02# Ahmad

Sudah seminggu Delisa merawat pria itu. Namun, pria itu tak kunjung sadarkan diri. Di waktu shubuh Delissa dan kedua adiknya mencoba Sholat shubuh di kamar pria itu. Karna hanya kamar yang di tempati pria itu yang agak luas dan menyisakan sedikit tempat sholat untuk mereka.

Delisa mengaji dengan begitu khusuknya di ikuti oleh kedua adiknya. Namun, Ayu tak sengaja melihat tangan pria yang tergeletak di atas kasur sempit itu mulai bergerak.

"Kak, lihat" ucap Ayu menunjuk ke tanggan pria itu yang mulai bergerak. Melihat itu Delissa langsung saja menyudahi mengajinya lalu meletakkan Al-qur'an yang mereka pakai di meja dekat kasur pri itu.

Delisa dan kedua adiknya langsung saja mendekat ke arah pria itu. Berlahan pria itu membuka matanya lalu menatap ke ara Delissa dan kedua adiknya.

"Na, ayu cepat panggil Bu Marni" ucap Delissa tersenyum.

"Baik, kak" Nana dan Ayu langsung saja berlari menuju rumah bu Marni yang tak jauh dari rumah mereka.

"Sini biar aku bantu" ucap Delisa melihat pria itu hendak duduk.

"Minum, aku mau minum" ucap pria itu dengan suara seraknya sambil terus menatap kearah Delisa.

"Tunggu, biarku ambilkan" ucap Delissa langsung saja berlari ke arah dapur untuk mengambilkan minum untuk pria itu. Tak menunggu lama Delisa langsung saja kembali dengan segelas air di tangannya.

"Ini" Delisa langsung saja memberikan air minum ke pria itu. Dengan cepat pria itu langsung saja menerimanya lalu meminumnya sampai habis.

"Kak, ini bu Mirna dan bi Nita sudah datang" ucap Nana datang bersama bu Mirna dan juga bidan Nita.

"Biar Bibi periksa dulu ya." Bidan Nita langsung saja mendekati pria itu lalu mencoba memeriksanya.

"Alhamdullillah dia sudah sembuh. Hanya saja luka di tubuhnya belum terlalu kering" jelas bidan Nita setelah selesai memeriksa keadaan pria itu.

"Kakak tampan, nama kakak siapa?" ucap Nana dan ayu mencoba mendekati pria itu. Pria itu sangatlah tampan tubuh tegap berotot di padukan dengan kulit putih bersih membuat aura ketampanannya semakin terpancar.

"Nama?" ucap pria itu binggung.

Melihat reaksi pria itu semua orang yang di sana langsung saja saling lempar tatapan. Bidan Nita langsung saja mendekati pria itu lalu mencoba melemparkan pertanyaan yang sangat mudah tentang jati diri pria itu. Namun, pria itu tidak mampu menjawabnya lalu melempar balik pertanyaan yang di ajukan bidan Nita.

"Sepertinya dia hilang ingatan, Del" jelas bidan Nita menatap Delisa.

Mendengar peryataan bidan Nita, Delisa langsung saja menatap pria yang sedang kebingungan mencoba terus mengingat siapa dirinya.

"Kah Ahmad. Mulai sekarang nama kakak Ahmad. Kakak boleh tinggal di sini sampai ingatan kakak pulih" ucap Delisa tersenyum mencoba menenangkan Ahmad yang sedari tadi kebingungan.

"Ahmad?" ucap Ahmad menatap Delisa.

"Ia, mulai sekarang nama kakak Ahmad. Kakak tidak usah berpikir terlalu keras nanti kedaan kakak semakin parah"

''Jadi kak Ahmad akan tinggal bersama kita kak?" ucap Nana penuh semangat.

"Ia" Delisa tersenyum.

"Ya sudah. Ini resep obat untuk Ahmad. Kamu beli di apotik ya, Del. Kamj juga boleh memakai obat tradisioanal milik bu Mirna agar tidak terlalu mahal" jelas bidan Nita.

"Baik, Bi"

"Kalau begitu kami pamit dulu ya Del. Nana sama Ayu nanti pergi sekolah sama Ibu saja. Karna ibu juga mau kepasar untuk membeli rempah rempak untuk obat nak Ahmad" ucap bu Mirna tersenyum.

"Baik, Buk. Sekali lagi terimakasi ya Bu, Bi" Delissa langsung saja mengantar bu Mirna dan bidan Nita keluar.

Setelah kepergian bu Mirna dan bidan Nita, Delissa langsung kembali ke kamar Ahmad. Dia tersenyum ketika Ahmad dan juga kedua adiknya sedang mengobrol dengan akrabnya.

"Na, Ayu ayo mandi. Nanti kalian terlambat"

"Siap, kak. Kak Ahmad kami siap siap pergi sekolah dulu ya. Nanti setelah kami pulang sekolah kita akan cerita lagi" ucap Ayu tersenyum ramah ke Ahmad.

"Ia, sudah kalian mandi dulu. Nanti kalian terlambat" ucap Ahmad tersenyum.

Ayu dan Nana langsung saja berlari keluar dari kamar Ahmad. Melihat sikap kedua adiknya yang gampang akrab dengan Ahmad, Delissa langsung saja tersenyum.

"Terima kasih" ucap Ahmad menatap lekat wajah Delisa.

"Sama sama, Kak. Aku kedapur dulu ya mau masak"

Mendengar ucapan Delisa, Ahmad langsung saja tersenyum menganguk. Setelah Delisa keluar dari kamarnya Ahmad memperhatikan tubuhnya yang kini memakai celana pendek dan juga baju kaos biasa bekas mendiang ayah Delissa.

Tak lupa Ahmad juga menatap kamarnya yang sempit tapi masih menyisakan sedikit ruang. Dari sana Ahmad langsung bisa menebak jika rumah yang dihuni Delissa dan kedua adiknya hanyalah gubuk sederhana yang kecil.

Karna bosan di kamar Ahmad langsung saja keluar lalu berjalan ke arah dapur. Matanya langsung saja bergenti mentap Delissa yang sedang memasak mengunakan kayu bakar. Terlihat Delisa mencoba meniup bara api dengan susah payah.

Ahmad langsung saja mentap haru gadis sederhana itu "Apa yang bisa Kakak bantu?" Ahmad mencoba mendekati Delisa.

"Tidak, Kak. Kakak duduk saja. Lagian masakannya juga mau selesai"

Mendengar ucapan Delisa, Ahmad langsung saja duduk di kursi kayu di depannya. Ahmad terus saja memperhatikan keadaan dapur yang sempit dan juga di penuhi asap. Namun karna jendela dan pintu yang di buka Ahmad tidak terlalu sesak berada di sana.

Ahmad melihat Nana dan juga Ayu yang begitu mandiri. Mereka berdua menyiapkan keperluan sekolah mereka masih masih tanpa merepotkan Delissa.

"Kak, ayo kita makan" ucap Delisa mulai membawa makanan yang baru dia masak ke ruang tamu.

"Mau di bawa kemana sayurannya?" ucap Ahmad membantu Delisa.

"Ke ruang tamu, Kak. Kalau kita makan di sini terlalu sempit"

Mendengar ucapan Delisa, Ahmad langsung saja menatap dapur Delisa yang begitu sempit lalu melangkahkan kakinya mengikuti Delisa sambil membawa sayur yang baru di masak Delisa.

Setelah selesai menata makana mereka di lantai ruang tamu, mereka langsung saja duduk bersiap untuk sarapan bersama. Ahmad menatap nasi putih, sayur bayam rebus dan juga sambal tempe tahu yang di masak Delissa.

"Ini, Kak. Maaf cuman ada ini" ucap Delisa menyerahkan piring yang sudah dia isi dengan nasi putih dan juga lauk pauknya.

"Terima kasih" Ahmad langsung saja menerima piring pemberian Delisa. Lalu dia menatap ke arah Nana dan ayu karna bingung harus makan seperti apa.

"Kakak cuci tangan dulu di sini" ucap Nana memberikan air gobokan untuk cuci tangan ke Ahmad.

Ahmad langsung saja mencuci tangannya lalu mulai mengikuti cara Delisa dan juga kedua adiknya yang makan mengunakan tangan mereka tanpa memakai sendok.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Mas Jono

Mas Jono

agak kurang pas di awal,,,ada bidan desa,,,ada tabib,,,tapi kenapa malah Ahmad di rawat oleh Delisa ?,,,
mmmm,,,,mungkin sebagai pertimbangan,,,cuma Delisa yang bersedia kali,,,
satu lagi yang janggal,,,Ahmat tinggal di rumah Delisa,,,apa iya para tetangga dan RT setempat acuh terhadap keberadaan mereka ?,,,🤔

2024-06-20

0

ALmira

ALmira

suka sama alurnya

2022-09-11

4

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!