Bab 18

Ting tung... Nadira memencet bell di dekat pintu.

Ckliiik... Tidak lama kemudian pintu terbuka.

" Nadira... " Sapa ibu Sagar penuh kegembiraan.

"Ibu." Nadira menyalami ibu mertuanya.

" Ayo masuk nak, kamu datang sendiri. " Tanya ibu Sagar.

" Iya bu, Nadira datang sendiri. "

" Di perjalanan tidak kedinginan kan? Karena cuaca akhir akhir ini terasa begitu dingin. "

" Tidak bu, oiya apa ibu sedang sibuk? "

" Tidak, ibu mau ke rumah kaca sama ke kebun. Beberapa hari ibu sibuk, jadi ibu jarang kesana. "

' Rumah kaca itu, sepertinya aku pernah mendengar nya. Tapi tidak sekali pun aku pergi ke sana. ' batin Nadira.

" Apa aku boleh ikut?. "

" Wahhh... Tentu saja. " Jawab ibu Sagar bahagia. Nadira ikut tersenyum melihatnya.

Nadira mengikuti ibu mertuanya menuju rumah kaca yang ada di belakang rumah.

Saat Nadira menginjakkan kakinya di sana, dia sudah di sambut dengan taman bunga yang sangat cantik dan indah. Taman itu di tumbuh i berbagai bunga yang cantik yang sedang bemekaran.

" Waahh,, ini seperti berada di Negeri dongeng. " Kata Nadira kagum dan takjub melihat keindahan ini.

" Nadira belum pernah kesini sama sekali ya. "

" Belum bu, ini pertama kali nya saya datang kemari. "

Nadira berjalan mencium bau bunga mawar yang harum semerbak, udara di sana sangat sejuk, membuat siapa pun yang pergi ke sana tidak ingin pergi meninggalkannya.

' kalau tau tempatnya se indah ini, kenapa tidak dari dulu saja aku datang kemari. ' batin Nadira.

" Nadira, apa Sagar tidak datang kemari? "

" Tidak bu. "

" Apa kalian berdua bertengkar? " Tanya ibu Sagar hati hati.

" Ah tidak bu. " Jawab Nadira sambil tertawa paksa.

" Saya datang kemari sendirian karena Sagar sedang bekerja, saya tidak enak jika mengganggu pekerjaanya karena ingin di antar kemari. "

" Nadira, jawab ibu dengan jujur. Apa tidak berat bagimu menjalani hari hari bersama Sagar selama ini ? "

" Ah tidak bu. "

" Kamu boleh cerita apa saja kepadaku. " Ibu Sagar memegang bahu Nadira dengan lembut dan penuh kehangatan.

" Aku sangat suka semuanya saat bersama Sagar bu. " Kata Nadira penuh semangat. Ibu Sagar tersenyum lega melihatnya.

" Tapi, jika ada yang memberat kan mu, katakan ya. "

" Iya terimakasih bu. " Nadira tersenyum senang.

" Baiklah, kamu lihat lihat bunga di sini dulu, ibu mau merapikan bunga yang di sana dulu

"

Nadira tersenyum dan mengangguk.

' kalau saja kamu menyukainya, aku akan mengundangmu kemari sejak dulu' batin ibu Sagar.

Nadira memandangi ibu mertuanya yang sibuk merapikan bunga. Nadira menatap punggung ibunya yang penuh kehangatan dan kasih sayang.

' ibu tetap sama, selalu perhatian dan penuh kehangatan. Dia selalu lembut. Dulu aku tidak bisa mempersempit hubungan ku dengan nya, tapi kalau aku mau jarak ini akan ku rubah. ' batin Nadira melangkah menghampiri ibu mertuanya.

" Bu, " Nadira memegang lembut bahu ibunya dari belakang.

" Iya. " Ibu Sagar menoleh.

" Ada yang ingin aku tanyakan. "

" Kamu mau menanyakan apa? "

" Itu, apa Sagar selalu mendapat juara ketika sekolah dulu? "

' hehehehe, ini adalah skil tersembunyi. Pendekatan dengan ibu mertua caranya dengan memuji kehebatan anak nya. ' Batin Nadira.

" Apa Sagar mengatakan hal itu kepadamu? "

" Tidak sih, tapi temanku ada yang mengatakan hal itu. "

" Iya, dia dapat juara juga berkat temanya. "

" Kenapa bisa begitu. " Tanya Nadira penasaran.

" Kamu tau Stevan? Kepala maall jotos? "

" Iya, kenapa? "

" Dia itu teman sekelas Sagar saat SMA. Dulu Sagar selalu kompetitif saat ujian. Katanya tanpa belajar saat ujian dia pasti bisa mendapatkan ranking satu. Sagar itu terlalu sombong dan pada akhirnya dia satu kelas dengan Stevan dia menyaingi kemampuan Sagar. Itu yang membuat Sagar belajar mati matian agar tidak bisa di kalahkan olehnya. Mereka selalu kejar kejaran untuk mendapatkan nilai bagus. Tapi pada akhirnya mereka tetap menjadi yang terbaik dalam peraihan nilai. " Ibu Sagar tersenyum bangga.

" Wahhh, itu hebat sekali. " Nadira tersenyum hangat.

" Apanya yang hebat. Sagar itu sudah terbiasa belajar dengan keadaan yang tenang dan serba ada. Nadira yang selalu belajar dengan giat dan selalu berusaha itu yang paling hebat. " Ibu Sagar memegang kedua tangan Nadira penuh kasih sayang.

Nadira tersenyum haru.

' Walau cuma sedikit? Apa aku sudah melangkah semakin dekat. Apa aku telah maju sedikit ke dunia Suamiku? ' Batin Nadira.

Ckriiikkk... Suara foto yang mengagetkan mereka berdua. Mereka sama sama menoleh ke sumber suara.

Sagar melihat gambar yang di kirim kan oleh ayahnya.

Pemandangan yang sangat akrab dan hangat sekali.

~ baru pertama kali ayah melihat ibumu tersenyum sebahagia ini ~

*****

" Ayah.. "

" Halo Nadira, sudah lama kita tidak bertemu ya. " Sapa ayah Sagar.

" Eh itu suara apa? Kamu memotret kami dari belakang ya. " Ibu Sagar meraih ponsel ayah Sagar, tapi ayah mengelaknya.

"Aku mengambil gambar bunga tulip, karena bunganya cantik. " Ayah Sagar tertawa.

" Kalian ngobrol santai berdua saja. Aku akan mencabut rumput yang di sebelah sini. " Ayah Sagar berjongkok dan hendak mencabut tanaman.

" Itu angreekk!!! " Teriak ibu Sagar. Yang membuat ayah Sagar kaget.

" Dasar kau ini! Tidak ada yang bisa kamu lakukan dengan benar. Bagaimana bisa kamu bilang anggrek secantik ini seperti rumput liar? "

' Pendiri perusahaan Voss sedang di omelin seperti ini? Padahal di luar sana beliau adalah orang terpandang dan tidak ada yang berani menyinggung namanya. Tapi hari ini dia di omelin istrinya seperti itu. ' Nadira tersenyum geli melihat sisi lain dari ayah mertuanya.

" Sepenting apa sih memangnya anggrek itu? Lihat itu, Nadira sampai kabur melihat kamu memarahiku. "

" Justru itu, karena ada Nadira kemarahanku cuma segini. "

Nadira meninggalkan kedua mertuanya yang sedang berdebat soal anggrek. Ia tidak enak hati jika menyaksikan perselisihan di antara mereka berdua.

" Nadira kamu mau makan apa? " Tanya ibu Sagar setelah menyelesaikan pekerjaanya.

" Bolehkah aku yang memasak bu? "

" Biar bibi saja, nanti kamu kecapean. "

" Tidak ibu, biarkan aku memasakkan sesuatu untuk ayah dan ibu. "

" Baiklah. Ibu akan membantu. "

Nadira masuk ke dapur untuk menyiapkan hidangan makan siang. Nadira membuka lemari es untuk mencari bahan bahan sayuran untuk ia masak. Mata Nadira langsung terbelalak takjub melihat isi di dalam lemari pendingin itu.

' Bagaimana bisa semua sayuran selengkap ini pindah di lemari pendingin ini. ' Nadira mengambil beberapa bahan sayuran yang ia butuhkan.

' kalau di rumah aku juga memiliki stok sayuran seperti ini pasti sangat menyenangkan. ' gumam Nadira.

Nadira mencuci lobak putih, setelah bersih dia. memotongnya manjadi dadu.

" Sebenarnya aku tidak ingin membuatmu bekerja seperti ini. " Kata ibu Sagar.

" Tidak apa apa ibu, ini kan ke inginanku sendiri. " Nadira terus memotong lobak putih.

" apa Sagar selama ini merepotkan mu? "

Nadira menghentikan potongan Lobak setelah mendengar ucapan ibu Sagar.

bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!