Chapter 3 - I defteri ekdosi

“Hei kalian yang diatas! Cepat turun kemari atau aku yang kesana untuk menyeret paksa kalian!” Teriak salah satu perampok melihat Raquille dan Fluke berada di atas menara pengawas.

Dengan tangan yang gemetaran Fluke kemudian mengambil sepotong kayu di atas menara tersebut untuk bersiaga pada para perampok yang berada dibawah.

“Hei nak, bagaimana ini? Mereka datang kemari.”

“Biarkan saja mereka yang kemari paman… Lihat saja apa yang akan kulakukan pada mereka jika mereka berani melawanku,” kata pemuda itu dengan percaya dirinya.

Karena Raquille dan Fluke tidak kunjung turun dari atas menara, para perampok yang berada dibawah kemudian dengan cepat naik ke atas.

“Hei kalian berdua cepat kemari, kalau tidak mau terjadi hal buruk kepada kalian.” Dengan menodongkan sebuah kapak salah satu perampok itu mengancam Raquille dan Fluke.

“Kalau aku tidak mau memangnya kenapa? Memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan kapak itu?” Dengan perkataan yang agak meremehkan pemuda itu sontak langsung menantang perampok yang sedang menodongkan kapak padanya.

Merasa diremehkan oleh Raquille, perampok tersebut seketika langsung mengayunkan kapaknya ke arah pemuda itu.

**

Berpindah kepada para perampok yang telah membawa paksa keluar para warga, yang bersembunyi di dalam rumah mereka. Para perampok kemudian mengumpulkan para warga tersebut yang diseret mereka menuju ke tengah kota.

Petinggi dari perampok yang bernama Heinz lalu menarik salah seorang gadis muda yang berada diantara mereka. Tiba-tiba pria itu mengeluarkan sebuah pistol.

“Cepat bawakan barang-barang yang aku suruh atau hal yang buruk akan terjadi pada gadis ini.” Heinz lalu mengancam para warga dengan menodongkan sebuah pistol yang dipegangnya ke kepala gadis tersebut.

Tak lama kemudian, saat Heinz hampir saja menarik pelatuk dari pistol yang pegangnya, seketika semua orang yang berada di tempat itu terkejut karena melihat salah satu perampok seketika jatuh menimpa Heinz yang sedang menodongkan pistol pada gadis tersebut, lalu disusul dengan rekan-rekannya yang juga jatuh menimpa perampok-perampok lain, yang berada didekat Heinz.

Para perampok yang menimpa rekan-rekannya itu merupakan orang-orang yang barusan tadi naik ke atas menara mengancam Raquille dan Fluke, dan salah satu dari mereka juga sempat mengayunkan kapaknya ke arah Raquille.

Heinz langsung mendorong salah satu perampok yang menimpanya itu dan dengan cepat kembali berdiri.

“Siapa…?! Siapa yang berani melakukan hal ini?!” Teriak perampok bernama Heinz itu pada semua orang yang berada di tempat tersebut.

Dengan kebingungan para perampok melihat-lihat ke segala arah untuk memastikan siapa yang melakukan hal tersebut pada rekan-rekan mereka.

“Aku yang melakukannya!” Tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan, yang asal suara tersebut merupakan Raquille yang sedang berteriak.

“Hei…! Sebelah sini…!” Teriaknya sambil melambaikan tangan kepada para perampok dari kejauhan.

“Siapa dia? Apa dia yang melakukan semua ini?” Tanya Heinz melihat seseorang yang berada di atas menara.

“Hei kalian cepat bawa orang itu kemari, beraninya dia melakukan hal seperti pada kita.” Heinz lalu menyuruh beberapa perampok untuk pergi membawa pemuda itu ke hadapannya.

Namun, baru saja dia menyuruh para perampok untuk menangkap Raquille, seketika dalam sekejap mata pemuda itu sudah berada tepat di belakangnya.

“Tidak usah repot-repot… Aku sudah ada disini,” kata Raquille kini berada di belakang Heinz.

Mendengar seseorang berbicara dengannya dari belakang, Heinz lalu memalingkan pandangannya ke belakang.

Seketika Raquille langsung menampar petinggi perampok itu dengan menggunakan tangan kirinya, yang membuat pria itu terhempas ke arah kanan sampai menghancurkan dinding bangunan yang ditabraknya, dan membuatnya seketika tak sadarkan diri saat itu juga.

Perampok-perampok yang melihat petinggi mereka telah dihempaskan akibat perbuatan pemuda itu, sontak menyerangnya secara bersamaan dengan mengayunkan kapak mereka.

Tetapi, hal itu percuma saja karena dengan sangat cepatnya Raquille dapat menghindari semua serangan dari ayunan kapak yang ditujukan padanya. Raquille pun kemudian melayangkan pukulan serta tendangan yang keras pada para perampok sampai membuat mereka semua terpental.

Tiba-tiba Raquille langsung dikejutkan oleh sebuah tembakan dari sebuah senapan, yang hampir mengenainya.

Dia kemudian dengan cepat melumpuhkan salah satu perampok yang belum maju menyerangnya dengan mencekik dan membantingnya ke tanah lalu mengambil kapak yang dipegang oleh perampok tersebut dan mendekati para perampok lain yang menggunakan senapan tersebut.

“Biar kubantu agar tembakan kalian bisa mengenaiku. Apa jarak ini sudah cukup?” Dengan memainkan kapak yang direbutnya tadi, dia mempersilahkan para perampok untuk menembaknya.

Tanpa pikir panjang para perampok pun langsung menembakkan senapan serbu mereka pada Raquille yang sedang berdiam di tempat itu.

Anehnya, walau hanya berdiam ditempat, Raquille dengan mudahnya menipis segala tembakkan peluru yang datang mengarah padanya dengan hanya menggunakan kapak yang dipegangnya itu.

Kecepatan tangannya menipis peluru-peluru tersebut bahkan sulit terlihat oleh mereka semua. Para perampok yang melihat aksi dari Raquille itu sontak langsung takut dan berhenti menembakinya lagi.

“Hei ada apa? Kenapa kalian semua menghentikan tembakkannya? Padahal kalian belum kehabisan peluru kan?” Tanya Raquille memanas-manasi para perampok untuk menembaknya kembali.

Namun, para perampok tetap saja masih merasa ketakutan setelah apa yang telah dilakukan oleh Raquille. Mereka merasa percuma saja menyerang Raquille dengan cara apapun yang pada akhirnya akan merugikan mereka sendiri.

Tak berapa lama setelah itu, seseorang turun dari kendaraan para perampok tersebut.

“Hei… Kenapa kalian takut padanya?” Ternyata orang itu merupakan Bohrneer, pemimpin dari para perampok gunung.

“Hahaha…! Aku paham sekarang... Kekuatan besar yang jatuh dari langit kemarin ternyata adalah kau dan bukanlah seekor makhluk suci,” kata pemimpin perampok itu dengan tersenyum menyeringai pada Raquille.

“Hmph... Berbeda dari yang lain, kau bisa merasakan tekanan kekuatanku, pasti tingkatan kekuatanmu berada di Regional Venerate… Atau mungkin lebih dari itu.”

Dengan masih tersenyum menyeringai pada Raquille, pemimpin perampok itu kemudian mengambil sebuah kapak besar dari dalam kendaraan.

“Kalian semua mundur… Biar aku saja yang melawannya,” ucap pemimpin perampok tersebut, memegang erat kapaknya bersiap menyerang Raquille.

Seketika orang itu mengaktifkan kekuatan dari kapaknya yang membuat bilah tajam dari kapaknya itu pun langsung mengeluarkan kobaran api.

“Senjata suci elemen api... Hahaha… Kurasa kau salah berhadapan denganku karena aku sebenarnya adalah pengguna elemen es,” kata Raquille nampak meremehkan kekuatan dari kapak yang dipegang oleh pemimpin perampok itu.

Raquille lalu memunculkan es disekelilingnya. Es yang dimunculkannya itu kemudian berubah bentuk menjadi berbentuk pedang, dan tanpa pikir panjang lagi Raquille lalu menghempaskan pedang-pedang es tersebut ke arah pemimpin perampok itu.

Dengan mudah pemimpin perampok itu menepis serangan pedang es Raquille. Bohrneer kemudian berlari mendekati Raquille lalu melompat sambil mengayunkan kapak berapinya itu pada pemuda Elfman itu.

Serangan awal dari Bohrneer dengan mudah ditangkis oleh Raquille, namun tekanan dari serangan kapak tersebut membuat Raquille sontak langsung terhempas. Akibat dari serangan itu, kapak yang dipegang oleh Raquille terlihat mengalami retak karena efek dari serangan tersebut.

Tidak sampai disitu, perampok itu lalu kembali melakukan serangannya dengan mengayunkan kapaknya secara bertubi-tubi pada pemuda itu.

Raquille pun menghindari setiap serangan tersebut. Tetapi, efek dari serangan kapak perampok itu mengeluarkan percikan api yang langsung mengarah ke rumah-rumah warga.

“Ah sialan… Rumah-rumah warga.” Umpat Raquille melihat rumah-rumah warga yang terbakar karena serangan api dari kapak Bohrneer.

Tidak mau membuang kesempatan yang bagus saat pemuda itu mengalihkan pandangannya, pemimpin perampok itu kemudian meningkatkan kekuatan pada kapaknya, yang kemudian membuat kobaran api pada kapaknya itu menjadi lebih besar. Dia lalu dengan kuatnya mengayunkan kapaknya itu pada Raquille.

Secara refleks Raquille langsung menangkis serangan dari pemimpin perampok itu dengan menggunakan kapak yang dipegangnya. Seketika kapak yang dipegangnya itu dengan sekejap hancur berkeping-keping, serta membuatnya kembali terhempas.

Tak membuang waktu, Raquille kemudian berdiri kembali lalu membersihkan pakaiannya yang kotor akibat efek dari serangan tersebut.

“Hei… Coba serang aku lagi dengan seranganmu tadi.” Belum puas setelah terhempas dua kali oleh serangan pemimpin perampok tersebut, Raquille pun kini menantang pria itu untuk menyerangnya kembali.

Tanpa pikir panjang, Bohrneer langsung berlari dengan cepatnya ke arah Raquille sambil memutar-mutar kapaknya lalu dengan kuatnya mengayunkan kapak tersebut kembali ke arah Raquille.

Kali ini Raquille tidak tinggal diam, dia mengeluarkan serangan elemen angin yang efek kekuatannya tersebut membuat pemimpin perampok itu langsung terhempas dan sampai membuat rumah-rumah warga yang terbakar menjadi padam.

Kemudian Raquille juga membekukan tangan kanan Bohrneer yang memegang senjata sampai membuat kobaran api pada kapaknya tersebut padam.

Walaupun dengan tangan yang membeku memegang sebuah kapak, Bohrneer kemudian dengan cepat mengayunkan kapaknya ke leher Raquille bermaksud untuk memenggal kepalanya.

Namun, betapa terkejutnya pemimpin perampok itu melihat kapak yang diayunkannya tersebut tak bisa memenggal kepala pemuda itu.

“Sayang sekali… Kau tidak bisa melukaiku jika tidak mengaktifkan kekuatan dari senjatamu ini.” Dengan senyuman seringai Raquille merespon ekspresi terkejut dari pemimpin perampok itu.

Bagi ras Elfman dan beberapa ras keturunan campuran lainnya, senjata biasa tidak dapat melukai mereka sedikitpun. Hal ini karena fisik dari ras keturunan campuran berkali-kali lipat lebih kuat dibanding manusia biasa, sehingga hanya senjata suci atau sebuah senjata yang dialiri sebuah kekuatan yang mampu melukai fisik mereka.

Namun, walaupun kapak yang dipegang Bohrneer merupakan senjata suci, namun Raquille telah membekukan kapak tersebut sehingga Bohrneer tidak bisa dengan mudah untuk mengaktifkan kekuatan dari kapaknya tersebut.

Raquille kemudian melancarkan sebuah pukulan yang kuat pada perut pemimpin perampok itu sehingga membuatnya sangat kesakitan dan jatuh berlutut.

“Akh…!” Teriak pemimpin perampok itu merasa kesakitan.

Pemimpin perampok itu nampak mengeluarkan sedikit darah dari dalam mulutnya akibat pukulan tersebut.

“Waktunya kau untuk menyerah perampok,” ucap Raquille yang kini dengan ekspresi serius.

“Sialan… Dari awal aku melihatmu, aku memang sudah menduganya. Hei… Apakah kau salah satu dari ras rambut putih yang pernah datang kemari?” Tanya pemimpin perampok itu menduga sesuatu dari Raquille.

“Iya... Aku memang salah satu dari mereka. Tapi kali ini berbeda, kau tidak bisa lari dariku,” jawab Raquille mengancam pemimpin perampok dengan menggenggam erat pundaknya.

“Ukh… Kalau begitu jawab aku… Apa kau lebih kuat… Dari prajurit berambut putih yang datang sebelumnya?” Tanya Bohrneer sekali lagi padanya.

“Tentu saja aku lebih kuat darinya. Aku bahkan sekarang cuma sedang bermain-main dengan kalian semua para perampok,” jawabnya dengan nada yang mengejek pada pemimpin perampok gunung tersebut.

*

“Dia lebih kuat… Dan bahkan cuma sedang bermain-main? Jika begitu… Aku tidak punya pilihan lagi. Aku harus menggunakan kekuatan itu untuk bisa mengalahkannya,” gumam pemimpin perampok dalam hati sambil melihat kapaknya.

**

Pemimpin perampok itu kemudian sekali lagi mengayunkan kapaknya ke arah Raquille yang sontak membuat pemuda itu langsung melompat ke belakang menghindarinya. Pemimpin perampok itu lalu mengambil sebuah bom dari sakunya dan membantingnya ke tanah. Sontak sebuah asap yang tebal langsung keluar saat bom tersebut menyentuh tanah.

Dengan kesempatan itu, Bohrneer kemudian langsung melarikan diri dari pemuda tersebut.

Raquille yang tersenyum menyeringai di balik kepungan asap kemudian langsung mengejar Bohrneer yang melarikan diri dan menendangnya hingga terhempas.

“Akh…!” Teriak pemimpin perampok tersebut terhempas keluar dari kepungan asap yang dibuatnya.

Walaupun sudah sangat terdesak saat melawan Raquille, pemimpin perampok itu kemudian nampak berdiri kembali dan masih saja tidak mau menyerah dengan keadaannya.

“Kalau begitu kali aku akan melawanmu dengan menggunakan kekuatan pelepasan kedua dari senjata suci ini,” kata perampok itu dengan percaya diri dapat mengalahkan Raquille.

“Wah… Wah… Bagus sekali… Aku sangat penasaran mau melihat bagaimana bentuk kekuatan Ekdosimu itu.” Dengan santai Raquille merespon perkataan pemimpin perampok itu sambil mengibaskan tangannya, yang sontak langsung melenyapkan asap yang berada di sekitarnya.

Bohrneer pun kemudian langsung menguatkan genggaman tangannya. Tampak tangan yang beku memegang kapak tersebut terlihat bergetar.

“I defteri ekdosi… Tandvark the pull of chariot…” Dia mengatakan kata tersebut, yang sontak membuat es yang membekukan tangan serta kapaknya mencair.

Tiba-tiba saja kobaran api yang lebih besar lagi keluar dari kapak tersebut dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.

“Apa itu...?”

“Kenapa dia terbakar…?”

“Kekuatan macam apa itu…?”

Orang-orang yang berada di tempat itu, sontak terkejut dan bertanya-tanya melihat apa yang terjadi pada pemimpin perampok itu.

“Itu adalah kekuatan yang berasal dari kapaknya. Dia mengalirkan kekuatan yang lebih besar dari kapak itu ke dalam tubuhnya untuk menjadi lebih kuat,” kata Raquille menjelaskan hal tersebut pada mereka.

“Nah… Mari kita lihat bagaimana penampilanmu sekarang,” lanjutnya.

Kini mereka semua lebih terkejut lagi, setelah melihat perubahan dari pemimpin perampok itu. Dia kini terlihat memiliki dua tanduk yang meruncing pada kepalanya, seperti layaknya tanduk dari seekor kambing. Terlihat juga perubahan pada kulitnya tersebut, yang kini berwarna kemerahan, serta kapak yang dipegangnya menjadi lebih besar dan diselimuti api hampir di setiap bagiannya.

“Hei… Kali ini apa kau bisa menghindari lagi seranganku?” Tanya pemimpin perampok tersebut.

Dengan sekejap mata pemimpin perampok itu langsung menghilang, yang membuat Raquille kini meningkatkan fokusnya.

“Kecepatannya meningkat,” kata Raquille terkejut.

Bohrneer kemudian secara mendadak menyerang Raquille dari samping, yang membuat pemuda itu dengan refleks langsung membuat sebuah dinding es untuk pertahanan.

Namun, dinding es itu seketika hancur saat ditebas oleh Bohrneer dan membuat Raquille terhempas sampai membuatnya terkapar di tanah.

“Ada apa…? Apa sekarang kau kehabisan akal untuk melawanku?” Tanya Bohrneer yang kini nampak meremehkan pemuda Elfman itu.

“Kalau begitu… Aku juga akan memakai senjataku. Tidak adil juga kan jika hanya kau yang memakainya.” Kata Raquille yang kemudian berdiri setelah terhempas oleh serangan Bohrneer.

Dia kemudian mengangkat tangan kirinya ke atas dan seketika muncul sebuah cahaya berwarna biru di sekitar tangannya. Cahaya tersebut perlahan mulai redup dan muncul sebuah pedang di tangannya.

“Oke… Sekarang aku mau melihat apa kapak itu bisa menandingi kekuatan dari pedang ini?” Kata Raquille yang sekarang siap melawan pemimpin perampok itu dengan menggunakan pedangnya.

Episodes
1 Chapter 0 - Prolog
2 Chapter 1 - Raquille Noroh
3 Chapter 2 - Perampok gunung
4 Chapter 3 - I defteri ekdosi
5 Chapter 4 - Kekalahan pemimpin perampok
6 Chapter 5 - Orang itu kembali
7 Chapter 6 - Bergabunglah ke Fuegonia
8 Chapter 7 - Merasa cemas
9 Chapter 8 - Kelemahan dari clan penyihir
10 Chapter 9 - Siasat untuk melarikan diri
11 Chapter 10 - Kota Novacurve
12 Chapter 11 - Turnamen Venerate
13 Chapter 12 - Kau ingin mengikuti turnamen?
14 Chapter 13 - Acara penobatan
15 Chapter 14 - Peserta turnamen berkumpul
16 Chapter 15 - Batu kristal
17 Chapter 16 - Turnamen dimulai
18 Chapter 17 - Pertandingan tingkat District Venerate
19 Chapter 18 - Aku bukan orang yang akan kalah begitu saja
20 Chapter 19 - Menembus tingkatan Land Venerate
21 Chapter 20 - Aku mengaku kalah
22 Chapter 21 - Orang yang kusukai
23 Chapter 22 - Tekanan kekuatan yang besar
24 Chapter 23 - Hilang kendali
25 Chapter 24 - Pertarungan seri
26 Chapter 25 - Balas dendam
27 Chapter 26 - Ice cursed
28 Chapter 27 - Rencana kudeta
29 Chapter 28 - Camomile merah
30 Chapter 29 - Dua petarung terkuat
31 Chapter 30 - Pertarungan mulut
32 Chapter 31 - Rahasia yang hampir saja terbongkar
33 Chapter 32 - Clan yang telah dibantai habis
34 Chapter 33 - Terungkapnya para mantan perampok
35 Chapter 34 - Komandan besar Pavonas
36 Chapter 35 - Derts Flaus
37 Chapter 36 - Kristal berpijar
38 Chapter 37 - Kedatangan prajurit Pavonas
39 Chapter 38 - Tujuan Pavonas datang ke Akalsa
40 Chapter 39 - Memperluas wilayah
41 Chapter 40 - Kematian anggota clan Flaus
42 Chapter 41 - Awal kisah perampok gunung
43 Chapter 42 - Turnamen puncak
44 Chapter 43 - Ekdosi yang belum sempurna
45 Chapter 44 - Kemenangan dua anggota clan Flaus
46 Chapter 45 - Wadah hidup
47 Chapter 46 - Ampuni aku
48 Chapter 47 - Kemunculan tiba-tiba
49 Chapter 48 - Satu per satu tim mulai terdiskualifikasi
50 Chapter 49 - Tak bisa memegang janji
51 Chapter 50 - Clan Magchora
52 Chapter 51 - Menerima ketidakadilan
53 Chapter 52 - Terungkapnya identitas Raquille
54 Chapter 53 - Mythical ice dragon
55 Chapter 54 - Para penyusup melarikan diri
56 Chapter 55 - Raquille berangkat ke benua Greune
57 Chapter 56 - Organisasi perjanjian negeri-negeri utara Greune-Aizolica
58 Chapter 57 - Pertemuan para perwakilan negeri anggota GANCO
59 Chapter 58 - Bangsa Seremoschan
60 Chapter 59 - Bala bantuan Gimoscha
61 Chapter 60 - Divine ice cursed
62 Chapter 61 - Serangan balik ke wilayah Gimoscha
63 Chapter 62 - Masuk ke wilayah Gimoscha
64 Chapter 63 - Pertempuran di udara
65 Chapter 64 - Negeri Gimoscha mulai terdesak
66 Chapter 65 - Pimpinan tertinggi negeri Gimoscha
67 Chapter 66 - Pria berkepribadian ganda
68 Chapter 67 - Serepusco dan Calferland akhirnya datang
69 Chapter 68 - Perselisihan antar kubuh barat
70 Chapter 69 - Kerjasama dua World Venerate kubuh barat
71 Chapter 70 - Pasukan kubuh barat masuk ke dalam kota
72 Chapter 71 - Meminta bantuan
73 Chapter 72 - Semua pasukan Gimoscha telah menyerah
74 Chapter 73 - Seremino dan Giano
75 Chapter 74 - Budak negeri Geracie
76 Chapter 75 - Anggota keluarga kerajaan
77 Chapter 76 - Dua kerajaan bangsa Seremoschan
78 Chapter 77 - Seremino vs Giano
79 Chapter 78 - Pengaruh kekuatan senjata suci
80 Chapter 79 - Kekuatan makhluk suci
81 Chapter 80 - Tujuan selanjutnya adalah Geracie
82 Chapter 81 - Bangsa Slivan
83 Chapter 82 - Serangan tiba-tiba
84 Chapter 83 - Tipuan Elfman
85 Chapter 84 - Pasukan penyerang berhasil dikalahkan
86 Chapter 85 - Penyamaran
87 Chapter 86 - Penyusup dalam istana
88 Chapter 87 - Pasukan khusus negeri Tsureya
89 Chapter 88 - Kekalahan Venerate Lightio
90 Chapter 89 - Sergapan pasukan Tsureya
91 Chapter 90 - Bantuan tak terduga
92 Chapter 91 - Serangan pasukan Geracie
93 Chapter 92 - Geracie menduduki ibukota Nascunia
94 Chapter 93 - Senjata rahasia
95 Chapter 94 - Teknik terlarang
96 Chapter 95 - Kekangan surgawi
97 Chapter 96 - Pertarungan antar Venerate tingkat atas
98 Chapter 97 - Naga hitam
99 Chapter 98 - Aura hitam
100 Chapter 99 - Kekalahan Chrolexius
101 Chapter 100 - Raja Geracie
102 Chapter 101 - Seperti merasa mengenalnya
103 Chapter 102 - Prajurit senja
104 Chapter 103 - Tertangkap
105 Chapter 104 - Menghindari konflik
106 Chapter 105 - Serangan aliansi tiga negeri
107 Chapter 106 - Para prajurit dirasuki
108 Chapter 107 - Serangan susulan
109 Chapter 108 - Pemimpin negeri Graina
110 Chapter 109 - Situasi menguntungkan kedua pihak terus berganti
111 Chapter 110 - Spirgios vs Arvhen
112 Chapter 111 - Spirgios terdesak
113 Chapter 112 - Kematian Sirozovia
114 Chapter 113 - Ancaman kubuh timur
115 Chapter 114 - Panggilan misterius
116 Chapter 115 - Negeri kubuh timur membelot
117 Chapter 116 - Rencana penyusupan
118 Chapter 117 - Raquille mengetahui keberadaan Erissa
119 Chapter 118 - Menyusup ke negeri Graina
120 Chapter 119 - Sergapan pemimpin negeri Graina
121 Chapter 120 - Raquille melarikan diri
122 Chapter 121 - Api amarah
123 Chapter 122 - Pasukan Midauz bersiap menyerang
124 Chapter 123 - Pertarungan di kota Lavarabsky
125 Chapter 124 - Pemegang kekuatan kekangan surgawi yang lain
126 Chapter 125 - Menuju ke wilayah Graina
127 Chapter 126 - Pertarungan di kota Lynerbyich
128 Chapter 127 - Gold instrict
129 Chapter 128 - Serangan yang beresiko tinggi
130 Chapter 129 - Menahan tiga World Venerate sekaligus
131 Chapter 130 - Mata dari makhluk suci
132 Chapter 131 - Raquille vs Arvhen
133 Chapter 132 - Kekuatan api amarah aktif
134 Chapter 133 - Kebijakan surgawi
135 Chapter 134 - Kematian Arvhen
136 Chapter 135 - Pavonas satu-satunya negeri yang tersisa
137 Chapter 136 - Pertempuran di kota Vinks
138 Chapter 137 - Raquille dan Aguirre tiba
139 Chapter 138 - Aguirre melawan dua saudaranya
140 Chapter 139 - Makhluk suci di pihak Pavonas
141 Chapter 140 - Phobia pada suara keras
142 Chapter 141 - Kerja sama empat Continent Venerate
143 Chapter 142 - Rencana mengalahkan World Venerate
144 Chapter 143 - Darkness soul
145 Chapter 144 - Tingkatkan lebih tinggi dari World Venerate
146 Chapter 145 - Raquille melawan Venerate Pavonas
147 Chapter 146 - Perbedaan tingkatan kekuatan
148 Chapter 147 - Semua Land Venerate Pavonas telah dikalahkan
149 Chapter 148 - Continent Venerate Pavonas muncul
150 Chapter 149 - Scarlet void
151 Chapter 150 - Pertarungan dengan para Continent Venerate
152 Chapter 151 - Ayah dari pemuda itu
153 Chapter 152 - Ras Helfman
154 Chapter 153 - Ras Fairnyxman
155 Chapter 154 - Raquille bertemu dengan Erissa
156 Chapter 155 - Raquille kehilangan semangat
157 Chapter 156 - Rumen Sayruz maju
158 Chapter 157 - Rumen melawan para World Venerate kubuh barat
159 Chapter 158 - Raquille vs Rumen
160 Chapter 159 - Mengendalikan pikiran
161 Chapter 160 - Mengubah Pavonas menjadi negeri yang lebih baik
162 Chapter 161 - Kemenangan kubuh barat
163 Chapter 162 - Vahal membawa kabur Rumen
164 Chapter 163 - Dewi merak
165 Chapter 164 - Pesta kemenangan
166 Chapter 165 - Penobatan Erissa
167 Chapter 166 - Dewi merak yang lain
168 Chapter 167 - Raquille kembali ke Blueland
169 Chapter 168 - Tidak layak dimaafkan
170 Chapter 169 - Hyphillia
171 Chapter 170 - Kehampaan merah
172 Chapter 171 - Sedikit menggoda
173 Chapter 172 - Menuju ke pulau Whiteland
174 Chapter 173 - Reuni para saudara
175 Chapter 174 - Murid terkuat akademi sihir
176 Chapter 175 - Mantan murid terkuat akademi sihir
177 Chapter 176 - Mengingat sebuah kenangan di tempat itu
178 Chapter 177 - Pasukan Ierua mulai bergerak
179 Chapter 178 - Pertarungan antara pasukan Ierua dan pasukan Blueland
180 Chapter 179 - Raquille terdesak
181 Chapter 180 - Wujud hibrida naga es
182 Chapter 181 - Pasukan Ierua berhasil dikalahkan
183 Chapter 182 - Rencana menyerang balik Ierua
184 Chapter 183 - Nenek moyang dari ras Elfman
185 Chapter 184 - Raquille dan yang lain berhadapan dengan Venerate Brizora
186 Chapter 185 - Pertarungan Venerate tingkat atas Blueland dan Brizora
187 Chapter 186 - Informasi palsu
188 Chapter 187 - Tiga belas harta karun
189 Chapter 188 - Mengabulkan sebuah permohonan
190 Chapter 189 - Akademi sihir Brizora
191 Chapter 190 - Bentrokan di depan akademi sihir
192 Chapter 191 - Jubah pertahanan
193 Chapter 192 - Harta karun selanjutnya
194 Chapter 193 - Venerate Pavonas tiba di Brizora
195 Chapter 194 - Sejarah awal bangsa Friedenic
196 Chapter 195 - Masuk ke dalam labirin
197 Chapter 196 - Labirin keputusasaan
198 Chapter 197 - Dalam sebuah pengaruh
199 Chapter 198 - Arn kembali tersadar
200 Chapter 199 - Berhasil menemukan harta karun kedua
201 Chapter 200 - Naga logam
202 Chapter 201 - Pertarungan dengan makhluk suci
203 Chapter 202 - Serangan elemen api hitam
204 Chapter 203 - Baju zirah pertahanan
205 Chapter 204 - Pencarian harta karun yang selanjutnya
206 Chapter 205 - Hutan yang aneh
207 Chapter 206 - Kuda kilat
208 Chapter 207 - Gagal menaklukan seekor kuda
209 Chapter 208 - Hyphillia menaklukan kuda kilat
210 Chapter 209 - Pria misterius
211 Chapter 210 - Hyphillia mendapatkan serangan
212 Chapter 211 - Raja negeri Ereise
213 Chapter 212 - Mantan pemimpin organisasi Guardian
214 Chapter 213 - Raquille vs Claus
215 Chapter 214 - Sesuatu yang menarik
216 Chapter 215 - Pulau Vann
217 Chapter 216 - Pasukan Brizora melawan pasukan Ierua
218 Chapter 217 - Tidak akan segan-segan
219 Chapter 218 - Dalam sebuah kendali
220 Chapter 219 - Kerjasama Raquille dan Cadhan melawan Phyton
221 Chapter 220 - Raquille vs Cadhan
222 Chapter 221 - Pedang Hilgwyn
223 Chapter 222 - Raquille vs Sheafear
224 Chapter 223 - Venerate Fuegonia datang membantu
225 Chapter 224 - Sheafear dan Cadhan melarikan diri
226 Chapter 225 - Pasukan Ierua menyerah
227 Chapter 226 - Alasan perpisahan itu
228 Chapter 227 - Rencana penyerangan ke wilayah Fuegonia
229 Chapter 228 - Pasukan Blueland sampai di wilayah Fuegonia
230 Chapter 229 - Penyusup di kota Realmton
231 Chapter 230 - Para Elfman menguasai kota-kota di daerah Rocode
232 Chapter 231 - Cyffredinol melawan Continent Venerate Fuegonia
233 Chapter 232 - Teknik pemanggilan
234 Chapter 233 - Pergerakan pasukan Blueland terus berlanjut
235 Chapter 234 - Penyerangan di lembah sungai
236 Chapter 235 - Ackerlind melawan Venerate Fuegonia
237 Chapter 236 - Pencarian senjata penghancur dimulai
238 Chapter 237 - Pertarungan di kota Realmton
239 Chapter 238 - Pasukan Blueland sampai di kota Realmton
240 Chapter 239 - Tiga kubuh
241 Chapter 240 - Pasukan Elfman menyerang pasukan Fuegonia
242 Chapter 241 - Sebuah kesepakatan
243 Chapter 242 - Aliansi Blueland dan Ierua
244 Chapter 243 - Para Ogreman menyerang
245 Chapter 244 - Tidak punya pilihan lain
246 Chapter 245 - Hilang ingatan
247 Chapter 246 - Sangat merindukanmu
248 Chapter 247 - Ras Humaidman
249 Chapter 248 - Satu per satu mengingat kenangan masa lalu
250 Chapter 249 - Phyton mengingat masa lalunya
251 Chapter 250 - Ratu Ierua
252 Chapter 251 - Konsekuensi mengenai hal tersebut
253 Chapter 252 - Keinginan yang tidak bisa terwujud
254 Chapter 253 - Rencana penyerangan pasukan Ierua kembali
255 Chapter 254 - Tidak rela kehilangan
256 Chapter 255 - Pertempuran di pulau Vann
257 Chapter 256 - Barbiond vs Claus
258 Chapter 257 - Senjata penghancur
259 Chapter 258 - Arn menyerang Raquille
260 Chapter 259 - Raquille vs Arn
261 Chapter 260 - Mengakses dimensi Valenhall
262 Chapter 261 - Makhluk hitam raksasa
263 Chapter 262 - Wujud hibrida naga bayangan
264 Chapter 263 - Cara mengalahkan makhluk hitam
265 Chapter 264 - Masa lalu Arn
266 Chapter 265 - Pertemuan pertama dengan Freynile
267 Chapter 266 - Menyatakan perasaan
268 Chapter 267 - Terjebak
269 Chapter 268 - Penyerangan tiba-tiba
270 Chapter 269 - Sihir hitam
271 Chapter 270 - Sebuah seleksi
272 Chapter 271 - Saling menyerang
273 Chapter 273 - Raquille datang menolong
274 Chapter 273 - Perpisahan Arn dengan Freynile
275 Chapter 274 - Negeri Ierua bergabung ke kubuh barat
276 Chapter 275 - Hyphillia menerima pedang Hilgwyn
277 Chapter 276 - Membagikan ketiga belas harta karun
278 Chapter 277 - Para Venerate misterius
279 Chapter 278 - Orang-orang yang telah pergi kembali lagi
280 Chapter 279 - Informasi mengenai Freynile
281 Chapter 280 - Merindukannya
282 Chapter 281 - Keputusan Raquille bergabung ke negeri Pavonas
283 Chapter 282 - Menentukan pilihan bergabung ke Pavonas
284 Chapter 283 - Konflik Pavonas dan Fuegonia
285 Chapter 284 - Makhluk bersayap
286 Chapter 285 - Perselisihan dua World Venerate
287 Chapter 286 - Pertemuan para Venerate Pavonas
288 Chapter 287 - Momen perkenalan menjadi canggung
289 Chapter 288 - Rahasia yang diungkapkan
290 Chapter 289 - Portal penghubung ke seluruh wilayah
291 Chapter 290 - Konflik dengan dua negeri sekaligus
292 Chapter 291 - Merasa bersalah kembali
293 Chapter 292 - Venerate Fuegonia yang menghilang akhirnya ditemukan
294 Chapter 293 - Dikucilkan di negeri asalnya
295 Chapter 294 - Bunga terlangka di dunia
296 Chapter 295 - Merasakan sebuah konflik yang akan segera datang
297 Chapter 296 - Rencana penyerangan ke wilayah Pavonas
298 Chapter 297 - Peringatan yang tidak membuat gentar
299 Chapter 298 - Salah memilih lawan
300 Chapter 299 - Menyadari dimana tempatmu berada
301 Chapter 300 - Bertemu dengan seseorang yang tidak diduga
302 Chapter 301 - Portal penghubung lenyap
303 Chapter 302 - Sebuah penglihatan masa depan
304 Chapter 303 - Everwhite
305 Chapter 304 - Venerate dengan perkembangan tercepat
306 Chapter 305 - Sesuatu yang membuat penasaran
307 Chapter 306 - Pertanda mengarah pada suatu konflik besar
308 Chapter 307 - Makhluk astral dengan kekuatan besar
309 Chapter 308 - Menanti sebuah pertarungan
310 Chapter 309 - Menahan serangan
311 Chapter 310 - Gadis yang cukup polos
312 Chapter 311 - Menyerahkan diri
313 Chapter 312 - Perundingan menjadi kacau
314 Chapter 313 - Rencana pengancaman
315 Chapter 314 - Menjadi salah satu dari mereka
316 Chapter 315 - Raquille mengetahui penyamaran Rayvor
317 Chapter 316 - Mimpi berjalan
318 Chapter 317 - Putri dari dewi merak
319 Chapter 318 - Sangat merasa khawatir
320 Chapter 319 - Ras Djinn
321 Chapter 320 - Memanfaatkan keluguan seorang gadis kecil
322 Chapter 321 - Penyusup mendekati pangkalan dari pasukan Pavonas
323 Chapter 322 - Berpapasan dengan penyusup
324 Chapter 323 - Kondisi mendesak
325 Chapter 324 - Kemunculan Zchaira
326 Chapter 325 - Kesepakatan yang ditolak
327 Chapter 326 - Serangan balik Zchaira
328 Chapter 327 - Kekalahan telak Raquille
329 Chapter 328 - World Venerate tersembunyi
330 Chapter 329 - Sinyal dari wilayah Briseria
331 Chapter 330 - Bala bantuan pasukan Pavonas
332 Chapter 331 - Clava memukul mundur pasukan Tengal
333 Chapter 332 - Ashur memukul mundur pasukan Tengal
334 Chapter 333 - Kemampuan khusus clan penyihir Hairowl
335 Chapter 334 - Senjata suci yang memiliki kepribadian
Episodes

Updated 335 Episodes

1
Chapter 0 - Prolog
2
Chapter 1 - Raquille Noroh
3
Chapter 2 - Perampok gunung
4
Chapter 3 - I defteri ekdosi
5
Chapter 4 - Kekalahan pemimpin perampok
6
Chapter 5 - Orang itu kembali
7
Chapter 6 - Bergabunglah ke Fuegonia
8
Chapter 7 - Merasa cemas
9
Chapter 8 - Kelemahan dari clan penyihir
10
Chapter 9 - Siasat untuk melarikan diri
11
Chapter 10 - Kota Novacurve
12
Chapter 11 - Turnamen Venerate
13
Chapter 12 - Kau ingin mengikuti turnamen?
14
Chapter 13 - Acara penobatan
15
Chapter 14 - Peserta turnamen berkumpul
16
Chapter 15 - Batu kristal
17
Chapter 16 - Turnamen dimulai
18
Chapter 17 - Pertandingan tingkat District Venerate
19
Chapter 18 - Aku bukan orang yang akan kalah begitu saja
20
Chapter 19 - Menembus tingkatan Land Venerate
21
Chapter 20 - Aku mengaku kalah
22
Chapter 21 - Orang yang kusukai
23
Chapter 22 - Tekanan kekuatan yang besar
24
Chapter 23 - Hilang kendali
25
Chapter 24 - Pertarungan seri
26
Chapter 25 - Balas dendam
27
Chapter 26 - Ice cursed
28
Chapter 27 - Rencana kudeta
29
Chapter 28 - Camomile merah
30
Chapter 29 - Dua petarung terkuat
31
Chapter 30 - Pertarungan mulut
32
Chapter 31 - Rahasia yang hampir saja terbongkar
33
Chapter 32 - Clan yang telah dibantai habis
34
Chapter 33 - Terungkapnya para mantan perampok
35
Chapter 34 - Komandan besar Pavonas
36
Chapter 35 - Derts Flaus
37
Chapter 36 - Kristal berpijar
38
Chapter 37 - Kedatangan prajurit Pavonas
39
Chapter 38 - Tujuan Pavonas datang ke Akalsa
40
Chapter 39 - Memperluas wilayah
41
Chapter 40 - Kematian anggota clan Flaus
42
Chapter 41 - Awal kisah perampok gunung
43
Chapter 42 - Turnamen puncak
44
Chapter 43 - Ekdosi yang belum sempurna
45
Chapter 44 - Kemenangan dua anggota clan Flaus
46
Chapter 45 - Wadah hidup
47
Chapter 46 - Ampuni aku
48
Chapter 47 - Kemunculan tiba-tiba
49
Chapter 48 - Satu per satu tim mulai terdiskualifikasi
50
Chapter 49 - Tak bisa memegang janji
51
Chapter 50 - Clan Magchora
52
Chapter 51 - Menerima ketidakadilan
53
Chapter 52 - Terungkapnya identitas Raquille
54
Chapter 53 - Mythical ice dragon
55
Chapter 54 - Para penyusup melarikan diri
56
Chapter 55 - Raquille berangkat ke benua Greune
57
Chapter 56 - Organisasi perjanjian negeri-negeri utara Greune-Aizolica
58
Chapter 57 - Pertemuan para perwakilan negeri anggota GANCO
59
Chapter 58 - Bangsa Seremoschan
60
Chapter 59 - Bala bantuan Gimoscha
61
Chapter 60 - Divine ice cursed
62
Chapter 61 - Serangan balik ke wilayah Gimoscha
63
Chapter 62 - Masuk ke wilayah Gimoscha
64
Chapter 63 - Pertempuran di udara
65
Chapter 64 - Negeri Gimoscha mulai terdesak
66
Chapter 65 - Pimpinan tertinggi negeri Gimoscha
67
Chapter 66 - Pria berkepribadian ganda
68
Chapter 67 - Serepusco dan Calferland akhirnya datang
69
Chapter 68 - Perselisihan antar kubuh barat
70
Chapter 69 - Kerjasama dua World Venerate kubuh barat
71
Chapter 70 - Pasukan kubuh barat masuk ke dalam kota
72
Chapter 71 - Meminta bantuan
73
Chapter 72 - Semua pasukan Gimoscha telah menyerah
74
Chapter 73 - Seremino dan Giano
75
Chapter 74 - Budak negeri Geracie
76
Chapter 75 - Anggota keluarga kerajaan
77
Chapter 76 - Dua kerajaan bangsa Seremoschan
78
Chapter 77 - Seremino vs Giano
79
Chapter 78 - Pengaruh kekuatan senjata suci
80
Chapter 79 - Kekuatan makhluk suci
81
Chapter 80 - Tujuan selanjutnya adalah Geracie
82
Chapter 81 - Bangsa Slivan
83
Chapter 82 - Serangan tiba-tiba
84
Chapter 83 - Tipuan Elfman
85
Chapter 84 - Pasukan penyerang berhasil dikalahkan
86
Chapter 85 - Penyamaran
87
Chapter 86 - Penyusup dalam istana
88
Chapter 87 - Pasukan khusus negeri Tsureya
89
Chapter 88 - Kekalahan Venerate Lightio
90
Chapter 89 - Sergapan pasukan Tsureya
91
Chapter 90 - Bantuan tak terduga
92
Chapter 91 - Serangan pasukan Geracie
93
Chapter 92 - Geracie menduduki ibukota Nascunia
94
Chapter 93 - Senjata rahasia
95
Chapter 94 - Teknik terlarang
96
Chapter 95 - Kekangan surgawi
97
Chapter 96 - Pertarungan antar Venerate tingkat atas
98
Chapter 97 - Naga hitam
99
Chapter 98 - Aura hitam
100
Chapter 99 - Kekalahan Chrolexius
101
Chapter 100 - Raja Geracie
102
Chapter 101 - Seperti merasa mengenalnya
103
Chapter 102 - Prajurit senja
104
Chapter 103 - Tertangkap
105
Chapter 104 - Menghindari konflik
106
Chapter 105 - Serangan aliansi tiga negeri
107
Chapter 106 - Para prajurit dirasuki
108
Chapter 107 - Serangan susulan
109
Chapter 108 - Pemimpin negeri Graina
110
Chapter 109 - Situasi menguntungkan kedua pihak terus berganti
111
Chapter 110 - Spirgios vs Arvhen
112
Chapter 111 - Spirgios terdesak
113
Chapter 112 - Kematian Sirozovia
114
Chapter 113 - Ancaman kubuh timur
115
Chapter 114 - Panggilan misterius
116
Chapter 115 - Negeri kubuh timur membelot
117
Chapter 116 - Rencana penyusupan
118
Chapter 117 - Raquille mengetahui keberadaan Erissa
119
Chapter 118 - Menyusup ke negeri Graina
120
Chapter 119 - Sergapan pemimpin negeri Graina
121
Chapter 120 - Raquille melarikan diri
122
Chapter 121 - Api amarah
123
Chapter 122 - Pasukan Midauz bersiap menyerang
124
Chapter 123 - Pertarungan di kota Lavarabsky
125
Chapter 124 - Pemegang kekuatan kekangan surgawi yang lain
126
Chapter 125 - Menuju ke wilayah Graina
127
Chapter 126 - Pertarungan di kota Lynerbyich
128
Chapter 127 - Gold instrict
129
Chapter 128 - Serangan yang beresiko tinggi
130
Chapter 129 - Menahan tiga World Venerate sekaligus
131
Chapter 130 - Mata dari makhluk suci
132
Chapter 131 - Raquille vs Arvhen
133
Chapter 132 - Kekuatan api amarah aktif
134
Chapter 133 - Kebijakan surgawi
135
Chapter 134 - Kematian Arvhen
136
Chapter 135 - Pavonas satu-satunya negeri yang tersisa
137
Chapter 136 - Pertempuran di kota Vinks
138
Chapter 137 - Raquille dan Aguirre tiba
139
Chapter 138 - Aguirre melawan dua saudaranya
140
Chapter 139 - Makhluk suci di pihak Pavonas
141
Chapter 140 - Phobia pada suara keras
142
Chapter 141 - Kerja sama empat Continent Venerate
143
Chapter 142 - Rencana mengalahkan World Venerate
144
Chapter 143 - Darkness soul
145
Chapter 144 - Tingkatkan lebih tinggi dari World Venerate
146
Chapter 145 - Raquille melawan Venerate Pavonas
147
Chapter 146 - Perbedaan tingkatan kekuatan
148
Chapter 147 - Semua Land Venerate Pavonas telah dikalahkan
149
Chapter 148 - Continent Venerate Pavonas muncul
150
Chapter 149 - Scarlet void
151
Chapter 150 - Pertarungan dengan para Continent Venerate
152
Chapter 151 - Ayah dari pemuda itu
153
Chapter 152 - Ras Helfman
154
Chapter 153 - Ras Fairnyxman
155
Chapter 154 - Raquille bertemu dengan Erissa
156
Chapter 155 - Raquille kehilangan semangat
157
Chapter 156 - Rumen Sayruz maju
158
Chapter 157 - Rumen melawan para World Venerate kubuh barat
159
Chapter 158 - Raquille vs Rumen
160
Chapter 159 - Mengendalikan pikiran
161
Chapter 160 - Mengubah Pavonas menjadi negeri yang lebih baik
162
Chapter 161 - Kemenangan kubuh barat
163
Chapter 162 - Vahal membawa kabur Rumen
164
Chapter 163 - Dewi merak
165
Chapter 164 - Pesta kemenangan
166
Chapter 165 - Penobatan Erissa
167
Chapter 166 - Dewi merak yang lain
168
Chapter 167 - Raquille kembali ke Blueland
169
Chapter 168 - Tidak layak dimaafkan
170
Chapter 169 - Hyphillia
171
Chapter 170 - Kehampaan merah
172
Chapter 171 - Sedikit menggoda
173
Chapter 172 - Menuju ke pulau Whiteland
174
Chapter 173 - Reuni para saudara
175
Chapter 174 - Murid terkuat akademi sihir
176
Chapter 175 - Mantan murid terkuat akademi sihir
177
Chapter 176 - Mengingat sebuah kenangan di tempat itu
178
Chapter 177 - Pasukan Ierua mulai bergerak
179
Chapter 178 - Pertarungan antara pasukan Ierua dan pasukan Blueland
180
Chapter 179 - Raquille terdesak
181
Chapter 180 - Wujud hibrida naga es
182
Chapter 181 - Pasukan Ierua berhasil dikalahkan
183
Chapter 182 - Rencana menyerang balik Ierua
184
Chapter 183 - Nenek moyang dari ras Elfman
185
Chapter 184 - Raquille dan yang lain berhadapan dengan Venerate Brizora
186
Chapter 185 - Pertarungan Venerate tingkat atas Blueland dan Brizora
187
Chapter 186 - Informasi palsu
188
Chapter 187 - Tiga belas harta karun
189
Chapter 188 - Mengabulkan sebuah permohonan
190
Chapter 189 - Akademi sihir Brizora
191
Chapter 190 - Bentrokan di depan akademi sihir
192
Chapter 191 - Jubah pertahanan
193
Chapter 192 - Harta karun selanjutnya
194
Chapter 193 - Venerate Pavonas tiba di Brizora
195
Chapter 194 - Sejarah awal bangsa Friedenic
196
Chapter 195 - Masuk ke dalam labirin
197
Chapter 196 - Labirin keputusasaan
198
Chapter 197 - Dalam sebuah pengaruh
199
Chapter 198 - Arn kembali tersadar
200
Chapter 199 - Berhasil menemukan harta karun kedua
201
Chapter 200 - Naga logam
202
Chapter 201 - Pertarungan dengan makhluk suci
203
Chapter 202 - Serangan elemen api hitam
204
Chapter 203 - Baju zirah pertahanan
205
Chapter 204 - Pencarian harta karun yang selanjutnya
206
Chapter 205 - Hutan yang aneh
207
Chapter 206 - Kuda kilat
208
Chapter 207 - Gagal menaklukan seekor kuda
209
Chapter 208 - Hyphillia menaklukan kuda kilat
210
Chapter 209 - Pria misterius
211
Chapter 210 - Hyphillia mendapatkan serangan
212
Chapter 211 - Raja negeri Ereise
213
Chapter 212 - Mantan pemimpin organisasi Guardian
214
Chapter 213 - Raquille vs Claus
215
Chapter 214 - Sesuatu yang menarik
216
Chapter 215 - Pulau Vann
217
Chapter 216 - Pasukan Brizora melawan pasukan Ierua
218
Chapter 217 - Tidak akan segan-segan
219
Chapter 218 - Dalam sebuah kendali
220
Chapter 219 - Kerjasama Raquille dan Cadhan melawan Phyton
221
Chapter 220 - Raquille vs Cadhan
222
Chapter 221 - Pedang Hilgwyn
223
Chapter 222 - Raquille vs Sheafear
224
Chapter 223 - Venerate Fuegonia datang membantu
225
Chapter 224 - Sheafear dan Cadhan melarikan diri
226
Chapter 225 - Pasukan Ierua menyerah
227
Chapter 226 - Alasan perpisahan itu
228
Chapter 227 - Rencana penyerangan ke wilayah Fuegonia
229
Chapter 228 - Pasukan Blueland sampai di wilayah Fuegonia
230
Chapter 229 - Penyusup di kota Realmton
231
Chapter 230 - Para Elfman menguasai kota-kota di daerah Rocode
232
Chapter 231 - Cyffredinol melawan Continent Venerate Fuegonia
233
Chapter 232 - Teknik pemanggilan
234
Chapter 233 - Pergerakan pasukan Blueland terus berlanjut
235
Chapter 234 - Penyerangan di lembah sungai
236
Chapter 235 - Ackerlind melawan Venerate Fuegonia
237
Chapter 236 - Pencarian senjata penghancur dimulai
238
Chapter 237 - Pertarungan di kota Realmton
239
Chapter 238 - Pasukan Blueland sampai di kota Realmton
240
Chapter 239 - Tiga kubuh
241
Chapter 240 - Pasukan Elfman menyerang pasukan Fuegonia
242
Chapter 241 - Sebuah kesepakatan
243
Chapter 242 - Aliansi Blueland dan Ierua
244
Chapter 243 - Para Ogreman menyerang
245
Chapter 244 - Tidak punya pilihan lain
246
Chapter 245 - Hilang ingatan
247
Chapter 246 - Sangat merindukanmu
248
Chapter 247 - Ras Humaidman
249
Chapter 248 - Satu per satu mengingat kenangan masa lalu
250
Chapter 249 - Phyton mengingat masa lalunya
251
Chapter 250 - Ratu Ierua
252
Chapter 251 - Konsekuensi mengenai hal tersebut
253
Chapter 252 - Keinginan yang tidak bisa terwujud
254
Chapter 253 - Rencana penyerangan pasukan Ierua kembali
255
Chapter 254 - Tidak rela kehilangan
256
Chapter 255 - Pertempuran di pulau Vann
257
Chapter 256 - Barbiond vs Claus
258
Chapter 257 - Senjata penghancur
259
Chapter 258 - Arn menyerang Raquille
260
Chapter 259 - Raquille vs Arn
261
Chapter 260 - Mengakses dimensi Valenhall
262
Chapter 261 - Makhluk hitam raksasa
263
Chapter 262 - Wujud hibrida naga bayangan
264
Chapter 263 - Cara mengalahkan makhluk hitam
265
Chapter 264 - Masa lalu Arn
266
Chapter 265 - Pertemuan pertama dengan Freynile
267
Chapter 266 - Menyatakan perasaan
268
Chapter 267 - Terjebak
269
Chapter 268 - Penyerangan tiba-tiba
270
Chapter 269 - Sihir hitam
271
Chapter 270 - Sebuah seleksi
272
Chapter 271 - Saling menyerang
273
Chapter 273 - Raquille datang menolong
274
Chapter 273 - Perpisahan Arn dengan Freynile
275
Chapter 274 - Negeri Ierua bergabung ke kubuh barat
276
Chapter 275 - Hyphillia menerima pedang Hilgwyn
277
Chapter 276 - Membagikan ketiga belas harta karun
278
Chapter 277 - Para Venerate misterius
279
Chapter 278 - Orang-orang yang telah pergi kembali lagi
280
Chapter 279 - Informasi mengenai Freynile
281
Chapter 280 - Merindukannya
282
Chapter 281 - Keputusan Raquille bergabung ke negeri Pavonas
283
Chapter 282 - Menentukan pilihan bergabung ke Pavonas
284
Chapter 283 - Konflik Pavonas dan Fuegonia
285
Chapter 284 - Makhluk bersayap
286
Chapter 285 - Perselisihan dua World Venerate
287
Chapter 286 - Pertemuan para Venerate Pavonas
288
Chapter 287 - Momen perkenalan menjadi canggung
289
Chapter 288 - Rahasia yang diungkapkan
290
Chapter 289 - Portal penghubung ke seluruh wilayah
291
Chapter 290 - Konflik dengan dua negeri sekaligus
292
Chapter 291 - Merasa bersalah kembali
293
Chapter 292 - Venerate Fuegonia yang menghilang akhirnya ditemukan
294
Chapter 293 - Dikucilkan di negeri asalnya
295
Chapter 294 - Bunga terlangka di dunia
296
Chapter 295 - Merasakan sebuah konflik yang akan segera datang
297
Chapter 296 - Rencana penyerangan ke wilayah Pavonas
298
Chapter 297 - Peringatan yang tidak membuat gentar
299
Chapter 298 - Salah memilih lawan
300
Chapter 299 - Menyadari dimana tempatmu berada
301
Chapter 300 - Bertemu dengan seseorang yang tidak diduga
302
Chapter 301 - Portal penghubung lenyap
303
Chapter 302 - Sebuah penglihatan masa depan
304
Chapter 303 - Everwhite
305
Chapter 304 - Venerate dengan perkembangan tercepat
306
Chapter 305 - Sesuatu yang membuat penasaran
307
Chapter 306 - Pertanda mengarah pada suatu konflik besar
308
Chapter 307 - Makhluk astral dengan kekuatan besar
309
Chapter 308 - Menanti sebuah pertarungan
310
Chapter 309 - Menahan serangan
311
Chapter 310 - Gadis yang cukup polos
312
Chapter 311 - Menyerahkan diri
313
Chapter 312 - Perundingan menjadi kacau
314
Chapter 313 - Rencana pengancaman
315
Chapter 314 - Menjadi salah satu dari mereka
316
Chapter 315 - Raquille mengetahui penyamaran Rayvor
317
Chapter 316 - Mimpi berjalan
318
Chapter 317 - Putri dari dewi merak
319
Chapter 318 - Sangat merasa khawatir
320
Chapter 319 - Ras Djinn
321
Chapter 320 - Memanfaatkan keluguan seorang gadis kecil
322
Chapter 321 - Penyusup mendekati pangkalan dari pasukan Pavonas
323
Chapter 322 - Berpapasan dengan penyusup
324
Chapter 323 - Kondisi mendesak
325
Chapter 324 - Kemunculan Zchaira
326
Chapter 325 - Kesepakatan yang ditolak
327
Chapter 326 - Serangan balik Zchaira
328
Chapter 327 - Kekalahan telak Raquille
329
Chapter 328 - World Venerate tersembunyi
330
Chapter 329 - Sinyal dari wilayah Briseria
331
Chapter 330 - Bala bantuan pasukan Pavonas
332
Chapter 331 - Clava memukul mundur pasukan Tengal
333
Chapter 332 - Ashur memukul mundur pasukan Tengal
334
Chapter 333 - Kemampuan khusus clan penyihir Hairowl
335
Chapter 334 - Senjata suci yang memiliki kepribadian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!