Ahmad terus saja mencoba menghindar dengan cara memasuki area pasar yang begitu padat. Delissa langsung saja mengikuti langkah Ahmad. Hingga akhirnya Ahmad dan Delissa masuk ke sebuah toko yang ramai pengunjung.
Ahmad dan Delissa mencoba bersembunyi di sekumpulan pengunjung toko sambil terus mengengam tanggan Ayu dan Nana. Ahmad mencoba melihat segerombolan pria yang sedari tadi mengikuti mereka. Hingga akhirnya dia menemukan celang dan menyuruh Delissa untuk terus mengikutinya dengan gerakan matanya.
Ahmad mencoba mengendap endap untuk keluar dari toko itu. Lalu membawa Delissa dan juga kedua adiknya pergi dari toko itu.
"Huff.. akhirnya mereka tidak mengikuti kita lagi" ucap Delissa menarik napas lega.
"Apa kamu tau siapa mereka?" ucap Ahmad menatap Delissa.
"Tidak. Aku tidak kenal dengan mereka"
"Ya, sudahlah. Ayo kita belanja" ucap Ahmad tidak mau membuat Dellissa khawatir.
Mereka langsung saja berbelanja untuk kebutuhan mereka selama satu minggu kedepan. Dellissa berbelanja begitu banyak. Karna jujur saja jika stok belanja selama seminggu itu tidak sedikit.
"Apa masih ada yang mau di beli?" ucap Ahmad melihat belanjaan Delissa.
"Belum, kita titipkan saja di sini belanjaan kita." ucap Delissa menitipkan barangnya kepada pemilik toko. Lalu melangkahkan kakinya ke sebuah toko pakaian.
"Kakak mau beli baju?" ucap Nana.
"Tidak" Delissa.
"Jadi?" ucap Ahmad binggung.
"Mau beli pakaian dalam kakak" ucap Delissa asal.
Mendengat ucapan Delissa, Ahmad langsung saja menunduk malu. Memang jika selama ini Ahmad hanya mengunakan pakaian almarhum ayah Delissa. Bahkan sampai ke pakaian dalamnya yang cuman sedikit.
"Kakak pilih saja. Aku sama Nana dan Ayu mau ke sana" ucap Delissa langsung saja membawa Nana dan Ayu ke tempat pakaian dalam wanita.
Ahmad langsung saja menunduk patuh lalu mencoba memilih pakaian dalam utuknya. Setelah selesai Ahmad langsung saja menghampiri Delissa yang sedang memilih pakaian dalam untuknya dan kedua adiknya.
Namun Ahmad langsung saja berbalik ketika melihat Delissa sedang memilih penutup dadanya. Ahmad langsung saja menelan ludahnya kasa sambil membayangkan yang tidak tidal.
"Kamu gak boleh mikir yang tidak tidak. Ingat Delissa adalah adik kecil mu yang harus kamu lindungi" ucap Ahmad sambil memukul kepalanya pelan.
"Kakak, kenapa?" ucap Delissa menghampiri Ahmad.
"Ti..tidak, Aku tidak apa apa. Apa sudah selesai?" ucap Ahmad gugup.
"Sudah. Punya kakak mana?"
"Ini" ucap Ahmad langsung saja memberikan pakaian dalam yang telah dia pilih.
Delissa langsung saja menerimanya lalu membayarnya. Ahmad hanya menatap Delissa hingga tanpa sadar Ahmad langsung saja menatap bagian dada Delissa yang menonjol. Namun, Ahmad langsung saja membuang semua pikiran pikiran kotornya.
"Kak, Nana mau makan bakso" ucap Nana menunjuk ke arah warung bakso di depan mereka.
"Ya, sudah. Ayo kita makan bakso" ucap Delissa langsung saja melangkahkan kakinya menuju warung bakso itu.
Mereka berempat langsung saja memesan makanan mereka. Setelah bakso pesanan mereka telah datang mereka langsung saja melahapnya dengan begitu lahap.
Ahmad melihat Delissa makan dengan berselemotan. Ahmad langsung saja mengambil tisu lalu mengelap bibir Delissa. Namun, saat menatap bibir pink Delissa tiba tiba jiwa pria Ahmad mulai meronta ronta.
Melihat jiwa laki lakinya yang tidak bisa terkendali Ahmad langsung saja memalingkan wajahnya lalu kembali menyantap bakso miliknya.
****
Karna telah selesai berbelanja Delissa langsung saja membawa Ahmad dan kedua adiknya naik angkot yang menuju desa mereka. Jika setiap hari minggu maka akan ada angkot yang menuju desa mereka. Karna di hari minggu semua penduduk desa akan pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan mereka.
"Del, siapa pria itu?" ucap Tika teman seusia Delissa yang juga tinggal di desa Delissa.
"Ini kak Ahmad, Tik. Kak kenalin Tika, teman Delissa" ucap Delissa langsung saja memperkenalkan Ahmad.
Ahmad langsung saja tersenyum ramah ke Tika. Melihat senyuman Ahmad yang begitu mengoda membuat Tika langsung jatuh cinta kepadanya. Ahmad yang sadar dengan tatapan Tika langsing saja merasa risih.
Tika terus saja mencoba menggoda Ahmad. Namun Ahmad memilih untuk tidak memperdulikannya dan malah mengumbar ke akrapannya dengan Delissa. Melihat itu Tika langsung saja geram.
Dia tidak terima jika dia di abaikan oleh Ahmad. Hubungan Tika dan Delissa memang sangatlah tidak baik. Tika selalu merasa iri kepada Delissa yang jauh lebih baik darinya. Hanya saja Delissa anak seorang petani miskin sedangkan dia anak juragan terkaya di desa mereka.
Tika yang selalu kalah dari Delissa baik itu soal kecantikan dan juga frestasi di sekolah dulu membuat Tika selalu membenci Delissa. Tika tidak rela jika ada orang yang lebih tinggi darinya.
*****
Ahmad duduk di teras rumah seorang diri. Lalu Ahmad melihat suami bu Inah sedang sibuk memperbaiki sepeda motornya dengan begitu kesusahan. Ahmad langsung saja mendekatinya mencoba untuk membantunya.
"Sepeda motornya kenapa, Pak?" ucap Ahmad.
"Ini, Nak. Sepeda motor bapak gak bisa hidup. Bapak periksa gak ada yang rusak. Tapi kenapa gak hidup ya?" ucap suami bu Inah binggung.
"Sini biar Ahmad lihat, Pak" ucap Ahmad langsung saja memeriksa sepeda motor suami bu Inah.
Ahmad mencoba memperbaiki sepeda motor itu dengan begitu teliti. Dia memeriksa satu per satj mesin sepeda motor itu. Hingga akhirnya dia menemukan kabel yang tersambung tidak sesuai. Ahmad langsung sana memperbaikinya dan menghidupka sepeda motor itu kembali.
"Alhamdullillah, akhirnya sepeda motor bapak hidup lagi" ucap suami bu Inah tersenyum bahagia.
Ahmad langsung saja tersenyum. Suami bu Inah langsung saja merogoh saku celananya lalu mencoba memberikan uang kertas seratus ribu ke Ahmad.
"Ini ya, Nak. Ambil untukmu"
"Tidak, Pak. Tidak usah" ucap Ahmad menolak.
"Tidak apa apa. Ambil saja, Nak"
Ahmad langsung saja menatap ke arah sepeda rusak yang di biarkan begitu saja oleh suami bi Inah. "Itu sepeda siapa, Pak?" ucap Ahmad.
"Itu sepeda anak bapak. Sudah rusak jadi dia tidak mau memakainya lagi"
"Bisa untukku, Pak?" ucap Ahmad semangat sambil memeriksa kedaan sepeda itu.
"Untuk apa, Nak. Itu sudah rusak"
"Ini masih bisa di perbaiki kok, Pak. Aku mau memberikannya kepada Nana dan Ayu. Kasihan mereka harus sempit sempitan naik becak ke sekolah setiap hari"
"Kalau begitu ambillah, Nak. Ini ada kunci kunci kamu pakai saja"
Mendengar ucapan suami Bu Inah, Ahmad langsung saja tersenyum semangat. Ahmad langsung saja memperbaiki sepeda itu dengan begitu teliti.
Hingga akhirnya sepeda itu sudah terlihat jauh lebih baik lagi. Ahmad memberbaikinya dengan penuh ketulusan hingga akhirnya sepeda itu terlihat seperti baru lagi. Ahmad langsung saja tersenyum bahagia sambil membayangkan bagaimana reaksi Nana dan Ayu saat dia memberikan sepeda itu kepada mereka.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
ALmira
aku berharap si ahmad ini org yg jago bella diri,yg tak mudah untuk di kalahkan,sejin mafia gitu😁
supaya dia bisa melindungi delisa dan adik²nya
2022-09-12
2