Aldyanta langsung saja merangkul pingang ramping Delissa lalu berjalan memasuki mension mewah yang kini di ubah menjadi dekorasi pesta yang begitu meriah.
Melihat kedatangan Aldyanta bersama wanita cantik yang sangat anggun semua orang langsung saja terkejut. Mereka menatap Aldyanta uang berjalan mendekati altar pernikahan bersama Delissa dan Ervan berjalan di belakangnya sambul mengandeng Nana dan Ayu.
"Bukannya itu Tuan Muda Aldyanta Kusuma? tapi dia sudah meninggal waktu kecelakaan tiga bulan lalu?"
"Terus siapa wanita cantik yang datang bersamanya?"
"Apa dia kekasih Tuan Muda? apa selama ini Tuan Muda bersembunyi dengan wanita itu?"
Semua orang langsung saja berbisik bisik mengungkapkan dugaan mereka masing masing. Tak kalah semua wartawan juga langsung saja meliput kembalinya Tuan Muda ternama di kota itu.
"Sayang, kamu telah kembali. Ternyata kamu masih hidup, Benar yang aku bilang jika kamu masih hidup tapi semua orang tidak percaya. Semua orang mengangapku gila karna terus saja mengharapkanmu" ucap Vina Juanika langsung saja memeluk Aldyanta.
"Benarkah?" ucap Aldyanta ketika melihat raut wajah Delissa berubah drastis ketika melihat Vina memeluk Aldyanta.
"Ia, sayang. Setiap malam aku terus saja menati kehadiranmu kembali. Aku selalu saja berbicara dengan rembulan berharap dia menyampaikan rasa rinduku kepadamu"
"Jika kau menungguku kenapa kau sekarang berada di altar pernikahan bersama adik tiriku?" ucap Aldyanta menatap Heri adik tirinya yang hanya diam mematung menatap jehadirannya.
"A...aku terpaksa menikah dengannya" ucap Vina mencoba untuk mencari alasan namun Aldyanta langsung saja tersenyum sinis lalu merangkul Delissa dengan mesra.
"Aku tidak butuh alasanmu. Yang aku tau sekarang kau adalah istri dari adikku. Jadi aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian. Perkenalkan dia calon istriku dan juga nyonya muda keluarga kusuma" ucap Aldyanta langsung saja tersenyum lalu menatap Delissa dengan penuh cinta.
Mendengar ucapan Aldyanta, Vina langsung saja membualatkan matanya terkejut. Vina mencoba untuk membantah tapi Aldyanta langsung saja mematapnya tajam dan mengerakkan tangannya menyuruh Vina untuk diam.
"Selamat malam semuanya. Mungkin kalian semua bertanya tanya siapa wanita cantik yang ada di sampingku. Perkenalkan dia adalah Delissa Aldyanta Kusuma calon istriku dan juga Nyonya Muda keluarga Kusuma" ucap Aldyanta langsung saja memperkenalkan Delissa kepada semua orang.
Tak mau buang kesempatan semua wartawan langsung saja meliput perkataan Aldyanta.
"Dimana anda selama ini Tuan. Kami dengar anda meninggal pada saat kecelakaan tiga bulan lalu?" ucap salah satu wartawan.
"Saya memang hampir mati pada kecelakaan itu. Tapi, Delissa menyelamatkan saya dan merawat saya selama ini"
"Apa anda menikahi nona Delissa karna ingin membalas budi atau anda benar benar mencintainya?"
Mendengar ucapan wartawan itu Aldyanta langsung saja menatap Delissa lalu mempererat rangkulannya.
"Saya mencintainya bahkan saya sangat mencintainya. Saya tidak pernah merasakan indahnya cinta selama ini. Tapi, saat pertama kali melihatnya saya mulai merasakan getaran yang sangat berbeda yaitu getaran cinta"
"Tapi bagaimana dengan nona Vina bukankah dia tunangan anda. Tapi, kenapa anda bisa jatuh cinta dengan wanita lain begitu saja?"
"Saya memang bertunangan dengan Vina. Bahkan saya tidak pernah berani mengungkapkan cinta saya kepada Delissa. Tapi, melihat ini semua saya semakin yakin Delissa lah yang pantas berada di samping saya"
Aldyanta langsung saja berjongkok di depan Delissa lalu merai kotak perhiasan yang berisi cincin berlian yang sangat indah di saku celananya lalu membukanya di depan Delissa.
"Maaf karna telah lama memendam perasaan ini. Jujur saja sejak pertama kali membuka mataku dan orang yang aku lihat adalah bidadari yang sangat cantik, mulai saat itu aku sudah mengungkir indah namamu di hatiku. Terima lasih karna telah menghiasi hatiku dengan semua kenangan indah kita selama ini. Delissa maukah kau menjadi istriku? menjadi pendampingku dalam suka maupun duka? menjadi ibu yang sempurna untuk anak anakku kelak?. Aku berjanji akan menyayangimu dan kedua adik kita dengan sepenuh hatiku"
Mendengar ucapan Aldyanta semua orang langsung saja menatap Delissa. Mereka sudah tidak sabar mendengar jawaban Delissa. Padahal banyak wanita wanita cantik di luar sana yang bersedia mengantri untuk mengisi hati Aldyanta. Tapi, Aldyanta malah jatuh cinta dengan Delissa si gadis desa.
"Aku mau, Kak" ucap Delissa malu malu sambil menyembunyikan wajah memerahnya. Dia tidak menyangka akan di perlakukan seromatis itu oleh Aldyanta orang yang dia cintai selama ini dalam diam.
"Tidak. Kau pasti kau mencuci pikiran Al kan? dasar kau wanita ******" ucap Vina langsung saja mengangkat tangannya mencoba untuk menpar Delissa.
Namun, Aldyanta langsung saja menangkap tangan Vina lalu menatapnya dengan tajam "Berani kau mengangkat tanganmu kepada wanitaku!"
"Kau membentakku Al? Kau tega membentakku hanya wanita ****** ini!"
"Stop! berhenti menyebut Delissa dengan sebutan itu atau aku akan merobek mulut kotormu itu. Kau tidak ada lagi hubungannya denganku maka kau tidak pantas mencampuri urusanku. Kau dengar adik ipar?" ucap Aldyanta tersenyum sinis.
"Al" ucap Vina lirih di ikuti air matanya yang mengalis membasahi wajahnya.
"Sudahlah. Nikmati saja pesta pernikahan kalian. Ervan bawa Nana dan Ayu ke atas mereka pasti lelah." ucap Aldyanta tanpa memperdulikan Vina.
"Baik, Tuan" Ervan langsung saja membawa Ayu dan Nana ke kamar atas untuk beristirahat.
"Silahkan kalian menikmati pesta ini. Maaf saya dan calon istri saya mau beristirahat terlebih dahulu" ucap Aldyanta langsung saja melangkahkan kakinya meningalkan lokasi pesta.
"Ma...maaf, Tuan. Kamar Tuan sedang di pakai menjadi kamar pengantin" ucap kepala pelayan mencoba memberanikan diri.
Mendengar ucapan kepala pelayan Aldyanta langsung saja menatap Julia ibu tirinya.
"Maaf, Al. Mama yang menyuruh mereka menjadikan kamarmu menjadi kamar pengantin. Karna kamar adikmu sedang di renovasi" ucap Julia mencari alasan.
"Bersihkan kamarku sekarang juga!" bentak Aldyanta mengeraskan rahangnya. Dia tidak menyangka jika adik dan ibu tirinya bisa selancang itu mengunakan kamarnya.
"Ba...baik, Tuan" ucap kepala pelayan itu langsung saja gugup lalu berlari dan memerintahkan semua pelayan membersihkan kamar Tuan Muda mereka sekarang juga.
"Mama hanya meminjamnya sebentar tapi kenapa kau semarah itu?" ucap Julia lirih mencoba memasang topengnya.
"Aku tidak ingin kamar tepatku menghilangkan lelah di nodai dengan pergelumulan panas mereka" ucap Aldyanta menatap tajam Vina dan Julia lalu pergi meningalkan lokasi pesta bersama Delisa.
Karna kamarnya masih di bersihkan oleh pelayan Aldyanta memilih untul mengistirahatkan tubuhnya di kamar yang telah dia siapkan untuk Nana dan Ayu.
"Kakak. Ini beneran kamar kami?" ucap Nana langsung saja berlari ke arah Aldyanta.
"Ia, sayang. Kalian suka?"
"Ia, kak. Kami sangat suka" ucap Ayu tersenyum bahagia.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Tati Suryani
kupu kupu
2023-04-26
0
Tati Suryani
gyfcuh66gj jjiugv
2023-04-26
0
Reza Indra
TerhaRuUu... akhirnya.. swmoga tdk ada lagi halangan & rintangan dg kebersamaan Al & Dellisa.. 😘😘😘❤❤🧡❤❤👍🏻👍🏻👍🏻😘😘😘😘😘
2023-03-13
1