Bab 17 kembali ke Sumba

William mempercayakan semua pada Rocky, dan Dirinya berencana akan kembali ke Sumba dahulu supaya Nurul bisa fokus pemulihan dan jauh dari bayang kelicikan sang ibu.

William berencana kembali ke Sumba dengan membawa kapal pribadinya, dia tidak mau ada banyak orang,

"Kapal siap berangkat sesuai perintah anda tuan William.. " kata seorang pria yang merupakan Nahkoda kapal.

"Iya pak.. kita berangkat sekarang.. " titah William yang kini duduk berdua bersama Nurul di dek atas

"Kamu suka sayang ? kita akan kembali ke Sumba.. " memeluk istrinya yang sudah pulih sepenuhnya tapi menjadi lebih pendiam.

"Aku ga mau kembali ke Bali sayang, aku hanya akan mengingat hal hal buruk yang terjadi.. " jawab Nurul sambil mencari kehangatan di tubuh suaminya.

pasangan ini menikmati suasana laut lepas dengan semilir angin yang menenangkan.

sementara itu di Mansion Adiguna..

Nyonya Erlin uring uringan di dalam kamarnya,

"Aarrgghhh sialan !!! anak itu berhasil memblokir pergerakan orang orang kepercayaan ku... siapa yang sudah membantunya.. aku harus cari tahu bedebah itu !!"

prankk... prankk....

Nyonya Erlin mengobrak perabotan keramik mahal didalam kamarnya. Hal itu cukup membuat para pelayan ketakutan dan tidak berani mendekati kamar Myonya Erlin.

salah kejadian bisa bisa mereka yang jadi korban kemurkaan Nyonya Erlin.

Perjalanan yang awalnya tenang tiba tiba menjadi tidak terkendali saat Nahkoda berteriak jika kapal hilang kendali.

"Tuan nyonya !!! pakai pelampung kalian, seperti nya ada kerusakan pada mesin kapal !!!"

Nurul dan William sontak panik, mereka bergegas menghampiri sang Nahkoda.

"Apa yang terjadi pak ??!!" kata William panik.

"Kapal tidak bisa dikemudikan tuan, semua tidak berfungsi. " kata Nahkoda Kapal sembari menekan tombol tombol yang ada di dekat kemudi,

Namun nihil..

"Sini coba biar saya yang tangani.. " kata Nurul

Nahkoda mempersilakan Nurul mencoba mengendalikan kemudi kapal, setelah beberapa saat..

"Bapak cek kondisi mesin di bagian bawah, seperti nya ada sabotase!! " kata Nurul tegas.

"Apa maksudnya sayang.. apa ada yang sengaja ingin mencelakai kita ??" William semakin panik

"Cepat cek dulu, kita harus berjuang atau mati konyol menabrak karang didepan sana !!"

bebatuan karang yang berjarak 2 kilometer yang terdeteksi lewat layar.

William dan sang Nahkoda pun memeriksa mesin kapal, dan benar kata Nurul ada yang mensabotase mesin pada kapal..

"Bapak bisa atasi kan ??" kata William sambil memegang senter yang menyala kearah mesin

"Akan butuh waktu tapi saya akan berusaha tuan.. "

Nahkoda mulai membongkar tutup mesin lalu mengecek satu persatu bagian yang kemungkinan sengaja dirusak.

5 menit kemudian..

Nahkoda menunjukkan pada William bagian mesin yang rusak.

"Ini pak,, ini adalah alat yang digunakan untuk mengatur kecepatan kapal, seseorang tampak nya telah mensabotase alat ini supaya saat kita mencapai kecepatan tertentu otomatis membuat kemudi kapal tidak berfungsi, seperti rem blong, kita tidak bisa menghentikan kapal ini !!"

sontak keduanya terkejut lalu bergegas menghampiri Nurul yang masih nampak berusaha mengendalikan laju kapal.

"Sayang... kabar buruk, seseorang telah mensabotase kapal ini dan saat ini kita tidak bisa menghentikan laju kapal.. "

kata William disamping Nurul..

"Kalau gitu tunggu apa lagi, cepat pakai jaket pelampung.. kita harus terjun ke laut !!!"

Nurul bergegas berlari mencari jaket pelampung dan meninggalkan kemudi kapal begitu saja.

Jarak kapal dengan bebatuan karang sekitar kurang dari satu kilometer.

Mereka bertiga kini berdiri bersebelahan dibagian belakang kapal.

Mau tidak mau mereka harus melompat atau mati konyol.

"Dalam hitunga ketiga.. sesuai arahanku !!!" kata Nurul berteriak.

William dan Nahkoda mengangguk, dan

satu..

dua..

jarak kapal semakin dekat dengan karang...

tiga..

lompat !!!!!

Mereka bertiga lompat ke dalam laut dan berjuang berenang kepermukaan karena sempat tersedot kedalam laut,

Saat hampir mencapai permukaan tiba tiba..

DHUAARRRR...

suara ledakan keras terdengar, Kapal pasti telah menabrak karang lalu meledak,

dan efek ledakan itu menimbulkan gelombang yang cukup kuat hingga membuat mereka terpisah karena arus.

Nafas yang tersengal karena kesusahan menghirup oksigen dalam situasi yang terombang ambing dan berjuang menghindari serpihan bangkai kapal yang hancur.

Saat Sedang berenang tiba tiba sebuah serpihan kapal mengenai Nurul tepat dibagian kepala,

Aaaggghhhh.... Nurul berteriak kesakitan sesaat sebelum pingsan.

sementara William yang mencari keberadaan Nurul juga terkejut saat tiba tiba serpihan bagian kapal yang lumayan besar mengarah pada tubuhnya.

BRUGH !!!!

menghantam sangat keras, bahkan William sempat tidak sadarkan diri, berjuang mencari istrinya dengan susah payah, dan pandangan kabur karena efek benturan keras tadi.

Saat melihat Nurul terombang ambing tak sadarkan diri, William berenang sekuat tenaga menghampiri Nurul.

berhasil..

William merengkuh tubuh sang istri, lalu berjuang mencari daratan, mereka harus segera menepi,

Saat ini mereka berdua terpisah dari sang Nahkoda, entah bagaiman nasib Nakhoda tersebut, hanya Author yang tahu wkkwkkkk..

Saat sedang berjuang berenang tiba tiba ombak besar datang dan menghantam tubuh William dan Nurul yang pingsan.

keduanya tersedot ikut kedalam arus yang kuat, Sama sama tidak sadarkan diri tubuh William membentur sesuatu sangat keras tepat di bagian kepala.

Kejadian kecelakaan ini secara kebetulan menarik perhatian nelayan yang sedang menyebar jala, Suara ledakan besar yang cukup menarik perhatian, Kapal berisi beberapa nelayan mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi

dan tidak disangka sangka jika mereka menemukan dua korban yang terombang ambing terbawa arus permukaan laut dengan kondisi tidak sadarkan diri dan sama sama luka dibagian kepala.

"Astaga.. seperti nya aku tidak asing dengan wanita itu... ayo kita tolong mereka.. "

beberapa nelayan itupun akhirnya menolong William dan Nurul naik keatas kapal, lalu gegas membawa menepi dan membawa Kedua orang itu ke klinik terdekat.

Ya... saat ini William dan Nurul dirawat intensif disebuah klinik milik Dokter Kamil.

Mereka berhasil pulang ke sumba meskipun dalam kondisi tidak sadarkan diri.

di tempat lain, Bali

Nyonya Erlin bersorak kegirangan saat menerima laporan tentang kecelakaan kapal yang ditumpangi anak tiri dan istrinya.

Nahkoda kapal tidak selamat setelah terombang ambing terbawa arus selama berjam jam tanpa menemukan daratan ataupun bantuan.

Nyonya Erlin semakin Yakin jika kini dialah satu satunya pewaris kekayaan keluarga Adiguna.

...Terkadang manusia terlalu yakin jika rencananya pasti berhasil, namun padahal dibalik sesempurnanya rencana manusia masih akan selalu ada takdir sang pemilik semesta. ...

...Jika belum saatnya makhluk itu mati, maka upaya sekeras apapun tidak akan membuat mereka mati.. ...

Kondisi Nurul yang tidak sadarkan diri berhari hari membuat dokter Kamil menyatakan jika Teman nya itu dalam kondisi koma

Sementara William yang sudah menunjukkan tanda vital aktif perlahan menunjukkan kesadaran yang signifikan.

"Kamu sudah sadar.. tetap berbaring biar aku observasi.. " kata dokter Kamil

Saat kesadaran semakin penuh, William mengajukan pertanyaan yang mencenangkan,

"Kamu siapa... "

...****************...

Bersambung

Vote & favorit untuk update selanjutnya

Jangan lupa like & komen bab ini,

Epanggawang 🙏

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!