Pada malam harinya, terlihat Raquille dan Fluke sedang berada di atas sebuah menara pengawas. Mereka berdua berada di tempat itu untuk mengamati kota tersebut jika para perampok gunung datang untuk menyerang kota tersebut nantinya.
Tampak Raquille duduk menatap langit malam yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang bergemerlap. Dia merenung dan masih tidak percaya dengan kenyataan bahwa telah melompati waktu. Raquille berpikir apakah karena perbuatannya tersebut membuat negerinya mengalami hal yang sulit sehingga beberapa dari kaumnya harus menjadi bawahan di negeri lain.
“Paman… Kau bilang sebelumnya kalau para warga selalu bersikap baik pada orang sepertiku… Apa mungkin orang-orang sepertiku pernah datang ke kota ini?” Tanya Raquille.
“Iya, sebelumnya beberapa dari mereka pernah datang kemari untuk menghentikan para perampok gunung. Salah satu dari mereka pernah mengatakan bahwa dia juga adalah seorang pangeran sama sepertimu,” jawab Fluke.
“Apa…? Salah satu dari mereka adalah pangeran…? Siapa dia paman?” Dengan lebih penasaran Raquille menyimak yang dikatakan oleh pria itu.
“Orang itu bernama Achilles… Apa kau mengenalnya?” Kata Fluke memberi tahu nama prajurit tersebut.
“Apa…? Achilles…? Dia adalah kakakku. Kenapa saudaraku bisa bergabung di negeri ini?” Raquille sontak terkejut mendengar jawaban dari Fluke.
Orang yang dimaksud oleh Fluke adalah Achilles Noroh, dia merupakan putra kedua dari raja negeri Blueland dan kakak ketiga dari Raquille.
“Tapi, sebelumnya kedua negeri ini memiliki hubungan yang tidak bagus. Fuegonia bahkan membenci kami para ras Elfman.”
Raquille memang sangatlah terkejut mengetahui fakta bahwa saudaranya telah menjadi bawahan di negeri Fuegonia. Karena sebelumnya yang pemuda itu ketahui bahwa negeri Fuegonia dan negeri Blueland memang saling membenci satu sama lain. Raquille juga berpikir apa mungkin saudaranya itu sebenarnya hanya menjadi budak, dan hanya memanfaatkan kekuatan dari saudaranya itu untuk kepentingan negeri ini.
Melihat Raquille yang sepertinya terkejut tentang hal tersebut, Fluke pun berpikir apakah memang pemuda ini tidak tahu-menahu tentang apa yang pernah terjadi pada negerinya tersebut.
“Baiklah… Aku akan menceritakan apa yang kuketahui selama ini tentang negerimu itu. Jadi, banyak yang mengatakan bahwa Blueland itu telah diserang oleh beberapa negeri dari benua lain. Dan mungkin saja karena sudah sangat terdesak mereka kemudian meminta bantuan dari negeri lain. Mungkin saja hanya Fuegonia yang menyetujui bantuan tersebut, dan mungkin juga alasan dari negeri Fuegonia membantu negerimu itu adalah untuk menambah kekuatan dari Fuegonia dengan menginginkan para prajurit negerimu untuk menjadi prajurit mereka,” kata Fluke menjelaskannya pada pemuda itu.
“Jadi kemungkinan seperti itu yah… Kenapa akhirnya saudaraku juga bisa menjadi prajurit negeri ini.” Terlihat raut wajah Raquille cemas memikirkan saudaranya tersebut.
Selain memliki kemampuan untuk bisa memanipulasi elemen es, ras Elfman juga memiliki kemampuan dalam memanipulasi kekuatan sihir. Bahkan karena kemampuan tersebut negeri Blueland menjadi salah satu negeri yang ditakuti akan kekuatannya. Hal itu juga membuat negeri lain sangat menginginkan para bangsa Elfman untuk menjadi prajurit mereka.
Walaupun tidaklah sekuat Raquille yang pada dasarnya telah mencapai tingkatan World Venerate, tingkatan tertinggi dalam rana Venerate di usia yang sangat muda, kakak-kakak dari Raquille termasuk Achilles sebenarnya masuk ke dalam jajaran orang-orang kuat di negeri Blueland. Namun, mereka memang tidaklah seberuntung Raquille karena masih terjebak satu tingkatan dibawah World Venerate.
***
Di lain tempat jauh dibalik pegunungan, tampak sebuah pemukiman semi permanen yang merupakan sebuah tempat persembunyian dari para perampok gunung. Terlihat salah seorang dari perampok gunung datang tergesa-gesa masuk ke dalam sebuah ruangan untuk menemui seseorang.
“Tuan Bohrneer… Maaf saat ini aku mengganggu waktu istirahatmu. Kami baru saja memeriksa tempat jatuhnya sesuatu dari langit tadi siang, tapi setelah kami mencari-cari di sekitar tempat tersebut, kami tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan di tempat itu.”
Nampak seseorang yang bernama Bohrneer, yang sepertinya merupakan pimpinan dari para perampok tersebut sedang duduk dengan memegang sebuah kapak.
“Hmph… Aku rasa itu merupakan makhluk suci karena aku merasakan tekanan kekuatan yang besar saat itu terjatuh tadi siang. Kalau itu merupakan sebuah benda mungkin saja itu masih berada di sana, kecuali seseorang datang mengambilnya.”
“Makhluk suci katamu tuan…? Kalau benar begitu, berarti kota D’Swano dalam bahaya, dan itu mungkin juga akan berdampak pada kita tuan.” Dengan terkejutnya orang itu mendengar pernyataan dari pemimpinnya tersebut.
Pemimpin perampok itu kemudian melemparkan kapaknya, yang sontak menancap di dekat orang yang melapor tersebut.
“Tak usah pikirkan hal itu dulu, kita harus fokus untuk menyerang kota D’Swano sebelum para pasukan dari kota Wattao datang kembali untuk menghentikan kita lagi...”
“Cepat persiapkan para pasukan, besok kita serang kota itu, serta setelah itu kita harus segera berpindah tempat karena jika sesuatu yang jatuh itu merupakan makhluk suci, itu akan membahayakan kita semua disini.”
“Baik tuan… Akan segera saya laksanakan.” Mendengar sebuah perintah dari pemimpinnya tersebut, orang yang melapor itu langsung bergegas keluar ruangan untuk memerintahkan para pasukan mereka.
***
Lalu setelah berada di luar, orang tersebut terlihat menemui beberapa bawahannya.
“Hei… Cepat persiapkan senjata-senjata kalian, besok pagi-pagi sekali kita harus segera menyerang kota D’Swano dan berpindah ke tempat lain.”
“Secepat ini kita harus berpindah tempat tuan Heinz? Apa terjadi sesuatu?” Tanya seorang perampok pada orang yang bernama Heinz itu.
“Iya, karena sesuatu yang jatuh tadi siang itu memiliki tekanan kekuatan yang besar. Tuan Bohrneer memperkirakan itu adalah makhluk suci… Daerah ini sudah tidak aman lagi bagi kita.”
Para perampok tersebut mendadak menjadi terkejut setelah mendengar pernyataan yang disampaikan dari pria bernama Heinz itu.
“Apa…? Makhluk suci? Kita bahkan kesusahan untuk bisa melawan para prajurit Fuegonia dan kini makhluk suci…?” Kata seorang dari mereka.
“Tak perlu merasa takut, aku rasa orang-orang di D’Swano belum mengetahuinya. Oleh karena itu besok kita harus cepat-cepat menjarah harta mereka dan bergegas pergi dari daerah ini,” kata Heinz meyakinkan para anak buahnya.
Makhluk suci yang dibicarakan oleh para perampok tersebut merupakan sesosok makhluk dengan kekuatan yang sangat besar. Bahkan pada umumnya tingkatan Venerate terendah dari para makhluk suci ini sebagian besar berada pada tingkatan Continent Venerate sampai pada tingkatan yang lebih tinggi. Karena itu jika sesosok makhluk suci menyerang sebuah pemukiman warga, hal tersebut kemungkinan akan membuat kehancuran yang sangat besar.
***
Kembali pada ruangan dari pemimpin perampok yang bernama Bohrneer. Orang itu nampak sedang berbicara pada dirinya sendiri tentang sesuatu yang jatuh tadi siang. Dengan memegang sebuah kapak besar dia meganyun-ngayunkan kapaknya tersebut berulang kali.
“Makhluk suci… Jika hal itu benar bahkan dengan menggunakan kekuatanku mungkin masih tidak cukup untuk bisa mengalahkannya. Aku harus mengaktifkan kekuatan Ekdosi pelepasan kedua jika harus melawannya…”
“Aku pasti bisa, karena aku telah mencapai tingkatan Land Venerate baru-baru ini.” Dengan ragu pemimpin perampok itu memikirkan cara untuk melawan makhluk suci yang dia perkirakan tersebut.
Ekdosi sendiri adalah kemampuan dari Venerate untuk mengaktifkan suatu kekuatan dari senjata suci yang mereka miliki. Bentuk pertama dari Ekdosi merupakan pelepasan pertama, dimana Venerate dapat mengendalikan kekuatan yang diaktifkan pada senjata suci tersebut akan diproyeksikan untuk menyerang serta bertahan. Sedangkan bentuk kedua dari Ekdosi adalah pelepasan kedua, dimana Venerate dapat menarik kekuatan dari senjata suci ke dalam tubuh mereka untuk mendapatkan kekuatan lebih.
Bentuk kedua dari kekuatan Ekdosi ini, hanya bisa dilakukan oleh Venerate yang telah berada dalam tingkatan Land Venerate, dikarenakan kekuatan fisik dari tingkatan Land Venerate mampu untuk menahan kekuatan yang besar dari senjata suci ke dalam tubuh mereka. Sebagian besar Venerate yang berada dibawah tingkatan Land mencoba untuk mengaktifkan kemampuan tersebut akan berujung pada kematian. Namun, beberapa Venerate yang berada di tingkatan lebih rendah dari Land Venerate dapat mengaktifkan kekuatan Ekdosi pelepasan kedua tersebut, karena Venerate tersebut memiliki kekuatan fisik yang besar dari Venerate pada umumnya.
–6 Juni 3029–
Kembali pada Raquille dan Fluke, yang masih berada di atas menara pengawas.
“Dan kau nak, apa yang terjadi sebenarnya padamu sepuluh tahun lalu?” Walaupun masih setengah percaya dengan Raquille, Fluke tetap merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada pemuda itu, bagaimana dia bisa datang dari masa lalu.
“Ceritanya panjang paman.”
“Apapun itu pasti akan kudengarkan. Ayo… Ceritakan saja padaku,” kata Fluke, dengan sedikit memaksa.
“Baiklah, akan kuceritakan karena kau memaksa. Singkat cerita, aku yang masih berumur lima belas tahun telah mencapai tingkatan tertinggi dalam rana Venerate, serta hal itu juga membuatku tergabung dalam organisasi Guardian. Selama lima tahun menjadi anggota dari organisasi itu, aku telah banyak menghentikan para manusia yang melakukan kejahatan kepada para ras keturunan campuran, menyelamatkan mereka yang diculik para manusia ke benua lain, dan memulangkan mereka ke benua Aizolica kembali.”
“Kalian itu memang berjasa sekali yah... Untuk para ras campuran.” Dengan bangga kepada Raquille serta para Guardian, dia menepuk keras bagian belakang pemuda itu.
Raquille kemudian menceritakan bahwa dia dan para Guardian datang ke benua seberang untuk menyelamatkan para ras keturunan campuran yang dipaksa menjadi pekerja untuk membangun sebuah bangunan yang besar.
Pada malam harinya para Guardian datang dengan secara diam-diam untuk menyelamatkan para tahanan yang ada di tempat tersebut. Namun, tujuan mereka sebenarnya sudah diketahui oleh para manusia, yang kemudian menyerang mereka secara mendadak.
Raquille dan para Guardian yang diserang pun sontak melawan, namun dengan berhati-hati agar tidak ada jatuhnya korban pada konflik tersebut.
Saat para manusia sudah terdesak melawan para Guardian, salah satu dari mereka mencoba memanas-manasi para Guardian dengan mengatakan bahwa setelah apa yang Guardian perbuat saat ini para manusia tidak akan tinggal diam dan akan menyerang kembali mereka dengan pasukan yang besar, serta setelah itu mereka akan menyerang para ras keturunan campuran yang berada di benua Aizolica, karena para ras keturunan campuran tidak layak untuk hidup di dunia ini dan harus dimusnahkan.
Raquille yang mendengar perkataan manusia tersebut sontak langsung terpancing emosinya dan dalam sekejap membunuh manusia tersebut, serta membantai manusia lain yang berada di tempat itu.
Para Guardian yang melihat apa yang diperbuat oleh Raquille kepada para manusia itu berusaha menenangkannya yang sudah dipenuhi oleh amarah. Namun, Raquille yang sudah terlanjur kecewa pada manusia telah membulatkan tekadnya untuk menyerang para manusia serta memusnahkan mereka dengan tangannya sendiri.
Para Guardian yang tidak mau Raquille melakukan hal tersebut berusaha untuk menghentikannya. Disaat itu terjadilah sebuah pertarungan yang besar antara Raquille dan para Guardian, tetapi dari sisi Guardian mengalami kekalahan karena tidak dapat mengimbangi kekuatan dari Raquille yang pada dasarnya merupakan Venerate tingkatan tertinggi.
Saat Raquille mau melenyapkan semua Guardian yang ada, salah satu dari mereka tiba-tiba membuka sebuah lubang dimensi yang akhirnya menarik Raquille masuk ke dalam lubang tersebut, bersama dengan salah satu Guardian yang membuka lubang dimensi itu.
Selama Raquille berada di dalam lubang dimensi itu dia telah terombang-ambing dalam waktu yang lama dan kemudian muncul di Fuegonia pada sepuluh tahun kemudian, lalu ditemukan oleh Fluke setelahnya.
“Jadi seperti itu kisahmu bagaimana kau bisa muncul di tempat ini."
"Tapi, waktu itu kau dalam emosi yang besar. Kenapa saat aku bertemu denganmu kau tidak terlihat sedang emosi, padahal yang menemuimu adalah manusia?” Tanya Fluke padanya.
“Aku telah terombang-ambing di dalam lubang dimensi itu dalam waktu yang cukup lama… Cukup lama untuk bisa menenangkan emosiku dan memikirkan apa yang telah kuperbuat sebelumnya. Aku juga pada dasarnya merupakan yang orang baik dan tidak mau melukai para manusia walaupun mereka berbuat jahat pada ras campuran,” jawab Raquille menjelaskan hal tersebut pada Fluke.
“Lalu bagaimana dengan rekanmu yang membuka lubang dimensi tersebut. Bukankah kalian berdua ditarik masuk bersama-sama?”
“Entahlah… Saat berada di lubang dimensi itu aku dan dia terpisah karena lubang dimensi itu mengalami percabangan… Aku tidak tahu apakah dia muncul di waktu yang sama denganku atau tidak...”
***
Tidak terasa mereka sudah berbincang dari malam hari sampai matahari pun telah terbit.
“Ngomong-ngomong paman, kita dari tadi malam telah berjaga disini. Kenapa para perampok gunung itu masih belum datang juga? Apa sebenarnya mereka sudah takut duluan?” Tanya Raquille sambil menengok keadaan disekitarnya.
“Para perampok itu datang secara mendadak. Bahkan disaat kita tidak siap pun. Jadi lebih baik kita tetap mengawasi dari sini.”
**
Belum lama Fluke mengatakan hal tersebut, terlihat dari kejauhan beberapa kendaraan datang menuju ke kota. Kendaraan-kendaraan yang datang tersebut merupakan gerombolan dari para perampok gunung.
Beberapa kendaraan tersebut kemudian berhenti setelah berada di tengah kota. Nampak salah satu dari petinggi mereka yang bernama Heinz turun dari salah satu kendaraan. Dia kemudian mengambil sebuah pengeras suara dari dalam kendaraan lalu memanggil para warga kota untuk berkumpul.
“Dengar para warga kota, cepat bawah barang-barang berharga kalian dan kumpulkan disini dalam sepuluh menit. Oh… Dan jangan lupa untuk bawakan juga makanan kemari karena setelah ini kami mau berpamitan untuk melakukan perjalanan yang jauh.”
“Hei… Cepat tarik keluar juga para warga yang masih bersembunyi di dalam rumah mereka.” Belum cukup dengan semua itu, perampok itu kini memerintahkan para anak buahnya untuk menarik keluar para warga yang masih bersembunyi di rumah mereka masing-masing.
Para perampok yang diperintahkan itu langsung menyisir rumah-rumah warga untuk mencari para warga yang masih bersembunyi di dalam rumah mereka. Terlihat para perampok tersebut menarik paksa keluar para wanita, orang tua, bahkan anak-anak yang sedang bersembunyi di dalam rumah-rumah mereka.
**
“Hei paman… Jadi mereka yah para perampok itu? Mereka rajin juga pagi-pagi sudah datang, kalau aku jadi mereka mungkin aku akan kesiangan untuk datang.” Dengan antusias pemuda itu melihat para perampok yang telah datang lebih cepat dari perkiraannya.
“Hei nak, kenapa kau bercanda disini? Cepat tolong mereka, para penjahat itu tidak akan segan-segan untuk membunuh para warga.” Dengan cemas Fluke melihat Raquille yang dengan santai hanya menengok para perampok tersebut.
“Heh, Lihat saja paman pasti ini akan menarik,” kata Raquille dengan memasang ekspresi menyeringai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 335 Episodes
Comments
CvL
Thor, biasanya nulis 1Chapter berapa kata? Soalnya panjang banget.
2023-07-15
2