Bab 5

" Aaaaaaaaaaaaaaaaa.... " Teriak Nadira menutup muka nya.

" Kenapa kamu teriak? Kamu yang menyerang ku dengan tiba tiba datang ke sini? "

'Suara ini?' Nadira membuka tanganya.

' wajah ini? Ekspresi ini ' pikir Nadira dengan air mata mulai menggenang.

" Kenapa kamu ada di sini? " Tanya Nadira gagap.

" Ini kamarku. Ini tempat tidurku? Kamu yang kenapa ada di sini? "

Nadira meraba dada Sagar yang sispek yang hanya tertutup kaus tanpa lengan.

' Rasanya nyata dan hangat. Bukan seperti orang mati. Dan bukan seperti hantu. Dia benar - benar masih hidup. ' batin Nadira.

" Kamu memegang apa? " Tanya Sagar memegang tangan Nadira yang berada di dadanya.

" Ah.. " Nadira mencoba melepaskan tanganya. Tapi Sagar menahanya.

" Aku kan sudah pernah bilang. Jangan masuk kamarku. Apa lagi di pagi hari. Kamu sengaja memancing ku? Kamu datang kemari hanya memakai piama tidur itu? " Sagar berbisik di telinga Nadira.

Nadira masih terpaku tidak percaya.

" Kalau ini bukan mimpi. Tolong pukul aku! "

Sagar menatap Nadira tak kalah heran. Sagar mendekat kan wajahnya tepat di hadapan Nadira.

" Pukul aku ! " Printah Nadira.

" Apa sih maumu. Pagi pagi sudah bertindak tidak jelas. " Sagar bangun dan duduk di tepi tempat tidur.

Nadira hanya dapat melihat punggung Sagar.

' Dia benar benar orang itu. Dia adalah Sagar Mahendra. Ini bukan mimpi. Ini nyata. ' lamun Nadira.

" Hei. Apa kamu akan terus tidur di sana. " Sagar membangunkan lamunan Nadira.

" Ah Iiya... Aku minta maaf. " Nadira berdiri di samping Sagar.

' ternyata benar. Aku kembali ke masa lalu. Atau ini hanya mimpi buruk atau mimpi indah yang panjang?'

" Maaf, Anggap saja aku tengah mengigau. Maaf sudah mengganggumu di pagi hari. "

" Terus? Kamu pikir dengan mengigau kau bisa bersikap tanpa pikiran. Dan berbuat di luar nalar ?"

" Tidak, bukan begitu. Tadi aku benar benar bermimpi sangat buruk. Dan itu terasa sangat nyata. Sampai aku melakukan kesalahan seperti ini. "

" Apa kamu kesulitan?"

" Kesulitan apa ? "

" Kesulitan karena mimpi buruk itu. "

Sagar membuka lemari pakaian dan mengambil kaos lalu memakainya.

" Lebih baik kamu ke rumah sakit! Agar perasaanmu lebih tenang. Kamu tau kan, hari ini ada acara pertemuan keluarga bulanan. Aku akan kirimkan mobil jam lima untuk menjemputmu. "

Nadira menoleh ke arah Sagar.

' ini masih sama seperti ucapanya saat itu. ' batin Nadira.

' ini benar, bukan mimpi. '

"Restoran sakura, tempatnya bagus kamu akan menyukainya. Semua keluarga besarku akan datang dan berkumpul. Sebaiknya kita juga harus pergi kesana."

Sagar meninggal Nadira sendirian.

' Aku kembali? Aku kembali ke masa lalu. Dan aku kembali ke masa itu. '

Nadira masih teringat betul saat terakhir ia meninggal kan rumah itu... Menulis surat, memberanikan diri berbicara dengan Sagar. Dan meninggalkan rumah ini.

*****

Setelah Sagar meninggal, Nadira selalu menyalah kan dirinya sendiri. Nadira selalu ingin memutar waktu dan kembali ke masa lalu. Dan sekarang ini sudah terjadi. Tapi Nadira masih belum sepenuh nya mempercayainya.

' Apa lebih baik aku pergi ke Kampus? Bukankah saat ini itu aku masih menjadi dosen di Universitas S. ' batin Nadira.

Dia buru - buru berangkat ke kampus. Untuk memastikan dia benar kembali ke masa lalu atau ini hanya mimpi.

"Nadira... Kamu datang sepagi ini. Bukankah hari ini kamu izin ada acara keluarga ? "

" Kak Hamid. " Kata Nadira terperengah saat teman nya datang ke ruangan dosen.

" Aku ada urusan sebentar. "

" Jangan terlalu di paksa kan. Nanti kamu capek dan sakit loh. "

' Padahal dulunya sama sama kakak angkatan ku loh.. Tapi kenapa dia berbeda dengan Kak Sagar. Kak Hamid selalu membuat nyaman saat berbicara dengan nya. '

Hamid dan Sagar dulunya satu angkatan saat kuliah. Tapi Hamid memilih provesi sebagai dosen dari pada kerja di kantoran.

' Kak, aku ingin bilang. Kalau aku datang dari masa depan. Apa kakak akan mempercayaiku seperti biasanya ' batin Nadira.

" Oiya kak. Kakak jadi investasi?" Tanya Nadira memastikan.

" Kok kamu bisa tau aku mau inves. Aku kan tidak pernah bicara padamu. "

" Kakak pernah bicara soal itu sih. Aku hanya menyimpul kan. " Nadira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

' Sepertinya ini belum saat nya. Kak Hamid pasti merasa aneh ' batin Nadira.

" Ahh iya. Memang sih. Aku mau inves di dutsa. Sepertinya di sana keuntungan nya lebih banyak. Dan sekarang lagi rame tuh. "

' Dutsa? Ah iya aku ingat. Saat itu kak Hamid hampir gila saat uang yang di investasikan ternyata di bawa kabur oleh pemegang keuangan Dutsa. Dan perusahaan Dutsa hampir mengalami kebangkrutan. '

" Menurutku Dutsa itu kurang bagus kak. "

" Aku sudah memastikan kalau itu perusahaan yang bagus. "

Walau Nadira merasa ini berhasil atau tidak tapi dia mau mencobanya. Siapa tau dengan pengalaman nya di masa depan. Dia bisa mencegah Hamid untuk investasi agar tidak tertipu.

" Emm begini saja. Coba kakak cari tau lebih detail. Jangan cuma mengandal kan popularitas saat ini saja. Coba kak cari tau kedepan nya bisa berjalan terus atau tidak, uang sebanyak itu tidak mudah di cari kak. Kan sayang kalau seandainya uang itu hilang. Padahal kakak sudah bersusah payah. "

" Ah iya ya. Coba deh nanti aku lebih memastikan lagi dan mencari tau lebih dalam. "

" Iya coba cari tau dulu. "

" Oke deh, terimaksih ya sarannya. "

' Walau aku tidak tahu. Tapi aku harus yakin. ' batin Nadira.

' mungkin Tuhan memberiku kesempatan untuk kembali ke masa lalu untuk ini. Untuk merubah sesuatu yang seharus nya tidak terjadi. ' pikirnya galau.

****

Nadira memilih milih pakaian yang ada di dalam lemari miliknya. Dia mencoba mengingat kejadian saat berada di restoran itu.

' Lebih baik aku memakai baju ini. ' Nadira mengambil dress warna hitam lengan panjang. Karena dia mengingat saat itu dia tengah memakai pakaian berwarna biru tanpa lengan. Dan ketika terkena noda pakaian itu terlihat sangat kotor dan membuatnya sangat kedinginan saat di rotoof.

Nadira turun dari mobil melihat bangunan restoran itu.

" Karena aku kembali. Aku akan merubah segalanya dari sini. " Nadira berbicara sendiri.

Waktu itu Nadira tidak tau di mana tempat mereka berkumpul, sehingga ia harus bertanya terlebih dahulu terhadap pelayan restoran. Tapi, kali ini dia langsung berjalan menuju tempat itu.

" Kamu sudah datang. " Sapa Sagar, saat melihat Nadira memasuki kerumunan.

" Ah iya. " Jawab Nadira

' Ternyata benar, aku tidak salah langsung pergi ke tempat ini. ' batin Nadira.

" Ayo kita ke sana. Kita duduk sama paman dan Bibi. "

' Dulu, Kakak tidak menungguku di sini, dia sudah duduk di meja waktu itu. '

Sagar berjalan beriringan dengan Nadira.

Nadira masih sedikit trauma dengan kejadian waktu itu.

' Apa aku bisa mengubah masa depan. Dengan mengganti pakaianku saja? Dan langsung menuju tempat ini tanpa bertanya. Tapi hari ini kakak tidak langsung duduk. ' pikir Nadira sedikit takut.

Nadira dan sagar duduk bersandingan.

Pelayan datang memberikan hidangan steak pada Nadira dan Sagar.

" Makanlah. " Kata sagar.

Nadira menuruti perintah Sagar.

"Kalian belum memiliki momongan juga ya." Tanya bibi Sagar.

Nadira hanya diam terpaku mendengar pertanyaan itu.

"Padahal kalian kan sudah menikah hampir tiga tahun. Lihat tuh Henry baru menikah satu tahun sudah memiliki momongan."

Klankkk !!

Garpu yang di pegang Nadira terjatuh tapi kali ini Nadira segera menghindar agar garpu itu tidak jatuh mengenai pakaian nya.

' kejadian ini! Terjadi ber turut turut sama seperti waktu itu. Aku berhasil menghindar dari garpu yang akan mengotori pakaianku. Itu artinya aku berhasil mengubah masalalu ku. Jika ini berhasil, apakah aku bisa merubah segalanya. ' pikir Nadira.

' Apa aku bisa merubah agar kamu tidak pergi dari dunia ini? ' Nadira menatap Sagar.

bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!