20# Hal Baru

Mata Nana dan Ayu langsung saja berbinar menatap sekolah baru mereka. Bagaimana tidak sekolah baru mereka adalah sekolah terbesar dan ternama di kota mereka. Jangankan berharap bisa menginjakkan kakinya di sekolah itu bahkan mereka tidak berani memimpikannya.

"Bagaimana, apa kalian suka sekolahnya?" ucap Aldyanta menatap Ayu dan Nana hanya diam mematung.

"Dik, Kakak tidak mimpikan? Coba cubit Kakak" ucap Ayu tidak percaya.

"aw" ucap Ayu ketika Nana mencubit tangannya.

"Sakitkan? berarti kakak tidak mimpi" ucap Nana polos.

"Benaran kami akan sekolah di sini, Kak?" Ucap Ayu masih tidak percaya.

"Ia, Sayang. Kalian akan sekolah di sini"

"Terima kasih banyak ya, Kak" Nana dan Ayu langsung saja memeluk Aldyanta dengan penuh kebahagiaan.

"Selamat pagi Tuan Muda. Terima kasih banyak karna anda mempercayakan kedua adik anda untuk menuntut ilmu di sekolah kami" ucap Kepala Sekolah menyambut kedatangan mereka dengan hangat.

"Sama sama. Saya titipkan kedua adik saya. Saya harap anda bisa mengawasinya dengan baik. Saya juga akan menyuruh kedua pengawal mereka untuk selalu berjaga jaga" ucap Aldyanta memberikan pengawasan yang ketat kepada Ayu dan Nana.

Karna dia tau jika musuhnya dapat menyerangnya secara tiba tiba. Apalagi dengan kehadiran ketiga bidadarinya yang telah tersebar keseluruh pdnyuru kota membuatnya semakin khawatir dengan keselamatan Ayu dan Nana yang masih kecil.

"Tidak masalah, Tuan. Sayang, ayo masuk" ucap kepala sekolah langsung mengengam tangan Ayu dan Nana.

"Sudah, kalian belajar yang rajinnya. Kakak mau ke kantor dulu" ucap Aldyanta langsung saja mencium lembut kening kedua adiknya.

"Siap, Kak" Nana dan Ayu langsung saja memasuki perkarangan sekolah bersama kepala sekolah mereka.

"Kalian awasi kedua adikku. Jika ada orang yang mencurigakan lakukan saja sesuka hati kalian" perintah Aldyanta kepada kedua pengawal yang dia percayakan untuk menjaga Ayu dan Nana.

"Siap, Tuan" ucap keduanya patuh.

Aldyanta langsung saja membawa Delissa kembali ke mobilnya. Mereka berdua duduk bersampingan dalam keheningan. Tidak tau mengapa semenjak tinggal di mension Aldyanta Delissa terlihat lebih pendiam dari sebelumnya.

"Ada apa, Sayang?" ucap Aldyanta tersenyum sambil memegang dagu Delissa sehingga kedua manik mata mereka bertemu.

"Tidak ada" ucap Delissa singkat lalu mengarahkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil.

"Apa kamu cemburu dengan Vina?" tebak Aldyanta.

Mendengar tebakan Aldyanta yang sangat tepat Delissa langsung saja salah tingkah "Ti..tidak. Untuk apa aku cemburu pada tunanganmu"

"Kamu tidak bisa menyembuyikan apapun darimu. Apa kamu lupa jika dia sekarang adalah adik iparku?" ucap Aldyanta tersenyum manis.

"Ta...tapi dia pernah singah di hatimu"

"Itu dulu, Sayang. Tapi, sekarang hanya namamu yang ada di dalam hatiku"

"Idih, sejak kapan Tuan Muda bisa mengombal seperti itu? Bukannya yang dia tau hanya merintah dan marah marah" batin Ervan menatap kebucinan Tuan Mudanya dari kaca spion depan.

"Tapi tetap saja di pernah mengisi hatimu. Kamu juga cemburukan ketika melihat mereka berduaan. Aku perhatikan kakak sering menatapnya" ucap Delissa memayunkan bibirnya sambil melipat tangannya di dadanya.

"Jadi Kakak tidak boleh menatapnya?"

"Tidak, boleh" ucap Delissa tidak mau di bantah.

"Siap, Tuan Ratu. Mulai sekarang aku tidak akan melihatnya. Aku hanya akan melihat calon istriku yang sangat cantik ini" ucap Aldyanta mencubit gemas dagu Delissa.

"Janji" ucap Delissa tersenyum sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

"Janji" Aldyanta langsung saja menyatukan jari kelongkingnya dengan jari kelingking Delissa menyatak jika mereka telah mengikat janji bersama.

Setibanya di kantor mereka Ervan langsung saja membuka pintu untuk kedua majikannya. Aldyanta langsung saja berdiri dengan Arogantnya dengan Delissa yang berdiri di sampingnya.

Aldyanta menatap perusahaan peningalan Deddynya dengan penuh kerinduan. Sudah tiga bulan lebih dia meninggalkan perusahaan yang dua rintis bersama Deddynya dahulu.

"Kak, kenapa di kota begitu banyak bangunan bangunan tinggi? apa tidak akan roboh ya kak?" ucap Delissa polos menatap bangunan mewah yang begitu tinggi di depannya.

"Tidak, Sayang. Bangunan bangunan ini sudah di disain sebaik mungkin. Jadi tidak mungkin roboh dengan mudahnya" Jelas Aldyanta.

"Gitu ya, Kak" ucap Delissa terus saja menatap kagum kantor Aldyanta.

"Ya, sudah ayo kita masuk" ucap Aldyanta langsung saja mengandeng tangan Delissa dengan begitu mesranya.

Melihat Tuan Muda mereka telah datang kembali, semua pegawai di sana langsung saja menyambut kedatangan Aldyanta dan juga Delissa. Banyak para pengawai wanita yang menatap kemesraan Aldyanta dengan Delissa dengan penuh kecemburuan.

Harapan mereka menjadi Nyonya Kusuma telah pupus. Mereka hanya bisa mengangumi ketampan Bos besar mereka dari kejauhan saja.

Masih sama seperti dulu, Aldyanta tetap saja terlihat dingin dan arogant kepada orang orang sekitarnya. Tapi, sangat harmonis dan lembut kepada Delissa dan kedua adiknya.

Mata Delissa terus saja menatap kagum semua hal baru yang dia lihat di dalam kantor Aldyanta. Hingga akhirnya mereka memasuki lift untuk menuju ke ruangan Aldyanta yang berasa di lantai atas.

"Kak, ngapain kita masuk ke dalam kotak besi ini?" ucap Delissa bingung.

"Kita akan ke lantai atas mengunakan ini, Sayang"

"Apa ini kotak ajaib yang bisa terbang ke lantai atas?"

"Bukan, sayang. Ini namanya lift yang mengunakan tenagan listrik. Kita tingal tekan saja tombol ini untuk menuju lantai yang kita inginkan. Ruangan Kakak ada di lantai sebelas maka kita tingal tekan saja sebelas maka lift ini akan berhenti di lantai sebelas"

Mendengar penjelasan Aldyanta, Delissa langsung saja menganguk patuh lalu menatap tombol tombol di depannya. Namun, saat liftnya mulai berjalan Delissa langsung saja memeluk Aldyanta karna takut.

Melihat kepolosan Delissa, Aldyanta langsung saja tersenyum lalu membalas pelukan Delisa dengan harapan Delissa tidak takut lagi. Hingga akhirnya lift itu berhenti di lantai yang mereka tuju.

"Sayang, kita sudah sampai" ucap Aldyanta meluhat Delissa terus saja menengelamkan wajahnya di dada bidang Aldyanta.

"Sudah sampai, Kak?" ucap Delissa langsung saja menatap ke arah luar lift.

Aldyanta langsung saja menganguk lalu berjalan ke luar lift itu. Delissa terus saja mengikuti langkah Aldyanta sambil terus saja celingukan kesana ke mari karna baru melihat semua benda yang ada di sana.

Melihat sikap Delissa yang begitu polos Arvan terus saja tersenyum gemas melihatnya. Apa lagi ketika melihat ekspresi wajah Delissa ketika melihat semua hal hal baru membuat Ervan semakin gemas di buatnya.

Hingga akhirnya mereka sampai di ruangan Aldyanta. Delissa langsung saja berlari ke arah jendela kaca kaca yang begitu besar dan tembus pandang ke pemandangan luar.

"Kak, ini indah sekali" ucap Delissa tersenyum bahagia menatap pemandangan kota yang begitu indah.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

del .ga ush buru2 takut nyungsep 😋😋😋

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!