Semua menunggu apa yang terjadi selanjutnya saat tiba tiba lampu ruang rapat mati, beberapa detik kemudian nampak sebuah lampu protektor menyala dan memainkan video rekaman percakapan antara Nyonya Erlin dengan orang bayarannya.
"hentikan !!!" teriak nyonya Erlin merengkuh lengan William
namun William tidak bergeming dan tetap melanjutkan isi rekaman.
video rekaman percakapan yang didapat dengan kecanggihan visual satelit 5 dimensi, membuat semua adegan seperti rangkuman cctv dengan visual yang sangat jelas jika wanita didalam video adalah Nyonya erlin sang ibu tiri.
William dengan mode ice bear sangat arogan dan dingin, kejam dan tidak kenal ampun, dia adalah tipe petarung yang akan mengalahkan lawannya tanpa ampun, musuh musuh dunia bisnis yang berusaha menjatuhkan dengan cara yang licik dan kotor akan dihancurkan sehancur hancurnya.
satu persatu videi diputar, hingga sampai pada rekaman percakapan tentang bagaimana membunuh sang suami Tuan besar Adiguna.
Pintu ruangan terkunci, semua hadirin terpaku menonton rekaman yang diputar, Tuan muda William duduk di kursi utama CEO dengan aura sedingin kutub es, sementara si pemain utama Nyonya Erlin nampak histeris frustrasi sendiri, dia berlari kesana kemari mencoba membuat alibi.
"itu bukan aku !!"
"rekaman itu adalah tipuan !!"
"William.. William adalah penjahatnya aarrgghhhh !!!"
Nyonya Erlin menangis frustrasi terisak dilantai dan terus berteriak jika wanita didalam rekaman itu bukan diri nya.
tiba tiba...
hahahaaa.... suara tawa menggelegar didalam ruangan rapat direksi pemegang saham yang semaki mencekam.
"William brengsek !!"
"Seharusnya kamu sudah bersama Ayahmu yang bodoh itu hahahaa !!"
"Kamu pikir aku benar benar mencintai Ayahmu hah!! TIDAK !! aku hanya mengincar harta Keluarga Adiguna.. "
hahaaa...
"William anak tiri sialan, kamu sebaiknya mati !! KAMU HARUS MATI !!"
nyonya Erlin meraih sebuah pisau dari dalam tasnya dan berlari hendak Menyerang William yang masih nampak tenang duduk dikursi kebesarannya.
hanya melirik dari sudut matanya yang tajam,
tiba tiba..
BRAKK !!
DORR !!
Aarrggghhhhh bajingan !!!!
Pintu ruangan terbuka paksa oleh pihak kepolisian yang dengan sigap melumpuhkan nyonya Erlin saat hendak menyerang tuan muda William.
setelah mengamankan nyonya Erlin, Seluruh hadirin direksi pemegang saham adiguna company satu persatu menguatkan tuan muda William ,
mereka yakin meskipun sudah mengetahui isi rekaman itu tapi tuan muda William tetaplah seorang anak yang akan sedih jika mendengar bagaimana rencana pembunuhan ditujukan kepada oramg tua kandungnya.
sebagian lagi merasa jika sebaiknya mulai sekarang mereka mencoba mendekati tuanuda William demi keselamatan bisnis.
Drama penangkapan Nyonya Erlin menjadi topik yang paling panas dibahas saat ini, setiap melihat tuan CEO mereka merasa iba, namun william tidak suka dikasihani.
"aku tidak mau mendengar para pegawai membahas nenek lampir sialan itu lagi, "
berbicara dengan sang asisten..
"Suruh mereka semua diam dan bekerja atau angkat kaki dari perusahaan ini jika masih saja membicarakan itu. "
Perintah tuan muda William yang tegas membuat semua karyawan takut dan besoknya tidak ada satupun yang membahas lagi kejadian tempo hari.
Berbulan bulan kemudian..
Nurul yang awalnya shock dan tidak bisa menerima jika suaminya telah pergi meninggalkannya sendirian perlahan mulai bangkit.
Nurul menjadi lebih pendiam dan tertutup namun tetap profesional dalam bekerja. Dia tidak lagi bekerja sebagai nelayan penangkap ikan dengan pasukan seperti dulu.
semua diserahkan kepada Jono, Urusan tangkap menangkap ikan, perawatan kapal, serta pembagian hasil jual beli hasil tangkapan semua tanggung jawab Jono.
Nurul hanya akan menerima laporan keuangan setiap bulan. Kampung nelayan menjadi wilayah pesisir yang semakin maju.
Semua warga tidak perlu membayar uang sewa setiap bulan, Nurul adalah pemilik resmi tanah yang dahulu menjadi tempat tinggalnya saat musim menangkap ikan.
Setiap warga hanya perlu giat dalam bekerja demi kemakmuran bersama. Sementara untuk menenangkan diri Nurul kembali aktif di tempat resort nya.
Dia menghabiskan banyak waktu mengawasi resort wisata tepi pantai miliknya, saat ini hanya resort milik Nurul yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing.
dilokasi bersebelahan milik Nurul juga sedang dalam proses pembangunan, entah siapa pemiliknya..
persaingan bisnis adalah hal yang lumrah Menurut nya, jadi tidak peduli akan semewah apa resort saingannya, jika sudah rejekinya pasti tidak akan tertukar.
Menikmati waktu santai sembari mengawasi resort miliknya membuat Nurul perlahan bangkit, dia tidak boleh menyerah dengan keadaan.
mungkin aku harus mencoba adrenalin lagi seperti dulu hhmmm...
...Batin Nurul saat sedang duduk di salah satu kamar resort yang dikhususkan untuk sang pemilik. ...
Suasan Pesisir pantai sedang ramai, kapal yang berhari hari menangkap ikan dilaut telah menepi, belum juga diturunkan dari kapal sudah banyak antre hendak membeli.
Nurul yang pagi itu sengaja mengunjungi kampung nelayan merasa senang melihat kerumunan manusia berebut membeli ikan dari kapalnya.
Nampak Jono melambaikan tangan saat masih diatas kapal, Nurul membalas lambaian..
lalu mereka berdua duduk di kedai es kelapa muda..
"Dapat banyak nih kayaknya Jon hehe.. " kata Nurul sambil menyeruput es kelapa muda yang dicampur gula dan jeruk nipis.
"Banyak banget mbak Nurul.. ika di laut gak ada habisnya, kita dapat banyak terus.. " jawab Jono yang kini nampak semakin gagah
"kamu lama lama mirip bapakmu Jon, mbak gak salah pilih orang buat bantu jadi tangan kanan mbak di kapal.. "
"Kapan mbak Nurul ikut melaut lagi, kayaknya kita bakal dapat lebih banyak kalau pawangnya ikut deh hehehee.. "
"Kapan emangnya jadwal melaut selanjutnya Jon ?"
"Minggu depan mbak.. "
"Oke minggu depan aku yang pegang.. kamu siapkan awak kapalnya Jon, pilih warga yang belum dapat giliran melaut, biar semua adil merata.. "
"beres mbak Nurul.. anggap urusan menyiapkan perlengkapan dan awak kapal beres, Jono gitu loh !!"
Nurul dan Jono berbincang cukup lama di kedai es kelapa muda, tidak terasa sudah menjelang waktu makan siang.
Jono mengajak Nurul untuk ikut makan siang bersama warga lainnya.
"Hari ini pak Rais masak banyak mbak buat para nelayan yang baru menepi.. "
berjalan beriringan menuju rumah pak Rais..
"Aku kangen sambel jeruk sama ikan bakar sih jon hahaha.. "
"ada banyak kalau itu mbak, ikan bandeng, lobster, kepiting ada semua.. kalau daging sapi baru gak ada hehe. "
"ciee... ngajak bercanda kamu Jon hahaa.. "
Makan siang bersama warga kampung nelayan berlangsung kekeluargaan, semua menyambut Nurul dengan suka cita, sama sekali tidak menanyakan apalagi membahas tentang masalah rumah tangganya.
Karena waktu Nurul masig Koma, dokter Kamil sudah mewanti wanti agar jangan ada satupun warga yang menanyakan tentang suami Nurul.
Dokter Kamil menjelaskan, Apapun yang terjadi Nurul adalah satu satunya yang wajib kita semua lindungi, banyak jasa Nurul di kampung nelayan dan mendukung penuh apapun keputusan Nurul adalah janji yang akan mereka tepati sampai kapanpun.
suport warga juga lah yang membuat Nurul pulih lebih cepat, meskipun kini Nurul menjadi lebih tertutup, ambisius, pendiam, namun Nurul tetaplah wanita tangguh kebanggaan kampung nelayan pesisir pantai sumba..
...****************...
Bersambung
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Jangan lupa like & komen bab ini,
Epanggawang 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments