diletakan di sini?' batin Antonie merasa marah.
"Mungkin terkendala masalah biaya, Tuan. Coba Anda tanyakan sendiri alasannya!"
Antonie juga melihat ke sekeliling bangsal, di sana banyak sekali pasien. Masing-masing pasien ditemani oleh keuarganya, kecuali dia. Jiwa dari pria remaja yang ditemukan oleh Antonie.
"Siapa namamu? Mana orang tuamu? Kenapa pihak runah sakit tidak memberi perawatan di ICU?"
"Aku Rizki, orang tuaku jauh berada di kampung. Tak ada yang bisa memberitahukan keadaanku kepada orang tuaku."
"Mereka berada di desa yang masih belum memiliki jaringan. Jadi, sebelum ada yang bisa menjaminku, aku tidak bisa diberi perawatan yang selayaknya."
"Aku hanya bisa menunggu ke ma tian yang datang menjemputku. Namun, malaikat maut belum juga terlihat"
Antonie bisa merasakan kesepian yang pada jiwa Rizki. Karena dia juga merasakan betapa menyedihkannya hidup sebatang kara.
"Aku akan menyembuhkanmu. Tapi tidak di sini." ucap Antonie.
...****************...
Ayo kakak-kakak pembaca yang budiman, mampir juga pada karya teman Author yang keren abies ini juga ya ...
Napen: Lena laiha
Judul: Terpaksa Menikah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ini Riski yg dlu diselametin kh?
2025-04-01
0
🇮🇩 Satria SUNAN 🇮🇩(✿ ♥‿♥
NT ...... jangan gitu dong sama Authornya ...... .. nant ingambek dia🤣🤣🤣🤣
2024-02-23
1
Jimmy Avolution
Ayo...ayo....
2022-09-29
0