Setelah kejadian itu Tika terus saja berusaha mendapatkan hati Ahmad. Walaupun Ahmad tidak pernah memperdulikannya tapi Tika tidak pernah mengenal lelah. Seperti pagi ini, pagi pagi sekali Tika membawakan sarapan untuk Ahmad. Bahkan tanpa rasa malu Tika langsung saja menghampiri Ahmad kerumah Delissa.
"Kak Ahmad, Tika bawa sarapan nih" ucap Tika tanpa rasa malu mengedor pintu rumah Delissa yang masih tertutup rapat.
"Siapa yang pagi pagi begini sudah bertamu?" ucap Delissa kesal.
"Aku gak tau" ucap Ahmad pura pura bodoh karna sebenarnya dia tau siapa yang datang.
Mendengar ucapan Ahmad Delissa hanya menatapnya binggung lalu berjalan ke pintu untuk membuka pintu.
"Ada apa?" ucap Delissa terkejut ketika melihat Tika sudah berdiri di depan pintu dengan rok mini dan juga baju seksi yang memperlihatkan belahan dadanya tidak lupa dengan bedak tebalnya.
"Aku tidak mau bertemu denganmu. Aku hanya ingin bertemu calon suamiku" ucap Tika tak tau malu lalu mendorong Delissa dan menyerobot masuk ke dalam rumah Delissa.
"Selamat pagi pangeranku. Lihat aku sudah bawa sarapan untukmu. Pasti kamu laparkan?" ucapa Tika manja lalu menata makanan yang dia bawa untuk Ahmad.
"Kamu ngapain main masuk saja? pakai bawa makanan segala. Kami masih mampu membeli makanan kami sendiri" ucap Delissa kesal melihat Tika bersender manja kepada Ahmad.
"Miskin saja belagu kamu. Aku juga mengantarkan makanan untuk calon suamiku bukan untukmu"
"Apa kamu bilang? kami memang miskin tapi kami bekerja sendiri bukan seperti kamu yang bisanya hanya minta uang sama papi"
"Iri bilang. Dasar cewek miskin belagu. Sudah sayang jangan di openin orang gak tau malu itu. Lagian kamu tidak pantas tinggal di sini, lihat gubuknya begitu sempit. Pasti kamu juga tidurnya tidak nyenyakkan. Lihat kulit putihmu jadi merah merah begini" ucap Tika sambil mengelus tangan kekar Ahmad yang memerah karna gigitan Nyamuk.
Mendengar ucapan Tika yang menghina rumahnya. Delissa yang geram langsung saja menarik tangan Tika keluar dari rumahnya.
"Keluar kau dari rumahku. Dasar cewek keganjenan gak tau malu. Pergi kau dari sini! Apa perlu aku masukin terong ini ke milikmu yang gatel itu? Ha!" ucap Delissa memperlihatkan terong yang besar dan panjan.
"Aku belum mengucapkan selamat tinggal sama calon suamiku" ucap Tika tidak memperdulikan ucapan Delissa.
"Kak Ahmad, calon istrimu yang cantik jelita mau pulang. Sudahkan bye" ucap Delissa langsung saja menutup pintu dengan keras.
"Calon suamiku, ayo kita ke istanaku saja. Istanaku sanangat luas dan mewah tidak seperti gubuk kecil yang kumuh ini"
Hyyuuurr....
Satu gayung air langsung saja menyiram tubuh Tika "Pergi atau tidak?" ucap Delissa membawa satu ember air untuk menyiram Tika kembali.
"Iuhh... dasar cewek miskin. Kamu lihat saja aku aduin ke papi kamu" ucap Tika kesal lalu pergi meninggalkan rumah Delissa dengan perasaan kesal.
Sedangkan Ahmad hanya diam tersenyum menatap wajah Delissa yang begitu imut jika sedang marah seperti itu "Sepertinya makanannya enak" ucap Ahmad mencoba mengoda Delissa.
"Kakak makan aja makanan calon istri kakak. Jika perlu nikah saja sama dia" ucap Delissa kesal lalu masuk kedalam kamarnya sambil membanting pintu dengan kasar.
"Del, maafin kakak. Kakak hanya bercanda" ucap Ahmad merasa bersalah sambil mencoba mengetik pintu kamar Delissa.
"Sudah! kakak makan saja makanan yang di bawa calon istri kakak. Aku capak mau istrirahat" ucap Delissa lirih.
Berlahan air mata Delissa menetes. Hatinya begitu sakit mendengar jika Tika mengatakan jika Ahmad adalah calon suaminya. Yang membuat Delissa semakin kesal Ahmad hanya diam saja saat Tika mengatakan itu.
"Siapa bilang dia calon istriku? Kakak saja tidak pernah bicara dengannya?"
Mendengar ucapan Ahmad, Delissa langsung saja membuka pintu kamarnya "Benarkah?"
"Ia, kalau kakak mau menikah pasti kakak akan mengenalkannya terlebih dahulu kepadamu"
"Tapi Tika bilang tadi"
"Dia hanya asal bicara saja. Dia memang selalu mengejar kakak dan merayu kakak. Tapi, kakak tidak pernah memperdulikannya"
"Benarkah?" ucap Delissa dengan mata berbinar.
"Ia. Tapi, kenapa kamu marah seperti tadi. Jangan jangan kamu cemburu ya?" ucap Ahmad tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Ti... tidak. Siapa yang cemburu?" ucap Delissa tersenyum malu malu sambil menyembunyikan wajah tomatnya.
"Iihh... Kamu cemburu. Lihat wajahmu merah" ucap Ahmad tersenyum sambil mencolek wajah imut Delissa.
"Kakak" ucap Delissa malu malu lalu pergi ke kamarnya untuk menghilangkan rasa malunya.
Melihat tingkah Delissa yang malu malu Ahmad langsung saja tersenyum lebar.
******
Karna kesal dengan kelakuan Delissa yang mengusirnya begitu saja Tika langsung saja memprovokasi warga. Tika langsung saja menjadikan Delissa yang tingal bersama Ahmad dalam satu atap tanpa ada hubungan apapun.
Tika adalah putri jurangan terkaya di desa itu sehingga membuat semua warga langsung patuh kepadanya. Tika langsung saja membawa para warga berbondong bondong ke rumah Delissa untuk mengusir Delissa.
"Delissa keluar kamu" ucap para warga.
"Ada apa ini?" ucap Bu Marni menghampiri warga yang begitu ramai mendatangi rumah Delissa. Tak cuman Bidan Nita yang mendengar masalah itu langsung saja mendatangi para warga bersama Bu Marni.
"Ada apa kenapa kalian semua kemari?" ucap Delissa binggung.
"Delissa kamu telah mencemari Desa kita. Kamu tinggal bersama pria asing dalam satu rumah. Apa kamu tau jika itu adalah perbuatan Zina?" ucap salah satu warga.
"Tunggu dulu! Saya dan kak Ahamad memang tinggal satu rumah. Tapi, kami tidak tidur satu kamar bahkan di rumah ini juga ada Nana dan Ayu adikku" ucap Delissa membela diri.
"Tapi, itu sama saja. Kalian bukan mahrom jadi tidak pantas tinggal dalam satu atap"
"Tunggu dulu. Semua bisa kita bicarakan baik baik" ucap Bidan Nita mencoba menengahi.
"Tidak! ini mempertarukan nama baik desa kita. Pria itu harus pergi dari desa ini." ucap salah satu warga sambil menunjuk ke arah Ahmad yang berdiri di belakang Delissa.
Ahmad terus saja menatap satu persatu warga hingga matanya terhenti ke arah salah satu wanita yang sangat dia kenal sambil tersenyum sinis. Tika ada di gerombolan warga itu, Dia tersenyum ketika melihat Delissa tidak bisa berkutik.
Tujuannya hanya satu, yaitu Ahmad keluar dari rumah Delissa lalu dia akan menjadi malaiakat penolong untuk Ahmad. Dia akan membawa Ahmad ke rumahnya dan tinggal bersama.
"Apa tidak ada cara lain?" ucap Ahmad membuka suara.
"Bagaimana jika Ahmad dan Delissa menikah? jadi mereka tidak akan mencemarkan nama baik desa kita bukan?" ucap Bidan Nita.
"Ide bagus. Aku akan menikah dengan Delissa, besok" ucap Ahmad penuh percaya diri
"Apa?"
Bersambung.....
Haii semuanya... jangan lupa mampir di novel teman aku ya. Karyanya sangat merarik di jamin kalian akan suka🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Ruk Mini
slh sasaran ulet .mlh nekong dwehhh 😄😄😄
2024-06-23
0