Kepala dan tubuhnya membentur dinding yang tak terlihat oleh kaca mata tadi. Sembari mengusap keningnya, Antonie menaikan sedikit kaca mata tersebut, baru lah dia menyadari bahwa yang ditabrak barusan adalah sebuah dinding yang tadinya tak terlihat.
"Ups ... Maafkan saya, Tuan. System membuat pemandangan tampak transparan, dan lupa memberitahukan Tuan bahwa ini adalah sebuah dinding. System terfokus pada pasien yang membutuhkan pertolongan sehingga secara otomatis menghapus dinding penghalang di dalam kaca mata ini. Akan tetapi tidak bisa menghapus benda tersebut secara nyata."
"Ck ..." Antonie berdecak, dan dia bergeser melangkahkan kaki menuju pintu. Ternyata, di sana terlihat Pak Hasan dan anak kecil yang tadinya menangis. Padahal, tadinya tidak terlihat.
"System mengerti Anda sedang mengalami kebingungan. System hanya fokus pada pasien yang membutuhkan pertolongan, jadi tidak akan memperlihatkan orang-orang yang berada di sekitarnya."
Dalam kaca mata System, Antonie melihat aliran darah ibu yang sakit tersebut terlihat tidak lancar. Tampak titik hitam di dinding lambung ibu tersebut. Antonie pun bergerak semakin mendekati ibu tersebut.
Semua mata memandang pria asing yang tiba-tiba masuk dan bergabung dengan mereka. Ibu tersebut tak hentinya memuntahkan darah.
Antonie mulai memegang bagian perut ibu tersebut. Namun, seorang pria yang ada di sampingnya memelintir tangan Antonie. Antonie yang mendapat serangan tiba-tiba, meringis kesakitan dalam keadaan terkunci.
"Siapa kau? Lancang sekali meraba-raba istri saya!"
"Saya hanya ingin memeriksa istri Bapak saja." ucap Antonie.
"Apakah kamu seorang dokter?" tanya seseorang yang ada di belakangnya. Antonie melihat, orang yang bertanya itu adalah Pak Hasan. Mata Pak Hasan, seakan memandang Antonie bagai orang asing yang tak dikenalnya.
"Bukan, Pak."
"Lalu, apa hak kamu memeriksa istri saya? Bilang saja ini hanya akal-akalanmu saja!" teriak sang suami.
"Setidaknya Bapak beri kesempatan pada saya untuk menghentikan pendarahan pada istrinya."
"Siapa tahu dia bisa, coba kita lihat dulu!" ucap Pak Hasan.
Dengan wajah sedikit mendelit, sang suami beranjak memberikan tempat untuk Antonie memeriksa.
Antonie mencoba membaca apa yang terjadi pada ibu yang terus mengeluarkan darah itu.
"Pembuluh arteri pada dinding lambung ibu tersebut pecah." terang system.
"Tuan bisa melakukan menyembuhan dengan cara satu kali sentuhan! System akan membantu mengalirkan energi untuk menyembuhkan penyakit ibu tersebut."
"Bagaimana caranya?" bisik Antonie.
"Anda cukup bicara dalam hati, system bisa mendengar apa yang Anda katakan. Letakan jari Anda pada titik yang terlihat!"
Antonie meletakan jari telunjuknya pada Ibu yang tiada henti memuntahkan darah dari mulutnya. Dari kaca mata tersebut, terlihat pancaran bewarna merah yang menyilaukan.
zzzttt
Tubuh Antonie bagai mengalirkan listrik. Sang ibu tersentak, begitu pun Antonie. Dia sedikit terbanting ke belakang. Mereka berdua sama-sama jatuh pingsan.
*
*
*
Perlahan Antonie membuka matanya, semua orang dan ibu yang tadinya diobati, turut melihat keadaannya.
"Kamu sudah bangun?"
Wajah ibu tersebut terlihat lebih segar. Suami dan anaknya Roni juga ada di sana menyambut Antonie. Kaca matanya masih terpasang erat.
"Tadi kami sudah mencoba membuka kaca matamu, tetapi benda itu tak mau lepas." ucap Ibu itu.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya ibu itu lagi.
Antonie mengangkat tangannya yang sempat mengeluarkan energi yang sangat besar. Tubuhnya yang belum terbiasa langsung terkulai karena segala tenaga dan energinya terkuras dengan seketika. Tangannya gemetar, tetapi dalam genggamannya terdapat sekeping emas yang tidak tahu datang dari mana.
kruuucuuukkk
"Kamu lapar?" tanya Ibu tersebut melihat Antonie yang sedang memegangi perutnya. Antonie mengangguk pelan karena memang tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa saat ini dia benar-benar sangat lapar.
Ternyata, Antonie terbangun tengah malam. Padahal, dia beraksi dalam penyembuhan ibu tadi, pada waktu pagi hari. Dia sedang sibuk bertanya jawab dengan System di dalam pikirannya.
Beberapa saat kemudian, ibu yang bernama Siti tersebut menemani Antonie makan menu sederhana yang dia hidangkan. Pria muda itu menikmati makan dengan sangat lahap.
"Malam ini, kamu nginap di sini saja. Esok hari kamu bisa kembali pulang ke kota." ucap Bu Siti.
"Iya, Bu. Maaf sudah merepotkan keluarga Ibu dan Bapak ya? Terima kasih sudah menerima saya."
"Seharusnya saya yang berterima kasih. Kamu sudah menyembuhkan saya. Jika tidak ada kamu, mungkin esok saya sudah tidak bernyawa lagi gara-gara muntah darah terus."
*
*
*
Keesokan pagi, Antonie tengah mendatangi toko perhiasan. Pria muda ini berencana menjual emas yang dia dapat, reward karena sukses menjalani misi.
Antonie menganga melihat pantulan seseorang yang ada di cermin yang ada di toko perhiasan tersebut.
Dia tak percaya, saat ini dirinya menjadi sosok yang tidak dikenal. Dia teringat apa yang diucapkan oleh System.
'Jadi, ini yang kamu maksud, System?' ucapnya dalam hati.
"Benar sekali, Tuan."
'Pantas saja Pak Hasan tidak mengenaliku. Kenapa aku jadi beda begini?'
"Ini adalah sosok sesungguhnya Anda. Bila Anda terawat, maka Anda akan terlihat seperti ini."
'Oh ya? '
Antonie sibuk meraba-raba wajahnya. Membuat karyawan yang bekerka di toko perhiasan ikut cekikikan melihat tingkah pria muda, yang menurut mereka terlalu narcis.
"Nah, ini uangnya." ucap karyawan toko tersebut.
Ternyata setelah diuangkan hasilnya lumayan. Uang tersebut bisa membuat Antonie membeli tiket bus, dan segera kembali ke ibu kota hendak membalas dendam pada beberapa orang yang sempat terlukis di dalam pikirannya.
*
*
*
Antonie sampai di gubuknya yang terletak di pinggir sungai. Semua yang tinggal di sana, saling cuek dan saling tidak peduli. Yang penting, jangan mengganggu kehidupan sesama warga saja. Hingga tidak menyadari ada manusia yang bernama Antonie yang sudah beberapa bulan tinggal di sini semenjak keluar dari panti asuhan.
Antonie segera membersihkan diri. Sebelum mandi, Antonie melepas kaca matanya. Dia hendak membongkar pakaian yang ada di dalam lemari. Antonie termangu saat melihat bayangan di dalam cermin.
"Lah? Bisa kembali kucel begini?" Dia memakai kaca mata kembali. Sekali lagi dia berubah bentuk.
"System, apakah saya tidak bisa jadi tampan secara permanen?"
"Anda bisa tampil seperti ini, jika tubuh Anda terawat dan rajin berolah raga. Percaya lah! Ini adalah diri Anda yang sesungguhnya." terang System.
"Aah ... Olah raga? Nge gym? Mahal. Jual rongsokan saja gak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari."
Antonie segera mengenakan pakaiannya. Pakaian itu terlihat tak cocok lagi pada tubuhnya yang baru. Pakaian Antonie jadi terlihat sempit dan warna yang pudar sungguh tampak tak cocok dengan dirinya yang saat ini.
"Sepertinya Anda memerlukan pakaian yang baru." ucap System.
"Nggak ada duit."
"Apa Anda lupa saat ini sudah memiliki System?"
"Lalu, apa hubungannya?"
System menjelaskan bahwa setiap misi yang berhasil dilaksanakan dengan baik, maka dia mendapatkan kepingan emas yang sangat bernilai.
Level 1 \= 1 gram emas 24 karat \= penyembuhan tahap pertama, jika Antonie pingsan usai menyembuhkan seseorang.
Level 2 \= 10 gram emas 24 karat \= jika Antonie berhasil menyembuhkan tanpa pingsan, tetapi tubuhnya masih merasa lelah dan cukup lemah.
Level 3 \= 100 gram emas 24 karat \= Antonie berhasil menyembuhkan dengan keadaan yang masih bugar.
Level 4 \= 1000 gram emas 24 karat \= Antonie bisa menyembuhkan tanpa bantuan System.
Level 5 (tertinggi) \= 10000 gram emas 24 karat. Level tersulit, jika Antonie bisa menyembuhkan wabah besar melanda negeri ini sekaligus.
Setelah penjelasan System, Antonie pun bergerak menuju rumah sakit. Duduk di atas mobil bewarna merah, milik orang yang menabraknya.
"Hey! Siapa kau kurang ajar!"
Blurb.
Catherine Zeta Jones, sosok gadis pekerja keras yang hanya hidup sebatang kara.
Pekerjaan sebagai buruh pemetik anggur di salah satu perkebunan anggur terbesar di desanya. Ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan untuk menyisihkan sebagian gajinya untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan ke dokteran.
Nasih baik membawanya, pada keberuntungan, saat menyelamatkan nyawa seorang wanita setengah baya, yang ternyata nyonya besar dan pemilik perkebunan anggur tempatnya bekerja. Nyonya Margaretha, wanita yang ia tolong menjodohkan dirinya dengan putra semata wayangnya.
Siapa yang menduga, kalau putra nyonya Margaretha sudah memiliki seorang istri yang dalam keadaan koma. Bagaimana kah' nasib Catherine selanjutnya? Apakah kebahagiaan atau penderitaan yang ia dapat?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Sang M
matamu
2025-02-27
0
DIRGAHAYU NUSANTARA
Hore/Casual/
2024-02-26
1
forza 💫✨🎗️🪙👑
bru mengobati bgtu aja pingsan..taik..
2024-02-23
0