BAB 10

"Lalu di mana, Kak?" tanya Rizki.

'System, apa bisa membuatku menghentikan waktu dengan sesaat?' tanya Antonie dalam hati.

"Untuk apa, Tuan?"

'Aku ingin mengangkat tubuh anak ini. Bantu aku teleportasi langsung ke rumah.' pinta Antonie.

"Baik lah, Tuan. Anda cukup jentikan jari. Maka, waktu di sekitar Anda akan terhenti selama satu menit. Dalam waktu tersebut, System akan meneleportasi tubuh kalian berdua ke rumah."

Sesuai arahan System, Antony menjentikan jemarinya dan semua yang ada di sana terlihat berhenti mematung dalam kegiatan yang sedang mereka jalani.

"Apa yang Kakak lakukan?" tanya Rizki.

Antonie hanya memasang muka datar. Dia bergerak mengangkat tubuh pria muda tersebut. "Kamu, mendekat lah!" titahnya pada Rizki.

Jiwa Rizki bergerak mendekat dan —zing— mereka berteleportasi dan telah sampai di gubuk tempat Antonie tinggal.

Beberapa detik kemudian, orang-orang yang berada ruang rawat bangsal kembali bergerak seperti seharusnya. Beberapa menit kemudian mereka baru menyadari bahwa pasien yang dipenuhi perban tadinya berada di tengah ruangan, kini telah menghilang.

"Apa yang terjadi?"

"Kemana anak itu?"

"Kenapa hilang dengan ajaib?"

"Bukan kah tadi ada yang mengunjunginya?"

Pasien dan keluarga yang merawat pasien-pasien yang ada di ruang bangsal tersebut mulai heboh. Mereka memanggil dokter dan perawat yang ada. Lalu seisi rumah sakit pun gempar. Karena ada hantu yang mencuri tubuh pasien.

Di gubuk tempat Antonie tinggal, arwah Rizki tercengang dengan apa yang baru saja dia alami. "I-ini di mana?"

"Di sini lah aku tinggal." Antonie menaruh tubuh Rizki di atas tempat tidurnya yang lusuh.

"Kenapa harus dibawa ke sini?" tanya Rizki kembali.

"Karena, aku tidak ingin pihak rumah sakit mendapatkan keuntungan karena kamu sembuh meski tidak mereka tangani."

Antonie mulai mengecek kondisi tubuh Rizki secara keseluruhan dibantu oleh System. System melakukan scanning tubuh Rizki secara lebih detail dari kepala hingga kaki.

"Kepala Rizki mengalami trouma hebat. kedua tangannya patah, dadanya mendapat luka dalam yang cukup buruk. Terus yang terakhir, kakinya mengalami patah tulang. Kemungkinannya sangat kecil untuk melanjutkan hidup. Bisa jadi karena itu lah, Rumah Sakit Harapan Kita seolah membuang dia ke ruang bangsal, sekedar untuk menunggu ajal yang akan datang kepada remaja ini." terang System.

"Jadi, apakah kita bisa menyembuhkannya?" tanya Antonie.

"Apa, Kak? Kita siapa?" tanya jiwa Rizki terlihat bingung.

Antonie kembali memasang muka datarnya. "Ekhem ... aku akan memulai proses pemulihan pada dirimu. Kamu cukup perhatikan apa yang akan aku lakukan di pojokan sana!"

Rizki menggelengkan kepala. "Aku ingin melihat dengan dekat."

Antonie tak menghiraukan Rizki. Dia mulai berkonsentrasi dengan menyingsingkan lengan pakaian. Kali ini, Antonie bersila di bagian pucuk kepala. Kedua tangannya ditempelkan pada bagian kepala Rizki.

System mulai mengalirkan energi secara perlahan yang semakin lama semakin besar. Awalnya, pancaran energi yang keluar bewarna hijau untuk penyembuhan tingkat awal. Memar pada dada Rizki mulai membaik hingga ke tahap sembuh total.

Semakin lama, cahaya hijau berubah warna menjadi ungu. Tenaga yang dikuras semakin besar. Kondisi fisik yang mengalami patah, mulai membaik hingga pulih seperti sedia kala.

Semakin waktu warna energi yang dipancarkan berubah merah terang. Luka di kepala Rizki semakin lama tertutup dan terus menutup hingga menghilang tak berbekas. Jiwa Rizki yang tadinya memperhatikan perubahan-perubahan pada tubuhnya, seperti tersedot secara perlahan.

"Kak, apa yang terjadi padaku." racaunya dengan wajah ketakutan.

Antonie menganggukan kepala. "Malaikat tidak jadi menjemputmu. Jika kamu sembuh, jalani lah harimu dengan baik. Karena kita tidak tahu kapan waktu dan usia kembali kepada Sang Pencipta."

Rizki tersenyum menganggukan kepalanya. "Terima kasih, Kak. Setelah ini, tolong izinkan aku menjadi adikmuuu ...." Seluruh jiwa Rizki terhisap masuk ke dalam tubuh pria muda yang terlelap di atas tempat tidur.

Sementara, Antonie semakin waktu tenaganya semakin terkuras. "Sepertinya aku tidak bisa bertahan lagi," lirih Antonie.

"Sedikit lagi, Tuan. Bertahan lah!" pinta System.

Saat mata Rizki terbuka, dia melihat seseorang yang sudah setengah sadar tengah memegangi kepalanya. Lalu mulai rebah menimpa dirinya. Antonie tidak sadarkan diri.

"Aaagh ..." teriak Rizki ditimpa oleh tubuh Antonie.

Beberapa waktu, Rizki berupaya melepaskan diri dari Antonie. Setelah berhasil menggulingkan tubuh Antonie, Rizki terduduk dengan nafas cepat.

Denyut jantungnya saat ini terasa tidak beraturan, berdetak sangat cepat. Matanya liar memandangi ke segala arah di ruangan ini.

"Kenapa gue bisa berada di sini?" gumamnya.

Lalu dia berdiri di atas kasur lusuh itu dan menilik tubuh Antonie dengan kakinya. "Siapa dia?"

Rizki mulai fokus pada dirinya. Akhirnya dia mulai menyadari bahwa saat ini tubuhnya penuh dililit oleh perban dan kain kasa.

Dia mulai teringat saat tengah track track-an bersama kawanan motornya saat malam hari. Namun, sebuah truk kontainer secara mendadak muncul dari pertigaan. Kecepatan penuh kendaraan yang dibawa Rizki membuat dia tidak sempat menghindar.

braaaaak

"Aaaaghhh ..." Rizki kembali merasakan sesak mengingat kenangan itu.

"Gue pikir gue sudah ma .ti," sungutnya.

Remaja itu mulai melepas perban yang melekat pada sekujur tubuh. Ternyata, dia tidak memakai sehelai benang pun pada tubuhya. Sehingga dengan langkah cepat, dia menarik kemeja yang terpasang di tubuh Antonie dengan kasar, hingga membuat pria yang menolongnya terguling ke lantai.

Rizki segera menutup bagian inti kelelakiannya beralih bergerak menuju lemari reot yang berada di dalam kamar itu. Rizki membukanya mengeluarkan pakaian yang ada di dalam lemari.

duk

duk

duk

Hal lain ditemukannya. Matanya berkilau melihat benda-benda itu terjatuh begitu saja di atas lantai. Kembali Rizki memperhatikan pria yang tertidur dengan tubuhnya yang lelah.

Sebuah senyuman licik, tersungging di bibir Rizki. "Sepertinya nama gue cocok banget sama yang gue dapat."

...****************...

Hay hay ... Jangan bosan ya baca hingga bagian bawah. Author selalu ingin memperkenalkan karya keren dari sahabat-sahabat Author yang kece baday. Yuk kepoin ....

Napen: Desy Puspita

Judul: My Possessive Billionaire

Terpopuler

Comments

yuce

yuce

astaga ini anak gak ahu malunya udah ditolongin malah berjahat sama orang yg menolongnya.

2022-11-15

2

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Air susu dibalas air comberan...

2022-09-29

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

kok bisa sistem mengarahkan membantu orang yang berwatak jahat, seharusnya biarkanlah mati di rumah sakit....🤔🙄😩😩👎

2022-09-22

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 104 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!