Ch. 18 ~ Hadiah Istimewa

Tidak terasa malam telah menjelang pagi. Tian Shan bangun lebih awal, walaupun matahari belum nampak tapi tak membuatnya malas.

Berbekal semangat yang pasti, ia pergi membasuh wajahnya dengar air dan kemudian menuju belakang rumah untuk memulai latihan fisik ringan sebagai pemanasan.

Setelah melepaskan bajunya, ia memulai dengan mengambil napas terlebih dahulu. Beberapa gerakan awal tubuhnya terlihat sangat dinamis dan tanpa disadari, tubuhnya mengeluarkan aura energi Yang. Seseorang akan merasa hangat ketika berada di sekitar Tian Shan saat ini. Tubuhnya begitu elegan dengan gerakan bertenaga yang penuh konsentrasi.

Sementara itu, Chen Fang telah bersiap untuk pergi bersama beberapa Tetua Api. Terlihat bahwa Chen Fang sedang berbicara untuk menyerahkan sementara urusan Klan pada Tetua Shen Zhang.

Beberapa saat kemudian, Chen Fang terlihat meminta waktu sebentar sebelum mereka pergi menjalankan misi.

Dalam langkah kakinya yang tergesa-gesa, ia bergumam pelan disertai ekspresi rumit. Tanpa terasa, gumamannya berhenti seketika ketika merasakan adanya sebuah energi yang terasa nyaman.

“Energi ini? Siapa, pagi buta begini berlatih penguasaan Inti Jiwa. Apakah itu Zhang Weilin. Ah, bukan. Energi ini lebih murni dari milik Lin'er. Siapa ini....” ujar Luo Chen Fang terkejut kemudian mempercepat langkah kakinya.

Pandangannya terasa buram, tanpa terasa matanya berair setelah melihat seorang anak yang tengah berlatih dengan gerakan-gerakan halus, tetapi jelas tubuhnya dilingkupi energi Yang seperti nyala api.

“Xiao Shan, Apakah itu kau? Apakah aku sedang halusinasi!” lirih Chen Fang pelan, air mata perlahan menetes.

Sesaat kemudian Chen Fang mendekati untuk memastikan keraguan dirinya.

“Ah Anak Nakal! Bagaimana kau bisa melakukan itu?” Chen Fang berkata dengan getaran kecil bibirnya seakan tak percaya disertai kedua tangan terangkat kedepan.

Mendengar panggilan itu, Tian Shan menghentikan gerakannya, hal itu menyebabkan energi Yang seketika hilang menguap.

“Ohh Ayah, mengagetkan saja! Apakah datang kesini untuk berpamitan denganku, kurasa tidak perlu, Kak Weilin sudah memberitahuku semalam,” ujar datar Tian Shan sambil merapikan pakaiannya.

Chen Fang segera memeluk putranya, kegembiraan tak dapat terlukiskan di wajahnya.

“Ayah tak menyangkan bahwa kau bisa melakukan itu. Ayah penasaran, beritahu ayah siapa yang telah mengajarimu!”

“Lepaskan dulu pelukan ayah, aku terasa sesak!” protes Tian Shan yang terlihat agak kesal.

“Ah baiklah, maaf! Sekarang ceritakan, siapa yang telah mengajarimu?” tanyanya sekali lagi penasaran.

“Tapi janji, jangan beritahu siapapun!”

Dengan cepat Chen Fang menjawab, “Ya. ayah janji tidak akan beritahu siapapun. Katakan!”

Tian Shan mengambil napas sebelum mulai menceritakan semua hal yang dialaminya dengan jelas. Membuat reaksi ayahnya itu berubah-ubah. Seperti percaya dan sepertinya sulit dipercaya.

Tian Shan menjelaskan jika dirinya telah bertemu dengan binatang tingkat Surga di dalam sebuah gua di tengah hutan kota Wujin yang belum pernah di jamah petarung manapun karena terkenal sebagai hutan kematian. Binatang itu bernama Rajawali Staris Biru atau lebih dikenal dengan nama Burung Api Langit.

Setelah itu Tian Shan juga menjelaskan jika Binatang itu dapat berubah wujud menjadi manusia dan telah melepaskan segel dalam tubuhnya.

Chen Fang hanya diam mendengarkan seakan belum bisa mempercayai cerita anak bungsunya itu yang telah bertemu binatang Legendaris yang keberadaannya sekarang hanya sebagai mitos.

Tian Shan kembali melanjutkan ceritanya, bahwa sosok itu bernama Yun Zhi dan telah menjadi gurunya. Beberapa hari ini dirinya dilatih hingga sampai di tingkat Petarung Senior Bintang 6 yang baru setengah langkah.

Ceritanya diakhiri dengan penjelasan singkat tentang adanya Binatang Legendaris lain yang berada di Danau Air Biru yang lebih dikenal dengan sebutan Falcon Biru Perak. Burung itu pula yang telah membantunya saat proses penyerapan inti jiwa dari Naga Bumi Sayap Merah.

Dan dengan ekspresi bangga, Tian Shan menunjukkan sebuah gulungan pemberian dari sosok Falcon Biru Perak itu yang menyebut namanya sebagai Shan Bing Tian.

Mata Chen Fang melotot dengan reaksi seolah tak percaya, bahkan ketika ia langsung bisa mengenali gulungan berwarna merah dengan aura pekat itu.

“Teknik Elemen Tingkat Merah. Langkah Petir!”

“Benar ayah. Ini adalah Teknik Langkah Petir, pemberian dari Paman Bing. Tapi, aku dilarang mempelajarinya sekarang karena menurutnya tubuhku belum siap!” terang Tian Shan dengan menutup kedua matanya sambil tersenyum tipis.

“Tentu saja. Ini merupakan teknik tingkat tinggi, kau harus jaga baik-baik dan jangan biarkan siapapun mengetahui jika kau memilikinya. Mengerti!” kata Chen Fang dengan masih mengamati gulungan itu yang masih tak mempercayai penglihatannya.

“Tak ku sangka, kau bisa seberuntung itu. Hahaha...! Baiklah, cepat simpan kembali. Ayah datang kesini bukan untuk memberitahumu soal misi saja, tapi ingin memberimu benda yang dulu milik ibumu!” lanjutnya dengan penuh keseriusan.

Tian Shan menaikkan sebelah alisnya, “Milik Ibu? Apakah benda berguna?” sambil menyimpan kembali gulungan ke dalam Gelang giok, ia bertanya tanpa memandang.

“Aku tak cukup waktu untuk bercanda. Benda ini bernama Jade Teratai Suci. Mengenai Penjelasan singkatnya, Kunci ini memiliki kemampuan untuk membangkitkan inti jiwa Api Emas, dan sebuah kunci untuk menguasai Teknik Legendaris. Benda ini juga merupakan identitas asli milik keturunan terakhir Klan Teratai Biru Kuno. Ini milik ibumu dan sekarang adalah milikmu, Luo Tian Shan?” terang Chen Fang sambil mengeluarkan serta menunjukkan Jade Teratai Suci dari balik jubahnya.

“Apa? Ibu adalah anggota klan kuno dan ayah tak pernah memberitahuku tentang ini! Lalu kenapa tidak ayah berikan pada kakak, kenapa padaku! Aku tak percaya ini!” Tian Shan benar-benar terkejut sampai perkataannya keluar begitu saja dengan tidak sopan.

“Xiao Shan, tenangkan dirimu. Ayah hanya melakukan sesuai permintaan ibumu. Kakakmu Xing telah memiliki bagiannya sendiri dan ini adalah bagianmu!” sergap Chen Fang dengan ekspresi bersalah.

Tidak ada pilihan lain, Chen Fang terpaksa berbohong tentang Tian Xing. Tentu saja alasan sebenarnya karena Tian Xing sudah meninggal. Jadi keturunan satu-satunya yang masih hidup hanya Tian Shan.

Tanpa menunggu Tian Shan kembali melempar pertanyaan lagi, Chen Fang buru-buru melanjutkan perkataannya, “Dan gulungan ini juga merupakan peninggalan ibumu. Gulungan Teknik Elemen Tingkat Biru. Bernama ‘Putaran Lima Elemen Teratai Langit’ yang memiliki tiga tingkatan. Tingkatan pertama bernama Ledakan Teratai Iblis, kedua bernama Cakram Teratai Pemusnah, dan yang terakhir bernama Teratai Suci Ketiadaan. Ketiga tingkatan jurus itu hanya bisa dikuasai setelah kau mampu mencapai tingkat Petarung Kaisar. Kecuali untuk tingkat pertama, kau bisa pelajari setengahnya saat berada di tingkat Guru Petarung. Meskipun hanya setengahnya, itu cukup untuk meratakan satu desa. Cukup penjelasannya, untuk lebih jelasnya bisa kau tanyakan pada gurumu, dia tahu tentang ini!”

Meskipun terdapat banyak pertanyaan di dalam kepala Tian Shan namun ia tak bisa mengatakannya, mulutnya seperti terkunci untuk bisa mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menerima kedua benda itu dengan tatapan penuh pertanyaan.

Setelah memastikan Tian Shan menyimpan kedua benda itu dalam Gelang Giok, Luo Chen Fang menghela napas kemudian menepuk pundak Tian Shan.

“Aku mempercayaimu karena aku adalah seorang Ayah. Hanya satu pesan ayah sebelum pergi, jadilah kuat seperti impian ibumu dan banggakan dia dengan pencapaianmu!”

Setelah berkata singkat namun jelas, ia pergi begitu saja dengan melesat cepat meninggalkan Tian Shan yang berdiri mematung, tatapan kosong. Terlihat dalam lajunya Chen Fang tersenyum bahagia.

Kebahagiaan Chen Fang bukan hanya karena segel dalam tubuh putranya telah dibuka, namun juga karena ia mendapatkan seorang guru yang hebat, bukan tidak mungkin jika suatu saat Tian Shan dapat menyatu dengan Rajawali Staris Biru.

Jika itu menjadi kenyataan, maka Chen Fang memastikan bahwa anaknya akan memiliki jiwa binatang legendaris yang dalam catatan kuno memiliki peringkat kekuatan 10 besar Binatang Petarung.

“Heh! Inti Jiwa Merak Biru Langit milikku hanya berada di peringkat 256 Binatang Petarung. Sungguh memalukan, akan kalah dengan anak sendiri, phuhh!” gumam Chen Fang tersenyum kecut, kedua matanya terlihat terpejam diakhiri dengan lenguhan ringan dalam laju lesatannya menuju para tetua api yang telah menunggu.

Tian Shan masih berdiri mematung setelah mendengar perkataan terakhir ayahnya. Tanpa disadarinya, dirinya menangis tanpa bersuara. Perasaannya terasa campur aduk namun juga pikirannya seakan berusaha tetap tenang.

Di sudut lain di area yang sama, tampak Zhang Weilin sedang memandang Tian Shan di balik tembok bangunan. Weilin sejak awal memang sudah berada disana dan hanya mengamati dari jauh setelah memutuskan untuk tidak mengganggu pembicaraan antara ayah dan anak.

Tatapan dan raut wajah Zhang Weilin nampak bahagia namun sekilas terlihat dirinya juga meneteskan air mata sebelum senyuman hangat. Meskipun Weilin tidak terlalu dekat namun dapat mendengar jelas pembicaraan antara ayah dan anak itu.

Sambil tersenyum hangat, Weilin berbicara sendiri dalam persembunyiannya, “Xiao Shan, setahun lagi kau pasti sudah mencapai itu. Dan aku yakin kau akan jadi pemenang di Turnamen Petarung Muda nanti. Aku akan selalu mendukungmu. Sebagai pengganti keberadaan Tian Xing disisimu. Berjuanglah, Xiao Shan!”

Terpopuler

Comments

jack david

jack david

berjuanglah.... 😄

2020-09-03

1

Gilang Saputra

Gilang Saputra

up up up

2020-06-23

3

Dilla dila

Dilla dila

lanjut

2020-06-23

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!