Bab 3

Pagi yang cerah untuk Nadira hari ini, ia sangat bersemangat menyiapkan sarapan untuk dirinya dan adiknya. Setelah keluar dari rumah Sagar, Nadira tinggal bersama adik satu satunya.

" Fahri. " Teriak Nadira, sambil membawa dua piring ke meja makan.

" Ya kak. " Fahri keluar dari dalam kamar sambil memakai bajunya.

" Ayo sarapan dulu. "

" Woaah, ini pasti lezat. " Fahri langsung melahap makanan yang ada di hadapanya.

Setelah selesai sarapan pagi. Fahri langsung berangkat bekerja. Sedangkan Nadira kembali ke kamar untuk belajar.

Sudah tiga bulan setelah meninggalkan rumah itu. Dan selama itu Nadira hanya bertemu Sagar dua kali.

Yang pertama ketika perayaan ulang tahun ayah Sagar.

Saat itu Nadira duduk di meja ber empat, ayah mertua, ibu mertua dan juga Sagar.

Saat itu keadaan Sagar sedang tidak baik baik saja. Tangan kirinya di balut dengan perban. Dan Sagar lebih banyak diam dari pada seperti biasanya. Di pesta tidak terjadi sesuatu entah yang istimewa atau hal yang tak terduga seperti saat pertemuan keluarga tiga bulan lalu.

Yang ke dua. Saat di pengadilan, saat menyerahkan dokumen surat cerai.

Saat itu Sagar hanya bisa menatap punggung Nadira yang mulai menjauh dan menghilang di balik mobil taxi.

****

Hari ini adalah hari sidang terakhir keputusan perpisahan mereka. Sagar dan Nadira sudah sepakat akan mendatangi persidangan nanti siang.

Ting tong! Ting tong! Suara bel berbunyi.

Nadira segera turun dari kasurnya dan membukakan pintu.

' Kenapa dia tau tempat ini ' pikir Nadira yang terkejut saat mengetahui Sagar sudah ada di depan pintu.

' Mengapa dia bisa basah kuyup kehujanan? Di mana mobilnya? Dia juga tidak membawa payung? Astaga. Jangan - jangan dia ingin membatalkan perceraian atau. . . Nggak! Ini gk boleh terjadi. Aku ingin hidup sendiri. '

" Mengapa kamu bisa ada di sini? Aku tidak pernah bilang aku ada di sini dan kamu juga tidak pernah tau tempat ini kan. "

" Sebenarnya sudah lama aku tau dari adikmu. "

" Walau keadaan kakak seperti ini, aku tidak akan berubah. Dan aku tidak akan membatalkan perceraianya."

" Iya aku tau. "

Nadira tidak sengaja melihat ke arah tangan Sagar.

Cincin pernikahan mereka yang selalu melingkar di jari manis Sagar sudah tidak terlihat di sana.

' Oh ternyata Sagar sudah melepas cincinya. ' batin Nadira.

' Kenapa tangan Sagar mengepal seperti ini. Apa dia akan memukul ku? Di rumah lagi sepi. Bagaimana ini. ' pikir Nadira.

" Apa kakak mau bicara sesuatu? "

" Tidak! Aku hanya ingin melihat kabarmu. Yah, hiduplah dengan baik setelah ini Nadira. " Kata Sagar yang kemudian pergi meninggalkan Nadira yang masih terpaku tidak percaya.

" Dia hanya ingin bicara seperti itu? Di tengah Hujan seperti ini? Apa tidak ada hari lain? Dia selalu datang secara tiba tiba "

Nadira masih ingat betul kejadian saat itu.

Saat Sagar memberinya sapu tangan. Dia berharap Sagar tidak mengenalinya. Tapi kenyataanya Sagar menyebut namanya dan secara tiba tiba mengajaknya untuk menikah.

Saat melihat Sagar, Nadira langsung mengenalinya. Yang tak lain adalah kakak angkatan kuliahnya dulu.

Setelah membantu Nadira berdiri, saat itu Sagar mengajak Nadira ke kantor perusahaannya.

" Nadira, aku harus segera menikah. Tapi aku tidak memiliki wanita untuk ku nikahi. "

Nadira masih mendengarkan.

" Jadi aku ingin kamu menikah dengan ku. "

" Tapi, kenapa harus aku? " Tanya Nadira heran.

" Pertama kamu wanita yang pintar dan berpendidikan. "

" Kedua kamu wanita yang berbeda dari wanita lain, jadi itu tidak akan merepotkan. "

" Ketiga kamu cantik. "

" Jujur saja. Aku butuh status pernikahan. Dan aku membutuh kan mu. Aku atau kamu juga akan membutuh kan aku. Kamu juga ingin keluargamu terbebas dari sana kan? "

Nadira nampak terkejut dengan omongan Sagar saat itu. Setiap ucapan Sagar tidak ada yang salah.

" Jika kamu menikah denganku kamu akan menyandang status nyonya Sagar Mahendra. Bonusnya kamu tidak akan di remeh kan Nyonya Karina hairim. Dan ada kalanya kluargamu tidak akan di pandang rendah olehnya dan kamu tidak di permalukan di depan orang banyak. "

Nadira masih terdiam.

' Apa benar? Keluargaku akan terbebas dari keluarga Hairim. Dan aku tidak akan merasakan tamparan seperti ini lagi? Apa benar jika aku menerima tawaran ini hidupku akan berubah kedepan nya? Mungkinkah ini takdir yang sudah di siapkan Tuhan untukku? Jika memang benar ini nyata maka aku... ' batin Nadira.

" Baiklah aku mau menikah dengan kakak. "

" Itu keputusan yang bagus. "

Nadira terbangun dari lamunanya.

" Saat itu kakak mengatakan sesuatu.. Tapi apa ya ? " Gumam Nadira.

" Sudahlah untuk apa aku berpikir. Semua hanya masalalu. Sebaiknya aku tidak perlu mengingatnya lagi. Atau aku tidak akan bisa melangkah. Lebih baik sekarang aku bersiap untuk pergi ke pengadilan.

*****

" Kalian secara resmi barcerai. " Ketuk palu tiga kali menggema di ruangan sidang.

Empat September dua ribu empat belas. Sagar dan Nadira resmi bercerai.

Setelah semua meninggalkan ruangan. Nadira keluar beriringan bersama Sagar.

Nadira menatap sejuknya pepohonan di luar bekas hujan tadi pagi.

' Aku tidak pernah menyangka di umurku yang ke dua puluh lima tahun aku sudah memiliki pengalaman sebagai seorang istri dan juga janda. Mungkin semua orang akan melihat bahwa aku adalah cinderella yang telah di buang oleh Pangeran. Tapi rasanya ini sangat melegakan untukku. ' batin Nadira. Nadira menatap ke arah Sagar yang berjalan di sebelah nya.

' mengapa dia tersenyum ' pikir Nadira saat melihat senyum santai Sagar.

" Apa kabarmu selama ini baik baik saja? "

" Iya, aku baik baik saja "

" Aku sempat sakit parah. " Nadira menghentikan langkah kakinya untuk mendengarkan Sagar.

" Aku terkena luka bakar di tanganku, dan aku juga sempat jatuh dari tangga. Sampai kaki ku harus di gips beberapa minggu. " Tutur Sagar.

" Apa dia berbohong. Sepertinya dia terlihat baik - baik saja. " Pikir Nadira.

" Oiya, sepertinya kamu juga terluka.? "

Nadira mengangkat tanganya.

" Oh ini? Ini hanya terkena pisau saat memasak tadi pagi. " Nadira tidak menyangka Sagar juga memperhatikan sampai sedetail itu.

" Hati hati." Sagar mengelus kepala Nadira.

' Huh apa urusanya denganmu? Kita sekarang kan bukan suami istri lagi. ' batin Nadira.

" Kamu tau tidak apa alasan aku mau untuk bercerai ? "

" Kenapa? "

" Karena kamu yang memintanya. "

" Kakak bisa melepas cincin itu. " Kata Nadira saat melihat cincin itu kembali melingkar di jari manis nya.

" Ah ini. " Sagar melihat cincin pernikahan mereka. Lalu melepasnya.

' padahal tadi tidak di pakai. Kenapa sekarang di pakai ' pikir Nadira sedih.

" Mau pergi ngopi bareng? "

" Ah tidak, aku masih ada acara setelah ini. " Tolak Nadira. Karena ia merasa tidak enak hati sendiri mengingat ucapanya yang dulu ia lontarkan soal tidak pernah minum teh bersama.

" Baiklah, setelah ini hiduplah dengan baik. Jaga dirimu baik baik. Hiduplah dengan perasaan lega. Dan setelah beberapa pekan barang kali kamu tidak sibuk mari kita ngopi bersama. "

" Baiklah. "

" Maaf. " Sagar mengulurkan tanganya pada Nadira.

" Terimakasih untuk semuanya. " Nadira menyambut tangan Sagar. Dan mereka kembali melanjutkan perjalanan.

" Oiya sebentar lagi ulang tahunmu kan? Apa kamu mau menerima buket bunga dariku?"

" Kamu mau membuatku jadi bahan tertawaan. "

Sagar hanya diam saja dan melanjutkan jalanya.

Setiap tahun, setiap Nadira ulang tahun Sagar selalu memberikan buket bunga. Meski pun buket itu tidak langsung di berikan kepada Nadira. Sagar selalu menempat kan buket mawar merah itu di meja depan kamar Nadira.

" Kenapa kakak masih terus ikut denganku? Parkiran kan ke arah kanan? "

" Hari ini aku tidak membawa mobil. "

" Tidak bawa mobil? "

" Iya, aku bisa naik taksi di depan. "

' apa dia takut terjadi skandal jika menggunakan mobilnya. Apa dia takut semua orang akan tau jika kita telah bercerai. ' pikir Nadira.

" Oiya, aku sudah mengirimkan hadiah perceraian kita. "

" Hadiah? "

" Sebentar lagi akan sampai. "

" Apa? "

" Sampai jumpa. " Sagar melambaikan tanganya pada Nadira.

Nadira masih bingung dengan apa yang Sagar maksud.

Tring.. Suara pesan dari handphone Nadira.

' sepuluh triliun ' tertera bahwa Sagar baru saja mentransfer uang sebanyak itu kepada Nadira.

Nadira hanya bengong di tempat melihat pesan ini

' Aku ingin bercerai bukan karena uang ini Sagar. Tapi aku hanya ingin hidup bahagia. Hidup penuh kehangatan kasih sayang. Hidup layaknya orang normal. Tapi bukan karena uang ini. Kamu sudah salah paham Sagar. ' Nadira memasukkan ponselnya ke saku.

' aku harus mengejar Sagar. Dia belum jauh. Aku tidak bisa menerima uang ini. '

Nadira berlari mengejar Sagar yang sudah ada di seberang jalan.

" Kak... " Teriak Nadira yang berlari ke arahnya.

Sagar melihat Nadira yang terus berlari tanpa melihat sekeliling.

" Nadira awas. " Sagar berlari dan mendorong Nadira.

Ckiiiittttt!!!! Braaaakkk!!

" Tidaaaaaaakkkkkk! " Nadira berteriak histeris saat melihat tubuh Sagar terpental. Setelah tertabrak mobil.

Darah bercucuran membasahi aspal.

Nadira sangat syok melihat Sagar tidak bergerak.

Tidak beberapa lama kemudian terdengar sirine ambulance dan segera membopong tubuh Sagar ke dalam ambulance. Nadira menemani dengan tangisan tiada henti melihat tubuh Sagar yang telah di tutupi kain putih.

' Hari ini aku bercerai. Dan aku berfikir aku akan memulai kehidupan baruku. Tapi nyatanya suamiku malah meninggal tepat di hadapanku. Lebih sakit lagi dia menyelamatkan aku ' Nadira masih terus terisak.

*******

bersambung....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!