Ch. 4 ~ Darah Keturunan

Di dalam tubuh Luo Tian Shan terdapat darah dari klan Teratai Biru Kuno. Sang ibu meninggalkan sebuah jurus elemen Teratai Kuno yang masih tersegel. Bernama Teratai Visma Deva yang berbentuk Bunga Teratai 3 tingkat dengan berbeda warna setiap tingkatnya.

Diketahui bahwa jurus ini adalah jurus legendaris dari Klan Teratai Biru Kuno. Hanya keturunan utama saja yang bisa membangkitkan serta menguasainya. Berwarna Hijau, Ungu dan Biru yang berputar berlawanan selayaknya cakram.

Tingkat pertama Hijau disebut Teratai Staris dengan kemampuan menyerap jiwa petarung yang berada di alam bebas, Menambah stamina hingga 30% serta mempunyai jurus dasar Api Teratai Staris.

Tingkat Kedua Ungu disebut Teratai Visma dengan kemampuan menambah pemahaman pengetahuan dan kehidupan, menguatkan jurus yang dikuasai pemilik tubuh serta mempunyai jurus dasar Api Teratai Visma.

Tingkat Ketiga Biru disebut Teratai Deva dengan kemampuan pemahaman jurus serta pengetahuan tak terbatas. Dapat menciptakan jurus baru serta membangkitkan Insting Dewa Teratai. Mempunyai jurus dasar Api Teratai Deva.

Tingkatan tertinggi dari teknik jurus ini adalah Gabungan ketiga warna Teratai disebut Teratai Staris Visma Deva. Mempunyai kemampuan berkali lipat dari tingkatan setiap warna serta membangkitkan Mata Dewa Teratai.

Insting Dewa Teratai Dan Mata Dewa Teratai merupakan kekuatan yang absolut. Jika kedua kemampuan tersebut dimiliki seseorang maka di pastikan bahwa orang tersebut sudah mencapai tingkat tertinggi jiwa petarung dalam Klan Teratai Biru Kuno. Sebab, mempunyai Jurus Absolut Kehidupan yaitu Api Teratai Keabadian dan Teratai Biru Ketiadaan.

Yang dalam sejarahnya, hanya Ketua Klan Pertama serta Kedua saja yang mampu mencapainya dimasa lalu.

Sedangkan Yun Zhizhi merupakan keturunan terakhir Burung Api Langit. Identitas lain Burung Api Langit adalah sahabat dekat Klan Teratai Biru Kuno. Keduanya mengalami kehancuran serta pembantaian di masa yang sama diwaktu berbeda sebelum mereka menyatukan kekuatan oleh kekuatan lain yang tidak mereka ketahui, sejarah mencatat itu adalah ulah Iblis hitam dengan mengunakan dua klan kuno lainnya sebagai alat.

Yun Zhizhi mempunyai dua jiwa petarung yaitu jiwa api dan juga jiwa angin. Menguasai berbagai macam kemampuan api dan angin di tiap tingkatan serta menguasai berbagai macam teknik jurus di tiap tingkatan pula.

Mempunyai Api tertinggi berwarna Putih Kebiruan serta dua api lainnya berwarna Ungu dan Hijau. Jurus legendaris yang diwarisi Yun Zhizhi sebagai Rajawali Staris Biru adalah Petir Angin Api Langit.

Klan Teratai Biru Kuno dan Burung Api Langit merupakan satu kesatuan di masa lalu. Oleh sebab itu, kemampuan dan jurus keduanya tidak jauh berbeda.

Dengan bertemunya kedua Keturunan terakhir maka Era Baru telah dimulai. Takdir yang mengharuskan mereka menyelesaikan permasalahan masa lalu dan mengungkap alasan terbantainya anggota keluarga mereka.

“Yang Mulia selalu menceritakan cerita yang sama setiap waktu ketika menyendiri. Hal itu membuat hamba ingin melihat dan menyaksikan kisah mereka secara langsung. Tapi Yang Mulia tidak pernah mengizinkan hamba ikut campur...!” kata seorang wanita berwajah mempesona bergaun putih cemerlang yang melayang di atas Bunga Teratai Emas berbicara kepada seorang berwajah sebening giok dengan pakaian emas menyala terang serta memiliki 9 nyala api di belakang punggungnya yang menggenggam sebuah buku serta pena hitam berbulu sutra ditangannya, setelah mendengar kisah seorang Kaisar Dewa Petarung dan Putri Raja Langit.

“Aku mengizinkanmu melihatnya dari sini, apakah itu kurang memuaskan mu, Dewi Suqi...? Atau apakah kau ingin menghancurkan takdir dunia dengan kehadiranmu?” sahut seorang tersebut dengan penuh wibawa, ketegasannya sangat dingin meskipun ia berkata dengan senyum ramah namun itu cukup untuk membuat wanita yang dia panggil Dewi Suqi itu tidak berani lagi membantah.

“Tidak...! Yang Mulia Dewa Zuxia. Hamba tidak berani. Cukuplah hamba di samping Yang Mulia di tempat ini menyaksikannya,” jawab Dewi Suqi sembari menundukkan wajahnya.

“Bagus, bagus...! Kita hanya bisa menulis takdir tapi tidak bisa mencampuri takdir. Biarkan mereka menjalani takdir yang sudah ditentukan dengan jalan mereka sendiri. Jika kita mencampuri takdir mereka atau mengubah takdir mereka, alam akan hancur dan keseimbangan Alam Dewa akan terganggu. Meskipun Dewa Kegelapan sudah melakukan sesuatu pada dunia, tapi dia tidak secara pribadi turun langsung melainkan hanya menurunkan iblis hitam walaupun aku tahu niatnya adalah menjadikan manusia sebagai budak kekuatannya. Itu tidak menyalahi perjanjian takdir Dewa. Selama Dia tidak turun tangan sendiri....” kata Dewa Zuxia menjelaskan keraguan Dewi Suqi akan keputusannya.

“... Yang bisa kita lakukan hanyalah menuntun mereka yang sudah ditakdirkan untuk menggagalkan iblis hitam, masalah Dewa Kegelapan Yuqai itu biar menjadi urusanku beserta Kedua Dewa Cahaya lainnya,” lanjut Dewa Zuxia.

“Maksud Yang Mulia adalah Siapa yang akan memenangi takdir manusia? Utusan Dewa Kegelapan Yuqai atau manusia pilihan dari ketiga Dewa Cahaya?” kata Dewi Suqi kembali bertanya sambil melihat bayangan kehidupan di dunia dalam sebuah cermin bulat besar yang ada di depan mereka.

“Ya, kau setengah benar dalam hal itu. Yang sebenarnya adalah Kita Keempat Dewa Kehidupan mempunyai perintah dari Yang Mulia Agung Kaisar Dewa untuk membentuk serta melahirkan Dewa Kelima dari proses penciptaan sebelum pengangkatan Yang Mulia Kaisar Dewa ke Nirwana sebagai awal dunia baru kembali dengan cara yang kami ke empat Dewa sepakati di dalam perjanjian di depan Yang Mulia Kaisar Dewa,” jelas Dewa Zuxia sambil menutup bukunya sembari tersenyum penuh makna.

“Jika begitu kenyataannya, bukankah berarti Kaisar Dewa Yang Agung sedang menyiapkan pengganti dirinya,” Dewi Suqi memiringkan kepalanya sambil bertanya setelah mendengar penjelasan Dewa Zuxia ketika melihat senyumannya.

“Itulah mengapa aku melarangmu ikut campur dengan takdir mereka. Mereka berdua sudah ditakdirkan menjadi pasangan Dewa dan Dewi Suci seperti kita! Mungkin penguasa Langit Kedua atau bahkan menjadi Dewa Suci Agung! Yah... kita lihat saja,”

Dengan perkataan terakhir Dewa Zuxia membuat mereka berdua diam dan kembali mengamati cermin besar di hadapan mereka.

*****

Setelah semua yang dialami Luo Tian Shan, akhirnya dia bisa meninggalkan pedalaman Hutan Wujin dengan bantuan Yun Zhizhi. Tian Shan berjalan dengan santainya menuju Kota Wujin sambil terlihat berbicara sendiri.

“Guru Zhi, bagaimana nanti aku menjelaskan pada keluarga ku, sudah seharian aku tak pulang. Pasti ayah dan kakakku bukan hanya menceramahi ku tapi juga memarahiku, bantu aku cari alasan yang tepat,” gumam Tian Shan, ia memasang wajah memelas, ekspresinya terlihat cemas sambil sesekali berhenti berjalan.

“Itu masalahmu ...! Siapa suruh kau begitu bodoh. ceritakan saja sejujurnya tapi jangan ceritakan tentang diriku,” kata Yun Zhi Zhi acuh tak acuh di dalam gelang giok.

“Aihh ... Alasan apa lagi yang bisa aku katakan untuk seorang anak yang masih berusia tujuh tahun, jika tidak berkata sejujurnya? Semoga saja mereka tidak menceramahi ku seperti waktu itu ... Huh,” kesah Tian Shan disertai dengusan pelan sambil melanjutkan langkahnya berniat menuju kediamannya tetapi tanpa sengaja malah berjalan kearah jalan menuju gubuk pohonnya.

Disisi lain Tian Xing begitu cemas karena semalaman ia mencari bahkan sampai matahari sudah meninggi pun adiknya belum juga pulang. Hingga membuatnya takut untuk pulang karena bingung untuk menjelaskan apapun pada ayahnya.

Dengan keputusasaannya mencari, akhirnya Tian Xing memutuskan untuk kembali ke gubuk pohon sambil memikirkan tujuan lain lagi untuk mencari adiknya.

“Sepertinya aku akan ke gubuk pohon saja dulu untuk menguatkan mental ku untuk bertemu ayah dan kakak, uh...! Kakak maafkan kebodohan adikmu ini,” gumam pelan Tian Shan sambil tertunduk lesu menyadari kemungkinan ia tak akan lagi diizinkan keluar rumah.

“Bocah ini sedang ketakutan atau memang bodoh sampai tak menyadari kalau ada orang yang mengamatinya dari jauh,” batin Yun Zhizhi setelah ia merasakan jika ada orang yang mengamati dari atas pohon.

Yun Zhizhi tak mengetahui jika orang itu adalah Luo Tian Xing, kakak dari Luo Tian Shan, muridnya. Yang sedang melamun dengan tatapan kosong menuju jalan ke arah hutan.

Terpopuler

Comments

dinik

dinik

mna y susah d inget

2020-08-06

1

akun nonaktifkan

akun nonaktifkan

Bomlike sampai 5 like dulu ya, semangat ya!
Balik mampir karyaku dan juga feedback 🙏🏻

2020-08-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!