12# Pernikahan

"Apa?" ucap Delissa terkejut mendengar ucapan Ahmad yang akan menikahinya besok.

"Tidak bisa" ucap Tika tidak terima.

"Kenapa? apa salahnya?" ucap Ahmad menatap Tika dengan tatapan dinginnya.

"Saya setuju dengan nak Ahmad. Sebagai sahabat ibu Delissa maka aku yang akan mengurus semuanya" ucap Bidan Nita membela Ahmad.

"Ya sudah. Semua sudah jelaskan? sekarang kalian pulang" ucap Bu Mirna tegas.

Mendengar ucapan Bu Mirna semua orang langsung saja menurut. Bu Mirna dan Bidan Nita adalah orang yang selalu membantu Delissa dan kedua adiknya setelah ayah dan ibu Delissa meninggal.

Melihat itu Tika langsung saja mengepalkan tangannya geram. Dia tidak menyangka jika caranya memisahkan Ahmad dan Delissa malah membuat hubungan mereka semakin dekat.

"Terima kasih karna sudah memprovokasi warga. Karnamu akhirnya aku dan Delissa bisa menikah juga. Sebagai ungkapan terima kasihku besok malam aku akan meneraktirmu makan" bisik Ahmad tersenyum.

Mendengar ucapan Ahmad, Tika langsung saja mengepalkan tangannya geram lalu pergi meninggalkan Ahmad dengan perasaan kesal. Setelah kepergian Tika, Ahmad langsung saja menatap Delissa yang terus saja berdiri seperti patung.

"Ada apa calon istriku? kenapa kamu melamun seperti itu? tidak sabar ya menunggu hari esok?" ucap Ahmad tersenyum mengoda Delissa.

"Kakak apaan sih? apa kakak lupa aku ini adik kakak? jadi tidak mungkin kakak adik menikah" ucap Delissa polos.

"Kalau begitu mulai sekarang kamu pensiun menjadi adikku" ucap Ahmad tersenyum.

"Kakak dan kak Ahmad mau menikah?" ucap Nana dan Ayu yang baru pulang sskolah.

"Kakak gak tau" ucap Delissa malu malu lalu masuk kedalam rumah dan bersembunyi di dalam kamarnya. Melihat tingkah Delissa, Ahmad langsung saja tersenyum gemas.

"Sudah, kalian ganti baju dulu. Siap itu makan" ucap Ahmad tersenyum lalu mengelus lembut puncak kepala Nana dan Ayu.

"Siap kakak ipar" ucap Ayu mengoda Ahmad lalu menarik tangan Nana masuk kedalam rumahnya.

Mendengar pangilan kakak ipar dari Ayu, Ahmad langsung saja tersenyum sambil mengelengkan kepalanya pelan.

"Nak, tolong kamu bahagiakan Delissa ya. Dia telah cukup menderita selama ini" ucap Bidan Nita.

"Ia, Bi. Aku akan membahagiakan Delissa semampuku. Terima kasih ya Bi. Karna, Bibi telah mengizinkanku menikah dengan Delissa"

"Kamu anak yang baik, Nak. Bibi juga melihat ada cinta yang begitu besar kepada Delissa di matamu. Bibi yakin kamu adalah imam yang baik untuk Delissa"

Mendengar ucapan Bidan Nita Ahmad langsung saja tersenyum bahagia. Jujur saja dia telah jatuh cinta kepada Delissa saat pertama kali membuka matanya dan melihat bidadari yang begitu cantik untuk pertama kalinya.

"Sudah kamu tenang saja. Acara besok Bibi dan Bu Mirna yang akan mengurusnya" ucap Bidan Nita lalu kembali ke rumahnya.

Setelah kepergian Bidan Nita dan Bu Mirna, Ahmad langsung saja masuk ke dalam rumah. Dia melihat Nana dan Ayu sedang makan siang sambil menonton tv. Kemudian Ahmad melirik ke kamar Delissa dan melihat Delissa sedang berbaring di atas kasurnya.

Setelah itu Ahmad langsung saja kembali ke kamarnya. Dia mencoba membaringkan tubuhnya di atas kasurnya. Ahmad mencoba menatap langit langit kamarnya dengan tatapan kosong. Hingga akhirnya matanya kembali tertuju kepada cincin yang melingkar di jarinya.

"Siapa aku sebenarnya? apa keputusanku menikahi Delissa tidak salah? tapi, aku sangat mencintainya. Aku tidak sanggup berpisah dengannya" gumam Ahmad sambil memainkan cincin di jarinya.

******

Di pagi hari Ahmad mencoba membuka matanya. Dia langsung saja tersenyum mengingat hari ini adalah hari yang paling spesial dalam hidupnya. Hari pernikahannya dengan Delissa. Walaupun di adakan secara dadakan dan hanya mengundang tetangga dan juga warga sekitar tapi, Ahmad merasa bahagia karna bisa memiliki Delissa seutuhnya.

Walaupun masih mengantuk karna semalam dia tidak bisa tidur karna merasa gugup tapi, Ahmad berusaha untuk terlihat segar. Ahmad langsung saja mengambil handuknya lalu berniat untuk mandi supaya lebih segar lagi.

Namun, dia lupa membawa pakaian gantinya. Ahmad mencoba melihat area sekitar dengan cara mengitip dari balik pintu kamar mandi. Setelah memastikan tidak ada orang Ahmad langsung saja keluar dengan menggunakan handuk kimono yang melilit di pinggangnya.

"aahhhh" teriak Delissa melihat pemandangan yang begitu mengerikan yang telah menodai mata sucinya.

"Del, jangan teriak. Nanti di kira aku ngapa ngapain kamu sebelum menikah" ucap Ahmad langsung saja menutup mulu Delissa mengunakan tangannya.

"Kakak ngapain keluar hanya pakai handuk?" ucap Delissa mencona menutup matanya.

"Kakak tadi lupa bawa pakaian ganti. Kamu juga ngapain datang tiba tiba?"

"Aku baru bangun dan kebelet pipis" ucap Delissa polos.

"Kamu mau pipis?" Delissa langsung saja menganguk kecil sambil merapatkan kakinya karna sudah kebelet.

"Sudah sana. Kakak temenin?" ucap Ahmad tersenyum mesum.

"Bukan muhrim" ucap Delissa lalu berlari ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan rapat.

"Sebentar lagi juga muhrim, Del"

"Kakak!" teriak Delissa kesal.

Mendengar teriakan Delissa, Ahmad langsung saja berlari kecil ke kamarnya. Takut ada orang melihat tubuh kekar dan juga six pecknya.

Ahmad langsung saja mengunakan kemeja dan celana panjang yang di beriakn Bu Mirna untuk akad nikahnya dengan Delissa. Bu Mirna dan juga Bidan Nita telah menyiapkan semuanya.

Akad nikah sederhana itu di lakukan di rumah Delissa yang begitu kecil dan sempit. Karna hanha mengundang tetangga dan juga warga yang penting sana maka akan muat berkumpul di rumah Delissa.

"Del, kamu pakai ini ya. Maaf Bibi tidak bisa membelikan gaun yang indah untukmu" ucap Bidan Nita memberikan baju kebaya putih kepada Delissa.

"Tidak apa apa, Bi. Ini juga sangat bagus" ucap Delissa tersenyum lalu memakai kebaya pemberian Bidan Nita.

"Pas sekali. Kamu terlihat cantik, Del. Sini biar Bibi poles wajahmu" ucap Bidan Nita langsung saja mengoles wajah cantik Delissa deng make up.

"Kamu sudah selesai, Del?" ucap Bu Mirna menghampiri Delissa.

"Sudah, Bu" ucap Delissa menatap wajahnya yang begitu cantik walau hanya mengunakan make up sederhana.

"Wahh... kakak cantik sekali. Pasti kak Ahmad langsung jatuh cinta" ucap Nana dan Ayu takjub melihat kecantikan Delissa.

"Sudah, ayo kita keluar. Calon suamimu sudah menunggumu" Bidan Nita dan Bu Mirna langsung saja menuntun Delissa menuju ruang tamu.

Ahmad menatap kagum kecantikan Delissa yang begitu bersinar. Walaupun hanya mengunakana kebaya sederhana dan juga make up tipis apa adanya tapi kecantikan Delissa dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya.

Bu Mirna dan Bidan Nita langsung saja mendudukkan Delissa di samping Ahmad. Ahmad terus saja menatap kagum kecantikan Delissa. Rasanya matanya tidak ingin berkedip walapun sekali saja.

Setelah memastikan semuanya telah hadir Pak Ustad langsung saja memulai pernikahan itu dengan membaca ayat ayat suci Al-qu'an.

"Hentikan!"

Bersambung....

haii semuanya... jangan lupa mampir di nover teman aku ya🥰🥰

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

wadohhh...

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!