Kejadian yang sebenarnya Sagar tidak mencium bibir Nadira, semalam naluri laki lakinya Sagar tergugah. Sagar ingin sekali mencium bibir Nadira. Laki laki mana yang bisa menahan godaan wanita cantik seperti Nadira. Dia merasa frustasi harus menahan diri agar tidak berbuat yang aneh terhadap Nadira, karena Sagar tidak mungkin melakukan hal yang belum di izin kan oleh Nadira.
" Sagar, kamu benar benar sampah. bisa bisanya kamu mau melakukan itu kepada wanita yang sedang tidak sadarkan diri. Padahal kamu sendiri tidak sedang mabuk dan tidak dalam keadaan mengantuk berat. Tapi gimana aku bisa tahan melihat sifat yang lain dari istriku. ' Sagar menatap Nadira kembali.
' Enak sekali ya jadi dirimu, kamu bisa sepuasnya menyentuhku. Sedangkan aku tidak bisa menyentuhmu semauku. Padahal selama ini aku tidak seperti ini. Tapi entah mengapa dengan dirimu aku menjadi lemah.'
Sagar keluar kamar tidak jadi tidur satu ranjang dengan Nadira dan lebih memilih tidur di sofa ruang keluarga dari pada tidur di kamar Nadira atau kamarnya sendiri.
' Hari ini kamu benar benar seperti orang bodoh. ' Sagar mengutuk dirinya sendiri.
*****
Ke esokan harinya setelah Nadira terbangun dari tidurnya.
" Hoaaaaammmmmm. " Nadira menggeliatakan tubuhnya dan bangun duduk.
" Ponselku di mana " Nadira meraba raba bantal dan meja.
' astaga! Ini kan kamar kak Sagar! Kenapa aku ada di sini? Masa ini time lapse lagi? Tapi di masa lalu aku tidak pernah datang kemari. Ah apa ini masa depan ya? Tapi aku..... Ya tuhannn... ' Nadira mulai berfikir aneh dan menatap baju nya yang masih sama utuh seperti yang ia kenakan semalam.
Tap... Tap... Tapp..
" Gimana? Apa tidurmu nyenyak. " Sagar keluar dari kamar mandi dan menyandarkan tubuhnya di tepi pintu kamar mandi. Dia hanya mengenakan handuk untuk menutupi setengah tubuhnya yang bawah.
" Kenapa aku ada di kamar kakak? "
" Semalam kamu tidak sadar, itu sebabnya aku menaruhmu di situ. "
' Sekarang dia memperlakukan aku seperti barang ' batin Nadira.
" Kenapa tidak menaruhku di kamarku saja. "
" Kamu semalam tidur di lantai. Kamu pasti kedinginan karena menungguku. Soal menaruhmu di mana saja, itu terserah aku. Yang penting hangat dan nyaman untukmu kan. "
" Jangan bilang kakak semalam tidur di sampingku. "
" Tidak! " Teriak Sagar panik, karena ia ingat kejadian bodoh semalam.
" Kenapa kakak jadi marah? " tanya Nadira bingung dengan ekspresi yang di tunjukkan Sagar.
" Nada bicara ku memang seperti itu. "
" Iya, tapi aku benar benar kaget. Begitu bangun ada di atas tempat tidur kakak. "
" Aku juga kaget saat melihatmu tergeletak di lantai. Mulai sekarang jangan melakukan hal bodoh. Jangan memaksakan jika kamu tidak bisa. Jangan tidur di lantai lagi. " Sagar berjalan mengambil bajunya di lemari.
' uhh, dia kenapa sih bicaranya seperti itu. Apa waktu tidur aku membuat kesalahan. ' Batin Nadira.
Kkrruuuukkkk....
Nadira memegang i perutnya, dan berharap Sagar tidak mendengarnya karena ini situasi yang tidak tepat untuk merasa lapar.
Sagar menyumbulkan kepalanya dari balik lemari.
" Ayo keluar, kita sarapan bareng. "
' Mampus ! Rasanya aku ingin ngumpet sejauh mungkin.' batin Nadira malu sekali. ternyata Sagar mendengar bunyi perutnya. Nadira memegang i perutnya takut berbunyi lagi.
" Tidak usah, aku bisa makan di kampus saja nanti. "
" Cepat siap siap. Ayo pergi makan bersamaku. "
Sagar menutup lemari dan masuk ke kamar mandi untuk ganti pakaian.
*****
Suasana Restoran pagi ini terlihat banyak pengunjung. Sagar mencari tempat untuk dua orang. Setelah mendapatkannya seorang pelayan datang memberikan buku menu.
" kamu mau makan apa? " tanya Sagar.
" terserah kakak saja. "
Sagar memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua.
Pelayan menyajikan berbagai menu makanan yang lezat untuk mereka berdua. mereka menyajikan satu persatu hingga meja makan penuh dengan makanan. Sagar sendiri memesan begitu banyak makanan, karena ia tidak tau apa makanan kesukaan Nadira.
" Makanan sebanyak ini ? " tanya Nadira heran.
" iya. karena aku tidak tau makanan kesukaan mu."
" iya, tapi aku tidak mungkin menghabiskan ini semua kan. "
" Makan saja sebisamu. "
Nadira langsung mengambil makanan yang menggoda mulutnya, dan langsung menyantapnya.
" Kakak mau bicara apa? " Tanya Nadira di sela sela makan nya.
" Tidak ada. "
" Terus kenapa kakak ngajakin makan bersama? "
" Memangnya kenapa kalau kita makan bersama? Apa harus ada sesuatu dulu baru kita bisa makan bersama. "
" Itu.... Karena ini pertama kalinya bagi kita makan berdua. Biasanya tidak pernah. "
" Kamu bener bener ya.. Tidak peduli sama sekali selain kesehatan ku. "
' kenapa jadi seperti ini sih. ' Pikir Nadira.
" Tapi dengan memeriksa kesehatan itu bukankah hal yang aneh? Sama sekali tidak ada perasaan dan hanya memeriksa kondisi tubuhku saja. Bagaimana aku tidak curiga dengan mu. Sesungguhnya kamu melakukan hal itu karena menganggapku penting atau cuma.... Kamu ingin membunuhku secara diam diam. "
" Membunuh!! " Sepontan Nadira berteriak dan memukul meja.
" Aku rasa memang benar benar seperti itu. Kamu melakukanya tanpa perasaan apa pun. Apa aku salah jika mencurigaimu. "
" Soal aku memeriksa kesehatan kakak.... " Sagar memotong pembicaraan Nadira.
" Aku mengatakan itu karena sangat aneh. Kamu sangat ter obsesi dengan kesehatanku. "
" Aku sendiri tidak pernah berfikir untuk melakukan itu. Melakukan itu semua seumur hidupku. Mungkin jika sudah memastikan bahwa kakak akan baik baik saja, aku sendiri akan terlepas dari mimpi buruk ku. Saat itu juga aku akan berhenti. Aku harap hari hari itu akan segera datang. "
' Hari ini, bulan ini tahun ini atau pun yang akan datang. Aku harap hari di mana kakak hidup tenang, tersenyum dan dalam keadaan sehat maka aku juga akan tenang. ' Batin Nadira.
" Sepertinya selama ini aku salah menilai mu. "
' memangnya selama ini kakak berfikir tentang aku seperti apa? ' pikir Nadira.
" Kamu ternyata hebat juga dalam berdebat. Aku pikir kamu itu orangnya Polos, pendiam dan pemalu. Akhir akhir ini kamu hebat juga bertarungnya. "
Nadira melanjutkan makanya. Sedangkan Sagar masih tetap memandang ke arah Nadira yang lahap memakan makanan yang ada di piringnya.
" Nadira... " Sagar berdiri dan mendekatkan tubuhnya ke arah Nadira.
' Ada apa? Kenapa tiba tiba dia mendekat. ' Batin Nadira bingung.
" Akkkhhh...! Kenapa kakak tiba tiba begini. Jangan dekat dekat. " Teriak Nadira.
" Ini.. " Sagar memberikan tisue kepada Nadira. Nadira masih bengong dengan ulah Sagar.
" Lap mulut mu. " Sagar kembali duduk seperti semula dan melanjutkan makanan nya.
' aku ini berfikir apa sih... Duhh malunya. ' batin Nadira sambil mengelap mulutnya dengan tisue.
' Jarak di antara kita begitu terlihat. Ketika aku mendekat seperti tadi, ekspresinya sampai begitu. Apa mingkin jarak di antara kita bisa di rubah dengan kita menjadi lebih dekat lagi. ' Batin Sagar.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments