“Argh..!”
Nampak Elford terhempas secara berulang kali akibat menerima serangan bertubi-tubi dari Vaedor.
**
“Jika begini… Dia harusnya menyerah saja,” kata Afucco khawatir melihat Elford menerima serangan berulang kali dari Vaedor.
“Kak Elford itu bukanlah tipe orang yang mudah untuk menyerah… Lihat saja sewaktu dulu kita berdua berhasil naik ke tingkatan Land Venerate. Dia bahkan tidak berkecil hati dan hari demi hari masih bersemangat untuk berlatih,” kata Dierill.
**
“Elford sudah hentikan saja… Kau itu tidak bisa mengimbangi kekuatan orang itu,” kata Neyndra yang juga khawatir melihat keadaan Elford.
**
Namun, Elford tetap tidak mau menyerah dan masih berusaha berdiri kembali walaupun terus-terusan menerima serangan dari Vaedor.
“Kalau begitu… Akan kuakhiri sekarang.” Kata Vaedor, yang kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya lalu dengan cepat maju ke hadapan pria Fuegonia itu untuk menyerangnya.
Saat Vaedor mengayunkan pedangnya tersebut, tiba-tiba Elford langsung menangkisnya dengan sekuat tenaganya.
Anehnya, serangan dari Vaedor itu tidak dapat membuat Elford terhempas kali ini. Dengan berusaha Vaedor meningkatkan kekuatannya lagi untuk membuat pria itu terhempas, sampai membuat pedangnya tersebut berulang kali memancarkan pancaran energi berwarna biru.
Nampak Elford tetap saja tidak bisa dihempaskan olehnya dan masih dengan sekuat tenaga menahan serangan pria Cielas itu, sampai membuatnya nampak kebingungan melihat hal tersebut.
*
“Apa…? Bagaimana mungkin dia tidak bisa sekuat ini. Apakah ada kekuatan lain yang disembunyikannya?” Gumam Vaedor dalam hati, kebingungan melihat Elford bisa menahan serangannya walaupun telah meningkatkan kekuatannya berulang kali.
**
Terlihat dua belati yang dipegang oleh Elford kemudian mengeluarkan proyeksi energi berwarna merah, yang lebih besar dari sebelumnya. Energi berwarna merah itu pun dengan cepat langsung menyelimuti tubuh Elford, sampai membuat gelombang kejut yang cukup kuat, yang sontak langsung membuat Vaedor seketika terhempas.
Setelah proyeksi energi berwarna merah itu menyelimuti tubuh dari Elford, pria itu nampak terlihat mengalami perubahan.
**
“Itu… Apa mungkin dia…?” Kata Dierill, bertanya-tanya melihat perubahan Elford.
“Tidak salah lagi… Kak Elford sekarang telah menembus ke tingkatan Land Venerate sekarang,” kata Afucco menyambung perkataan Dierill.
**
Nampak kedua belati yang dipegang oleh Elford di kedua tangannya tersebut, kini berubah menjadi cakar besi berwarna merah, serta rambut pria itu yang sebelumnya berwana cokelat, kini berubah menjadi merah. Terlihat juga perubahan dari warna iris matanya, yang sebelumnya berwarna kuning kecoklatan, kini berubah menjadi warna kemerahan.
“Ternyata kau masih menyimpan kekuatanmu dari tadi,” kata Vaedor, berdiri kembali setelah terhempas.
“Tidak… Kurasa ini adalah kekuatan pelepasan kedua, karena aku belum pernah memiliki kekuatan ini sebelumnya,” kata Elford.
“Pelepasan kedua kau bilang…? Dasar bodoh, bagaimana mungkin Regional Venerate bisa mengaktifkan kekuatan Ekdosi bentuk kedua?” Kata Vaedor nampak tidak percaya mendengar perkataan Elford.
Pria Cielas itu pun kemudian kembali maju untuk melancarkan serangannya pada Elford.
**
“Tinggal menunggu waktu untuk melihat kekalahan dari pria Cielas itu,” kata Dierill yang melihat Vaedor dengan beraninya menyerang Elford dalam mode pelepasan keduanya.
**
Setelah hampir mendekati Elford, Vaedor kemudian melompat dan meningkatkan kekuatan dari pedangnya. Dia kemudian mengayunkan pedangnya tersebut ke arah pria Fuegonia itu.
Tampak Elford terlihat santai menanti serangan dari Vaedor tersebut. Dengan satu kipasan tangannya, sontak membuat pria Cielas itu pun langsung terhempas akibat tekanan kekuatannya yang kuat.
Nampak Vaedor masih tetap berdiri walaupun telah terhempas sebelumnya. Namun, seketika Elford langsung bergerak dengan cepat sampai pergerakannya tersebut tidak bisa dilihat oleh Vaedor.
*
“Cepat sekali... Dimana…? Kalau begitu aku harus meningkatkan pertahananku...” Kata Vaedor yang langsung berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya bersiap menerima serangan dari Elford yang entah dari sebelah mana.
**
Nampak Vaedor kembali mengeluarkan pancaran energi proyeksi berwarna biru untuk meningkatkan pertahanannya.
Namun, tiba-tiba Elford muncul tepat di depannya, yang sontak membuatnya langsung terkejut.
Elford pun langsung menendang Vaedor, hingga membuat pria itu terhempas menabrak dinding arena. Kemudian Elford melancarkan serangan tebasan jarak jauh dari cakarnya, yang membuat Vaedor dengan sigap langsung menghindarinya.
Terlihat efek serangan dari Elford sampai membekas pada dinding arena. Vaedor yang kebingungan melihat serangan dari Elford itu menjadi kehilangan fokusnya. Hal itu pun langsung dimanfaatkan oleh Elford yang langsung saja bergerak dengan cepat ke belakang Vaedor dan menebasnya.
Efek dari serangan Elford itu sontak langsung menghancurkan zirah proyeksi dari Vaedor.
Pria itu sontak ketakutan melihat zirah proyeksinya dengan mudah dapat dihancurkan oleh serangan Elford, sontak langsung berlari menjauhinya.
**
“Dia ketakutan yah...?.” Kata Raquille tersenyum melihat Vaedor ketakutan.
“Jelas saja dia ketakutan, karena kini kekuatan mereka telah berbeda jauh,” kata Drakon.
**
Sontak Elford dengan cepatnya langsung berada di depan Vaedor. Dia kemudian melancarkan serangan penutupnya dengan menyerang Vaedor berulang-ulang kali, sampai membuat pria itu terkapar tak berdaya dan mengalami kekalahan.
**
“Sialan…” Tampak raut wajah kesal dari Saturno setelah melihat kekalahan dari Vaedor.
**
Setelah mengalahkan pria Cielas tersebut, Elford lalu kembali ke wujudnya semula. Kini hanya tersisa Elford sendiri yang masih berdiri di tengah arena, yang menandakan bahwa dialah yang menjadi pemenang pada pertandingan kali ini.
**
Beberapa saat kemudian, nampak wasit pun kemudian masuk ke tengah arena.
“Pemenangnya adalah Elford Drown… Dari tim Fuegonia A,” kata wasit tersebut.
Sontak hal tersebut langsung disoraki oleh para penonton yang sebagian besar merupakan warga kota Novacurve.
Kemudian terlihat di layar yang menunjukkan perolehan poin dari pertandingan tersebut.
Fuegonia A (6), Asimir (5), Fuegonia B (1), Neodela (1), Machora Tira (1), Cielas (1), Lightio (0), Mormist (0), Vielass (0).
Terlihat Afucco serta Yoford langsung melompat ke tengah arena dan mendekati Elford yang telah memenangkan pertandingan tersebut. Mereka berdua kemudian langsung mengangkat Elford dan menyorakinya.
“Selamat atas kemenanganmu kakak... Selamat juga karena telah mencapai tingkatan Land Venerate,” kata Afucco mengangkat Elford, bersama dengan Yoford.
“Hahaha… Jangan berlebihan… Ini baru awalnya saja... Kalian juga harus berusaha memenangkan pertandingan kalian juga,” kata Elford.
**
“Aku tidak menyangka bahwa Elford bisa menembus tingkat Land Venerate… Aku jadi iri melihatnya,” kata Neyndra, yang kagum melihat Elford.
***
Kemudian di tempat lain, terlihat dua orang yang sebelumnya menghubungi Zeidonas kini telah berada di Sprintrobe. Mereka berdua nampak telah menggunakan seragam pelayan untuk menyamar.
“Flogaz… Apa kau sudah mengetahui dimana lokasi batu kristal itu?” Tanya Joker.
“Aku merasakan bahwa batu kristal itu berada di bawah tempat ini, tapi aku tidak mengetahui jalan masuknya berada dimana,” jawab Flogaz.
“Kalau begitu, kita lebih baik berpencar saja agar bisa menemukan jalan masuknya… Kau cari sebelah kiri sana, aku cari di sebelah kanan sini,” kata Joker.
Setelah Joker mengatakan hal tersebut, mereka berdua pun langsung berpencar untuk mencari jalan masuk tempat disembunyikannya batu kristal yang dibicarakan mereka tersebut.
**
Terlihat Joker memeriksa satu per satu pintu yang berada di sebuah lorong, namun masih belum mendapat jalan masuk tersebut.
Saat dia membuka pintu yang terakhir, nampak seseorang yang berada di ruangan tersebut.
“Eh… Ada apa? Apa ada yang bisa kubantu?” Tanya orang yang berada di ruangan tersebut.
“Eh… Aku sedang mencari alat pembersih… Tapi, aku masih belum bisa menemukannya dari tadi.” Joker sontak memberikan sebuah alasan agar orang tersebut mempercayainya.
“Oh… Alat pembersih tidak disimpan disini, barang itu berada di ruang bawah tanah,” kata orang tersebut.
“Tapi… Dimana jalan untuk ke lantai bawah?” Tanya Joker pada orang tersebut.
“Kau pasti baru yah…? Kau tinggal lurus saja di lorong ini, dan kemudian kau belok ke kanan. Kau tinggal jalan terus sampai ke ujung jalan. Di ujung jalan sana kau akan menemukan sebuah pintu. Dibalik pintu ada tangga untuk ke ruang bawah tanah,” kata orang itu menjelaskan pada Joker.
“Baik terima kasih tuan...” Respon Joker dengan tersenyum.
“Tunggu dulu...” Tiba-tiba orang itu langsung memanggilnya.
Joker pun sontak terkejut mendengar orang itu memanggilnya.
“Ada apa tuan…?” Tanya Joker, yang perlahan-lahan mengeluarkan sebuah pisau yang disembunyikan di tangan bajunya.
“Kau terlihat pucat sekali… Apa kau sedang sakit…? Lebih baik kau ambil saja alat pembersihnya dan serahkan pada yang lain untuk membersihkan ruangan, lalu kau pulang saja,” kata orang itu, menasehati Joker.
“Tidak… Aku baik saja-saja,” kata Joker, yang langsung menutup pintu, dan berjalan menuju ruangan bawah tanah sesuai arahan dari orang itu.
*
“Ruangan bawah tanah? Ini hanya instingku saja, tapi apa mungkin disana jalannya?” Kata Joker dalam hati.
**
Setelah sampai di ruangan bawah tanah tersebut, Joker kemudian mengaktifkan kekuatan sensornya untuk mengobservasi tempat tersebut.
Perhatian dari Joker kemudian terarah pada sebuah pintu yang terlihat mencurigakan baginya. Dia lalu mendekati pintu tersebut dan mencoba membukanya. Namun, pintu itu tidak bisa dibukanya karena telah terkunci.
*
“Flogaz… Aku sudah menemukan jalannya… Kau cepatlah kemari,” Kata Joker berkomunikasi dengan Flogaz menggunakan telepati.
“Kau sudah menemukannya…? Baiklah… Aku akan segera kesana,” Kata Flogaz, menjawab Joker.
**
Tak berselang lama, Flogaz kemudian datang ke ruangan bawah tanah tersebut.
“Apakah ini jalannya…?” Tanya Flogaz, melihat Joker berdiri di depan pintu tersebut.
“Iya… Aku yakin ini adalah jalannya... Tapi, pintu ini masih terkunci,” jawab Joker.
“Kalau begitu hancurkan saja pintunya,” kata Flogaz.
“Haah… Apa kau bodoh…? Jika menghancurkan pintu ini, orang-orang yang berada di atas akan mendengarnya.”
Kemudian Joker langsung mengambil sebuah kertas, lalu memasukkan kertas tersebut dari bawah pintu tersebut.
“Biar aku saja yang melakukannya. Jika kau yang melakukannya pasti kita sudah ketahuan.”
Joker lalu memegang Flogaz, sontak mereka berdua langsung berpindah posisi dengan kertas yang dimasukkan oleh Joker di balik pintu tersebut.
Di balik pintu terlihat masih ada sebuah tangga yang panjang kebawah. Mereka berdua kemudian menuruni tangga tersebut sampai menemukan sebuah pintu lagi yang berada di ujung tangga itu.
“Pintu ini memiliki sebuah mantra untuk bisa membukanya… Apa kau bisa membukanya?” Tanya Joker.
“Serahkan saja padaku...” Kata Flogaz, yang kemudian langsung memunculkan sebuah diagram sihir dan dengan mudah dapat membuka pintu tersebut.
“Heh… Memang clan Silkbar itu tidak bisa diremehkan yah...” Kata Joker memuji Flogaz.
Kemudian mereka melihat sebuah ruangan tempat disimpannya artefak-artefak serta kotak besar tempat disimpannya batu kristal, yang sebelumnya pernah diperlihatkan Rox pada Rourke.
Flogaz kemudian mendekati kotak tersebut dan langsung menggunakan kekuatannya untuk membuka kotak tersebut.
“Sial… Kenapa mantranya tidak bisa lepas,” kata Flogaz.
“Apa maksudmu…?” Tanya Joker.
“Iya… Mantra dari kotak ini tidak bisa dilepas, kemungkinan ini adalah mantra pengunci yang kuat. Butuh waktu yang lama untuk bisa membukanya,” kata Flogaz.
“Sial… Padahal kita sudah sampai disini… Aku koreksi kembali kata-kataku tadi, memang clan Silkbar itu tidak bisa diremehkan… Tapi kau tidak termasuk di dalamnya,” kata Joker merendahkan Flogaz.
“Diam kau… Lebih baik aku mencoba untuk merusak mantranya saja. Tapi, ini akan memakan waktu beberapa hari,” kata Flogaz.
“Apa…? Jadi maksudmu, kita harus berada di sini selama beberapa hari, sampai kau bisa membuka kotak ini?” Tanya Joker, terkejut.
“Kita tidak punya pilihan… Lagi pula kita harus segera mendapatkan batu kristal yang berada di dalam kotak ini.”
“Baiklah… Lakukan dengan cepat…”
Flogaz lalu duduk melipat kedua kakinya lalu dia kemudian berkonsentrasi. Beberapa saat kemudian muncul sebuah diagram sihir, yang mengelilingi kotak tersebut.
Nampak Flogaz kini mencoba merusak mantra pengunci yang berada pada kotak tersebut dengan menggunakan kekuatan sihirnya tersebut.
***
Kembali ke arena turnamen, nampak pembawa acara kini terlihat memasuki tengah arena.
“Kita lanjutkan ke pertandingan ke tiga di hari ini… Untuk nama yang tertera pada layar, segera bersiap dan menuju ke tengah arena.”
Lalu terlihat layar mengacak nama-nama dari lima peserta yang akan saling berhadapan selanjutnya. Dan tak berapa lama, nama-nama dari kelima petarung langsung terlihat.
Fuegonia B, Neyndra Drown, 25 tahun, 165 cm, Human, Regional Venerate.
Lightio, Athira Magchora, 24 tahun, 170 cm, Human, Regional Venerate.
Neodela, Brock Greydust, 22 tahun, 178 cm, Fairyman, Regional Venerate.
Vielass, Jenesyn Wycencor, 17 tahun, 143 cm, Pixieman, Regional Venerate.
Asimir, Stix Weagsai, 28 tahun, 185 cm, Goblinman, Regional Venerate.
**
“Gadis aneh… Sekarang giliranmu,” kata Raquille meledek Neyndra.
“Diam kau… Aku juga tahu… Dan berhenti menyebutku sebagai gadis aneh,” kata Neyndra kesal oleh perkataan Raquille.
“Nona Neyndra sekarang giliranmu, kau pasti akan memenangkan pertarungan kali ini,” kata Drakon nampak menyemangati Neyndra.
“Untukmu apa pun akan kulakukan.” Neyndra pun langsung memeluk Drakon karena telah memberikan semangat padanya.
“Eh… Iya-iya.” Nampak pria itu tersipu malu saat dipeluk oleh Neyndra.
**
“Kakak… Akhirnya sekarang giliranku,” kata Jenesyn nampak bersemangat.
“Iya… Kuharap kau bisa menang melawan mereka,” kata Messen dengan sinis kepada adiknya.
**
“Akhirnya… Sekarang giliran dari tim Lightio. Tunjukkan pada mereka sehebat apa kita ini,” kata Dimira.
“Sesuai yang kau katakana,” respon Athira.
**
Beberapa saat kemudian, terlhat kelima petarung telah berkumpul di tengah arena dan telah bersiap untuk saling berhadapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 335 Episodes
Comments