08# Sepeda

Ahmad terus saja mencoba menghindar dengan cara memasuki area pasar yang begitu padat. Delissa langsung saja mengikuti langkah Ahmad. Hingga akhirnya Ahmad dan Delissa masuk ke sebuah toko yang ramai pengunjung.

Ahmad dan Delissa mencoba bersembunyi di sekumpulan pengunjung toko sambil terus mengengam tanggan Ayu dan Nana. Ahmad mencoba melihat segerombolan pria yang sedari tadi mengikuti mereka. Hingga akhirnya dia menemukan celang dan menyuruh Delissa untuk terus mengikutinya dengan gerakan matanya.

Ahmad mencoba mengendap endap untuk keluar dari toko itu. Lalu membawa Delissa dan juga kedua adiknya pergi dari toko itu.

"Huff.. akhirnya mereka tidak mengikuti kita lagi" ucap Delissa menarik napas lega.

"Apa kamu tau siapa mereka?" ucap Ahmad menatap Delissa.

"Tidak. Aku tidak kenal dengan mereka"

"Ya, sudahlah. Ayo kita belanja" ucap Ahmad tidak mau membuat Dellissa khawatir.

Mereka langsung saja berbelanja untuk kebutuhan mereka selama satu minggu kedepan. Dellissa berbelanja begitu banyak. Karna jujur saja jika stok belanja selama seminggu itu tidak sedikit.

"Apa masih ada yang mau di beli?" ucap Ahmad melihat belanjaan Delissa.

"Belum, kita titipkan saja di sini belanjaan kita." ucap Delissa menitipkan barangnya kepada pemilik toko. Lalu melangkahkan kakinya ke sebuah toko pakaian.

"Kakak mau beli baju?" ucap Nana.

"Tidak" Delissa.

"Jadi?" ucap Ahmad binggung.

"Mau beli pakaian dalam kakak" ucap Delissa asal.

Mendengat ucapan Delissa, Ahmad langsung saja menunduk malu. Memang jika selama ini Ahmad hanya mengunakan pakaian almarhum ayah Delissa. Bahkan sampai ke pakaian dalamnya yang cuman sedikit.

"Kakak pilih saja. Aku sama Nana dan Ayu mau ke sana" ucap Delissa langsung saja membawa Nana dan Ayu ke tempat pakaian dalam wanita.

Ahmad langsung saja menunduk patuh lalu mencoba memilih pakaian dalam utuknya. Setelah selesai Ahmad langsung saja menghampiri Delissa yang sedang memilih pakaian dalam untuknya dan kedua adiknya.

Namun Ahmad langsung saja berbalik ketika melihat Delissa sedang memilih penutup dadanya. Ahmad langsung saja menelan ludahnya kasa sambil membayangkan yang tidak tidal.

"Kamu gak boleh mikir yang tidak tidak. Ingat Delissa adalah adik kecil mu yang harus kamu lindungi" ucap Ahmad sambil memukul kepalanya pelan.

"Kakak, kenapa?" ucap Delissa menghampiri Ahmad.

"Ti..tidak, Aku tidak apa apa. Apa sudah selesai?" ucap Ahmad gugup.

"Sudah. Punya kakak mana?"

"Ini" ucap Ahmad langsung saja memberikan pakaian dalam yang telah dia pilih.

Delissa langsung saja menerimanya lalu membayarnya. Ahmad hanya menatap Delissa hingga tanpa sadar Ahmad langsung saja menatap bagian dada Delissa yang menonjol. Namun, Ahmad langsung saja membuang semua pikiran pikiran kotornya.

"Kak, Nana mau makan bakso" ucap Nana menunjuk ke arah warung bakso di depan mereka.

"Ya, sudah. Ayo kita makan bakso" ucap Delissa langsung saja melangkahkan kakinya menuju warung bakso itu.

Mereka berempat langsung saja memesan makanan mereka. Setelah bakso pesanan mereka telah datang mereka langsung saja melahapnya dengan begitu lahap.

Ahmad melihat Delissa makan dengan berselemotan. Ahmad langsung saja mengambil tisu lalu mengelap bibir Delissa. Namun, saat menatap bibir pink Delissa tiba tiba jiwa pria Ahmad mulai meronta ronta.

Melihat jiwa laki lakinya yang tidak bisa terkendali Ahmad langsung saja memalingkan wajahnya lalu kembali menyantap bakso miliknya.

****

Karna telah selesai berbelanja Delissa langsung saja membawa Ahmad dan kedua adiknya naik angkot yang menuju desa mereka. Jika setiap hari minggu maka akan ada angkot yang menuju desa mereka. Karna di hari minggu semua penduduk desa akan pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan mereka.

"Del, siapa pria itu?" ucap Tika teman seusia Delissa yang juga tinggal di desa Delissa.

"Ini kak Ahmad, Tik. Kak kenalin Tika, teman Delissa" ucap Delissa langsung saja memperkenalkan Ahmad.

Ahmad langsung saja tersenyum ramah ke Tika. Melihat senyuman Ahmad yang begitu mengoda membuat Tika langsung jatuh cinta kepadanya. Ahmad yang sadar dengan tatapan Tika langsing saja merasa risih.

Tika terus saja mencoba menggoda Ahmad. Namun Ahmad memilih untuk tidak memperdulikannya dan malah mengumbar ke akrapannya dengan Delissa. Melihat itu Tika langsung saja geram.

Dia tidak terima jika dia di abaikan oleh Ahmad. Hubungan Tika dan Delissa memang sangatlah tidak baik. Tika selalu merasa iri kepada Delissa yang jauh lebih baik darinya. Hanya saja Delissa anak seorang petani miskin sedangkan dia anak juragan terkaya di desa mereka.

Tika yang selalu kalah dari Delissa baik itu soal kecantikan dan juga frestasi di sekolah dulu membuat Tika selalu membenci Delissa. Tika tidak rela jika ada orang yang lebih tinggi darinya.

*****

Ahmad duduk di teras rumah seorang diri. Lalu Ahmad melihat suami bu Inah sedang sibuk memperbaiki sepeda motornya dengan begitu kesusahan. Ahmad langsung saja mendekatinya mencoba untuk membantunya.

"Sepeda motornya kenapa, Pak?" ucap Ahmad.

"Ini, Nak. Sepeda motor bapak gak bisa hidup. Bapak periksa gak ada yang rusak. Tapi kenapa gak hidup ya?" ucap suami bu Inah binggung.

"Sini biar Ahmad lihat, Pak" ucap Ahmad langsung saja memeriksa sepeda motor suami bu Inah.

Ahmad mencoba memperbaiki sepeda motor itu dengan begitu teliti. Dia memeriksa satu per satj mesin sepeda motor itu. Hingga akhirnya dia menemukan kabel yang tersambung tidak sesuai. Ahmad langsung sana memperbaikinya dan menghidupka sepeda motor itu kembali.

"Alhamdullillah, akhirnya sepeda motor bapak hidup lagi" ucap suami bu Inah tersenyum bahagia.

Ahmad langsung saja tersenyum. Suami bu Inah langsung saja merogoh saku celananya lalu mencoba memberikan uang kertas seratus ribu ke Ahmad.

"Ini ya, Nak. Ambil untukmu"

"Tidak, Pak. Tidak usah" ucap Ahmad menolak.

"Tidak apa apa. Ambil saja, Nak"

Ahmad langsung saja menatap ke arah sepeda rusak yang di biarkan begitu saja oleh suami bi Inah. "Itu sepeda siapa, Pak?" ucap Ahmad.

"Itu sepeda anak bapak. Sudah rusak jadi dia tidak mau memakainya lagi"

"Bisa untukku, Pak?" ucap Ahmad semangat sambil memeriksa kedaan sepeda itu.

"Untuk apa, Nak. Itu sudah rusak"

"Ini masih bisa di perbaiki kok, Pak. Aku mau memberikannya kepada Nana dan Ayu. Kasihan mereka harus sempit sempitan naik becak ke sekolah setiap hari"

"Kalau begitu ambillah, Nak. Ini ada kunci kunci kamu pakai saja"

Mendengar ucapan suami Bu Inah, Ahmad langsung saja tersenyum semangat. Ahmad langsung saja memperbaiki sepeda itu dengan begitu teliti.

Hingga akhirnya sepeda itu sudah terlihat jauh lebih baik lagi. Ahmad memberbaikinya dengan penuh ketulusan hingga akhirnya sepeda itu terlihat seperti baru lagi. Ahmad langsung saja tersenyum bahagia sambil membayangkan bagaimana reaksi Nana dan Ayu saat dia memberikan sepeda itu kepada mereka.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

ALmira

ALmira

aku berharap si ahmad ini org yg jago bella diri,yg tak mudah untuk di kalahkan,sejin mafia gitu😁
supaya dia bisa melindungi delisa dan adik²nya

2022-09-12

2

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!