Hantu malam yang ditugaskan untuk membawa kepala Tian Xing hanya dua orang saja. Mereka sudah sampai di dekat Klan Api Biru namun tidak langsung menggantung kepala anak pertama ketua klan itu di pintu gerbang sekte karena malam masih muda, banyak anggota sekte yang masih lalu lalang. Kedua anggota Hantu Malam juga mengetahui bahwa beberapa meter dari dinding luar klan terdapat beberapa Guru Petarung yang menyembunyikan diri sebagai penjaga.
Guru Petarung bukanlah hal sulit untuk dihadapi bagi keduanya, sebab keduanya berada ditingkatan Raja Petarung. Tapi, menghadapi secara langsung dapat menimbulkan keributan yang akan memancing seluruh anggota klan keluar.
Sementara itu di dalam Hutan Wujin sebelah utara, Tian Shan sedang mengincar salah satu Kelinci Merah yang sedang terpisah dari kawanannya.
Bentuk kelinci merah sendiri berbadan cukup besar dengan kedua tanduk kecil yang berujung lancip serta memiliki nyala api kecil dikedua ujung daun telinganya. Seperti seekor domba dengan kaki pendek jika dilihat sekilas.
“Tian Shan, ini kesempatan bagus untukmu. Dia sedang sendirian, lagipula aku lelah menunggumu hanya bersembunyi saja daritadi!” keluh Yun Zhizhi namun tersenyum lebar, ekspresinya terlihat menyebalkan.
“Aihh, bukankah tadi guru bilang akan berburu besok, bukannya malam ini aku harus tidur nyenyak ... huft!” gerutu Tian Shan memanyunkan bibirnya.
“Hoo ... jadi kau menyalahkanku? Cihh dasar murid tidak berguna!” sergap Yun Zhizhi menatap sinis muridnya lalu membuang muka.
“Ehh, bukan begitu maksud murid, guru ....”
“Sudah jangan banyak alasan, cepat bunuh kelinci itu dan ambil inti jiwa-nya sebelum dia kembali ke kawanan!” paksa Yun Zhizhi memotong ucapan Tian Shan sambil menunjuk ke arah kelinci yang sedang memakan buah.
Tian Shan mendekati kelinci itu sembari melompat serta mengeluarkan jurus Rantai Kayu Api yang seketika mencengkeram kepala kelinci dan melilit tubuhnya.
Tidak butuh waktu lama untuk membuat hewan tingkat rendah itu mati kehabisan napas. Kemudian dengan cepat ia merobek tubuh kelinci itu dengan pisau kayu tajam di tangan kirinya yang juga bagian dari jurus elemennya.
Tian Shan cukup senang mendapatkan inti jiwa berwarna kuning tua hasil buruan pertamanya itu. Saking senangnya, ia melompat kegirangan sambil memegang inti jiwa dan tidak sengaja di lompatan terakhirnya ia menginjak salah satu sarang Lebah Api, yang merupakan Hewan Petarung tingkat 3 mempunyai inti jiwa berwarna merah kekuningan atau sekelas dengan Kera Api.
Kontan saja tiba-tiba gundukan kecil di tanah itu bergetar lalu muncul beberapa Lebah Api berukuran kecil yang langsung menyerangnya.
“Whaaa ... Guru tolooong...! Aduh, aduh!” Tian Shan bereaksi bodoh sambil berlari mondar-mandir menghindari kejaran beberapa Lebah Api.
“Ciihh, dasar bodoh. Coba lihat dengan jelas, itu cuma larva Lebah Api, apanya yang ditakutkan. Mereka tidak punya kekuatan apa-apa, kalau Lebah Api yang sudah dewasa memiliki badan besar dan ekornya seperti bentuk ekor kalajengking,” kata Yun Zhizhi santai, seolah merasa bosan sambil membuang muka.
“Ehh Guru, Guru! Lebah Api dewasa yang guru maksud apa seperti itu...!” tanya Tian Shan bodoh sembari menunjuk ke salah satu pohon besar di depannya. Terlihat seekor Lebah Api berukuran cukup besar memiliki sayap transparan serta kedua antena berbentuk pegas api dan ekornya mirip ekor kalajengking.
Yun Zhizhi menyipitkan mata sambil sebelah tangan menopang dagu, “Hmm...! Oh ya benar, kurang lebih seperti itu ... Eh,”
“A-apa?! Dasar bodoh, sudah tahu yang itu, kenapa kau malah tidak lari! Cepat lari bodoh ... Kau bisa mati terpanggang jika tersengat!” Seru Yun Zhizhi setelah tersadar jika Lebah Api itu benar-benar Lebah Api dewasa.
“Uwaaaaa, kenapa tidak bilang dari tadi Guru....” teriak bodoh Tian Shan sambil berlari cepat lalu masuk kedalam salah satu danau berwarna biru tidak jauh dari tempat mereka berada.
Beberapa saat kemudian.
“Huhu ... Dingin ... Haciuu! Aihh guru sungguh tega,” protes Tian Shan setelah keluar dari danau dalam keadaan basah kuyup dengan tubuh menggigil.
“Salah sendiri kenapa kau begitu bodoh, aku mana tahu! Sudahlah buat api unggun untuk menghangatkan badan, malam ini kita tidur disini saja tidak perlu pulang, cukup aman disini,” sanggah Yun Zhizhi santai sambil menunjuk sebuah tempat di tepi danau biru itu yang terdapat batu besar di dekatnya.
Sambil menahan kedinginan, Tian Shan mencari beberapa ranting pohon tak jauh dari tempat itu lalu mengumpulkannya tepat di tempat yang ditunjuk Yun Zhizhi.
Setelah berhasil membuat Api unggun, Tian Shan melepas pakaiannya lalu meletakkannya diatas ranting terikat di dekat api unggun.
“Ahh begini boleh, siapa suruh mendadak? Aku jadi tidak sempat membawa pakaian ganti huh,” gumam ringan Tian Shan samar-samar.
Yun Zhizhi cukup terpana melihat bentuk tubuh muridnya itu, meskipun berumur kurang dari 8 tahun tapi jelas terlihat beberapa bagian tubuhnya sudah mulai menunjukan perkembangan otot-otot yang kuat.
Dirinya memang berumur ribuan tahun tapi sekarang dia berwujud gadis muda berumur tak jauh beda dari muridnya itu, sebab memang Burung Api Langit yang berumur ribuan tahun jika merubah bentuk menjadi jiwa manusia akan berwujud manusia berusia muda.
Burung Api Langit berumur ratusan tahun akan berwujud manusia remaja, bentuk wujud mereka sesuai dengan kelipatan usia serta kemampuan yang dimiliki. Tak jarang, meskipun usia masih ribuan tahun tapi telah mampu membentuk wujud manusia dewasa karena kemampuan mereka.
“Heh, dasar murid sialan! Sudah lupakan soal itu, sekarang kau keluarkan Inti Jiwa yang kau dapatkan tadi! Berapa banyak...?” perintah Yun Zhizhi mengalihkan perhatian lalu bertanya dengan nada yang cukup serius.
“Eh baiklah! Aku hanya mendapatkan 12 kristal Inti Jiwa guru, ini masih belum cukup, bukan?” kata Tian Shan sembari memandang beberapa inti jiwa berwarna Kuning Tua ditelapak tangannya.
“Tidak, saat ini itu lebih dari cukup untukmu...! Dengan menyerap 12 kristal itu, inti jiwa api milikmu akan naik! Mungkin setidaknya naik sampai di tingkat 4. Sudahlah, lekaslah duduk bersila dan serap inti jiwanya, guru akan membantumu!” terang Yun Zhizhi sambil memerintahkan Tian Shan membenarkan posisi duduknya.
‘Apa tidak terlalu cepat, dalam sehari dua kali? Ah sudahlah, percaya pada Guru Zhi saja,’ batin Luo Tian Shan yang langsung merubah duduknya menjadi duduk bersila.
Dengan bantuan Yun Zhizhi serta semangat yang dimiliki Tian Shan, proses penyerapan inti jiwa dari Kelinci Merah berlangsung singkat dan berjalan sangat lancar.
Beberapa saat kemudian.
“Wahhhh, jadi begini rasanya mempunyai Inti Jiwa Api tingkat 4...! Pantas saja mereka begitu arogan terhadapku saat itu. Hng! Lihat saja nanti, akan aku buat mereka kalah memalukan di pertandingan petarung muda, hahaha....” ujar Tian Shan sambil memandangi kedua tangannya, kemudian tertawa lantang.
“Bocah bodoh, buat apa bangga dengan kekuatan dasar yang lemah seperti itu? Lagipula kau tak memiliki elemen jurus apapun selain Rantai Kayu Api yang lemah itu, bahkan membunuh Kelinci Merah pun bersusah payah, huh!” Yun Zhizhi berekspresi datar sebelum menghela napas lemah.
“Hihi...! Guru kan baik hati, berwajah cantik dan juga memiliki wawasan luas, ambilkan secara acak saja beberapa Jurus tingkat Merah yang guru miliki!” ujar Tian Shan memasang raut wajah manis diserta tatapan mata mengharap belas kasih, sementara kedua tangannya saling mengusap satu sama lain.
“Dasar, murid tidak tahu diri! Kau kira aku ini apa, jurus tingkat Merah palamu! Cih ....” geram Yun Zhizhi sebal sesaat sebelum membuang muka.
“Ayolah guru, ayolah...! Apakah guru tidak kasihan pada murid yang selalu dijadikan pecundang hidup oleh mereka, hiks...!” Tian Shan mengiba dengan wajah sedih tak lupa kedua matanya berair, ekspresinya sungguh membuat siapapun yang melihat akan merasa kasihan.
“Aih, ekspresi macam apa itu...! Hentikan, hentikan! Membuatku mual saja. Eh tapi, sepertinya aku punya jurus yang bagus untukmu,” Yun Zhizhi menatap sinis tetapi seketika berubah manis.
“Ah benarkah guru! Jurus apakah itu, tingkat Merah atau tingkat Biru...! Ajarkan aku guru, ajarkan aku ...!” Tian Shan kegirangan mendengar itu sampai tak sadar menarik-narik gaun Yun Zhizhi.
“Bukan, hanya Tingkat Hitam! Namanya Api Pemusnah,” ujar datar Yun Zhizhi.
Tian Shan terkejut bukan main sampai membuat ekspresinya aneh, “A-apa...? Aihh lupakan saja, jurus tingkat hitam ... Bahkan punya Kakak Xing jauh lebih hebat,”
“Dasar pemula bodoh! Jurus ini bisa naik tingkat selagi kau membangkitkan Api Biru-mu di tiap tingkatan. Masih tidak mau? Atau kau ingin jurus yang lain, aku masih punya seperti Telapak Angin, Tinju Bumi atau Cakar Singa....” ujar Yun Zhizhi serius sebelum berubah seperti mengingat-ingat sambil menopang dagu dengan sebelah tangannya.
“Haih, yang itu saja Guru! Yang lainnya jurus apaan, tidak berguna untukku yang jiwa Api!” potong Tian Shan terlihat malas.
Yun Zhizhi tersenyum di dalam hatinya sambil menatap Tian Shan, “Yasudah, sini mendekat!”
Tian Shan melangkah malas untuk mendekat, seketika itu jari telunjuk Yun Zhi menyentuh keningnya dan tiba-tiba memunculkan cahaya terang.
Sesaat kemudian cahaya itu redup dan hilang bersamaan dengan dilepaskannya jari telunjuk Yun Zhi dari kening muridnya itu.
“Selesai.. Dasar murid bodoh, masih tidak mau berterimakasih pada Guru yang cantik ini,” seloroh Yun Zhizhi percaya diri sembari memasang wajah manis.
“Whoa, jurus yang hebat...! Aku bisa merasakannya, terimakasih guru. Murid berjanji akan serius melatihnya dan mematuhi arahan Guru Yun Zhi!” kata Tian Shan memberi hormat setelah merasakan sesuatu yang baru mengalir dalam tubuhnya.
Kemudian Yun Zhizhi menyuruh muridnya itu beristirahat untuk menyiapkan diri karena besok pagi buta akan mulai berlatih penguasaan jurus Api Pemusnah yang baru diberikannya.
Setelah menyantap beberapa daging Kelinci Merah yang ia buru tadi, Tian Shan berbaring dengan beralaskan selembar Daun Talas Biru.
Untuk ukuran bocah berusia tidak lebih dari delapan tahun, Tian Shan cukup hebat. Sebab, tidak manja dan bisa menyesuaikan diri serta melakukan semuanya sendiri di dalam hutan yang di penuhi Hewan Petarung. Meskipun ditemani seorang guru hebat, tapi tidak bisa membantu apapun, sebab meskipun berwujud manusia, Yun Zhizhi tetap saja hanya berbentuk Roh tanpa raga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
dinik
semangat thor
2020-08-06
2
™🍃Air...in🥀🐊
kak kenapa nama nya berubah ubah kadang Xiao kadang Lao. jadi yang bener itu yang mana kak?????? 😕
2020-06-22
2
Yance Malaksuseya
upp dong
2020-06-07
1