Ch. 2 ~ Pertemuan Tak Terduga

“Cari apa kau! Dasar manusia berisik, pengganggu!” kata suara itu setengah berteriak, menambah kebingungan Luo Shan.

Dengan keberanian yang dipaksakan ia menapaki jalan menurun di depannya dan terlihat gua kecil di antara jalan tapak terjal itu.

“Mungkinkah suara nyaring tadi berasal dari dalam gua ini...? Ahh mana mungkin ada wanita dalam gua ditengah hutan begini? Apa jangan-jangan hewan petarung kelas Langit... Aish... Masuk tidak, masuk tidak!” Tian Shan ragu untuk melangkah masuk, bahkan bulu kuduknya hampir berdiri rata.

Namun akhirnya dengan keberanian yang dipaksakan ditambah rasa penasaran yang tinggi mendorongnya untuk memasuki gua kecil itu. Meski jalan masuk terlihat kecil tapi ternyata di dalam cukup luas.

Segera Tian Shan menjentikkan jarinya lalu muncul sepijar api kecil di ujung jarinya yang cukup untuk menerangi langkah kakinya.

“Heh! Cuma manusia lemah dengan api kuning, berani juga masuk hutan sejauh ini. Kemarilah! Aku sudah lama tidak makan api, walaupun lemah tapi daripada tidak ada sama sekali. Hahaha!” suara itu kembali terdengar mengintimidasi dengan tawa menakutkan.

Mendengar suara kejam tersebut yang dengan jelas ingin memangsanya, membuat Tian Shan membatu hingga tubuhnya menggigil ketakutan.

“Hahaha manusia lemah, begitu saja ketakutan sampai hampir mati. Aku hanya bercanda saja hahaha ...! Sudah, matikan api lemah itu membuatku menangis saja,” kata suara itu lagi bersamaan dengan nyala api putih kebiruan disetiap sudut dinding gua hingga terlihat diujung gua sesosok wanita sedang merebahkan diri di atas batu lebar yang tengah mengangkat kedua kakinya bersandar di dinding gua.

Langkah kaki Tian Shan sangat pelan mendekati sosok wanita itu sambil menahan tubuh yang gemetar.

“Si-siapa kau?” terdengar nada ketakutan saat Tian Shan mencoba bertanya.

“Hahaha tak perlu takut, aku tak akan memangsa manusia. Kemarilah, apa kau tak lelah berdiri disana?” ujar santai wanita itu sambil mengayunkan tangannya.

Seperti kerbau dicocok hidungnya, entah bagaimana bisa Tian Shan begitu saja mendekat dan duduk di sebelah sosok wanita itu yang kemudian mengubah posisi duduknya menghadap Tian Shan sambil menaikan kaki kirinya bertumpu pada lutut kanannya.

‘Ohh! Teratai Biru kuno rupanya, ternyata masih ada didunia ini setelah peristiwa itu? Bukannya semua keturunan sudah mati. Lalu anak ini...?‘ batin wanita itu setelah berhadapan dengan Tian Shan, dalam sekali lihat ia seperti mampu membaca diri Tian Shan.

“Hei bocah, siapa namamu? Dari mana asalmu? Kenapa kau bisa sampai disini?” tanya wanita itu bertubi-tubi seperti ingin mengetahui sesuatu.

Dalam kebingungannya, Luo Tian Shan masih berpikir kenapa bisa menuruti perintah wanita itu untuk duduk di sebelahnya dan sekarang dia menanyakan banyak pertanyaan sekaligus. Membuat Tian Shan semakin bingung dengan tempatnya.

“Hei bocah, melamun apa? Aku bertanya padamu! Tenanglah, aku bukan hewan buas yang merubah diri jadi manusia,” kata wanita itu menenangkan ketakutan Tian Shan yang begitu terlihat.

“Aku Luo Tian Shan dari klan Api Biru yang ada di Kota Wujin. Mengenai kenapa aku bisa sampai kesini, aku tak tahu. Aku hanya berlari saja, sampai tak menyadari kalau aku sudah terlalu jauh masuk ke dalam hutan ini,” Luo Tian Shan menjawab pertanyaan wanita itu memperkenalkan diri, ketenangannya nampak sedikit membaik setelah mengetahui wanita di hadapannya itu mungkin juga manusia.

“Lalu siapa kau? Kenapa bisa ada disini?” imbuhnya bertanya balik.

“Ehh, klan Api Biru ya? Bukannya apimu itu kuning...? Seharusnya bukankah Klan Api Kuning, haha haha haha,” kelakar wanita itu sembari tertawa renyah.

“Simpan saja leluconmu yang tak lucu, aku memang sampah di keluargaku, itulah sebabnya aku berlari hingga tersesat kesini,” Luo Tian Shan mendengus kesal, namun tak mengubah arah pandangannya.

Ia yang masih tertunduk hingga tidak menyadari, ternyata wanita tersebut dari tadi sedang mengamati Luo Shan dengan teliti.

‘Ehh Luo Shan...? Bukankah itu nama dua keluarga? Pantas saja anak ini punya darah Teratai Biru Kuno! Entah ayah atau ibunya, kurasa takdir anak ini cukup berat,’ batin wanita itu sambil menggeleng kepala pelan seolah tidak mendengarkan perkataan Luo Shan.

“Heh bocah! Perkenalkan namaku Yun Zhizhi. Aku berada disini memang tempat ini adalah rumahku, apa kau tak lihat semua itu!” ujar wanita itu memperkenalkan diri sambil menunjuk kearah belakang Luo Shan.

Tanpa menjawab lagi, pandangan matanya mengikuti arah tangan wanita itu dan melihat ternyata di sisi lain gua itu terdapat sebuah lorong lebar yang berisi selayaknya sebuah kamar besar yang lengkap.

“Tinggal ditempat seperti ini sendirian? Jangan bercanda!” balas Tian Shan tak percaya sambil mengamati sekeliling lorong seperti kamar itu.

“Memangnya untuk apa aku membohongimu? Aku sudah lama tinggal disini, mungkin sebelum kau lahir, heh...!” Yun Zhizhi bersikap santai, terlihat bahwa ia begitu membanggakan dirinya sendiri.

“Apa? Selama itu dan tanpa pernah keluar dari hutan ini?” Luo Shan melebarkan keduanya matanya.

“Ya ... Mungkin lebih lama dari itu. Sebenarnya aku tinggal ditempat ini karena terpaksa, karena aku adalah keturunan terakhir keluargaku yang masih bertahan hidup sampai sekarang. Disini aku memulai melatih diri tanpa bantuan siapapun setelah sekian lama, baru kau manusia pertama yang aku temui atau tepatnya datang menemukan tempatku!” Yun Zhizhi menjelaskan singkat, terlihat tatapan nanar dimatanya seakan menahan sesuatu yang menyesakkan.

“Memang kemana keluargamu atau setidaknya orang-orang dari klanmu?” tanya Luo Shan penasaran setelah melihat raut wajah wanita di depannya itu berubah ketika bicara mengenai keluarganya.

“Sudahlah tak perlu di bahas, kau juga tak akan mengerti. Lebih baik kau segera kembali sebelum semua keluargamu mencari dan menemukanku disini,” sergah Yun Zhizhi mengalihkan pembicaraan.

*****

“Baiklah sudah beres! Ehh, hari sudah gelap begini sepertinya aku harus segera pulang untuk menghibur Adik Shan, ayah pasti masih sibuk bersama para Tetua Api!” gumam Luo Tian Xing setelah menyelesaikan perbaikan rumah pohon adiknya.

Dengan berlari secepat kilat Luo Tian Xing melesat menuju kota Wujin, tak butuh waktu lama untuk sampai dirumahnya karena memang jarak yang tak begitu jauh.

“Shan'er, Xing'er...! Ayah pulang ...!” seru Chen Fang sebelum membuka pintu rumahnya.

‘Ahh sepertinya mereka belum pulang, lebih baik bersih-bersih diri dulu,’ batin Ketua Klan Api biru tersebut sambil berjalan ke tempat pemandian keluarga.

Meskipun menjadi Ketua Klan namun Chen Fang tak memiliki pelayan. Selama ini dia sendiri yang mengurusi urusan rumah serta anak-anaknya sebelum dan setelah bekerja di Balai Tetua untuk mengatur semua masalah Klan.

Setelah menghilangnya Ruolan Shan, Luo Chen Fang berjanji pada diri sendiri untuk merawat serta memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. Dan setelah menjabat sebagai Ketua Klan pun ia tetap tak mengangkat pelayan dan melakukan semua sendiri.

Padahal sudah banyak yang meminta diri untuk melayani keluarga Ketua Klan tersebut namun semua ditolak dengan alasan semua penghuni rumah adalah laki-laki yang mungkin akan jarang tinggal di rumah.

“Adik Shan, kakak pulang...! Kau dimana? Apakah masih memikirkan kejadian tadi? Sudahlah, anak-anak pecundang seperti mereka abaikan saja!” Luo Xing berteriak lumayan keras setelah menutup pintu rumah.

Luo Tian Xing langsung menuju kamar adiknya dan hanya diam didepan pintu kamar, “Adik Shan, kakak tahu kau di dalam, sudahlah lupakan. Kakak tadi sudah memperbaiki gubuk pohon mu lhoo...! Lebih keren dari sebelumnya. Keluarlah, kau pasti belum makan malam kan? Kakak siapkan makan malammu ya?” rayu Luo Tian Xing mencoba membujuk adiknya di depan pintu kamar, sebab sudah biasa jika Luo Tian Shan seperti ini, pasti akan semakin marah kalau ada orang masuk kamarnya tanpa ijin.

Di dalam ruang pemandian Keluarga, Chen Fang mendengar suara Tian Xing dengan jelas.

“Xing'er kaukah itu? Adikmu belum pulang, malah ayah yang lebih dulu pulang! Ayah pikir kalian berdua bermain bersama!” teriak Chen Fang dari dalam ruang pemandian.

Bersamaan dengan itu ia bergegas berdiri kemudian memakai pakaian dan berjalan keluar menemui Luo Xing yang masih berdiri bersandar di samping pintu kamar adiknya.

“Xing'er adikmu belum pulang, percuma kau memohon pada dinding seperti itu! Apakah dia berkelahi lagi? Setiap kali dikeroyok, adikmu pasti tidak akan pulang ... Haisshh anak itu!” ujar Chen Fang sambil berjalan mendekati Luo Tian Xing dengan beberapa kali keluhan.

“Tadi aku lihat dia dikeroyok cucu Tetua Api, lalu dia berlari dengan memaki diri sendiri dan aku membiarkannya karena kupikir akan seperti biasanya dia pasti menyendiri lagi entah dimana,” kata Tian Xing menjelaskan.

Setelah mendengarkan cerita Tian Xing, Chen Fang lalu memintanya pergi mencari adiknya takut kalau-kalau dia bertindak tidak wajar karena sudah terlalu lama dia menghilang dari kejadian seperti yang biasanya.

Sebelum pergi Tian Xing diberitahu ayahnya mengenai pemecahan masalah adiknya dan tahu cara mengatasi masalah pelatihan adiknya yang selalu jalan ditempat. Tian Xing mendengarkan hal itu, rasa bahagia nampak dari raut wajahnya. Senyuman bahagia mengembang sebelum dia pergi mencari adiknya.

Ia berpikir, secepatnya harus menemukan adiknya untuk memberitahu masalah yang menderanya sudah ada pemecahannya, mengingat Tian Shan baru berusia 7 tahun sekarang.

Dalam pikirnya, masih ada harapan adiknya untuk mengikuti uji kemampuan tahun depan dan membungkam Tetua Api yang meremehkan keluarganya.

Terpopuler

Comments

Audrey ashyera sianturi

Audrey ashyera sianturi

nama namanya knp gonta ganti thor, luo apa xio?

2020-11-10

0

₦⑂. Ⓙυ☂€✘

₦⑂. Ⓙυ☂€✘

Aku mampir....

Like

2020-09-22

1

Aryan Lee

Aryan Lee

Mampir lgi

2020-09-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!