10# Radio Rusak

Setelah melihat Delissa telah tertidur kembali Ahmad langsung saja menyelimuti tubu Delissa dengan selimut. Setelah itu Ahmad mencoba menelus lembut puncak kepala Delissa.

"Kamu cepat sembuh ya. Kakak rindu dengan ocehanmu" gumam Ahmad sambil menatap lekat wajah pucat Delissa.

Ahmad mencoba untuk mencuri ciumannya di kening Delissa dengan pelan karna takut si punya kening terusik dan akan memarahinya. Ahmad terus saja menatap wajah Delissa dengan penuh kekaguman.

"Ya Allah jika aku boleh meminta sesuatu maka aku meminta agar statusku yang sebenarnya masih single. Karna aku ingin hidup selamanya dengan Delissa. Kau yang telah mempertemukan kami dan menumbuhkan rasa cinta ini di hatiku. Maka aku mohon satukanlah kami" ucap Ahmad dengan penuh permohonan.

Dari detak jantungnya yang berdetak kencang setiap kali berdekatan denga Delissa membuat Ahmad sadar jika dia telah mencintai Delissa. Ahmad juga menyadari jika cintanya kepada Delissa sangatlah besar.

Setelah pusa menatap wajah Delissa, Ahmad langsung saja keluar dari kamar Delissa lalu mencoba membersihkan rumah. Ahmad memang suka kebersihan. Hingga keadaan rumah yang kotor sangat mengangu matanya.

Karna terlalu sibuk membersihkan rumah Ahmad sampai tidak sadar jika hari telah siang. Nana dan Ayu yang baru pulang sekolah langsung saja menghampiri Ahmad yang sedang menyapu halaman.

"Kakak" ucap Ayu dan Nana semangat lalu menyalim tangan Ahmad

"Kalian sudah pulang?"

"Sudah, Kak. Kak Delissa mana?" ucap Nana yang tidak melihat sang kakak.

"Delissa sedang sakit. Jadi, kalian jangan ribut ya. Nanti, kakak kalian tergangu" nasehat Ahmad.

"Siap, Kak" ucp Ayu dan Nana patuh.

Karna hari sudah siang Ahmad langsung saja menitipkan Nana kepada Bu Inah yang baru pulang. Lalu Ahmad pergi ke kebun seorang diri. Ahmad sudah tau jadwal Delissa memanen hasil kebunnya. Jadi dia mencoba memanen hasil kebun seorang diri.

Ahmad memanen hasil kebun Delissa dengan sangat baik. Walaupun lelah Ahmad mencoba untuk kuat. Dia tidak mau membuat Delissa semakin lelah karna dia tidak bisa memanen hasil kebun seorang diri.

Matahari yang begitu terik berlahan membakar kulit putih Ahmad. Kulit yang dulunya putib bersih kini berubah agak gelap karna setiap hari harus menghadapi panasnya sinar matahari.

Ahmad mencoba menghapus keringatnya yang bercucuran dengan deras dengan legan bajunya sambil menatap triknya matahari. Setelah selesai memanen hasil kebun Ahmad langsung saja duduk di gubuk sambil menunggi pak Somat datang menjemput barang dagangannya.

"Eh, nak Ahmad. Delissa mana? kok manennya sendirian?" ucap Pak Somat melihat Ahmad seorang diri.

"Delissa sedang deman, Pak. Makanya aku memanennya sendiri" jelas Ahmad.

"Delissa demam? gadis itu memang pekerja keras sehingga dia tidak sayang pada tubuhnya sendiri. Pasti dia demam karna kelelahan" tebak Pak Somat.

"Ia, Pak. Delissa memang gadis yang kuat dan pekerja keras"

"Nak, apa kamu tidak ingin menikahi Delissa?

Mendengar ucapan Pak Somat, Ahmad langsung saja terdiam. Karna jujur saja dia sangat inggin menikahi Delissa. Tapi, dia takut karna dia tidak mengingat siapa dirinya yang sebenarnya.

"Nak, Bapak hanya inggin mengatakan jika Delissa itu adalah wanita yang sangat baik. Banyak pemuda di desa ini yang ingin menjadikannya istri. Tapi, dia tolak semua karna dia takut mereka tidak bisa menerima kedua adiknya. Bapak lihat kau sangat menyayangi Delissa dan kedua adiknya seperti adik kandungmu sendiri. Maka Bapak hanya ingin mengatakan jika kamu segeralah memperjelas hubunganmu dengan Delissa. Selain menghindari Fitnah, Bapak juga takut jika Delissa jatuh ke tangan pria yang tidak tepat"

Mendengar ucapan Pak Somat, Ahmad nampak berpikir. Benar apa yang di katakan Pak Somat dia tidak bisa terus terusan hidup satu atap dengan Delissa tanpa status apapun. Tapi, dia juga tidak mau bertindak gegabah karna masa depan Delissa di pertaruhkan di sini.

"Kamu pikirkan omongan Bapak ya Nak. Hari sudah mulai malam mari kita timbang daganganmu" ucap Pak Somat melihat matahari yang mulai terbenam.

Pak Somat langsung saja meninbang semua hasil kebun Ahmad. Lalu memberikan uangnya dan memotong sedikit untuk membayar utang Delissa.

"Pak, apa boleh aku bertanya?" ucap Ahmad penasaran kenapa Delissa meminjam uang yang cukup banyak kepada Pak Somat.

"Ada apa, Nak?"

"Jika aku boleh tau untuk apa Delissa meminjam uang cukup banyak kepada Bapak?"

"Oh, itu. Waktu pertama kali menemukanmu Delissa tidak punya uang untuk perobatanmu. Makanya Delissa meminjam uang kepadaku dan berjanji akan membayarnya dengan cara memotong uang hasil kebunnya" ucap Pak Somad dengan jujur.

Degh

Hati Ahmad langsung saja sakit mendengarnya. Ahmad tidak menyangka jika Delissa harus meminjam uang kepada Pak Somat untuk biaya pengobatannya.

"Ya, sudah. Bapak pulang dulu ya" ucap Pak Somat langsung saja berpamitan lalu pergi meninggalkan Ahmad.

Sepeninggalan Pak Somat, Ahmat langsung saja duduk termenung di gubuk kecil milik Delissa sambil menatap kebun Delissa yang di penuhi sayur sayuran yang Delissa tanam seorang diri.

"Kenapa ada wanita sebaik kamu, Del. Kamu rela bekerja keras demi pengobatanku yang sama sekali kau tidak kenal. Maafkan aku karna telah merepotkanmu. Aku berjanji akan membayar semuanya" batin Ahmad lalu melangkahkan kakinya kembali ke rumah Delissa.

Namun, saat di perjalanan Ahmad bertemu dengan Tika. Tika yang melihat keberdaan Ahmad langsung saja mendekati Ahmad lalu mencoba mengodanya.

"Kak Ahmad dari mana? kok jalan sendirian?" ucap Tika manja.

Bukannya menjawab Ahmad terus saja berjalan tanpa memperdulikan Tika. Melihat sikap cuek Ahmad, Tika langsung saja menghendus kesal. Tapi, tidak ada kata menyerah untuknya agar mendapatkan pria tampan seperti Ahmad.

"Kak sini biar aku bawain. Nanti tangan gagah kakak lecet" ucap Tika mengambil keranjang yang berisi sayur sayuran yang Ahmad bawa dari kebun.

Karna Ahmad juga merasa tangannya pegal karna membawa keranjang sambil berjalan Ahmad langsung saja membiarkan Tika membawa keranjang bawaannya lalu kembali melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan Tika yang kesusahan.

"Kakak tampan, tunggu" ucap Tika mengejar Ahmad sambil membawa keranjang dengan susah payah.

"Apa kau tidak lihat hari mulai malam? aku buru buru jadi cepat jalanmu" ucap Ahmad dingin karna dia juga tidak tega meninggalkan Tika seorang diri di jalan yang sepi itu apalagi hari juga sudah mulai malam.

Mendengar ucapan Ahmad Tika langsung saja mempercepat jalannya sambil tersenyum manja kepada Ahmad. Walaupun Ahmad tidak memperdulikannya tapi, Tika merasa sangat senang karna dia bisa jalan berduaan dengan Ahmad yang sangat tampan bagaikan pangeran.

Selama perjalanan Tika terus saja mengoceh tanpa hentinya. Tika terus saja bercerita tentang dirinya dan juga Delissa walaupun lebih banyak menjelek jelekkan Delissa. Walaupun dia di anggap radio rusak oleh Ahmad tapi Tika terus saja bercerita tiada hentinya.

Bersambung....

Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya temanku ya. Ceritanya sangat menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan🥰🥰😚

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

ulet. bulu

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!