05# Ini Pohon Apa?

Karna terlalu nyenyak tidur akhirnya Delissa bangun kesiangan. Ketika membuka mata Delissa langsung ketika melihat jam sudah menunjuk ke arah jam tujuh pagi.

"Aduh... aku kesiangan" ucap Delissa panik lalu mencoba untuk membangunkan Nana dan Ayu. Tapi Delissa tidak melihat kedua adiknya di sampingnya.

Delissa langsung saja bangkit dari tempat tidur lalu mencoba mencari keberadaan Nana dan Ayu. Delissa langsung saja terkejut melihat rumah yang sudah rapi dan kedua adiknya sudah berpakaian sekolah.

Delissa langsung saja menatap Ahmad yang sedang menghidupkan kayu bakar untuk memasak dengan kesusahan.

"Kakak gapain?"

"Ini apinya kok gak hidup hidup?" ucap Ahmad terus saja mencoba membakar kayu bakar dengan mancis.

Delissa langsung saja tersenyum lalu berjongkok di samping Ahmad. "Bagaimana bisa hidup. Jika hanya memakai kayu bakar saja"

Delissa mencoba mengambil katongan plastik bekas lalu mencoba membakarnya dan meletakkannya di atas kayu bakar yang telah dia susun supaya apinya cepat menyambar ke kayu bakar.

"Jadi gitu caranya" ucap Ahmad mengaruk kepalanya sambil terkekeh kecil.

"Sini biar aku saja yang masak, kakak mandi saja. Lihat tangan kakak sudah hitam hitam" ucap Delissa melihat wajah dan tangan Ahmad yang terkena arang.

"He..he.." Ahmad langsung saja terkekeh lalu memegang wajah Delissa sehingga wajah Delissa juga hitam.

"Kakak" ucap Delissa kesal namun Ahmad terlebih dulu menghilang dari pandangannya.

Delissa langsung saja memasak untuk sarapan mereka. Delissa masak dengan cepat karna takut kedua adiknya tidak sempat untuk sarapan. Setelah selesai memasak Delissa langsung saja membawa masakannya ke ruang tamu di bantu oleh Ahmad.

Mereka langsung saja sarapan dengan begitu lahapnya. Ahmad yang merasakan masakan Delissa yang sangat enak dan pas di lidahnya langsung saja menyantap makanannya dengan begitu lahap.

Setelah selesai sarapan Nana dan Ayu langsung saja pergi ke sekolah dengan becak bersama teman temannya. Ahmad yang melihat Nana dan Ayu sempit sempitan di becak langsung saja menatap iba keduanya.

Setelah memastikan Nana dan Ayu sudah pergi ke sekolah. Ahmad langsung saja masuk ke dalam rumah dan melihat Delissa sedang berkemas.

"Kamu mau kemana, Del?"

"Aku mau ke kebun, Kak"

"Kebun?"

"Ia, hari ini aku harus panen jagung"

"Aku ikut, ya"

"Ya, sudah. Ayo" ucap Delissa langsung saja membawa keranjang yang berisi bekal dan juga pakaian ganti untuk mandi nanti sore.

"Sini, biar kakak yang bawa" ucap Ahmad langsung saja mengambil keranjang yang di pegang Delissa.

Mereka langsung saja pergi ke kebun Delissa yang jaraknya lumayan jauh jika di tempuh dengan jalan kaki. Hampir setengah jam mereka berjalan karna Ahmad yang selalu merengek untuk berhenti karna dia merasa lelah.

Hingga akhirnya mata Ahmad berbinar ketika melihat berbagai jenis sayur sayuran yang di tanam Delissa. Ahmad langsung saja duduk di gubuk kecil tempat Delissa sering istirahat untuk menghilangkan penatnya.

"Ini kamu semua yang tanam, Del?" ucap Ahmad menatap kagum Delissa yang sedang duduk di sampingnya.

"Ia, kak. Tapi aku tanamnya bertahap tidak sekaligus" jelas Delissa.

"Maksudnya?"

"Kakak lihat pohon timun yang di sana sudah berbuahkan? dan kakak lihat timun yang itu belum berbunga. Jadi yang di sana nanti sudah mati yang itu berbuah. Jadinya hasil kebun ada terus yang untuk di jual kak"

"Terus itu pohon apa? kenapa pohonnya kecil tapi daunnya panjang dan lebat? terus di daunya itu kok ada rambutnya?" ucap Ahmad binggung.

"Oh. Itu namanya jagung, kak?" ucap Delissa tersenyum kecil.

"Jagung?"

"Ia, itu jagung. Itulah yang mau kita panen" ucap Delissa tersenyum lalu berjalan ke arah pohon jagungnya.

"Tapi, ini kan lebar, Del. Apa bisa kita selesaikan?" ucap Ahmad menatap jangung Delissa yang lumayan lebar.

"Panennya seperti ini kak. Jadi, cepat" ucap Delissa langsung saja memetikkan buah jagung itu dari pohonnya.

"Biar aku coba ya" ucap Ahmad mengikuti Delissa. Walaupub kelihatannya mudah tapi ternyata memetik jagung dari pohonnya harus mengunakan tenaga.

"Aduh.. kok gatal ya, Del" ucap Ahmad merasakan gatal pada tangannya.

"Itu makanya kakak pakai baju legan panjang. Karna terkena pohon jagung memang gatal kak" ucap Delissa memberikan baju legan panjang untuh Ahmad yang memang sengaja dia siapkan.

Ahmad langsung saja menerimanya lalu memakainya. Delissa juga memakai baju tangan panjang dan juga celana panjang beserta sarung tangannya. Ahmad juga mengikuti langkah Delissa lalu mulai memeti jagung denga susah payah.

Sambil bekerja Ahmad terus saja melirik Delissa. Selain untuk melihat cara Delissa, Ahmad juga menatap Delissa penuh kekaguman. Ahmad tidak menyangka jika di balik tawa Delissa, ternyata ada beban berat yang selalu di pikul Delissa dengan senang hati.

Setelah selesai memetik jagung Ahmad dan Delissa langsung menaruh jagung yang mereka petik kedalam karung.

"Kayak gini saja di masukinnya, Del?"

"Ia, kak. Kakak masukin saja. Nanti ada yang jemput" ucap Delissa sambil terus memasukkan jagung itu kedalam karung.Jujur saja Ahmad merasa sangat lelah. Namun, Ahmad berusaha menahan lelahnya.

"Nah, sudah selesai. Ini minum dulu kak" ucap Delissa tersenyum lalu menyerahkan botol minum ke Ahmad.

Ahmad langsung saja menerimanya lalu meneguk air itu sampai habis. Karna jujur saja tengorokan Ahmad sudah kering sedari tadi. Melihat keringat Ahmad yang bercucuran Delissa mencoba menghapusnya mengunakan kainnya.

Melihat itu Ahmad langsung saja tersenyum. Dia menatap lekat wajah cantik Delissa yang di penuhi keringat. Walaupun lelah tapi Delissa terus saja tersenyum tanpa ada keluhan sedikitpun.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Mas Jono

Mas Jono

tergolong berani dan agak kurang pas soal Delisa mengelap keringat

2024-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!