Mendengar berita pernikahan Delissa dan Ahmad, juragan Bayu langsung saja murka. Juragan Bayu adalah papi Tika yang suka meminjamkan uang kepada warga desa dengan bungga yang cukup besar.
Juragan Bayu juga terkenal dengan mata keranjangnya. Bayangkan saja Tika adalah putrinya bersama istri ketiga dari enam istrinya. Dengan kekayaannya dan juga kekuasaannya juragan Bayu bisa menikahi gadis desa yang menurutnya cantik dengan cara menawarkan uangnya.
"Hentikan! pernikahan ini tidak bisa di lakukan" teriak Juragan Bayu datang bersama tiga pengawalnya yang berbadan tegap dan menyeramkan.
"Ada apa? kenapa aku tidak bisa menikah dengan Delissa?" ucap Ahmad tenang tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Orang tua Delissa masih mempunyai utang yang cukup besar kepadaku. Jika Delissa tidak bisa membayarnya maka Delissa harus menjadi istriku yang ke tujuh" ucap Juragan Bayu menatap Delissa dengan mata genitnya.
"Tapi aku sudah membayarnya setiap bulan" ucap Delissa jujur.
"Sayang, yang kamu bayar itu hanya separuh dari bunganya saja. Aku menerimanya karna aku merasa kasihan kepadamu. Tapi, utang kedua orang tuamu makin bertambah setiap harinya" ucap Juragan Bayu begitu lembut sambil menatap jelalatan tubuh Delissa dari atas sampai bawah.
"Berapa utangnya?" ucap Ahmad menatap tajam Juragan Bayu karna tidak terima Delissa di tatap oleh orang tua hidung belang itu.
"Utang Delissa sekarang ada seratus juta" ucap Juragan Bayu menyerahkan data utang piutang orang tua Delissa.
"Bagaimana bisa? Ibu dulu hanya meminjam uang sepuluh juta kepada juragan" ucap Delissa bingung.
"Itu sepuluh tahun lalu sayang. Apa kau tau jika bunga itu semakin berkembang setiap harinya. Jadi, utang orang tuamu semakin besar. Apalagi kamu sering menunggak tiap bulannya. Jadi bunganya berbunga lagi dan begitu seterusnya. Jadi bagaimana sayang kamu sangup membayarnya? jika tidak ayo ikut denganku maka kamu akan menjadi ratu di istanaku" ucap Juragan Bayu mencoba menarik tangan Delissa.
Namun, dengan cepat Ahmad mencengkram tangan juragan Bayu dengan kuat " Jangan berani kau menyentuh calon istriku" ucap Ahmad geram sambil mengeraskan rahangnya.
"Berani kau! hajar dia" perintah Jurangan Bayu kepada pengawalnya.
Ketiga pengawal Jurangan Bayu langsung saja menyerang Ahmad secara membabi buta. Namun, Ahmad dapat menghindari setiap pukulan mereka dengan mudahnya.
Bughkkk....Bughkk...
Sekali pukulan Ahmad langsung saja menjatuhkan ketiga pengawal juragan Bayu hingga ketiganya langsung saja jaruh tersungkur di tanah.
"Hanya itu kemampuan kalian?" ucap Ahmad sambil merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.
"Kenapa kalian hanya diam saja! Ayo bangun habisi benalu ini" teriak Juragan Bayu kepada ketiga pengawalnya.
"Baik, Bos" ucap salah satu pengawal itu lalu berdiri dan siap menyerang Ahmad.
Namun Ahmad langsung saja menangkap tangan kekar yang mencoba melayangkan tinjunya ke wajahnya.
Arghh....
Teriak pengawal itu ketika Ahmad mematahkan tangannya dengan mudahnya. Tak hanya itu Ahmad juga melayangkan tinjunya ke wajah pengawal itu sehingga membuat pengawal itu memuntahkan darah segar.
"Kurang ajar" gumam Juragan Bayu geram ketika melihat penagawalnya jatuh tidak berdaya di tanah.
Ahmad langsung saja menatap tajam kedua pengawal Juragan Bayu yang hanya terdiam menatapnya. Bukannya menghajar Ahmad kedua pengawal itu malah menunduk ketakutan. Karna selama menguasai Desa itu tidak ada yang berani menghajar mereka seperti itu apalagi di depan Juragan Bayu yang paling di takuti di Desa itu.
"Aku beri kamu waktu selama dua hari. Jika selama dua hari kalian tidak bisa membayar utangnya maka aku akan membawa Delissa secara paksa dari sini" ancam Jurangan Bayu sambil menunjuk wajah Ahmad.
"Ingat siapa yang berani menikahkan mereka sebelum Delissa melunasi hutang hutangnya maka jangan salahkan aku akan menghancurkan hidup kaliam semua" teriak Juragan Bayu lalu pergi dengan begitu kesalnya di ikuti kedua pengawalnya yang membantu pengawalnya yang terluka parah.
Mendengar ancaman Juragan Bayu semua orang yang di sana langsung saja ketakutan lalu pergi meninggalkan rumah Delissa.
"Bagaimana ini?" ucap Bidan Nita khawatir. Bagaimana busa Delissa mendapatkan uang seratus juta dalam dua hari.
"Bibk tenang saja. Aku akan membantu Delissa" ucap Ahmad mencoba menenangkan Bidan Nita.
"Bagaimana Bibi bisa tenang. Juragan Bayu memiliki anak buah yang sangat banyak. Jika kamu menghadapinya seorang diri kamu tidak mungkin sanggup. Bibi tau bagaimana Jurangan Bayu pasti dia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan"
Mendengar ucapan Bidan Nita, Ahmad langsung saja menatap Delissa yang terdiam ketakutan. Delissa mencoba mengigit kukunya sambil berpikir bagaimana caranya dia bisa terlepas dari Jurangan Bayu yang mata keranjang.
Dia juga tidak mungkin mengumpulkan uang sebanyak itu dalam dua hari. Tapi, dia juga tidak mau menjadi istri ketujuh pria tua bangka yang mata keranjang itu.
"Kamu tenang saja. Kakak akan membantumu" ucap Ahmad langsung saja memeluk Delissa mencoba untuk menenangkannya.
"Tapi, kak" ucap Delissa lirih sambil menitikka air matanya.
"Kamu tenag saja. Kakak akan memikirkan caranya" ucap Ahmad menghapus air mata Delissa dengan kedua ibu jarinya.
Bidan Nita dan juga Bu Marni hanya mampu menatap iba keadaan Delissa yang begitu menyedihkan. Cobaan demi cobaan terus saja berdatangan menimpa kehidupan Delissa. Baru saja dia bisa bahagia setelah kehadiran Ahmad kini malah ada cobaan yang begutu berat datang menghampirinya lagi.
*****
Keesokan harinya Delissa dan Ahmad pergi ke kebun untuk memanen hasil kebun. Tapi, Ahmad dan Delissa langsung saja mendapat pemandangan yang begitu menyakitkan.
"Kak, kenapa tanaman kita bisa hancur seperti ini" ucap Delissa lirih melihat tanamannya sudah berantakan dan hancur tanpa ada tersisa sedikitpun.
Tak hanya itu saja Delissa menatap gubuk yang biasa tempatnya istrirahat kini rata dengan abu tanpa ada tersisa.
"Kak, gubuk kita" ucap Delissa langsung saja tergulai lemas di atas tanah.
Kaki Delissa yang biasanya tempatnya berpijak agar bisa berdiri tegap kini terasa sangat rapuh sehingga dia tidak sanggup lagi menopang tubuh munggilnya.
"Argghhh.... kenapa hidupku harus seperti ini!" teriak Delissa frustasi.
"Kamu yang sabar, Del. Kakak yakin semua ini pasti ada jalan keluarnya" ucap Ahmad mencoba menenangkan Delissa.
"Kenapa cobaan terus datang menerpaku silih berganti kak? kenapa Allah mempercayakan semuanya kepadaku? Aku tidak sangup kak! Aku tidak sekuat yang kalian kira"
"Ia, Del. Kakak tau! Tapi kamu tidak boleh seperti ini. Ayo kita ke sana" Ahmad langsung saja mengendong tubuh Delissa lalu membawanya ke bawah pohon untuk berteduh dari trik sinar matahari.
Ahmad mencoba mendudukkan Delissa di atas tanah sambil terus mengusap punggung Delissa lalu memeluknya denga erat. Ahmad terus saja menatap wajah Delissa yang berlinang air mata.
Ternyata Delissa tak sekuat yang dia kira. Ternyata di balik senyuman dan kekuatan yang selalu Delissa tunjukkan ternyata ada kerapuhan yang tersembunyikan.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Ruk Mini
sabar..nenk..ank sabar Rezeki y Lebarrrrrr
2024-06-23
0