–5 Juni 3029–
Di hamparan padang rumput yang membentang luas tampak seorang pemuda sedang terbaring di atas rumput yang hijau. Pemuda itu memiliki rambut seputih salju, mata berwarna biru, sebiru warna langit yang ditatapnya itu. Ditambah dengan anting batu Tanzanite yang berkilauan menghiasi kedua daun telinganya menambah ciri khas dari pemuda tersebut.
“Arghh… Sialan… Selama dua puluh tahun usiaku, baru kali ini aku menerima kekalahan yang memalukan seperti itu.” Pemuda itu megumpat sendiri dengan kesal.
Tak lama kemudian, seorang pria dengan memegang sebuah cangkul dan ember yang berisi air mendekat pada pemuda itu. Sepertinya pria tersebut mengetahui apa yang barusan terjadi pada si pemuda sebelum dia terbaring di tempat itu.
“Hei… Apa kau tidak apa-apa? Bagaimana kau bisa terjatuh dari langit?” Pria itu bertanya tentang keadaan dari si pemuda, namun dengan tetap sedikit berwaspada karena dia masih belum mengetahui dengan pasti apakah pemuda tersebut merupakan orang yang berbahaya atau tidak.
Beberapa waktu yang lalu, pria itu sedang bekerja di ladangnya yang berada dekat dengan padang rumput. Sontak dia melihat dengan jelas sebuah cahaya berwarna biru dari langit perlahan-lahan turun ke bawah. Walaupun dengan perasaan yang sedikit was-was dia tetap penasaran dan mencoba mendekati sumber cahaya yang jatuh di padang rumput tersebut.
“Kau pasti tidak akan percaya jika kuceritakan kenapa aku bisa jatuh dari langit,” ucap si pemuda, sambil dia berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor.
Pemuda itu lalu merapatkan kedua tangannya dan berkonsentrasi memulihkan dirinya dengan menggunakan kekuatannya. Dia kemudian mendekati si pria sambil memperhatikan sekitaran tempat itu, yang sepertinya tempat tersebut terlihat asing baginya.
“Hei paman… Ini berada dimana? Apakah ini masih berada di wilayah utara?”
“Iya… Memang jelas ini berada di wilayah utara. Karena ini adalah wilayah negeri Fuegonia.”
“Fuegonia…?” Mendengar jawaban dari si pria, ekspresi pemuda itu seketika berubah.
Dilihat dari raut wajahnya, pemuda itu seperti merasa khawatir berada ditempat itu.
“Kalau diperhatikan lagi, ciri-ciri dan penampilanmu ini terlihat seperti para ras dari negeri seberang. Dengan rambut putih dan matamu yang juga berwarna biru… Apa kau memang salah satu dari mereka?”
Ras negeri seberang yang sedang dibicarakan oleh pria itu adalah ras Elfman, ras keturunan manusia dan Elf murni yang berasal dari negeri Blueland, negeri yang berseberangan dengan negeri Fuegonia. Benar saja jika pria itu mengatakan bahwa pemuda itu memiliki kemiripan dengan ras Elfman karena ras tersebut memiliki ciri khas berambut putih serta mata berwarna biru yang sama persis dengan ciri-ciri pemuda tersebut.
Sontak raut wajah pemuda itu menjadi gelisah setelah mendengar pertanyaan dari pria itu yang mengatakan bahwa dia memiliki kemiripan dengan ras yang dibicarakan oleh si pria tersebut.
“Ah, kau bisa saja paman. Bagaimana aku bisa terlihat seperti mereka? Postur tubuhku saja masih terlihat normal jika dibandingkan dengan mereka yang memang jauh lebih tinggi dariku ini.”
Walaupun pemuda tersebut terlihat semampai dengan memiliki tinggi badan kurang dari seratus sembilan puluh sentimeter, namun jika harus dibandingkan dengan ras Elfman yang memiliki tinggi badan rata-rata lebih dari dua meter, memang postur tubuhnya terlihat lebih kecil dibandingkan dengan mereka.
Bahkan Elfman perempuan saja memiliki tinggi badan rata-rata seratus sembilan puluh sentimeter, yang jika dibandingkan juga dengannya banyak dari Elfman perempuan memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dari pemuda tersebut.
Namun, walaupun si pemuda tersebut sudah beralasan seperti itu, melihat tingkah lakunya yang terasa mencurigakan si pria seperti merasa memang ada yang disembunyikan oleh si pemuda tersebut.
“Kalau begitu paman, aku pergi dulu yah, ada yang harus aku lakukan,” ucap si pemuda, yang kemudian melambaikan tangannya, hendak berpamitan meninggalkan tempat itu.
“Tunggu…!”
Baru saja beberapa langkah dia berjalan meninggalkan si pria, sontak pria itu langsung memanggilnya. Mendengar panggilan tersebut, pemuda itu pun berhenti dan menoleh pada si pria.
Dengan cepat pria itu langsung menyiramkan air yang berada pada ember yang dipegangnya pada pemuda tersebut.
Secara refleks pemuda itu langsung membekukan air yang disiramkan padanya itu menjadi es.
“Benarkan apa aku bilang, kau bisa membekukan air, berarti kau memang salah satu dari mereka!” Seru pria itu kini mengetahui bahwa si pemuda telah berbohong padanya.
Lantas pemuda itu langsung terdiam karena si pria kini mengetahui bahwa dia memang merupakan ras Elfman yang memang sempat diduganya tadi.
Ciri khas yang lain dari Elfman juga dapat dilihat dari kekuatan mereka, dimana ras Elfman memiliki suatu kemampuan untuk bisa memanipulasi elemen es. Kemampuan dari ras ini pun memang juga sudah banyak diketahui oleh banyak orang hampir di seluruh belahan dunia.
“Tuan, apakah sebenarnya petinggi dari kota Wattao yang mengirimmu kemari untuk mau menghentikan para perampok gunung kembali? Tapi, kenapa kau hanya sendirian?” Tanya si pria dengan memegang tangan pemuda itu.
“Hah…? Apa maksudmu paman? Menghentikan para perampok gunung? Untuk apa aku melakukan hal itu?” Pemuda itu sontak bertanya balik kepada si pria karena bingung dengan apa yang pria itu tanyakan padanya.
“Iya, akhir-akhir ini para perampok gunung sering melakukan aksi mereka merampok kota kembali. Para warga disini menjadi ketakutan karena aksi mereka itu...”
“Beberapa hari lalu kami meminta tolong untuk mengirim batuan dari kota Wattao untuk menghentikan para perampok tersebut.”
“Karena itu kubilang kenapa aku harus melakukannya. Memangnya aku ini prajurit negeri ini? Atau bahkan… Jika Fuegonia dan negeriku Blueland berkerja sama… Eh… Mustahil juga kalau dipikir-pikir… Pokoknya, kenapa juga aku yang harus turun tangan untuk mengurusi permasalahan negeri lain?” Kata pemuda itu dengan nada suara yang tinggi masih bingung dengan maksud dari si pria.
“Memangnya kenapa? Bukannya negerimu itu dengan Fuegonia memang telah beraliansi sejak sembilan tahun yang lalu?”
Mendengar pernyataan dari si pemuda itu, pria itu juga kebingungan karena yang sebenarnya kedua negeri tersebut memang sudah menjalin aliansi sejak sembilan tahun yang lalu, dan bahkan banyak ras Elfman dari negeri Blueland telah menjadi prajurit di negeri Fuegonia.
“Apa? Kapan itu terjadi? Sembilan tahun lalu…? Apa kau bercanda paman?” Dengan tidak percaya dia merespon perkataan si pria.
Namun, tiba-tiba pemuda itu seperti menyadari sesuatu yang terlintas di pikirannya dari pernyataan si pria sebelumnya. Dia kini nampak lebih gelisah daripada saat si pria bertanya tentang kemiripannya dengan salah satu ras yang dibicarakan tadi.
“Sembilan tahun lalu… Sembilan tahun lalu…” Sambil berjalan mengelilingi si pria, pemuda itu berulang kali mengulangi kata-kata yang sama.
“Tunggu paman, kau bilang sembilan tahun lalu? Kalau begitu ini tahun berapa?” Dengan tatapan yang tajam dan serius dia bertanya pada si pria.
“Hah…? Kenapa kau bertanya hal seperti itu? Memangnya kau selama ini hidup dimana sampai tidak tahu ini sudah tahun berapa?” Si pria sontak bingung mendengar pertanyaan dari pemuda tersebut dan malah bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan pemuda itu.
“Jawab aku paman, ini tahun berapa?” Tidak mendapat jawaban yang pasti, pemuda itu lantas bertanya kembali dan kini sambil memegang erat kedua pundak pria itu.
“Ini tahun 3029… Kenapa kau sampai sebegitunya bertanya tentang tahun? Memangnya ada apa?” Jawab pria itu dengan ekspresi kebingungan melihat tingkah dari pemuda itu.
Mendengar jawaban tersebut, pemuda itu tiba-tiba terlihat syok dan langsung jatuh terbaring ke tanah kembali.
“Hei tuan, kau kenapa?” Tanya si pria merasa khawatir melihat pemuda itu jatuh terkapar.
“Nampaknya aku memang sudah menghilang selama sepuluh tahun lamanya, dan baru sekarang kembali,” kata pemuda itu dengan tatapan kosong.
“Sudah hilang selama 10 tahun? Apa yang kau bicarakan ini? Memangnya siapa kau ini sebenarnya? Apa kau memang bukan prajurit bantuan yang dikirim dari kota untuk membantu kami?” Kata si pria dengan melontarkan beberapa pertanyaan pada pemuda itu.
“Bukan... Aku bahkan bukan prajurit dari negeri ini. Aku sebenarnya adalah salah satu anggota dari organisasi Guardian yang melindungi benua ini,” jawab pemuda itu yang masih dengan tatapan yang kosong.
“Guardian? Apa maksudmu organisasi yang para anggotanya merupakan para ras keturunan campuran? Setahuku organisasi itu sudah dibubarkan.”
“Apa bubar…? Kenapa dibubarkan?” Mendengar ucapan dari pria itu, si pemuda kemudian langsung kembali bangun.
“Aku tidak tahu alasannya kenapa organisasi itu dibubarkan. Tapi, karena organisasi itu sudah tidak ada lagi, para manusia dari benua lain kembali melakukan penyerangan mereka pada negeri-negeri di benua ini dan menculik para ras keturunan campuran.”
“Itu pasti karena ulahku. Argghh…! Kenapa aku bodoh sekali,” kata pemuda itu, dengan ekspresi penuh penyesalan.
“Karena ulahmu? Memangnya apa yang telah kau perbuat?” Tanya si pria, penasaran.
“Hah… Ceritanya panjang untuk dijelaskan. Pokoknya aku mungkin alasan dari bubarnya organisasi tersebut.”
Alasan mengapa pemuda itu merasa menyesal karena yang sebenarnya dia adalah dalang dari bubarnya organisasi Guardian tersebut. Pemuda itu merupakan Raquille Noroh, Elfman yang telah membantai para anggota Guardian sepuluh tahun silam sehingga membuat organisasi itu terpaksa dibubarkan karena telah kehilangan banyak anggotanya. Selama sepuluh tahun terakhir ini juga orang-orang mengira bahwa dia telah mati setelah pertarungan tersebut.
“Tapi paman, Apa kau bisa menceritakan apa yang kau ketahui tentang sepuluh tahun yang lalu? Bagaimana bisa Blueland dan Fuegonia bisa menjalin kerja sama aliansi? Jika kau mau menceritakannya, aku dengan senang hati akan membantumu serta yang lain untuk menghentikan para perampok gunung yang sering menyerang kotamu.”
“Apa? Benarkah kau mau membantu kami?” Tanya si pria.
“Iya aku bersedia membantumu.”
Mendengar kata pemuda itu, si pria kemudian langsung membantunya untuk berdiri kembali.
“Baiklah aku akan menceritakan apa yang kuketahui. Memang orang-orang seperti kalian itu sangat baik hati!” seru si pria kembali, merasa terbantu dengan ucapan pemuda itu.
“Kalau begitu ayo ikut aku biar kuperkenalkan dulu kau kepada para warga kota,” lanjutnya berkata.
“Hei, tunggu paman… Kenapa kau mau memperkenalkanku pada para warga kota? Harusnya kau menyembunyikanku dari mereka.” Pemuda itu merasa khawatir jika orang-orang Fuegonia melihatnya mungkin saja mereka akan membencinya, yang pada dasarnya memang membenci para ras Elfman.
“Tenang saja, para warga kota itu mereka baik hati, apalagi pada orang sepertimu.” Namun, pria itu meyakinkan si pemuda dengan mengatakan bahwa para warga dikotanya memang menyukai orang-orang seperti pemuda tersebut.
“Memangnya orang sepertiku ini kenapa?” Tanya pemuda itu penasaran.
“Sudahlah ikut saja denganku ke kota,” kata Pria itu, berjalan duluan menyuruh pemuda itu untuk mengikutinya.
Tidak basa-basi lagi, pemuda itu kemudian mengukuti si pria menuju ke kota. Mereka berdua pun kini berjalan menuju kota tempat tinggal dari pria itu.
“Ngomong-ngomong namaku Fluke Lurch. Dan kau? Aku belum mengetahui namamu nak?” Tanya si pria itu.
“Raquille Noroh... Aku adalah seorang pangeran dari negeri Blueland,” jawab pemuda itu.
“Wah… Ternyata kau adalah seorang pangeran yah... Tapi, namamu itu kedengarannya seperti nama seorang gadis. Apa sebenarnya kau itu adalah seorang putri bukanlah pangeran?” Kata si pria bergurau tentang nama pemuda itu.
“Heh… Kau melawak yah paman? Tapi itu tidak lucu sama sekali.” Dengan agak kesal Raquille merespon gurauan dari pria tersebut.
“Hahaha…!” Dengan tertawa Fluke menepuk-nepuk pundak Raquille, melihat pemuda itu agak kesal dengan ucapannya.
Nama Raquille memang terdengar seperti nama seorang perempuan dikarenakan dulu pada saat pemuda itu masih berada di dalam kandungan ibunya mereka telah keliru mengira bahwa dia adalah seorang anak perempuan.
Negeri Blueland sendiri memiliki suatu tradisi turun temurun, yaitu memberikan sebuah nama pada seorang anak saat mereka masih berada di dalam kandungan. Karena itu, sebelum memberikan nama mereka terlebih dahulu memperkirakan jenis kelamin bayi yang masih berada di dalam kandungan tersebut.
Selama beberapa abad berlalu kekeliruan dalam memperkirakan jenis kelamin anak yang ada di negeri tersebut memang baru terjadi sekali pada Raquille. Namun, disamping itu Raquille memang terlihat memiliki wajah yang cantik dan memiliki tinggi badan yang sama dengan para Elfman perempuan.
***
Setelah berjalan sekitar hampir lima kilometer dari padang rumput, mereka berdua pun sampai di D’Swano, sebuah kota kecil yang berada di daerah Teritori Barat Laut, negeri Fuegonia.
Setelah sampai di kota tersebut, terlihat salah seorang warga mendekati mereka berdua.
“Tuan Fluke, kau baru saja pulang dari ladang? Dan siapa dia? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya di sini,” tanya orang itu.
“Dia adalah salah satu dari pasukan bantuan yang datang untuk melawan para perampok gunung.” Dengan berbohong, Fluke mengatakan bahwa Raquille merupakan salah satu dari pasukan bantuan.
“Oh begitu... Tapi, kenapa hanya kau sendiri yang datang? Aku tidak melihat prajurit lain datang denganmu?”
Mendengar pertanyaan dari salah warga itu, Fluke kemudian langsung mengisyaratkan kode dengan menyiku pemuda itu agar dia menjawab pertanyaan dari orang itu.
“Ah iya, aku datang mendahului yang lain untuk melihat apakah para perampok-perampok itu sedang melakukan aksi mereka disini. Tapi, rekan-rekanku yang lain mungkin baru sampai besok… Tenang saja, mereka sedang dalam perjalanan kemari,” jawabnya dengan senyuman yang dibuat-buat agar perkataannya dapat dipercayai oleh orang itu.
“Hei… Semuanya, ayo kemari. Salah satu dari pasukan bantuan sudah datang.” Mendengar kata Raquille, orang itu pun langsung percaya dan kemudian memanggil para warga.
Para warga yang mendengar sontak langsung datang berkumpul dan antusias untuk melihat Raquille yang dipercayai sebagai salah satu dari pasukan bantuan.
“Selamat datang tuan di kota kami yang kecil ini.”
“Tuan apa kau lelah dalam perjalanan? Mau beristirahat di tempatku?”
“Tuan apakah kau pemimpinnya?”
“Kau ini tampan sekali yah?”
“Wah tuan, kau ini tinggi yah?”
Kata-kata dari para warga, yang antusias menyambut kedatangan Raquille di kota mereka.
“Eh… Iya… Tidak perlu… Terima kasih…” Dengan bingung dia menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang di sampaikan dari para warga.
“Paman, apakah harus berpura-pura seperti ini? Aku bahkan tidak tega jika mereka mengetahui kalau aku bukan dari pasukan bantuan,” bisik Raquille pada Fluke.
“Sudah kau tenang saja, untuk sekarang yang harus kau lakukan yaitu berpura-pura dulu,” kata Fluke meyakinkan Raquille dengan berbisik juga.
“Eh, baiklah,” kata Raquille menyetujui si pria, namun masih merasa ragu dengan hal tersebut.
*
“Apakah orang-orang di negeri ini tidak semuanya membenci para ras campuran?” Gumam Raquille dalam hati setelah melihat para warga dengan senang hati menyambutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 335 Episodes
Comments
CvL
Cerita sebagus ini kenapa harus sepi?😭
2023-07-14
3
Liu Zhi
gpp, ambil hikmahnya hee
2023-04-19
1