Kringg...
" Hallo... " Jawab Nadira.
" Kamu di mana? "
" Kakak sudah pulang? Sebentar lagi aku sampai. "
" Bukankah aku menyuruhmu menunggu di rumah tadi. "
" Iya, aku tadi bertemu Sasi sebentar. Ada urusan. "
" Jika urusan mu sudah selesai. Pulang lah. "
" Iya, aku pulang. "
Klik. Sambungan telfon terputus.
" Aku pulang dulu. . Dahh. " Pamit Nadira.
" Hati - hati. " Sasi melambai kan tangan nya.
******
Sagar duduk sendiri di ruang tamu, dia membuka jas yang ia kenakan. Dia mengira Nadira sudah berada di rumah sebelum dia kembali. !
' apa aku pulang nya yang terlalu cepat ya. ' batin Sagar.
Sagar pergi kedapur untuk mengambil air putih sambil menunggu Nadira. pulang. Saat ia tengah berjalan melewati kamar Nadira, pintunya terbuka sedikit. Rasa penasaran Sagar mulai muncul. Karena selama ini dia tidak pernah mendekati atau pun masuk ke dalam nya. Hati
Sagar terketuk untuk membuka kenop pintu itu. Matanya terbelalak saat mengetahui kamar Nadira begitu berantakan. Pakain nya berserakan di lantai kamar.
Sagar memunguti pakaian Nadira satu persatu.
' ah apa ini. ' Sagar mengambil selembar kertas. Di balik baju berantakan.
' formulir perceraian '
Nadira membuka pintu, dan melihat Sagar tengah duduk di sofa ruang tamu.
" Aku sudah tau mengapa hari ini kamu bersikap sangat aneh. "
Nadira melepaskan sepatunya dan menaruh di Rak sepatu.
" Hari ini kamu bersikap manis terhadapku. Dan tiba tiba kamu mencum ku. Ternyata karena ini. "
' Bagaimana dia bisa menemukan itu. ' batin Nadira saat mengetahui kertas yang dulu ia ambil dari kantor perceraian.
" Ternyata kamu ingin ber cerai dariku? "
' huwaaa.. Bukan... Bukan begitu. Aku malah ingin menggagalkan perceraian itu. ' batin Nadira sedih.
" Baiklah jika itu keinginanmu. Tunggu tiga bulan, sebentar lagi akan ada ulang tahun ayah. Semua akan kacau jika mereka semua tau kita akan berpisah. " Sagar menaruh gelasnya di westafel.
" Setelah tiga bulan, mari kita serahkan dokumen itu ke pengadilan bersama - sama. Seperti apa yang kamu inginkan. "
Sagar berjalan mendekati Nadira.
" Untuk masalah itu, izinkan aku untuk menyimpan dokumen itu. "
' kata - kata ini... Sama seperti waktu itu. '
" Itu.... "
Sagar memandang ke arah Nadira.
" Sebenar nya aku mengambil itu sejak lama sekali. Waktu itu aku ingin sekali bercerai dari kakak. Tapi itu dulu. Sekarang tidak. "
" Kenapa? " Sagar kembali duduk di sofa.
" Apa kamu masih perlu uang? Apa kamu perlu uang ganti rugi lebih banyak? "
" Tidak! Buka begitu. "
" Tenang saja. Aku akan memberikan kamu uang ganti rugi lebih banyak. Jika perlu aku bisa membagi harta kekayaan ku dengan mu. "
" Tidak! Pokok nya bukan karena uang. "
" Lalu karena apa? Kamu sudah susah payah mengambil formulir ini. Kamu bisa memanggil pengacara. Mari kita buat surat perjanjian pembagian harta."
Nadira mengambil kertas itu dari tangan Sagar.
" Pokoknya aku tidak ingin bercerai. " Teriak Nadira
" Apa alasan nya? Kenapa sekarang kamu jadi bersih keras tidak mau bercerai. " Sagar tersenyum kecut.
' aku harus bilang apa? ' batin Nadira.
" Emmm itu... Karena aku habis mimpi buruk. Aku sudah bilang kan... Sejak saat itu aku baru menyadari betapa pentingnya kakak dalam hidup ku. "
" Bukan kah, selama ini kamu ingin sekali untuk bercerai? "
' aduh... Kenapa masih banyak pertanyaan sih... Aku bingung harus menjawab apa lagi. Aku harus memberi alasan seperti apa lagi. '
" Sudah lah Nadira, besok aku akan memanggil pengacara. Mari kita bagi harta kekayaan ini. " Sagar berdiri dan pergi meninggal kan Nadira.
" Aku tidak butuh uang kakak sekarang atau pun nanti. " Teriak Nadira. Nadira merobek kertas yang ada di tangannya.
Sagar berhenti dan kembali memandang Nadira.
" Kamu muak kan dengan kehidupan kita selama ini. "
' aku harus memberi alasan kepadanya. Alasan yang masuk di akal. '
" Iya sih... Tapi... Kalau di fikir - fikir ciuman dengan kakak seperti tadi itu tidak buruk.. Emm rasanya manis. " Nadira asal bicara.
" Emm iya, aku senang sekali tadi. " Lanjutnya.
" Bicaralah yang masuk akal. Dasar tidak jelas. Bukanya kamu terpaksa. " Kata Sagar datar.
" Iya sih aku terpaksa. Tapi aku berharap... "
" Berharap apa? " Tanya Sagar tidak sabar.
" Berharap ciuman kakak itu lebih lembut dan romantis. "
' astaga naga. Kenapa mulutku asal bicara seperti ini sih. '
" Eh anu mari kita mulai segalanya dari awal. Di mulai dari ciuman pertama kita. Emmm mari kita perbaiki hubungan kita. Selama ini aku banyak berprasangka buruk pada kakak. Aku yakin kakak juga sama seperti itu kan. "
Sagar hanya melongo mendengarkan.
" Emm sebelum ciuman katakan aku cantik dulu kek. Atau aku istimewa atau apa lah. Pokok nya kata - kata yang manis. "
' Sertinya berhasil. Sudah terlanjur jauh juga. Huft semangat Nadira. Demi menyelamat kan nyawa suamimu. ' batin Sagar.
" Kamu bilang, kamu sangat cantik Nadira.. " Nadira mengekspresikan dirinya sok manis.
" Terus kamu menciunku dengan malu - malu. Aku sudah mengajarimu sampai seperti ini loh. Jadi mari kita mulai. "
Nadira menutup matanya dan memonyongkan mulut nya.
' sudah di beri kesempatan kenapa dia belum menciumku! ' batin Nadira. Dia akhirnya membuka salah satu matanya. Sagar masih diam di tempat.
" Apa aku yang memulainya kak? "
" Tidak.. Aku tidak akan melakukan nya. " Sagar meninggalkan Nadira sendirian.
" Tunggu kak... Pembicaraan kita belum selesai. " Nadira mengejar Sagar.
" Sudah cukup! Kamu tidak perlu melakukan. Itu. "
Nadira berhenti mengejar Sagar dengan tatapan sedih. Karena dia sudah menahan malu untuk melakukan ini semua.
Sagar membuka kenop pintu kamarnya.
" Kita tidak akan bercerai! "
Deggg...
" Dengan begitu sudah cukup membuatmu lega kan? "
" Ah iya... Itu semua sudah cukup. " Nadira tersenyum lega.
Sagar langsung masuk ke kamar dan menutup pintu kamarnya.
' hah... Apakah usahaku tadi berhasil? Sampai - sampai kakak berubah pikiran. ' pikir Nadira bangga.
******
Di balik pintu kamar Sagar bernafas ngos - ngosan wajah nya memerah dan jantung nya berdebar sangat kencang.
" Bisa gila aku, jika berada di sana terlalu lama. Kenapa bisa begini ya. " Jantung nya masih deg deg an. Membanyangkan semua perkataan dan perbuatan Nadira.
" Katanya berciuman denganku itu manis dan membuat nya senang. " Sagar tersipu.
Di pikiran nya masih terbayang Nadira saat memejamkan mata dan menunggu ciumanya. Sangat mempesona sehingga membuat Sagar tidak bisa bernafas.
" Apa sebenarnya yang ada di fikiran nya. Kenapa dia begitu aneh. Tidak! Ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Aku harus menemui nya. Aku ingin penjelasan darinya yang jelas dan masuk akal. " Sagar berdiri dan kembali membuka pintu kamar setelah hatinya tenang.
Jantung Sagar tiba tiba berdegup dengan kencang saat melihat Nadira dari belakang.
Sagar memegang bahu Nadira dengan perlahan, Nadira menoleh dengan pesonanya yang sangat cantik. Lebih cantik lagi di mata Sagar.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments