BAB 8

*Bagi vote dan iklannya dong kakak, biar Author makin semangat menulisnya.*

Wajah Cika menegang melihat sebuah sosok bayangan. Bayangan yang tidak tampak, tetapi gerakan dalam perpindahannya begitu cepat.

"Si-si-siapa?" Seluruh tubuh Cika bergetar.

"Ini aku—"

*

*

*

"Cika ... Cika ... Cika! Bangun lah! Kenapa kamu tidur di sini?"

Mata Cika terbuka, dan gerakan bola matanya begitu cepat melihat ke arah kiri, kanan, atas, dan bawah. Dia memeluk tubuh Dara dan keringat dingin mengalir di dahinya.

"Kamu kenapa?" tanya Dara yang memeluknya.

"Aaah ... hantu hantu hantuuu ...." tangisnya.

"Hantu? Tak ada hantu di sini!" bentak Sonya bersidekap dada. "Kalau kamu sembarangan ngomong begitu, bisa membuat rumah sakit ini sepi tau gak?" kedua tangannya berpindah ke pinggang.

"Apa yang terjadi?" tanya Denish.

"O-orang yang waktu itu mendatangiku." terang Cika dengan wajah yang memutih.

"Orang yang mana?" bentak Sonya.

"Orang yang kamu tab—!" ucapan Cika tidak selesai karena Sonya langsung membekap mulut Cika.

"Awas! Aku sudah berusaha sabar padamu! Kalau kau masih seperti ini, siapa tau kamu adalah orang yang kedua kulempar ke pembuangan sampah itu!" bisik Sonya tepat di telinga Cika.

Cika menggeleng cepat. Sekali lagi mata Cika membulat melihat bayangan yang ada di belakang Sonya. "I-itu ...." Cika kembali pingsan.

Semua orang melihat ke arah yang ditunjuk oleh Cika. Akan tetapi, tak satu pun yang melihat apa yang dilihat oleh Cika.

"Dasar bocah manja!" rutuk Sonya bangkit menarik Denish meninggalkan ruangan itu.

"Kamu terlalu keras dengan Cika, Sayang." ucap Denish mengikuti langkah Sonya.

"Cika itu sudah mulai mengusikku. Apa perlu aku realisasikan hal yang aku katakan tadi?" rutuk Sonya melangkah kan kakinya menuju tempat tadi dia berada.

Sebuah bayangan memperhatikan sosok kedua orang itu. Sebuah senyuman tipis terulas di bibirnya. "Terima kasih, System. Kamu membantuku dalam beraksi."

"Dengan senang hati, Tuan."

"Hari ini kita cukupkan sampai di sini dulu. Sepertinya aku tahu kita harus fokus pada siapa." Antonie memasang kembali kacamatanya dan berjalan keluar.

Sesaat Sonya melihat bayangan pria yang menduduki mobilnya, sepintas. Sonya yang ingin membuat perhitungan, segera mengejar pria itu. Namun, dia tak ada lagi.

"Cepat kali gerakan orang itu. Dia orang apa hantu sih?" sungutnya.

*

*

*

"Terus! Terus! Terus! Stop!" Antonie sedang menanti kedatangan kulkas yang tadi dibelinya. Dia hanya membeli kulkas kecil, karena kulkas ukuran besar terlalu berlebihan untuknya.

Pak RT dan istri berjalan mendekat padanya dengan menenteng sesuatu. Antonie yang berada di dalam gubuknya, tengah menata letak kulkas yang baru saja sampai.

tok

tok

tok

Pak RT dan istri dengan wajah cerah menunggu munculnya sang dewa penolong. Tak lama, Antonie pun muncul dengan wajah kikuk. Setelah beberapa bulan tinggal di sini, baru kali ini lah ada yang datang bertamu ke rumahnya.

"Pak RT, Buu RT?" sambutnya sedikit canggung di rumah yang berdindingkan kayu.

"Kami lihat tadi kamu baru saja membeli kulkas." ucap istri Pak RT dengan wajah sumringah.

"Iya, Bu ... Kebetulan ada rezeki. Soalnya saya butuh alat yang bisa membuat makanan jadi tahan lama."

Kedua orang tua itu mengangguk bersahaja. "Tadi kami sudah ke sini, tetapi tidak ada orang. Kami pikir kamu tengah bekerja memulung sampah. Ternyata sedang mengisi peralatan dapur." gurau istri Pak RT.

Antonie merasa semakin canggung. "Bagaimana kabar Bapak? Sudah lebih baik?"

Pak RT menepuk dadanya. "Kamu lihat sendiri bukan? Hari ini adalah hari terbaik seumur hidup yang saya miliki. Kemarin, saya belum sempat mengucapkan terima kasih secara langsung padamu."

"Tidak apa, Pak. Sudah kewajiban saya menolong bagi yang membutuhkan." ucap Antonie.

Pak RT mengangguk dan menyerahkan bungkusan yang tadi mereka bawa. "Ini mungkin tidak sebanding dengan apa yang telah kamu lakukan kepada saya. Kami harap, kamu mau menerimanya."

"Oh, nggak usah repot, Pak. Saya benar-benar tulus ikhlas melakukan semuanya." tolak Antonie.

"Kami juga tulus memberikannya kepadamu kok." ucap istri Pak RT. "Ini sengaja saya masak untuk kamu. Saya lihat kamu sebatang kara, jadi saya ingin membagikan ini supaya kamu tahu bahwa kami juga ada di sampingmu."

Antonie mengangguk menerima makanan yang diberikan kedua orang ini. "Terima kasih banyak, Pak-Buk."

"Nanti kalau kamu membutuhkan kami, jangan lupa cari saja kami berdua. Kami akan menganggapmu bagai anak kami sendiri."

Mata Antonie berkaca-kaca mendengar ucapan Pak RT barusan. "Terima kasih—" ucapnya terharu.

"Kalau bisa, Bapak jangan merokok lagi. Kurangi makanan yang mengandung lemak berlebih, demi menjaga kesehatan jantung Bapak."

"Kemarin kebetulan saja saya bisa membantu. Namun, ke depannya belum tentu. Soalnya kita tidak tahu bagaimana akan umur dan jodoh di antara kita nanti. Oleh sebab itu, mulai hari ini, kalau bisa Bapak mulai mengurangi dan menghentikan kebiasaan buruk tersebut." terang Antonie.

"Tuh, denger!" lirik istri Pak RT.

Pak RT mengangguk dan tertawa sumringah. "Baik ... akan saya usahakan. Terima kasih atas nasihatnya."

Setelah itu warga berbondong-bondong mengeluhkan kesehatannya kepada Antonie. Antonie pun mengobati tanpa banyak perbincangan. Usai mendapat tindakan ajaib dari Antonie, warga memaksa Antonie menerima apa yang mereka bawa.

Ada yang membawakan buah, hewan ternak seperti ayam, ada yang membawakan beras. Warga menyerahkan apa pun semampu mereka demi membalas jasa yang telah diberikan Antonie.

Halaman rumah Antonie pun telah dipenuhi oleh ayam yang diberikan oleh warga. Hingga Antonie pun memilih memberikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.

*

*

*

Di suatu tempat seorang wanita muda terlihat sangat kesakitan memegang dada di dalam kantornya. Dia adalah Angela, seorang CEO muda di bidang alat-alat kesehatan.

Dia segera menarik benda yang telah tersedia di atas meja kerja. Sebuah nebulizer, sengaja dia siapkan bila penyakitnya kembali kumat.

Corong yang tersambung dengan selang kecil yang melekat pada nebulizer segera dia tempelkan pada indera pernafasan. Angela menghirup udara yang berasal dari nebulizer tersebut dengan dalam. Akhirnya, perlahan dia merasa lega.

'Sampai kapan aku harus begini? Aku bosan menggunakan ini. Aku ingin sehat tanpa menggunakan alat bantu meski perusahaanku sendiri yang merakitnya.'

Angela memandangi foto adiknya yang telah meninggal karena penyakit yang sama semenjak kecil. Angela dan adiknya mendapat penyakit tersebut karena turun langsung dari ayahnya. Ayahnya baru saja pergi karena penyakit yang sama, sebulan lalu.

Hal ini lah yang memaksa dirinya menggantikan posisi sang ayah menjadi pimpinan perusahaan yang merakit alat kesehatan yang diimpor dari Jepang.

tok

tok

tok

"Bu, saya ingin mengingatkan kepada Anda bahwa hari ini ada meeting di Rumah Sakit Harapan Kita, untuk mengenalkan alat kesehatan baru yang kita rakit." ucap Dilla, sekretarisnya.

Angela hanya menganggukan kepala. 'Ah, rumah sakit lagi. Tapi harus bagaimana lagi? Ini lah dunia yang kali ini aku geluti. ' batinnya.

Beberapa waktu kemudian, Angela telah berada di rumah sakit yang dipimping oleh Dokter Hardan ini. Mereka menghabiskan waktu selama dua jam di dalam ruang meeting tersebut.

Setelah usai, Angela menuju ke toilet khusus bagi para eksekutif di rumah sakit. Namun, matanya menangkap sesuatu yang aneh dari seorang pria berkaca mata yang berdiri di sebuah pojok.

Wajahnya menegang, saat melihat apa yang dilakukan pria yang tak lain adalah Antonie.

Terpopuler

Comments

Jamrud Khatulistiwa

Jamrud Khatulistiwa

terlalu banyak omong, lanjut saja ke bab berikutnya.........

2025-03-18

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo....

2022-09-29

1

R

R

Thor kayaknya kalau bagus nanti si Anton ini belajar medis aja agar orang lain tidak curiga

2022-09-25

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 104 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!