“Ehh, kenapa aku sudah berada disini...? Hng ... Bukankah itu Kak Xing! Haishh, apa yang harus aku katakan,” gumam pelan Tian Shan yang diselingi mimik wajah malas.
“Kakak Xing ...!” Luo Shan memanggil setengah berteriak, biar bagaimanapun ia tetap harus menghadapi kakaknya.
Mendengar teriakan yang dia kenal, Tian Xing tersadar dari lamunannya. Segera setelah dia melihat bahwa itu adalah adiknya, Tian Xing langsung meloncat turun dengan cepat.
“Adik Shan, kau darimana saja. Kakak sudah mencarimu sehari semalam di berbagai tempat tapi tak menemukanmu. Apakah kamu tidak apa-apa. Apa tubuhmu ada yang terluka? Kakak cemas bukan main saat tidak berhasil menemukanmu, sampai-sampai kakak tidak berani pulang,” Tian Xing berbicara seolah tanpa henti sambil menghampiri Luo Tian Shan, ia terlihat begitu khawatir sampai-sampai melihat dan memutar tubuh Luo Tian Shan untuk memastikan bahwa adiknya baik-baik saja.
“Kakak, tenang lah. Aku tidak apa-apa. Lagipula kakak bisa lihat sendiri, bukan? Emmm kakak maafkan aku menyusahkanmu dan menyulitkan mu...! Maafkan adik yang tidak berguna ini,” ujar Tian Shan terlihat menyesal melihat bahwa kakak satu-satunya itu sangat mengkhawatirkannya.
“Anak bodoh, siapa yang menyusahkan? Siapa yang menyulitkan? Dengar Adik Shan, kau adalah anak yang kuat. Anak yang hebat. Tidak pernah sekalipun menyusahkan kakak maupun ayah. Hanya kami saja yang terlalu menyayangimu sampai membuatmu tertekan seperti ini,” kata Luo Tian Xing memeluk adiknya, terlihat air mata mengalir di pipinya.
Luo Tian Xing tersenyum menemukan adiknya kembali dalam keadaan sehat tanpa luka sedikitpun, ia terlihat begitu bahagia. Bahkan tanpa sadar ia terus berbicara mengenai apapun sambil masih memeluknya. Hingga pada akhirnya berhenti ketika Luo Tian Shan menanyakan tentang ayahnya, hal itu langsung mengingatkan Tian Xing tentang tugas dari ayahnya untuk kabar baik bagi Tian Shan. Karena rasa senangnya kembali bertemu adiknya hingga membuat dia melupakan tentang hal itu.
“Ohh iya...! Aku sampai melupakan hal penting. Begini adik, ayah sudah tahu tentang alasan tubuhmu tidak bisa berlatih, aku mencarimu karena ingin memberitahumu kalau ayah sudah menemukan cara untuk menyembuhkanmu, saat ini ayah dan paman Luo Fei sedang ke suatu tempat menemui seseorang yang bisa menyembuhkanmu. Kemungkinan satu bulan lagi mereka baru pulang. Kata ayah tempat orang itu sangat jauh, jadi selama itu kakak ditugaskan untuk mengawasimu dan menjagamu. Untuk itu, ayah berpesan kalau kau tidak di perbolehkan pergi dari rumah lagi,” kata Tian Xing menjelaskan semua yang ia ketahui walaupun tanpa pertanyaan lain dari Tian Shan.
Sebenarnya Tian Shan ingin menceritakan dan memberitahu kakaknya bahwa masalah yang ada di tubuhnya sudah disembuhkan tetapi belum sempat mengatakan, Yun Zhizhi memperingatkannya untuk tidak mengatakan apapun.
“Baiklah kak, aku mengerti! Ayo kita pulang. Aku merasa lapar hehe,” ujar Tian Shan menghentikan cerita-cerita kakaknya mengenai proses latihan yang nantinya bakal digunakannya.
“Oh kau lapar...! Ini kakak punya roti kering. Makanlah dulu lalu kita pulang. Nanti kakak siapkan hidangan kesukaanmu ketika dirumah,” sahut Tian Xing sambil mengulurkan tiga buah roti kering dengan sebelah tangan yang lain mengangkat jempolnya.
Luo Tian Shan terlihat tak sungkan lagi, ia mengambil dan memakannya kemudian mereka berjalan ke arah rumahnya dengan sesekali Tian Xing tertawa disusul Tian Shan tersenyum melihat kegembiraan kakaknya.
*****
Ketua Chen Fang dan Wakil Chen Fei masih terus melaju dalam kecepatan terbaik mereka yang selama ini hanya mengambil beristirahat untuk menyantap bekal roti kering.
Selama perjalanan mereka tak pernah sekalipun bertemu orang atau pun anggota klan lain karena memang jalan yang mereka ambil membelah hutan pegunungan yang hanya bisa dilewati oleh petarung yang memiliki kemampuan tinggi.
Sebenarnya tujuan mereka masih dalam wilayah Benua Sian hanya saja wilayah tersebut berada di paling timur Benua Sian. Wilayah itu di kenal sebagai wilayah Ahli Obat.
Mereka berjumlah sedikit dan bukan sebuah klan atau organisasi melainkan sebuah keluarga yang turun temurun.
Mengapa Luo Chen Fang dan Luo Chen Fei terburu-buru untuk sampai disana, karena orang yang ingin mereka temui hanya akan muncul satu kali dalam beberapa waktu yang cukup lama.
Kemunculannya tidak bisa diprediksi kapan waktu tepatnya dan dalam berapa hari, maka dari itu mereka terlihat terburu-buru karena tak ingin kehilangan kesempatan dan harus menunggu lebih lama lagi.
Mereka para Ahli Obat memang tidak berilmu tinggi, hanya memiliki jiwa petarung saja. Yang mana jiwa petarung mereka adalah Aura Persepsi Peracik, yang hanya bisa digunakan untuk meracik obat.
Mereka terbebas dari gangguan klan lain karena kepala keluarga mereka memiliki tiga inti jiwa serta raga petarung Emas Puncak. Orang inilah yang ingin Chen Fang temui untuk mengobati Luo Tian Shan karena hanya dia yang mengetahui dan memiliki kemampuan untuk membuka segel dalam diri seseorang.
Hal itu bukan tanpa alasan, sebab di Benua Sian hanya dialah satu-satunya orang yang memiliki tiga inti jiwa yaitu Aura Persepsi, Jiwa Kayu dan Jiwa Api.
Menurut cerita, Kepala Keluarga Ahli Obat telah hidup sangat lama tanpa tahu berapa usianya. Rumor yang beredar, bahwa dia pernah menghilang ke dimensi lain selama puluhan tahun.
Dari anggota keluarga Ahli Obat yang tersebar ke seluruh Klan di Benua Sian mengatakan bahwa Ilmu meracik obat mereka adalah hasil dari latihan kepala keluarga mereka selama tersesat dalam dunia dimensi lain.
Bukan itu saja, entah cerita itu benar atau tidak tetapi kemampuan meracik obat yang dimiliki kepala keluarga, di dapatkan ketika saat di dalam dunia dimensi lain mendapatkan mentor dan bahkan menjadi murid seorang yang sangat hebat dalam meracik obat.
Sewaktu baru kembali ke Benua Sian, kepala keluarga menceritakan tentang pengalaman yang ia dapatkan. Dan mengajarkan kemampuan meracik yang ia kuasai kepada seluruh anak keturunannya.
Anak pertama kepala keluarga mengatakan bahwa ayah mereka menjadi murid Kaisar Peracik dan itu dibenarkan oleh ketiga adiknya. Bahwa Kaisar Peracik telah memberi gelar kepala keluarga mereka dengan sebutan Raja Obat Sian.
Setelah menyelesaikan pelatihannya, Sang Kaisar Peracik memberi banyak pesan sebelum mengembalikan kepala keluarga mereka dengan formasi sihir aneh yang di dunia dimensi lain itu di sebut Lubang Ulat.
Sampai pada akhirnya Kepala Keluarga dengan bangganya menerima dan mempraktikkan semua pesan yang diterimanya dari sang guru hebat itu.
Semua cerita inilah yang meyakinkan Chen Fang, bahwa hanya dia satu-satunya harapan untuk menyembuhkan putranya.
Hampir semua klan di Benua Sian mengetahui cerita tersebut tetapi hanya Klan Api Biru saja yang mengetahui nama Kaisar Peracik yang menjadi Guru kepala keluarga Ahli Obat saat masih muda dulu.
Mereka menyebutnya sebagai Kaisar Yan. Dia memiliki ilmu tinggi serta berbagai jurus dan menguasai metode meracik obat di segala tingkatan.
Kaisar Yan tengah menuju peperangan besar bersama Dewa Angin dan para sahabatnya serta seluruh pasukan terbaiknya untuk melawan kekuatan Iblis Penyerap Jiwa.
Yang menurut Kepala Ahli Obat, Mereka dinamakan Hantian yang juga telah menyerap jiwa seorang Dewa Obat yang mana itu merupakan Guru satu-satunya Kaisar Peracik Yan.
Sebenarnya kepala keluarga Ahli Obat ingin ikut ambil bagian dalam pertarungan tersebut karena rasa hormat dan balas budinya tetapi Kaisar Yan melarangnya, sebab Kaisar Yan mengetahui jika kepala Ahli Obat berasal dari dunia Lain.
Oleh karena itu, sebelum peperangan besar terjadi, di kirimlah Kepala Keluarga Ahli Obat ke dunia asalnya dengan membawa misi besar. Yaitu menyebarkan serta mengajarkan kemampuan peracik obat tanpa memandang rendah seseorang, menghargai makhluk hidup, memberikan kesempatan kedua serta tidak memihak pada siapapun sebelum benar dan salah terbukti dengan jelas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
dinik
sakti semua
2020-08-06
1