Ch. 14 ~ Naga Bumi Sayap Merah vs Burung Es Petir Surga

Belum sempat Tian Shan bangkit, tubuhnya kembali terjatuh sementara kedua lutut terbenam ke tanah menahan tekanan energi yang tiba-tiba muncul sangat kuat. Kedua tangannya bahkan hanya bisa menopang dengan mencengkeram tanah tanpa bisa bergerak.

“Guru, aku sudah tidak mampu menahannya lagi, kekuatan ini diluar nalarku. Maafkan murid, Guru!” dengan tekanan sekuat itu Tian Shan hanya bisa berbicara dalam batin tanpa mampu menggerakkan bibirnya.

“Bodoh, bicara apa kau? Bertahanlah, akan aku tambahkan sedikit energiku untuk menguatkanmu, jika kau mampu bergerak. Cepat larilah sejauh mungkin. Mengerti!”

Yun Zhizhi terlihat juga cukup panik, dia tahu apa yang harus dilakukannya tapi dia juga sadar dampak yang akan terjadi. Namun, tak ada pilihan lain lagi yang dapat dipilih di situasi buruk seperti itu.

Kemudian Yun Zhizhi mengalirkan sedikit energinya untuk kemudian membalut tubuh Tian Shan dengan energi kuat berwarna putih kebiruan. Meskipun hanya sedikit namun bagi Tian Shan itu sudah sangat kuat, bahkan menyakitkan.

Dengan semangat pantang menyerah dalam menahan rasa sakit yang menerpa tubuhnya, Luo Tian Shan perlahan bangkit berdiri kemudian menyeimbangkan tubuhnya.

Terlihat jelas bahwa tubuh kecilnya seperti terbalut api dengan keadaan yang rumit. Hingga bola matanya pun berwarna putih.

Erangan keras terdengar ketika Tian Shan mulai mencoba berlari menuju hutan. Dengan daya yang dipaksakan akhirnya bocah itu mampu untuk lebih menjauh hingga tekanan yang diterima tubuhnya berkurang.

Tak lama setelah itu, muncul dua makhluk tengah beradu serangan yang dikelilingi energi masing-masing dari dasar danau hingga terbang ke udara beberapa saat kemudian terjatuh di daratan.

Meskipun jarak Tian Shan sudah lebih jauh, dengan menghilangnya gangguan penglihatan seperti pohon serta semak yang rata dengan tanah, ia dapat dengan jelas melihat kemunculan 2 makhluk itu. Yang masih saling membenturkan energi masing-masing, seperti ingin beradu siapa yang bisa bertahan.

Setelah memastikan jarak jangkauan tekanan telah berkurang dan mampu di terima tubuh muridnya, Yun Zhizhi pun menghentikan aliran energinya dan keluar dari tubuh Tian Shan dan setelah itu membentuk pelindung tak terlihat di sekujur tubuh muridnya itu.

“Tian Shan, apakah kau tahu hewan apakah yang sedang bertarung dengan Naga Bumi Sayap Merah itu?” tanya Yun Zhizhi setelah menciptakan pelindung, ia memandang tajam ke arah pertarungan kedua hewan itu.

“Bukankah itu burung elang, Guru! Menurutku, wujudnya hampir sama dengan wujud guru. Hanya saja aku tak pernah melihat atau pun mengetahui burung jenis itu, di dalam buku ensiklopedi hewan petarung yang ada di klan juga tidak ada informasi mengenai hewan itu?” balas Tian Shan sembari mengatur napas untuk menyesuaikan tubuhnya, ia juga memandang kedua hewan itu sebelum menggelengkan kepala.

“Dia adalah kerabat dekat Burung Api Langit di dalam silsilah keturunan. Mungkin menurut manusia seperti hubungan antara kau dan kakakmu tapi sebenarnya lebih dari itu, hanya saja terdapat perbedaan besar antara kami. Kami bisa menembus ke tingkatan Surga sedangkan dia hanya sampai ke tingkat Suci. Penjelasan mengenai mengapa bisa terjadi, leluhur kami tidak memberi penjelasan secara rinci,”

Yun Zhizhi menjelaskan namun terlihat sedikit ekspresi rumit di wajahnya, raut muka Yun Zhizhi bahkan seolah tak bahagia dan tak ada senyum sedikitpun.

Hal itu disadari Tian Shan, rasa penasaran tercipta saat masih memandang kedua hewan itu, ia melempar pertanyaan sekali lagi.

“Lalu, kenapa guru nampak tak senang bertemu salah satu keluarga? Jika memang dia kerabat, seharusnya dia mengenali guru, bukan? Soal kemampuan....”

Yun Zhizhi hanya menggeleng pelan seperti tidak ingin memberitahu alasannya dan hanya terlihat senyum yang dipaksakan.

“Kemampuannya saat ini satu tingkat dibawahku, tapi jika sama-sama dalam keadaan energi penuh dan berada dalam kondisi kekuatan puncak, jarak tingkatan kami bisa sampai 3 tingkat lebih. Cih ... Aku tak menyangka bisa bertemu dengannya disini, saat ini tingkatannya berada di Petarung Suci tahap awal!"

“Aku rasa guru dari tadi masih tidak mau memberitahuku namanya, apakah namanya begitu sulit?” tanya Tian Shan dengan menaikkan alisnya merasa janggal dengan reaksi gurunya itu.

“Cih ... Aku tak mau menyebut namanya, karena namanya lebih keren dari namaku, dasar bodoh sialan....” Senyum kecut Yun Zhizhi malah terlihat konyol karena disertai kemarahan bodoh.

“Ehh! Nama guru keren kok, apa lagi nama panggilan guru, Yun Zhizhi. Sungguh pas dengan wajah cantik guru...!” Tian Shan terkejut dengan umpatan Yun Zhizhi hingga membuatnya terpaksa menghibur.

“Burung Es Petir Surga! Cih ... Jika bukan karena untuk pengetahuanmu, aku tak akan sudi menyebut namanya,” kata Yun Zhizhi yang sikapnya seperti anak kecil sedang marah.

“Whoah ... bagus....”

Luo Tian Shan seketika berhenti dan tidak melanjutkan ucapannya karena melihat gurunya melirik tajam dengan muka wajah kejam.

“Lalu guru! Menurut guru, siapa yang akan menang dalam pertarungan ini?” Dengan cepat ia mengalihkan pembicaraan sebab sedikit dibuat takut akan reaksi dari gurunya.

“Lihat saja, sebentar lagi juga akan ketahuan. Kau sudah tak perlu perlindunganku kan? Aku ingin tidur dulu, kau lihat dan amati. Jika salah satu dari mereka ada yang mati, keberuntungan bagimu, ambil Inti jiwanya.”

Yun Zhizhi seperti sedang menahan kedongkolan yang sulit dijelaskan dan setelah berbicara pada Tian Shan, dia langsung menghilang dan masuk ke gelang giok yang di pakai muridnya itu.

Meninggalkan Tian Shan terdiam seribu pertanyaan dalam kebingungan dengan sikap dan tingkah laku gurunya yang seperti anak kecil.

“Haihh .. Bukankah yang anak kecil itu seharusnya aku, eh!” gumam Luo Tian Shan polos disertai senyum kecut.

Tiba-tiba tanah disekitar danau bergetar hebat menciptakan butiran debu kecil yang langsung beterbangan.

WHONG!

BLARR!

DUAR!

Terdengar nyaring kedua hewan itu mengeluarkan segenap kekuatannya untuk menghabisi satu sama lain.

Dan benar saja, setelah benturan energi dahsyat itu. Menciptakan kabut tebal serta awan berubah gelap menutupi sinar matahari.

Tubuh bergetar karena ketakutan mendera Luo Tian Shan yang masih berdiri mematung tanpa mengalihkan pandangannya.

Sesaat kemudian, kibasan sayap Burung Es Petir Surga menyisihkan kabut tebal.

Burung itu masih terbang diatas danau dan Naga Bumi Sayap Merah mengapung tak bergerak di permukaan danau sementara kedua sayapnya habis terbakar dan banyak luka sambaran petir di sekujur tubuhnya tetapi kepalanya membeku dengan tanduk emasnya masih utuh. Anehnya kedua mata Naga Bumi itu mengeluarkan cahaya keemasan.

KWAAK!

SWOOSH

Jelas terdengar erangan suara Burung Es Petir Surga menggema beserta kepakan sayapnya. Tian Shan dapat dengan jelas melihat wujud hewan itu sebab berada di ketinggian.

Sesaat kemudian cahaya matahari mulai mengintip menembus awan gelap yang kian memudar. Tian Shan terpana melihat wujud Hewan Suci itu setelah diterpa cahaya matahari. Begitu indah menawan penuh keanggunan.

Memiliki wujud yang memang lebih cantik dari Burung Api Langit. Berjambul Biru cerah bergelombang dengan sedikit percikan petir biru, berkepala Falcon berbulu putih kebiruan sedangkan bagian badan hingga ekor mirip bentuk Burung Merak Biru hanya saja lebih panjang serta besar dan mempunyai sayap lebar berwarna biru dengan 3 corak berjejer di bagian tengah belakang persis seperti corak indah di bagian ujung ekornya yang memiliki 9 helai bulu panjang.

Melihat keindahan dan kecantikan dari Burung Es Petir Surga, membuat Luo Tian Shan hanya melongo takjub sementara keringat mulai membasahi pelipisnya.

Namun tiba-tiba kepalanya terasa sakit dan berat.

“Aduhh kepalaku ... Ahh!”

“Cukup memandangnya, membuatku mual saja. Pandanganmu padanya sangat memuakkan, bocah bodoh!” umpat Yun Zhizhi yang merasa cemburu ketika muridnya terpana.

Tian Shan segera menyadari penyebab sakit kepalanya dan tersenyum pahit sambil terkekeh polos sementara tangannya menggaruk ringan pelipis sebelah.

Terpopuler

Comments

dinik

dinik

guru zin sensi

2020-08-06

1

Drexsseleer

Drexsseleer

nah kan ada yang lebih cantik jadi selingkuhan nya nih

2020-06-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!