16# Aldyanta Kusuma

Karna merasa kasihan kepada Delissa, Bu Marni dan Bidan Nita berniat membantu Delissa dengan cara menjual beberapa perhiasan mereka dan akan memberikan hasil penjualannya kepada Delissa.

Namun saat mamasuki toko perhiasan Bu Marni dan Bidan Nita di kejutkan dengan kehadiran para pria mistrerius yang berbadan tegap dan mengunakan jas hitam rapi di lengkapi dengan kaca mata hitam.

"Dimana Tuan Muda?" ucap pria itu langsung to the point kepada pemilik toko itu.

"Dia telah pergi dengan seorang lalaki tua yang sering menjual sayur sayuran di pasar ini. Lihat ini dia tadi menjual ini kepadaku" ucap pemilik toko itu sambil menunjukkan sebuah cincin berlian yang sangat indah.

"Ini cincin pertunangan Tuan Muda. Apa kau tau alamat penjual sayur itu?" ucap Pria itu tersenyum bahagia.

"Saya tidak tau, Tuan. Tapi, dia setiap pagi akan menjual sayurnya ke mari. Tapi boleh saya melihat poto Tuan Muda kembali"

"Boleh. Ini fotonya jika ada yang melihatnya tolong kabari lagi"

"Baik, Tuan"

"Maaf, apa boleh saya melihat foto itu?" ucap Bidan Nita memberanikan diri karna seperti mengenal pria yang ada di foto itu.

"Bo..boleh, Bu. Lihat dengan baik baik. Ini foto Tuan Muda Aldyanta Kusuma yang telah menghilang tiga bulan lalu karna sebuah kecelakaan" ucap pria itu menunjukkan foto seorang pria tampan yang mengunakan stelan jas rapi.

"Saya mengenalnya. Ayo ikut kami sekarang sebelum terlambat" ucap Bidan Nita tegas lalu membawa semua pria itu pergi.

"Siapa?" ucap Bu Marni bingung karna dia belum melihat foto pria itu.

"Ikut saja. Nanti juga kamu akan tau" ucap Bidan Nita tanpa basa basi karna takut kehadiran mereka terlambat.

*****

"Lepaskan, Dia" teriak pria itu ketika melihat Delissa di seret paksa oleh pengawal jurangan Bayu dan juga Ahmad yang sedang bertarung hebat dengan seluruh pengawal jurangan Bayu yang begitu bayak.

"Siapa kalian? jangan mencampuri urusanku!" teriak Jurangan Bayu angkuh.

Pria itu langsung saja menatap Ahmad yang begitu kelelahan melawan seluruh pengawal Jurangan Bayu yang begitu bayak.

"Akhh" teriak Ahmad memegang kepalanya yang tiba tiba sakit ketika melihat para pria berjas rapi itu.

"Kakak" teriak Delissa langsung saja melepaskan gengaman Jurangan Bayu lalu mengampiri Ahmad yang sedang memegangi kepalanya karna kesakitan.

Delissa terus saja menenangkan Ahmad yang terus berteriak kesakitan tanpa memperdulikan luka di kakinya karna di seret paksa oleh pengawal Juragan Bayu.

"Serang mereka" teriak pria misterius itu mengepalkan tangannya geram karna melihat keadaan Ahmad yang begitu kacau.

Seluruh angota Pria itu langsung saja menyerang pengawal Jurangan Bayu dengan membabi buta. Walaupun kalah jumlah tapi mereka bisa mengalahkan seluruh pengawal Juragan Bayu dengan mudahnya.

"Kakak, Kakak kenapa" ucap Delisa menitikkan air matanya ketika melihat Ahmad terus meraung kesakitan.

"Arghhh" teriak Ahmad terus saja memegangi kepalanya.

"Kamu yang tenang, Nak. Coba tarik napasmu pelan lalu buang. Rilekskan pikiranmu, Nak. Jangan terlalu memaksa ingatanmu" ucap Bidan Nita mencoba menenagkan Ahmad.

"Ayo Tuan Muda, kita akan ke rumah sakit" ucap Pria itu mencoba melepaskan Delissa yang terus memeluk Ahmad.

"Arghh" teriak Delissa karna pria itu memegang tangan Delissa yang sakit karna gengaman pengawal Jurangan Bayu tadi yang begitu kuat.

"Jangan kau sentuh wanitaku!" Teriak Ahmad menatap tajam pria itu.

Pria itu yang melihat kemarahan Ahmad langsung saja menunduk ketakutan. Seperti singa yang bertemu pawangnya. Tadi pria itu membabat habis seluruh penganwal Juranga Bayu tanpa rasa takut sedikitpun. Tapi, mendengar teriakan Ahmad saja dia langsung ketakutan.

"Kakak, aku tidak apa apa. Kakak yang tenang ya" ucap Delissa terus menitikkan air matanya sambil mengelus kepala Ahmad yang kesakitan.

"Delissa" ucap Ahmad tersenyum lalu memeluk tubuh Delissa sambil menitikkan air matanya.

"Kakak" ucap Ayu dan Nana yang masih ketakutan.

"Sini, sayang" ucap Ahmad langsung saja memeluk ketiga wanita yang sangat berarti di dalam hidupnya.

Ahmad langsung saja mencium kening ketiganya secara bergantian sambil menitikkan air matanya. Melihat itu semua pria misterius itu langsung saja terdiam menunduk dengan mata berkaca kaca.

"Tuan, Muda" ucap ketua seluruh pria misterius itu mencoba mendekati Ahmad.

"Ervan" ucap Ahmad tersenyum.

"Tuan Muda" ucap Ervan tersenyum sambil menitikkan air matanya langsung saja memeluk Ahmad.

"Terima kasih, Van" ucap Ahmad tersenyum langsung saja membalas pelukan Ervan.

Melihat itu semua orang yang berada di sana langsung saja terkejut. Tak kalah dengan Jurangan Bayu dan semua pengawalnya yang telah di tahan oleh seluruh anak buah Ervan.

"Dugaanku benar Tuan Muda masih hidup. Aku telah mencari keberadaan Tuan Muda kemana saja. Tapi, Tuan Muda ternyata ada di sini" oceh Ervan tersenyum bahagia.

"Kak, minum obatnya dulu" ucap Delissa memberikan obat kepada Ahmad.

"Maaf bisa saya periksa obatnya?" ucap Ervan.

"Tidak perlu. Kau tidak perlu memeriksa apapun yang di berikan Nyonya Mudamu" ucap Ahmad tersenyum lalu meminum obat yang Delissa berikan.

Mendengar ucapan Ahmad, Ervan langsung saja tersenyum sambil menatap Delissa. Cantik hanya itu kata kata yang dia ucapkan dalam hatinya. Ervan menatap kecantikan Delissa yang begitu alami tanpa ada polesan bedak sedikitpun.

"Lebih baik kita bicara di dalam" ucap Bu Marni melihat semuanya hanya berdiri di hamparan sinar matahari.

"Baiklah" ucap Ervan tersenyum lalu memberi kode kepada seluruh angotanya untuk mengurus Jurangan Bayu dan juga seluruh pengawalnya.

Ervan langsung saja kedalam rumah Delissa yang begitu kecil. Dia menatap seluruh rumah Delissa yang sangat sempit. "Apa Tuan Muda selama ini tinggal di tempat kumuh seperti ini? Tapi dia sangat bahagia" batin Ervan menatap Ahmad yang tersenyum bahagia bersama Ayu dan Nana.

Delissa terus saja diam sambil menatap Ervan bingung. Melihat kebingungan Delissa, Ahmad langsung saja tersenyum lalu memberikan kode kepada Ervan untul menjelaskan semuanya.

"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada kalian karna telah merawat Tuan Muda Aldyanta. Dia adalah Putra dari keluarga Kusuma yang telah nenghilang tiga bulan lalu karna sebuah kecelakaan. Saya selaku asisten pribadinya terus saja mencari keberadaannya selama ini. Saya sangat bersyukur karna kalian telah menyelamatkannya" ucap Ervan dengan sopan.

Mendengar ucapan Ervan, Delissa langsung saja menunduk sedih. Dia langsung saja menatap Ahmad yang sebenarnya adalah Aldyanta dengan penuh kesedihan. Delissa semakin sadar jika dia dan Aldyanta tidak mungkin bersatu karna perbedaan kasta yang begitu jauh.

Aldyanta yang sadar dengan tatapan Delissa langsung saja menatap Delissa dengan penuh kesedihan. Dia juga menatap Delissa dengan penuh kesedihan. Karna dia juga sadar jika ada wanita setelah Delissa dalam hidupnya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

yaaaa..php.kau bankk

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!