06# Sungai

Setelah selesai memanen semua hasil kebunya. Delissa dan Ahmad langsung saja beristirahat di gubuk. Delissa menatap hari yang mulai sore tapi, pak Somat yang biasa membeli hasil kebunnya tak kunjung datang.

"Del, hari sudah sore. Apa yang membeli hasil kebun akan datang?" ucap Ahmad menatap hari yang mulai sore.

"Tunggi sebentar lagi, Kak. Kalau pak Somat gak datang juga lebih baik kita mandi saja dulu di sungai"

"Di sungai itu?" ucap Ahmad menunjuk ke arah sungai di dekan kebun Delissa.

"Ia, Kak. Kita mandi di situ. Kan lumayan menghemat air. Karna air di rumah bayar" ucap Delissa jujur.

"Kamu ini" ucap Ahmad tersenyum lalu menoel hidung mancung Delissa.

"Eh, tumben kamu busa panen semuanya dalam sehari, Del" ucap Pak Somad tiba tiba datang dan melihat hasil kebun Delissa telah di panen semuanya.

"He..he.. ini semua karna kak Ahmad yang bantuin, Pak" ucap Delissa terkekeh.

"Ini pria yang kau temukan di sungai haritu kan?"

"Ia, Pak"

"Wah, kamu tampan sekali, Nak. Bapak lihat sepertinya kau bukan orang sembarangan" ucap Pak Somat memperhatikan Ahmad dari atas sampai bawah.

"Bukan orang sembarangan mau apa pun itu tapi aku sama sekali tidak mengingatnya, Pak" ucap Ahmad.

"Jadi, kamu amnesia?"

Ahmad langsung saja menganguk pelan lalu melirik ke arah Delissa.

"Kamu banyak banyak saja berdoa. Semoga kau lekas sembuh dan kembali mengingat siapa dirimu"

Mendengar ucapan Pak Somad, Ahmad hanya tersenyum. Jujur dia sangat ingin mengingat kembali siapa dirinya uang sebenarnya. Tapi, melihat cincin di tangannya Ahmad semakin takut jika dia beneran sudah menikah. Jika itu benar maka, dia tidak akan bisa bersama Delissa selamanya.

"Jadi semua ini berapa, Pak. Hari sudah mau sore lho pak" ucap Delissa melihat pak Somad terus ngerumpi bersama Ahmad.

"Oh, ia. Bapak sampai lupa" ucap Pak Somad terkekeh.

Tak buang waktu Pak Somad langsung saja memeriksa semua hasil kebun Delissa lalu meninbangnya satu persatu.

"Nah, semua hasilnya tujuh ratus lima puluh ribu" ucap Pak Somad menjumlahkan semua hasil kebun Delissa.

"Potong uang yang Delissa pinjam dua ratut lima puluh ribu ya, Pak. Besok panen jagung yang sisa itu Delissa cicil lagi" ucap Delissa tersenyum.

"Ya sudah tidak apa apa. Macam tidak kenal saja. Ini uangnya, bapak bawa semuanya ya" ucap Pak Somat langsung saja mengangangkat barang Delissa dan meletakkannya di becak barangnya.

"Ok, Pak. Kami juga mau mandi dulu. Biar hemat air! soalnya di rumah harus beli air..he..he.." ucap Delissa terkekeh kecil.

"Kamu ini. Ya sudah kalian mandi sana. Tapi Nana sama Ayu mana? Biasanya pulang sekolah mereka akan ke kebun?" ucap Pak Somad yang tidak melihat keberadaan Nana dan Ayu.

"Aku menyuruh mereka di rumah saja, Pak. Soalnya kasihan mereka harus jalan jauh kemari. Lagian kan sudah ada Kak Ahmad yang menemani aku"

"Ia juga sih. Tapi saran Bapak jika kalian sering berduaan seperti ini lebih baik kalian menikah saja. Nanti keburu ada fitnah yang tidak tidak. Apa kau lupa lawan jenis sering berduaan maka yang ketiganya adalah setan" nasehat Pak Somad.

"Kami berdua jadi yang ketiga adalah" ucap Delissa menatap Pak Somad.

"Enak saja kamu bilang Bapak setan. Sudah lebih baik kalian cepat mandinya. Nanti keburu malam"

"Siap, Pak" ucap Delissa langsung saja mengambil pakaian gantinya dan juga Ahmad.

"Kak, lebih baik kakak yang mandi duluan" ucap Delissa mengingat tidak mungkin mereka mandi bersamaan. Walaupun Delissa memakai kain untuk menutup tubuhnya saat mandi. Tapi, Delissa tetap saja merasa segan.

"Di sana?" ucap Ahmad menunjuk ke sungai yang terbuka.

"Ia, jadi di mana lagi?"

"Tapi"

"Sudah, kakak mandi saja. Tidak akan ada yang melihatnya. Lagian kakakkan pria jadi tidak mungkin ada wanita yang mencoba mengintip kakak"

Mendengar ucapan Delissa, Ahmad mau tidak mau harus mandi di sungai yang terbuka itu. Awalnya Ahmad merasa ragu ragu. Tapi, saat mencoba membasahi tubuhnya dengan sungai yang begitu segar dan jernih Ahmad langsung saja merasa sangat segar.

Ahmad langsung saja membuka baju kaosnya lalu berenang di sungai yang tidak terlalu deras itu. Ahmad langsung saja menatap Delissa yang duduk sendirian di gubuk.

"Del, Delissa ayo sini" ucap Ahmad semangat.

"Ada apa kak?" ucap Delissa binggung.

"Ayo sini. Mandi bareng kakak pakai celana kok jadi aman"

"Tapi..."

"Sudah gak usah tapi tapian" ucap Ahmad tidak mau di tolak.

Mau tidak mau Delissa langsung saja berjalan mendekati Ahmad sambil membawa kain kotor yang dia bawa dari rumah.

"Sudah, kamu cuci saja pakaiannya biar kakak bantu"

"Baiklah" ucap Delissa menurut. Delissa langsung saja mencuci pakaian kotor itu dan Ahmad membantunya dengan cara membilasnya.

Namun, Ahmad langsung saja mengingat jika Delissa menemukannya di sungai itu. "Del, kamu menemukan kakak di sungai ini?"

"Ia, Kak. Nana dan Ayu yang menemukan kakak telungkup di sana" ucap Delissa menunjukkan tempat di mana dia menemukan Ahmad.

"Kakak lihat sungainya tidak terlalu deras. Kenapa kakak bisa hanyut ke sini ya?"

"Pada malam sebelum kakak aku temukan terjadi hujan deras. Jika hari hujan maka sungai ini akan menjadi besar dan deras kak"

"Tapi, apa kamu tau sungai ini dari mana?"

"Aku tidak tau kak. Karna sungai ini sangatla panjang"

Mendengar ucapan Delissa, Ahmad langsung saja menganguk mengerti. Ahmad mencoba berpikir dari mana Ahmad terbawa arus sungai itu.

Setelah selesai mandi Ahmad dan Delissa langsung saja kembali ke rumah. Ahmad mencoba membawa kain yang telah di cuci Delissa.

Namun, Ahmad binggung melihat sayur yang tidak di jual Delissa "Ini kok gak kamu jual, Del?"

"Ini untuk sayur kita, Kak. Kalau jagung ini nanti kita rebus atau di bakar Kak. Untuk cemilan nonton TV"

"Gitu ya. Ya sudah biar kakak yang bawa. Kamu bawa yang ini saja. Sebanding dengan tubuhmu yang munggil" ucap Ahmad tersenyum menatap tubuh Delissa yang munggil.

"Kakak" ucap Delissa kesal sambil memayunkan bibirnya.

Ahmad langsung saja menatap bibir Delissa yang begitu menggoda. Namun, dia langsung saja menepis pikiran kotornya. Dia tidak mau bertindak gegabah karna dia tidak tau bagaimana masa lalunya. Takutnya akan menjadi masalah pada Delissa dan juga kedua Adiknya.

Mereka langsung saja pulang kerumah sambil membawa barang barang mereka. Dalissa terus saja bercerita sepanjang jalan. Ahmad hanya menjadi pendengar setia setiap cerita Delissa

Mereka juga bertemu dengan warga lainnya yang juga sama sama pulang dari kebun mereka masing masing. Keadaan perdesaan yang begitu sejuk dan juga para warga yang begitu ramah membuat Ahmad merasa sangat nyaman tinggal di sana.

Bersambung...

"

Terpopuler

Comments

Mas Jono

Mas Jono

warganya sangat dan juga cuek,,,hingga tidak mempermasalahkan keberadaan mereka tinggal dalam satu rumah walau tanpa hubungan apapun

2024-06-20

0

ALmira

ALmira

lanjut dong thor,aku suka sama ceritanya

2022-09-11

1

Iin Suharta

Iin Suharta

lanjutkan thor, ceritanya bagus, semangat

2022-09-10

1

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!