Beralih di kota D’Swano, dimana tempat pertama Raquille ditemukan setelah menghilang selama sepuluh tahun. Terlihat Fluke, pria yang bersama Raquille saat pemuda itu masih berada di kota tersebut, nampak sendirian di atas sebuah menara pengawas.
“Haah… Untuk apa aku masih berada disini, kan para perampok gunung sudah ditangkap dan dibawah ke Wattao,” Gumam pria itu berbicara sendirian di atas menara.
Tiba-tiba dia melihat sesuatu dari langit menuju ke kota tersebut.
“Apa itu…?” Katanya, bertanya-tanya.
Nampak sesuatu yang mendekat itu merupakan seseorang yang sedang melayang. Orang tersebut kemudian berhenti di atas langit setelah berada di atas kota D’Swano, lalu perlahan-lahan turun kebawah.
Tampak para warga pun kemudian langsung berkumpul untuk melihat orang itu dari dekat.
“Salam warga kota D’Swano... Aku adalah Aguirre Noroh, letnan jendral gubernur Fuegonia.” Nampak orang yang mendatangi tersebut merupakan Aguirre.
Para warga terlihat nampak terkejut melihat salah satu pimpinan Fuegonia tiba-tiba datang ke kota mereka.
“Tuan… Apa yang ingin kau cari disini sampai datang ke kota kecil kami ini?” Tanya salah satu warga padanya.
“Aku mencari seseorang yang ciri-ciri dan penampilannya mirip sepertiku. Apa ada orang seperti itu di kota ini?” Jawab Aguirre.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aguirre, para warga pun langsung memperhatikannya.
“Memangnya warga kota di sini, ada yang memiliki tubuh setinggi ini?” Respon salah satu warga setelah melihat Aguirre, yang memiliki tinggi badan dua meter lebih.
Tiba-tiba Fluke pun datang menghampiri Aguirre, yang sedang bersama dengan para warga tersebut.
“Maaf tuan, mungkin yang kau cari itu adalah Raquille. Dia orang yang telah menolong kami para warga disini,” kata Fluke.
“Oh… Jadi kau mencari si pria berambut putih itu?” Kata salah satu warga.
“Iya… Itu yang aku maksud tuan. Dimana aku bisa bertemu dengannya?” Kata Aguirre, mendekati Fluke.
“Tetapi, Raquille beberapa hari yang lalu sudah pergi ke kota Wattao bersama dengan para prajurit yang juga datang ke kota ini,” kata Fluke.
“Apa…? Dia sudah pergi?” Tanya Aguirre.
*
“Raquille sudah pergi dari kota ini dengan para prajurit…? Tapi seharusnya kan mereka sudah sampai di Wattao dari kemarin. Apa mungkin mereka ke suatu tempat?” Gumam Aguirre dalam hati, bertanya-tanya.
**
“Maaf tuan, apakah prajurit yang datang kemari ataupun Raquille pernah mengatakan bahwa mereka akan pergi ke suatu tempat selain ke kota Wattao?” Tanya Aguirre.
“Tidak tuan… Mereka tidak mengatakannya padaku ataupun para warga yang lain disini,” jawab Fluke.
“Benarkah begitu…?” Tanya Aguirre kepada para warga.
Para warga pun menganggukkan kepala mereka dan juga mengatakan bahwa mereka juga tidak diberitahu.
“Baiklah… Kalau begitu aku pamit dulu. Aku harus mencari saudaraku itu,” kata Aguirre.
Belum sempat dia ingin terbang kembali, para warga kemudian langsung menahannya.
“Tunggu tuan...” Kata salah satu warga.
“Yah… Ada apa?”
“Begini tuan… Mohon maaf jika saya lancang. Tapi, anda kan sudah berada disini, mungkin lebih baik anda tinggal dulu sebentar disini. Kami akan menyediakan tempat untuk anda agar bisa beristirahat,” kata salah satu warga tersebut.
“Ah… Tidak usah repot-repot, aku sekarang sedang terburu-buru,” kata Aguirre, yang kemudian berjalan meninggalkan mereka.
“Tapi kami memiliki minuman disini.”
Mendengar perkataan dari salah satu warga tersebut, Aguirre langsung berhenti dan menoleh kembali pada mereka.
“Kalau begitu… Mungkin sebentar saja,”
***
Malam harinya di kota Novacurve terlihat para penonton sudah memenuhi arena turnamen, yang menandakan bahwa turnamen Venerate sebentar lagi akan segera dimulai.
Kemudian terlihat juga seseorang masuk ke tengah arena turnamen tersebut, yang langsung diiringi dengan sorakan dari para penonton.
“Selamat malam para hadirin sekalian. Perkenalkan namaku adalah Tomair Blonnes, aku adalah orang yang akan memandu kalian semua para hadirin sekalian untuk jalannya turnamen ini,” kata orang itu merupakan pembawa acara dalam turnamen tersebut.
“Baiklah… Langsung saja kita panggilkan para tim yang berpartisipasi untuk masuk ke tengah arena.”
“Yang pertama kita panggil terlebih dahulu tim tuan rumah dalam turnamen ini. Ini dia tim Fuegonia A, yang beranggotakan Nizale Drown, Yoford Drown, Elford Drown, Afucco Drown dan Dierill Drown.”
Seketika sorakan dari para penonton menjadi lebih keras lagi setelah tim tuan rumah mereka masuk ke tengah arena.
“Hah… Memang tim tuan rumah seharusnya seperti ini,” kata Afucco terlihat senang mendengar sorakan dari para penonton untuk mereka.
**
Terlihat Rox serta Rourke di sebuah ruangan khusus di arena tersebut.
“Fuegonia A…? Fuegonia memiliki lebih dari satu tim?” Tanya Rox.
“Ayah, kau pasti akan terkejut jika mengetahui siapa yang ikut serta dalam tim Fuegonia yang lain,” kata Rourke.
“Memangnya siapa dia?” Tanya Rox lagi.
“Nanti kau lihat saja.”
**
Nampak juga kesembilan perwakilan clan besar Fuegonia berada di suatu ruangan khusus yang lain.
“Hei… Fuegonia memiliki lebih dari satu tim? Apa diantara kalian mengutus perwakilan untuk tim Fuegonia yang lain?” Tanya wanita bernama Neirell pada yang lain.
“Satu-satunya Land Venerate dalam clan Twistbead hanya aku seorang, tidak mungkin aku yang mengutus perwakilan,” kata pria bernama Yugro.
“Dalam tim setidaknya harus memiliki satu anggota Land Venerate, dan kurasa Land Venerate dari clan Drown hanya dua putra dari tuan Rox itu, tidak ada lagi selain mereka,” kata wanita bernama Luga kepada mereka semua.
“Apa mungkin tim yang lain adalah prajurit Wattao?” Kata pria bernama Drajick.
Mendengar perkataan Yugro mereka semua seperti menduga sesuatu.
“Kurasa kau ada benarnya,” kata pria bernama Benev.
**
“Tim yang kedua, tim yang berasal dari negeri paling subur di benua Aizolica. Kita sambut tim Cielas, yang beranggotakan Vaena Calinarys, Vaedor Calinarys, Venere Redeglidei, Urano Redeglidei dan Saturno Redeglidei.”
Beberapa saat kemudian, terlihat tim Cielas pun memasukki tengah arena.
“Dengar semuanya, tidak peduli apapun itu tim kita harus memenangkan turnamen kali ini. Apa kalian mengerti…?” Kata pria yang bernama Saturno, yang sebelumnya pria yang berada dalam ruang kendali kapal terbang Cielas.
“Lalu, tim yang ketiga, tim yang berasal dari negeri terindah di benua ini. Ini dia tim Vielass, yang beranggotakan Sligo Ekonji, Jenesyn Wycencor, Zengu Ekonji, Messen Wycencor dan Horner Bellyfirn.”
Terlihat tim yang ketiga dari negeri Vielass masuk. Mereka terdiri dari dua Trollman, dua Pixieman serta satu Gnomeman.
“Kakak… Kakak… Akhirnya aku disini… Aku sudah tidak sabar lagi,” kata Pixieman bernama Jenesyn pada saudaranya Messen.
“Diam kau… Jangan bersiikap memalukan,” Namun, Messen saudara dari Pixieman perempuan itu sontak memarahi adiknya tersebut karena melihat tingkah kekanak-kanakannya.
“Tim keempat... Tim yang berasal dari negeri dengan ras campuran terbanyak di benua Aizolica. Tim Neodela, yang beranggotakan Jarrah Shores, Margo Shores, Novus Shores, Brock Greydust dan Eldriata Greydust.”
Tim yang keempat pun kemudian masuk ke dalam arena. Mereka terdiri dari dua Fairyman dan tiga Beastman.
“Kurasa rata-rata tingkatan Venerate pada tim ini terlihat yang paling lemah dari tim yang lain, namun kita tidak boleh kalah. Apa kalian mengerti?” Kata Fairyman bernama Brock kepada rekan-rekannya.
“Baik…!” Teriak para Beastman merespon perkataan Brock.
*
“Sialan… Kenapa di tahun ini hanya aku Land Venerate yang mengikuti turnamen? Apa mungkin tingkat kekuatan tim terendah adalah tim kami?” Kata Fairyman bernama Eldriata di dalam hati nampak meragukan timnya tersebut.
**
“Kakak… Lihat mereka para Fairyman, ini pertama kalinya aku melihat mereka, ternyata penampilan mereka hampir mirip seperti kita yah...?”
“Sudah kubilang untuk diam,” kata Mesen yang masih menyuruh adiknya untuk diam.
“Tim yang kelima... Tim yang berasal dari negeri paling selatan di benua Aizolica. Tim Asimir, yang beranggotakan Essal Nomos, Stix Weagsai, Fegant Nomos, Rys Weagsai dan Dossur Sebastia.”
Tampak tim dari Asimir yang beranggotakan satu Dwarfman, dua Goblinman serta dua Giantman, memasukki arena tersebut dan kemudian berdiri di samping tim Vielass.
Melihat dua ras Giantman dengan tinggi lebih dari dua setengah meter berdiri bersampingan dengannya, Jenesyn pun nampak terkejut.
“Hei… Kenapa ada anak kecil yang ikut serta dalam turnamen ini? Lebih baik kau pulang saja nak, pasti orang tuamu sedang mencarimu,” sindir Giantman bernama Fegant menganggap Jenesyn anak kecil karena postur tubuhnya yang mungil.
“Hei… Lebih baik kau tidak merendahkan anggota timku.” Mendengar Giantman tersebut mengejek anggota timnya, Gnomeman bernama Horner itu pun nampak tidak terima dan memperingati Giantman itu.
“Wah… Wah… Lihat si pendek ini, beraninya kau mengancamku.” Namun, Fegant malah menyindir Horner juga dan sama sekali tidak gentar dengan peringatan Gnomeman itu karena melihat postur tubuhnya tidak jauh berbeda dengan ras Pixieman.
Sontak perselisihan dari tim Asimir dan Vielass itu didengar oleh pembawa acara yang berada di tempat itu. “Tunggu dulu kalian yang disana… Pertandingan masih belum dimulai, jadi kuharap kalian tidak berseteru saat berkumpul seperti ini.” Dia pun langsung menegur Fegant dan Horner.
“Hentikan itu Fegant… Aku tidak ingin jika tim kita didiskualifikasi akibat perbuatanmu.” Dwarfman bernama Dossur juga nampak menegur Fegant.
“Mohon maaf para hadirin sekalian… Tadi ada sedikit masalah. Dan baiklah mari lanjutkan kembali.”
“Selanjutnya tim ke enam, merupakan tim yang berasal dari negeri kepulauan di benua Aizolica. Ini dia tim Mormist yang beranggotakan Aazir Wakor, Zared Wakor, Sereia Dolliford, Nolani Dolliford dan Iezig Wakor.”
Lalu tim dari negeri Mormist tersebut masuk, mereka yang beranggotakan tiga Ogreman dan dua Mermaidman.
Tidak seperti tim yang lain, tim dari negeri Mormist terlihat tidak berbicara satu kata pun saat mereka memasuki arena.
“Tim yang ketujuh adalah tim yang berasal dari negeri tertua di benua ini. Kita sambut tim Machora Tira yang beranggotakan Aleron Wilmond, Maeve Wilmond, Morn Yarbil, Zurbag Yarbil dan Ascelin Wilmond.”
Tim dari Machora Tira pembawa acara itu pun kemudian memasuki arena turnamen. Mereka merupakan tim yang beranggotakan tiga Vampireman dan dua Orcman.
“Ascelin kudengar kau melihat salah satu dari anggota clan Blowner di kota ini?” Tanya Orcman bernama Zurbag.
“Iya benar,” jawab Ascelin.
“Jangan-jangan dia datang untuk mengikuti turnamen ini.”
“Itu tidak mungkin.”
Nampak Vampireman dan Orcman itu membahas tentang Joker, salah satu atasan dari Zeidonas dan yang lain, yang Vampireman itu lihat di pelabuhan sebelumnya.
**
“Selanjutnya, tim ini merupakan tim yang telah menjadi juara selama lima kali berturut-turut.”
“Kita sambut tim Lightio yang beranggotakan Athira Magchora, Erklis Magchora, Dimira Magchora, Gerhanther Zee dan Zeidonas Magchora.”
Terdengar sorakan yang keras dari para penonton pendukung saat tim Lightio nampak memasuki arena turnamen dengan gagahnya.
“Heh… Aku sudah agak terbiasa dengan sorakan para penonton pada kita,” kata Erklis.
“Bahkan bukan penonton dari negeri kita saja yang mendukung kita. Penonton dari Fuegonia juga telah banyak menjadi pendukung kita juga,” kata Athira.
“Sangat disayangkan bagi tim lain jika kita harus menjadi pemenang untuk keenam kalinya. Tapi… Itu memang sudah menjadi takdir kita,” kata Dimira dengan angkuhnya.
“Namun, aku menjadi tidak bersemangat jika lawan-lawan dari tim lain bisa dikalahkan dengan mudah. Apa mereka sekarang masih sama saja yah…? Hei Zeidonas… Bagaimana denganmu, apa semangatmu masih belum hilang lagi?” Kata Gerhanther.
“Jelas sekali… Aku sudah tidak sabar menantikan pertandingannya. Mungkin kali ini memang ada sesuatu yang berbeda,” kata Zeidonas.
“Dan akhirnya tim yang terakhir yang berpartisipasi dalam turnamen ini, sebagian besar dari anggota mereka merupakan wajah baru, yang pertama kali berpartisipasi dalam turnamen ini.”
“Kita sambut, tim Fuegonia B yang beranggotakan Heinz Flaus, Neyndra Drown, Laventille Noroh, Bohrneer Flaus dan Drakon Magchora.”
Setelah pembawa acara mengumumkan anggota dari tim Fuegonia B yang merupakan tim dari Drakon, Raquille dan yang lain, mereka pun kemudian langsung memasuki arena turnamen sambil diiringi dengan sorakan para penonton.
Terlihat raut wajah dari Zeidonas menjadi terkejut setelah mendengar dan melihat langsung bahwa Drakon ternyata berpartisipasi dalam turnamen itu.
**
Nampak juga Rox terkejut setelah mendengar bahwa Neyndra juga berada di tim tersebut, dia kemudian langsung menatap Rourke.
“Sudah kubilang kan… Kau pasti akan terkejut,” kata Rourke.
**
Di sisi lain, para perwakilan clan besar Fuegonia melihat tim Fuegonia B memasuki tengah arena.
“Tuan Drajick, ternyata anda benar bahwa yang berpartisipasi untuk tim Fuegonia yang lain adalah para prajurit Wattao,” kata pria bernama Benev.
“Namun, kau lihat itu. Anak tertua dari tuan Rox juga berada di dalam tim tersebut,” kata pria bernama Yugro.
“Benar juga, entah kenapa dia berada dalam tim prajurit Wattao dan tidak bersama dengan para saudaranya,” kata pria bernama Chrol.
“Kurasa dia lebih memilih masuk ke dalam tim mereka, mungkin karena kemampuan dari anggota tim itu lebih mumpuni dari tim para saudaranya,” kata wanita bernama Luga.
“Kurasa kau ada benarnya Nyonya Luga,” kata pria bernama Drajick.
**
Setelah tim Fuegonia B berkumpul dengan para tim lainnya, nampak Drakon dan Zeidonas saling bertatapan.
“Lama tak berjumpa Drakon… Kau masih terlihat sehat-sehat saja yah...” Kata Zeidonas dengan tersenyum menyeringai.
“Tak usah berbasa-basi padaku,” balas Drakon dengan ekspresi datar.
Namun, selain Drakon serta Neyndra yang menarik perhatian beberapa orang, perhatian banyak orang nampak tertuju juga kepada Raquille yang merupakan Elfman pertama, yang mengikuti turnamen tersebut.
“Hei Elfman… Ternyata kita bertemu lagi yah,” kata Gerhanther pada Raquille.
“Heh...” Respon sinis Raquille pada Gerhanther.
**
“Jadi… Elfman itu juga mengikuti turnamen ini,” kata Rox.
“Iya… Tetapi, aku sangat penasaran dengan Elfman itu. Aku rasa ada yang dia sembunyikan,” kata Rourke.
“Apa yang kau maksud dengan menyembunyikan sesuatu?” Tanya Rox.
“Tidak… Maksudku kemampuan Elfman itu. Banyak yang mengatakan bahwa kemampuan Elfman itu bisa lebih fleksibel dari tingkatan Venerate mereka,” kata Rourke.
**
“Hahaha… Karena Blueland tidak diizinkan untuk mengikuti turnamen ini, jadi Elfman itu bergabung di tim Fuegonia.”
“Elfman yah… Ini mungkin akan menjadi turnamen yang menarik.”
“Dibanding dengan kekuatan es, aku lebih penasaran dengan kekuatan sihir dari clan Noroh itu.”
Gumam Fegant, Ascelin dan Saturno setelah melihat Raquille yang adalah seorang Elfman berpartisipasi dalam turnamen.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 335 Episodes
Comments