15# Menjaga Air Mata

Pak Somat langsung saja mengantar Ahmad pulang. Dia terus saja menatap Ahmad sambil memikirkan ucapan pemilik toko perhiasan tadi. Dia juga mulai curiga saat pertama kali melihat Ahmad seperti orang kota yang tidak sembarangan.

"Kamu tidak apa apa, Nak? bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja? Bapak takut kamu kenapa kenapa" ucap Pak Somat khawatir.

"Tidak apa apa, Pak. Aku baik baik saja" ucap Ahmad langsung turun dari mobilnya lalu berjalan menuju rumah Delissa yang masih tertutup rapat.

"Hai, Kak" ucap Tika tia tiba datang.

"Ada apa?" ucap Ahmad datar lalu duduk di kursi plastik teras rumah.

"Aku mau beri bantuan kepada kakak"

"Bantuan apa?"

"Aku akan beri kakak uang seratus juta untuk menebus utang piutang keluarga Delissa. Tapi ada syaratnya"

"Apa syaratnya?"

"Kakak harus menikah denganku"

Mendengar ucapan Tika, Ahmad langsung saja tersenyum kecil "Aku nikah denganmu? mimpi"

Mendengar ucapan Ahmad, Tika langsung saja membulatkan matanya terkejut. "Baiklah jika kakak menolah tawaranku. Tapi, aku akan pastikan hidup delissa akan semakin menderita"

Mendengar ancaman Tika, Ahmad langsung saja mengengam tangan Tika dengan erat lalu menatap Tika tajam sambil mengeraskan rahangnya.

"Jika kau berani mengusik kehidupan Delissa maka kupastikan kau akan mati di tanganku" ucap Ahmad dingin sambil melemparkan tatapan elangnya ke Tika.

Melihat wajah Ahmad yang begitu menyeramkan nyali Tika langsung saja menciut seketika. Dia merasakan sakit di tangannya karna cengkraman Ahmad yang begitu kuat hingga membuat Tika langsung saja menangis seperti anak bayi.

"Hikss lepaskan aku. Tanganku sakit hikss...hikss"

"Ini baru permulaan. Jika kau berani lagi memperlihatkan wajahmu di hadapanku maka akan ku pastikan kau akan mati di tanganku" ancam Ahmad lalu melempar kasar tangan Tika sehingga membuat gadis itu langsung duduk tersungkur di tanah.

"Kakak, ada apa?" ucap Delissa tiba tiba datang karna mendengar suara keributan dari luar.

"Tidak apa apa. Ayo masuk" ucap Ahmad begitu lembut. Tiba tiba amarahnya yang tadinya memuncak tiba tiba hilang di telan bumi.

"Itu Tika kenapa?" ucap Delissa bingung melihat Tika yang terduduk di tanah sambil menangis.

"Tidak usah hiraukan dia. Ambil ini dan jangan menangis lagi" ucap Ahmad menyerahkan amplop berisi uang kepada Delissa lalu mengusap mata Delissa yang membengkak.

"Kakak, ini?" ucap Delissa terkejut melihat uang yang begitu banyak di dalam amplop itu.

"Sudah, ayo masuk. Kita bicara di dalam. Di sini ada nyamuk yang suka mengangu" ucap Ahmad langsung saja merangkul pinggang Delissa lalu masul kedalam rumah tanpa memperdulikan Tika yang menatapnya geram.

Melihat Ahmad dan Delissa yang tidak memperdulikannya Tika langsung saja pergi dari rumah Delissa dengan perasaan kesal.

"Kakak. Kakak jawaba dari mana kakak dapat uang sebanyak ini?" ucap Delissa terus saja menatap uang segepok di depannya.

"Kakak jual cincin kakak"

"Apa!"

"Ngomongnya pelan napa, Del" ucap Ahmad mengusap dadanya yang terkejut karna teriakan Delissa.

"Kenapa kakak jual. Itu satu satunya barang yang bisa mempertemukan kakak dengan masa lalu kakak"

"Kakak tidak butuh masa lalu kakak. Yang kakak butuhkan sekarang adalah masa depan kakak bersamamu"

"Tapi, kak"

"Kamu tidak usah memikirkan apapun. Lebih baik sekarang pikirkan bagaimana caranya menghilangkan mata sembabmu itu. Karna kakak tidak menyukainya"

"Memangnya mataku kenapa?" ucap Delissa langsung saja mengambil cermin lalu melihat matanya yang sembab.

"Kakak mataku kenapa seperti ini?" ucap Delissa terkejut melihat matanya yang sipit karna sembab.

"Itu karna kamu kelamaan menangis. Maafkan kakak ya. Karna tidak bisa menjaga air matamu"

"Memangnya air mata bisa di jaga?" ucap Delissa polos.

Mendengar pertayaan polos Delissa, Ahmad langsung saja terkekeh kecil lalu mencubit hidung mancung Delissa gemas.

"Aw.. sakit, Kak"

"Maaf, Habisnya kamu ngengemesin"

"Memangnya aku bayi yang ngengemesin gitu" ucap Delissa memayunkan bibirnya.

Melihat bibir Delissa yang maju satu inci Ahmad ingin sekali rasanya melahap bibir mungil itu. Tapi, Ahmad langsung saja menarik napasnya pelan berusaha menetralka jiwa lelakinya.

*****

"Delissa" Teriak Juragan Bayu datang bersama seluruh pengawalnya.

Mendengar suara Juragan Bayu, Delissa langsung saja ketakutan. Delissa langsung saja memeluk kedua adiknya yang juga ketakutan ketika melihat begitu banyak pria menyeramkan di perkarangan rumahnya.

"Ada apa?" ucap Ahmad keluar dari kamarnya.

"I..itu kak. Juragan Bayu datang bersama seluruh pengawalnya" ucap Delissa mengintip dari celah celah jendela.

"Kalian tunggu saja di dalam. Kakak akan mengurusnya" ucap Ahmad langsung saja kembali ke kamarnya.

Tak lama Ahmad kemudian keluar dari kamarnya dengan membawa amplop berisi uang hasil penjualan cincinnya.

"Ada apa?" ucap Ahmad dingin sambil memperhatikan satu persatu pria yang berada di depannya.

"Aku ke mari mau menjemput permaisuriku" ucap Juragan Bayu tersenyum.

"Cuihh... jangan harap kau bisa membawa wanitaku" ucap Ahmad menatap Jurangan Bayu dengan tatapan elangnya.

"Sesuai perjanjian jika kau tidak sanggup membayar utang orang tua Delissa maka Delissa yang akan membayarnya"

"Ambil ini. Seluruh utang Delissa lunas" ucap Ahmad melemparkan amplop yang berisi uang kepada Juragan bayu.

Dengan cepat Jurangan Bayu mengambil uang itu lalu meyerahkannya kepada kepercayaannya "Hitung uangnya baik baik"

"Baik, Bos" ucap kepercayaan Juragan Bayu langshng saja menghitung uang itu.

"Bagaimana?"

"Uangnga pas, Bos"

"Kamu jangan senang dulu. Kamu masih mempunyai hutang kepadaku" ucap Jurangan Bayu tersenyum sinis lalu memangil seseorang.

Melihat itu Ahmad langsung saja terkejut. Dia melihat Tika dengan keadaan yang sangat kacau. Luka lebab di beberapa bagian tubuhnya dan juva pakaiannya yang tersobek di beberapa bagian.

"Maksudnya apa ini?" ucap Ahmad tetap tenang.

"Kamu telah menodai Putriku! Maka kamu harus bertangung jawab"

"Aku tidak pernah menyentuh Putrimu. Maka aku tidak sudi mempertanggung jawabkan yang bukan perbuatanku"

"Baiklah. Bawa mereka"

"Kakak hiks...hikss" teriak Delissa dan kedua adiknya yang telah di tangkap oleh pengawal Juragan Bayu.

"Beraninya kau!" teriak Ahmad langsung saja menyerang Juragan Bayu. Tapi pengawal Juragan Bayu yang sigap langsung saja melindunginya dan menyerang Ahmad.

Melihat Delissa dan kedua adiknya di seret paksa oleh pengawal Juragan Bayu, Ahmad langsung saja menghajar mereka secara membabi buta. Jumlah pengawal Jurangan Bayu yang begitu banyak tidak membuat hati Ahmad takut sedikitpun.

Dia terus saja menghajar setiap orang yang menghalanginya tampa ampun. Dengan mudah Ahmad menjatuhkan satu persatu pengawal Juragan Bayu yang menghalanginya.

"Kakak. Tolong kak, hiks... hiks"

"Ayo ikut" teriak pengawal juragan Bayu tanpa ada rasa iba sedikit pun.

"Akhh.." Delissa terjatuh ke tanah namun terus saja di seret secara paksa oleh pengawal Juragan Bayu.

"Lepaskan dia!" Teriak seorang pria berbadan tegap di lengkapi dengan setelen jas lengkap yang membalut tubub kekarnya ikuti beberapa pengawal yang juga berjas hitam berdiri di belakangnya.

Bersambung....

Hai semua...

Jangan lupa mampir di karya temanku ya🤗. Karyanya sangat menarik dan sayang untuk di lewatkan🤭

Terpopuler

Comments

Reza Indra

Reza Indra

siapakah yg muncul tiba².. mungkinkah asistennya Ahmad ato Al yg setia...

2023-03-13

1

ALmira

ALmira

mungkin kh yg dtang itu anak buahnya si ahmad?

2022-09-18

2

lihat semua
Episodes
1 01# Delisa
2 02# Ahmad
3 03# Jalan Kaki
4 04# Cincin
5 05# Ini Pohon Apa?
6 06# Sungai
7 07# Sekelompok Pria Misterius
8 08# Sepeda
9 09# Kasih Sayang
10 10# Radio Rusak
11 11# Calon Suamiku
12 12# Pernikahan
13 13# Menikahlah Denganku
14 14# Keluarga Kusuma
15 15# Menjaga Air Mata
16 16# Aldyanta Kusuma
17 17# Ini Rumah Atau Istana?
18 18# Aku Mencintainya
19 19# Memiliki Dua Sifat
20 20# Hal Baru
21 21# Harus Mempercepat Pernikahan
22 22# Memikirkan Rencana Baru
23 23# Ada Kucing
24 24# Rencana Baru
25 25# Obat Mujarab
26 26# Fhiting Baju Pengantin
27 27# Terima Kasih Kakak
28 28# Tiga Joker Yang Malang
29 29# Kita Semua Adalah Saudara
30 30# Pesta Pernikahan
31 31# Gress
32 32# Dewa Kematian
33 33# Menyusun Rencana
34 34# Tidak Mengenal Lawan
35 35# Belajar Ilmu Bela Diri
36 36# Malam Terindah
37 37# Budak Cinta
38 38# Bocah Tenggil
39 39# Malam Pertama
40 40# Tissu Mana Tissu..?
41 41# Kecemasan
42 42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43 43# Buaya Darat
44 44# Sarapan yang lain
45 45# Mengikuti Permainan.
46 46# Frans Dirgantara
47 47# Keinginan Yang Sangat Besar
48 48# Didikan
49 49# Menyusun Rencana
50 50#Menjalankan Rencana
51 51# Gagal
52 52# Delissa Bidadariku
53 53# Saling Berbagi
54 54# Saling Menasehati
55 55# Minyak Panas
56 56# Penghianat
57 57# Menjalankan Rencana
58 58# Penyerangan
59 59# Ancaman
60 60# Kemarahan
61 61# Mencari Perlindungan
62 62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63 63# Mulai Curiga
64 64# Di hadapkan dua pilihan
65 65# Mengambil keputusan
66 66# Strategi menyerang
67 67# Menggila
68 68# Mengila 2
69 69# Salah Memilih Lawan
70 70# Sudah Selesai
71 71# Kebahagiaan
72 72# Pembalasan Yang Setimpal
73 73# Misi Mencari Pendamping
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01# Delisa
2
02# Ahmad
3
03# Jalan Kaki
4
04# Cincin
5
05# Ini Pohon Apa?
6
06# Sungai
7
07# Sekelompok Pria Misterius
8
08# Sepeda
9
09# Kasih Sayang
10
10# Radio Rusak
11
11# Calon Suamiku
12
12# Pernikahan
13
13# Menikahlah Denganku
14
14# Keluarga Kusuma
15
15# Menjaga Air Mata
16
16# Aldyanta Kusuma
17
17# Ini Rumah Atau Istana?
18
18# Aku Mencintainya
19
19# Memiliki Dua Sifat
20
20# Hal Baru
21
21# Harus Mempercepat Pernikahan
22
22# Memikirkan Rencana Baru
23
23# Ada Kucing
24
24# Rencana Baru
25
25# Obat Mujarab
26
26# Fhiting Baju Pengantin
27
27# Terima Kasih Kakak
28
28# Tiga Joker Yang Malang
29
29# Kita Semua Adalah Saudara
30
30# Pesta Pernikahan
31
31# Gress
32
32# Dewa Kematian
33
33# Menyusun Rencana
34
34# Tidak Mengenal Lawan
35
35# Belajar Ilmu Bela Diri
36
36# Malam Terindah
37
37# Budak Cinta
38
38# Bocah Tenggil
39
39# Malam Pertama
40
40# Tissu Mana Tissu..?
41
41# Kecemasan
42
42# Nasib Punya Anak Buah Gila
43
43# Buaya Darat
44
44# Sarapan yang lain
45
45# Mengikuti Permainan.
46
46# Frans Dirgantara
47
47# Keinginan Yang Sangat Besar
48
48# Didikan
49
49# Menyusun Rencana
50
50#Menjalankan Rencana
51
51# Gagal
52
52# Delissa Bidadariku
53
53# Saling Berbagi
54
54# Saling Menasehati
55
55# Minyak Panas
56
56# Penghianat
57
57# Menjalankan Rencana
58
58# Penyerangan
59
59# Ancaman
60
60# Kemarahan
61
61# Mencari Perlindungan
62
62# Jinaknya Singa Di Depan Pawangnya
63
63# Mulai Curiga
64
64# Di hadapkan dua pilihan
65
65# Mengambil keputusan
66
66# Strategi menyerang
67
67# Menggila
68
68# Mengila 2
69
69# Salah Memilih Lawan
70
70# Sudah Selesai
71
71# Kebahagiaan
72
72# Pembalasan Yang Setimpal
73
73# Misi Mencari Pendamping

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!