"Awh sakit Nur... cubit hatiku juga dong hehe "
Goda Yanto..
Nurul membalik badan lalu membalas dengan tatapan mendelik dan itu membuat Yanto semakin gemas..
***
Hari hari selanjutnya..
Nurul merasa lebih bertanggung jawab atas diri Yanto, karena ingatan Yanto belum pulih Nurul merasa kasihan dan lebih memperhatikan Yanto.
setidaknya Nurul harus membantu suport semangat supaya Yanto bisa segera mengingat jati dirinya.
"Setelah ini ikut aku.." kata Nurul saat mereka sedang sarapan.
Luka bagian luar yang dialami Yanto sudah mengering ,
"Kemana Nur ?" tanya Yanto penasaran
"Ke klinik dokter Kamil.. kamu harus diperiksa siapa tahu nanti syarat otakmu bakal segera pulih !" jawab Nurul sekenanya.
"Ish kamu tuh.. aku suka dengan diriku yang sekarang ini tau !!"
"aku udah nyaman disini sama kamu dan warga nelayan lainnya.."
"Aku gak mau sembuh , titik !!"
Yanto berkata serius saat ini dia ingin hidup seperti saat ini saja, tidak ada beban..
"Yanto !!!" bentak Nurul
"Ikuti apa kataku atau kamu pergi darisini !!"
sorot mata tajam mengarah kepada Yanto yang tiba tiba mengkerut
"Kalau aku diusir mau tinggal dimana, ini juga akan jadi rumahku nanti kalau kita menikah hehe..."
Seloroh Yanto membuat Nurul tersedak makanannya
...uhukk......
"Jangan mimpi kamu Yan.. kerja aja gak bener lagak mau jadi suamiku !!"
"yang ada malah aku yang jadi tulang punggung, kamu gak bisa apa apa cih !!"
Lama lama Nurul sewot karena tingkah Yanto yang sesuka dirinya sendiri
"Awas aja nanti kamu pasti bucin ke aku hehe..."
masih dengan wajah innocent nya..
***
...Klinik dokter Kamil.....
"Kondisi Mas Yanto sudah membaik mbak, tapi sekali lagi kami tidak bisa memaksa mas Yanto untuk mengingat jati diri nya.."
"Obat obatan yang kami berikan itu hanya membantu mempercepat proses pemulihan syaraf syaraf di otak mas Yanto.."
"Meskipun seharusnya saat ini setidaknya mas Yanto bisa mulai mengingat sedikit demi sedikit memory otaknya yang hilang.."
Dokter Kamil menjelaskan panjang lebar tentang kondisi Yanto yang saat ini nampak sehat .
"Apa Dokter gak punya resep khusus gitu buat balikin otak dia yang hilang ?? Makan ati mulu tiap hari tau gak.."
Nurul mendengus kesal ..
"Hhmm... mungkin mbak Nurul harus menyesuaikan diri ya .. siapa tahu ternyata kalian jodoh hehe.."
jawaban dokter Kamil membuat Nurul mendelik jutek sedangkan Yanto mesam mesem malu.
"Dokter Kamil bisa saja, kalau ngomong suka bener " kata Yanto
"ah pusing kepala ku kalian semua sama sama gesrek !!"
Nurul yang sebal pun keluar dari ruangan dokter Kamil,
sementara dokter Kamil yang merupakan teman Nurul hanya menanggapi dengan cengiran renyah.
"Kami kudu berjuang sekuat jiwa kalau mau dapetin Nurul.. dia gak kenal kata cinta di kamus hidupnya.."
bisik dokter Kamil kepada Yanto .
"Ahh iya dok, dia unik.. aku suka banget kalau dia marah marah makin bikin gemes, pingin aku kawinin pokoknya !""
kata Yanto tanpa filter..
...pletak !!...
sebuah bolpoin melayang dan mendarat tepat dipelipis mata kiri Yanto .
"meskipun Nurul urakan tapi dia wanita terhormat bukan wanita murahan yang bisa kamu tiduri begitu saja, kecuali kamu udah gak sayang nyawamu !!"
"dah pergi sana, kamu merusak mood ku hari ini.."
kata dokter Kamil mode galak.
Tentu saja dokter Kamil marah jika sahabat nya dijadikan bahan fantasi, kalau tahu orangnya pasti dokter Kemal akan hajar habis habisan.
***
...kantor polisi...
Paijo kembali datang ke kantor polisi sebagai saksi, dia dimintai keterangan tentang kronologi penyerangan dirumah apung yang dia lihat dengan mata kepalanya.
"sumpah pak, waktu itu pria ini hampir membunuh warga yang tinggal di rumah apung yang saya sewakan.."
Paijo meskipun tampilan nya klimis selengekan tapi dia cukup berani mempertahankan prinsip hidupnya yaitu,
...wilayah milikku akan tetap jadi milikku, dan aku akan jaga sampai mati.....
***
Saat Paijo hendak keluar dari ruangan saksi dirinya bertubrukan dengan seseorang,
...brukk !!...
"Aghh.. jalan liat liat dong !!"
Paijo mengumpat pada seorang yang ternyata adalah wanita,
Paijo memandang meremehkan wanita tersebut, sementara wanita itu hanya tetap diam dengan mode elegan,
"mas Paijo ? bisa kita bicara empat mata ?"
tanya wanita Tersebut mengajak Paijo kesebuah bangku didepan gedung kantor polisi.
"Anda siapa ? kenapa mengenal saya ?" tanya Paijo
"Aku punya kesepakatan bisnis untuk kamu.." wanita itu tersenyum
senyum yang menyeramkan..
"Anda adalah komplotannya penjahat itu bukan ?" Paijo bertanya sambil mengangkat sebelah alisnya
"Apa kamu mau bekerja sama ?" kata wanita itu
"Aku tahu kamu juga tidak suka sama pria amnesia yang tinggal di perkampungan nelayan milikmu.."
"Aku akan kasih kamu uang yang sangat banyak kalau mau kerja sama."
kata si wanita..
Mendengar kata uang, Paijo langsung bersemangat..
uang adalah obsesi nya.. dia akan bisa gunakan untuk menikahi i Nurul nantinya
"Hhmm saya yang akan menentukan nominalnya.."
ucap Paijo
"Berapapun yang kamu mau, asalkan tugasmu berhasil.."
***
Nurul dan Yanto kini sedang berada di sebuah toko perlengkapan nelayan..
Mencari beberapa barang kebutuhan menangkap ikan yang kebetulan habis atau rusak.
"Nur, kapan kita akan melaut lagi ?" tanya Yanto saat sedang melihat lihat tali jala.
"Cuaca lagi gak bersahabat, terlalu ekstrem.." jawab Nurul cuek sambil berjalan kearah rak lainnya.
"Uang yang kemarin aku dapatkan sangat banyak bukan ? apa kamu bangga dengan aku Nur ?"
Yanto besar kepala, tentu saja kemarin hasil penjualan ikan adalah 10 kali lipat dari harga yang Nurul minta.
"Hhmm... lumayan, tapi percuma !"
kata Nurul mendengus pelan
"Kok percuma, harusnya itu jadi poin tambahan buat aku jadi nominasi calon suami idaman hehe.."
ucap Yanto bercanda,
"Kamu dapat uang banyak, tapi kamu juga merusak rumah apung.."
"Uang hasil penjualan buat benerin yang kamu rusak, sama aja jadinya ENOL !!"
kata nurul menekankan pada kata terakhir.
"Maaf untuk kejadian itu ya Nur.. aku..."
Yanto tertunduk menyesal..
"Udah Yanto udah.. sekarang kamu cukup fokus ke kesehatan kamu aja, setidaknya segera lah ingat siapa dirimu yang sebenarnya, biar gak ganggu hidupku terus.."
"Hidup ku ayem tentrem sebelum kamu hadir , Sekarang setiap hari rasanya tertekan , pusing, bete !!"
ucap Nurul panjang lebar, dan seketika bungkam saat..
...CUP......
sebuah ciuman mendarat tanpa permisi tepat di bibirnya,
Tentu saja itu adalah pria amnesia bernama Yanto..
sepersekian detik bibir mereka saling menempel, sampai akhirnya..
...PLAKK !!...
sebuah pukulan tangan mendarat di kepala Yanto,
"Brengsek !!! kamu curi kesempatan !!!"
Nurul hendak menjewer telinga Yanto,
namun secepatnya Yanto kabur dan terjadi lah mereka seperti main kejar kejaran di toko perlengkapan ikan..
Yanto senang bisa membuat Nur nya marah, saat marah Nur terlihat sangat menggemaskan bagi Yanto..
Meskipun sering marah dan uring uringan tapi , Nurul tetap masih mau meladeni kekonyolan bahkan keisengan Yanto si pria amnesia
coba kalau itu pria lain, pasti udah dihajar habis habisan sama Nurul hehe..
...****************...
bersambung..
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Jangan lupa like & komen bab ini,
Epanggawang 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments