Bab 15 Siasat mertua

"ibu ikut senang mendengarnya tapi ibu mohon bisakah kalian ikut ibu pulang ke mansion. Ibu akan ikut merawat calon cucu ibu dengan sebaik baiknya.. "

nada bicara Ibu penuh ketulusan seakan akan dia adalah ibu tiri paling baik sedunia.

Nurul hanya tersenyum simpul saat mendengar apa yang baru saja ibu mertua katakan.

Nyonya Erlin pulang setelah makan siang dan memastikan Nurul minum obat lalu istirahat.

didalam mobil saat perjalanan pulang, Nyonya Erlin menghubungi asisten kepercayaannya,

drrtt...

ddrrttt..

ddrrttt

Halo nyonya..

^^^"Apa kamu sudah berhasil membuat kertas dokumen yang aku minta ?"^^^

"Sudah nyonya.. sesuai dengan yang nyonya inginkan.. "

^^^"bergerak setelah aku beri perintah !"^^^

Menutup panggilan lalu menatap kosong kedepan..

Supir nyonya Erlin pun tidak berani bertanya, hanya sekilas melirik melalui kaca spion, dari raut wajah Nyonya Erlin nampak sedang seperti merencanakan sesuatu.

...sementara itu di apartemen...

William nampak tiduran disamping Nurul yang masih terlelap karena efek obat dari dokter.

menggeliat pelan mencari kenyamanan lewat aroma tubuh suaminya,

"eunghhh... sayang... " dengan suara yang agak serak khas bangun tidur.

"baumu enak sayang... " usel usel nyaman di ketiak suami.

"Sayang.. besok pagi kita akan kerumah sakit untuk memeriksa kandunganmu.. " mengeratkan pelukan.

"Sebuah kebahagiaan kecil untuk keluarga kita sayang, " cium sekilas kening sang istri.

Setelah makan malam yang kemalaman, William dan Nurul berjalan jalan di taman dekat apartment. Sekedar menikmati angin malam yang sejuk,

Saat sedang berjalan di jalan setapak yang berjejer banyak sekali penjual makanan, Nurul yang memang hanya makan sedikit merasa cacing diperut konser minta makan.

"sayang aku mau beli itu.. " berjalan kearah lapak penjual bebek betutu.

Apalagi yang bisa dilakukan Wiliam selain mengikuti langkah sang istri.

seporsi nasi hangat sengan satu ekor utuh bebek betutu terhidang dihadapan Nurul, ditambah segelas besar es jeruk yang manis.

Melihat sang istri makan dengan lahap membuat William ikut senang, apalagi saat bumbu belepotan di mulut Nurul semakin membuat gemas.

selesai makan dan membayar sejumlah uang kepda si penjual, pasangan suami istri kembali berjalan kaki sambil bergandengan tangan, tujuan selanjutnya adalah pertunjukan kembang api.

Suara khas kembang api yang menggelegar membuat para pengunjung terpukau, termasuk Nurul yang sangat jarang menikmati hal seperti ini.

"kamu suka ??" tanya Wiliam agak kers karena suara berisik dari kembang api cukup memekakan telinga.

"Suka sekali sayang.." Pandangan nurul tidak menoleh sedikitpun kearah suami namun asyik menikmati warna warni langit.

William memeluk pundak istrinya, menyalurkan rasa sayang yang melimpah, dan entah siapa yang mulai duluan tapi saat ini mereka sedang asik memagut bibir satu sama lain.

saling menyesap bertukar saliva, ciuman yang tidak terburu buru, hangat, lembut.. seakan waktu berhenti sejenak dan membiarkan pasangan tersebut memadu nikmat.

...----------------...

Memasuki usia 16 minggu, kali ini adalah kunjungan rutin yang dilakukan Nurul setiap bulan,

didampingi sang suami siaga yang tampan dengan setelan kerja berwarna hitam nampak fokus mengamati layar usg yang menunjukkan perkembangan calon buah hati mereka.

"semua berkembang normal sesuai usia kehamilan, " dokter menunjukkan satu persatu bagian tubuh janin didalam perut dengan alat usg 4 Dimensi.

seorang janin mungil bergerak saat alat usg menekan perut ibunya, Namun sayang si janin belum ingin menampakkan apa jenis kelaminnya, karena saat alat usg mengarah ke bagian itu selalu tertutupi kaki mungilnya.

Selesai melakukan pemeriksaan dokter memberikan resep vitamin selama sebulan, sampai kunjungan bertemu berikutnya .

Hari itu Nurul sedang sibuk memasak didapur, dia berencana ingin membuat bekal makan siang untuk dibawa ke kantor suami saat tiba tiba ibu mertua menelpon mengabarkan jika dirinya sedang tidak enak badan.

...kalau ada waktu datang lah kerumah, ibu kangen dan ingin sekali makan masakan menantu.....

itulah sebabnya Nurul menyiapkan dua kotak, yang satu berisi bekal makan siang suami, satu lagi untuk ibu mertua yang akan dia kunjungi setelah selesai dari kantor William suaminya..

Menjelang jam makan siang, Nurul sudah siap dengan outfit kasual khas bumil.

Jumpsuit warna hitam panjang, cukup menutupi perut yang sudah mulai menonjol walau sedikit. Dipadukan dengan sandal spons yang ringan dan nyaman di kakinya.

Taksi online yang dipesan sudah menunggu dibawah, Dengan membawa dua paper bag berisi makan siang untuk suami dan ibu mertua Nurul berjalan sampai didepan loby, lalu masuk kedalam taksi menuju kantor suami dahulu.

...----------------...

"bagaimana rasanya sayang ?" tanya Nurul yang kini sedang berdua duduk disofa ruang kerja William

"selalu terbaik sayang.. aku akan habiskan.. " jawab William yang tengah mengunyah.

Mereka menghabiskan makan siang bersama,

"Aku akan mampir sebentar kerumah ibu, setelah itu baru pulang.. "

"Jaga diri hati hati dengan kandunganmu, " elus perut istri

Keduanya saling bepelukan dan berciuman sebentar, sebelum berpisah, William sudah menyiapkan mobil dengan supir di bawah.

saat dalam perjalanan dari perusahaan kearah rumah ibu mertua, Ada sedikit rasa gelisah menyusup dalam diri Nurul, namun sekali lagi mencoba berpikir positif.

"Apakah perjalanan kita masih lama pak ?" tanya Nurul pada supirnya.

"sebentar lagi nyonya, 10 menit kurang lebih.. " menjawab dengan sopan tanpa mengalihkan fokus mengemudi.

tiba tiba..

BRAKK !!!

mobil yang dinaiki Nurul ditubruk dari belakang,

"Astaga !!!" Nurul kaget sampai kepalanya membentur kursi depan

"Nyonya... sepertinya kita sengaja di ikuti dan nampaknya mobil itu juga sengaja menubruk kita.. " kata pak supir melirik mobil dibelakang lewat spion

"Apa kita harus menepi dulu pak ?" kata Nurul panik

"Jika berhenti sekarang mereka bisa lebih berbahaya nyonya.. "

"saya akan membawa nyonya ketempat yang aman dan ramai orang, jadi mobil tersebut tidak akan bisa melukai anda nyonya.. "

kata supir yang saat ini mulai berputar putar mencari pusat keramaian.

sekali lagi..

BRAKK !!!

Mobil dibelakang menubruk semakin keras.

"Cari kantor polisi saja pak, cepat ya.. jangan sampai mereka mencelakai kita !!"

perintah Nurul semakin panik saat merasakan perutnya kram karena terkejut saat benturan tadi.

Mobil menuju kantor polisi di kota Denpasar, Saat hendak masuk ke halaman parkir kantor polisi, Mobil penguntit tiba tiba muncul dari arah samping lalu menubruk dengan sengaja tepat di arah posisi Nurul duduk dibelakang.

BRAKK.. !!!!!

aawwhhh !!!

Mobil pelaku langsung pergi setelah memastikan Mobil yang dinaiki Nurul peyok parah karena membentur pohon palem didepan kantor polisi.

awwhhh sakiit...

kram diperut Nurul semakin terasa tak tertahan, apalagi melihat darah segar merembes dikakinya.

Saking terkejut Nurul pun pingsan, para anggota polisi dengan sigap mengolah tempat kejadian perkara.

membawa Nurul yang pingsan kerumah sakit terdekat, sementara supir yang juga terluka cukup parah juga dibawa dengan ambulance dibelakang Nurul.

Dua ambulance meluncur cepat kerumah sakit, Para tim medis melakukan tindakan cepat untuk menyelamatkan dua korban tabrakan.

PRANGGG !!!!

cangkir berisi kopi hangat terjatuh dan pecah tepat saat William hendak meminumnya..

"Astaga... ada apa ini kenapa perasaanku jadi gelisah begini.. "

gumam William lirih sambil memegang dadanya, detak jantungnya tiba tiba tidak karuan seperti ikut merasakan hal buruk sedang terjadi..

...****************...

bersambung

Vote & favorit untuk update selanjutnya

Jangan lupa like & komen bab ini,

Epanggawang 🙏

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!