...----------------...
...selamat membaca...
...----------------...
Kening keduanya menempel, lalu saling tersenyum sambil menggesek gesek hidung..
"Kalau begitu aku mau..." kata Nurul manis
"Makasih Nur, aku akan bekerja lebih keras supaya bisa segera menikahi kamu.."
senyum keduanya sangat romantis di bawah sinar bulan purnama , ditengah laut..
"Ayo kita tidur .." Yanto hendak menarik Tangan Nurul.
"Ya jangan ngelunjak gitu juga Yanto !!" gemas Nurul
"Tidur sendiri sendiri , enak aja mau tidur bareng, ntar kamu pegang pegang lagi hush deh sana sana.."
Nurul memberikan kesempatan hatinya untuk menerima Yanto , tapi belum sepenuhnya yakin apakah ini akan menjadi yang terbaik.
"Yaah.. padahal aku pengen peluk kamu lagi Nur.."
"Aku temani disini lagi deh, "
Niat Yanto memang sengaja ingin berduaan sama Nurul di dalam kamar ,
padahal ingin melanjutkan yang tadi huft.
Karena ini masih waktunya Nurul yamg menjaga kapal, jadi Nurul akan istirahat setelah giliran nya selesai.
Kapal tidak boleh ditinggalkan, jadi mereka membagi shift penjagaan kapal supaya tetap aman terkendali.
***
...Tiga hari berlalu.....
Beberapa jam sebelum menjelang Fajar Nurul memerintahkan para awak kapal termasuk Yanto untuk menarik tambang.
"Semangat kaka, kita pasti panen banyak kali ini !!!"
Suara Nurul yang lantang ikut membuat para awak kapal bersemangat.
Mereka menarik Jala yang mereka sebar selama beberapa hari berharap ada banyak ikan yang tersangkut didalamnya.
Setelah perjuangan yang cukup menguras tenaga karena melawan arus bawah laut, akhirnya jala terangkat keatas dengan banyak sekali ikan didalamnya.
"Waahhh banyak sekali !!!" kata seorang awak kapal yang selalu terpukau saat melintas jumlah ikan yang tertangkap.
"Nur memang ahli menangkap ikan, selalu banyak seperti biasa'nya.." kata seorang lagi.
Mereka semua berpelukan sambil menari nari kegirangan, merayakan hasil tangkapan yang akan berubah menjadi pundi pundi rupiah.
Nurul menarik tangan Yanto lalu berputar putar saking senangnya,
"Kita dapat banyak uang Yan, wohhoo kereenn !!!"
Yanto meladeni Nurul dengan ikut memegang tangannya kemudian mereka saling menarik dan menari nari,
"Kamu keren Nur, i'm in love with you !!!"
teriakannya tidak digubris sama sekali tapi Yanto tidak peduli yang pasti saat ini dia merasa bahagia melihat Nurul bahagia.
"Kita pulang sekarang pak !! " perintah Nurul pada seorang awak kapal yang mendapat giliran mengemudikan kapalnya.
***
...Sebelum matahari terbit kapal sudah bersandar di bibir pantai.....
Beberapa mobil pick up sudah siaga dengan banyaknya drum yang akan diisi ikan hasil tangkapan.
Setiap mobil bisa mengangkut 8 drum berisi ikan segar, Kali ini ada 3 mobil yang disiapkan, setelah memindahkan ikan hasil tangkapan kedalam drum, mobil pick up tersebut segera pergi ke tempat pelelangan ikan.
disanalah tempat ikan ikan hasil tangkapan berubah menjadi lembaran rupiah yang akan diberikan terlebih dahulu kepada Nurul.
Nurul akan membagi hasil penjualan sama rata setelah menyisihkan sebagian untuk ganti bahan bakar kapalnya.
Semua awak kapal merasakan senang, keluarga mereka bisa makan, bisa berlanjut hidup..
"Nih.. upah kamu.." Nurul menyerahkan beberapa lembar untuk Yanto.
"Makasih Nur, ini upah pertama yang aku dapat selama tinggal disini .."
"Aku akan simpan dengan aman , i love you Nur... "
cup..
sebuah kecupan di pipi kanan Nurul lalu Segera Kabur supaya tidak kena pukul ..
"Astaga pria itu benar benar deh..." gumam Nurul
Padahal kan masih ada beberapa warga , bisa bisanya Yanto main cium aja..
"Kita tunggu pesta nya lo Dek Nurul.." kata seorang warga
"Ahh bapak ini bisa aja, doakan saja ya pak semoga semuanya lancar " kata Nurul sembari menghitung uang ditangannya .
saat ini masih ada 3 orang yang mengantri mendapatkan upah .
"makasih atas kerjasama kalian ya pak, Nurul senang ada yang mau membantu menangkap ikan.."
Ucap Nurul berterima kasih sebelum dirinya pamit pulang ke rumah apung.
***
...Rumah apung...
"Yanto !!! " teriak Nurul yang lagi lagi dibikin senewen,
Bagaimana tidak , Nurul sedang mau membuka baju saat tiba tiba Yanto membuka pintu kamar mandi.
"Maaf Nur kirain kosong hehe..." segera menutup lagi pintunya setelah menikmati sepersekian detik kulit punggung Nurul yang eksotis.
Nurul melanjutkan mandi dengan uring uringan, salahnya juga sih kenapa lupa mengunci pintu.
Yanto sudah menyiapkan dua gelas teh melati hangat di meja, sebagai permintaan maaf karena sudah melihat tubuhnya tadi
"aghh jadi gak sabar malam pertama.." angan Yanto yang saat ini tengah duduk didepan televisi.
otak Yanto hanya berisi Nur.. Nur... dan Nur.. hehe
***
"mas Yanto !!" seseorang menghampiri rumah Apung sembari memanggil nama Yanto berulang kali .
"Ada apa sih Jon.." orang itu adalah Jono , dia disuruh mencari Yanto karena ada seseorang yang ingin bertemu..
"Ayo mas.. ada yang cari mas Yanto di dekat kios.."
kata Jono dengan nafas ngos ngosan.
"siapa Jon, perasaan mas kan gak punya kenalan disini " Yanto merasa heran ,
masih asik menyeruput teh buatan nya..
Nurul yang sudah selesai mandi dan berganti baju pun ikutan heran,
"Jangan bercanda Jono, Si Yanto mana ada kenalan disiini kan dia warga asing.." Duduk didepan tivi sambil meminum teh melati hangat..
"Beneran mbak.. mas... ayo... orangnya itu ibu ibu naik mobil mewah sama ada pengawal nya " Jono berusaha menarik lengan Yanto.
"Apa jangan jangan.." Nurul dan Yanto saling melempar pandangan
***
...Tepian pantai dekat kios es kelapa muda...
"Anakku..." seorang ibu dengan mata berkaca-kaca menghampiri Yanto yang berdiri di hadapannya
Yanto hanya diam dengan pandangan yang Sulit dimengerti
.
"ibu cari kamu kemana mana nak, ibu takut kehilanganmu huhuhuuuu...."Nyonya Erlin menangis sambil memeluk putra tiri satu satunya.
"Ayo ikut ibu pulang nak..ibu sangat merindukan kamu..." masih sesenggukan
Mereka kini duduk di kios kelapa muda,
"Jadi anda ibunya Yanto ?" tanya Nurul
"Yanto ??" Nyonya Erlin bingung
"Ini anak saya, namanya Willian putra adiguna Pratama" kata nyonya Erlin bangga.
"iya nyonya.. tapi saat ini dia bernama Yanto.."
Nurul menjelaskan secara singkat tentang kejadian yang membuat putra nyonya Erlin menjadi sosok pemuda bernama Yanto si amnesia
***
"Saya tidak menyangka Takdir bisa membuat saya menyelamatkan putra nyonya.."
kata Nurul.
"Anakku... apa kamu bisa mengingat sesuatu saat ini ?" tanya nyonya Erlin melirik kearah Yanto yang bukannya duduk disampingnya justru memilih duduk di sebelah Nurul.
Yanto yang memasang tampang bodoh pun menggeleng. Padahal dia sudah ingat semua nya tapi memang sengaja memilih untuk menjadi pria lugu bernama Yanto.
"Saya Yanto dan tidak ingat sedikit pun tentang jati diri saya.." kata Yanto menunduk
"Terima kasih ya nak, karena sudah menolong dan merawat anak saya satu satunya.." ucapan bernada tulus dari mulut nyonya Erlin kepada Nurul
"Iya nyonya.. sudah kewajiban sesama manusia untuk saling tolong menolong.." kata Nurul tersenyum.
"Sekarang kita pulang ya nak.. Ibu akan mengobati kamu di Bali.." gantian nyonya Erlin menggenggam tangan Yanto..
"saya suka tinggal disini.. saya tidak mau ikut ke Bali.." jawab Yanto dengan sorot mata polosnya
...****************...
bersambung..
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Jangan lupa like & komen bab ini,
Epanggawang 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments