...----------------...
...Happy reading...
...----------------...
Yanto senang bisa membuat Nur nya marah, saat marah Nur terlihat sangat menggemaskan bagi Yanto itu adalah kebahagiaan tersendiri..
Meskipun sering marah dan uring uringan tapi , Nurul tetap masih mau meladeni kekonyolan bahkan keisengan Yanto si pria amnesia
"ahahaaa ampun.. ampun Nur ahaaaahhaa..."
Gelak tawa Yanto memenuhi ruangan toko saat Nurul berhasil menangkap dan menjatuhkan Yanto di lantai.
Dengan mengunci pergerakan Yanto, Nurul menggelitik perut Yanto..
"Kurang ajar kamu .. nakal... usil.. nih rasain.. masih kurang nih haha...."
Sangat merasa puas melihat Yanto tersiksa dengan gelitikan diperutnya.
"Nur hentikan... hahaha.."
Yanto menahan tangan Nurul yang sepertinya tidak ingin menyudahi hukumannya..
Kedua mata mereka beradu, Nurul mengunci pergerakan Yanto dengan duduk diatas perut sixpack Yanto dan itu justru menciptakan saty kesempatan..
...greb !!...
Yanto menarik tubuh Nur jingga terjatuh tepat dengan wajah yang berhadapan.
"Lepasin Yanto !!" Nurul berusaha menarik tangannya dari genggaman Yanto
namun nihil..
tenaga Yanto lebih kuat , sehingga posisi mereka saat ini sangat intim.
tubuh keduanya menempel tanpa jeda, Aroma nafas keduanya saling menerpa wajah satu sama lain. Dan entah siapa yang mulai duluan tapi bibir mereka kembali beradu saling melu mat satu sama lain.
Mereka terbuai oleh permainan mereka sendiri, semakin lama semakin panas bahkan saat ini lidah mereka ikut menari didalam mulut satu sama lain..
hhmmpphhh...
hhmmpphh...
aagghhh...
hhmmpp ahh..
Aktivitas Nurul dan Yanto tidak sengaja tertangkap oleh Paijo yang kebetulan sedang melewati toko perlengkapan ikan dan saat menoleh kedalam melalui jendela kaca etalase justru sebuah pemandangan yang selalu dia fantasikan kini sedang Nurul lakukan dengan si pria amnesia ..
sialan...
Paijo menggenggam tangannya kuat hingga buku buku jarinya memutih saking kesalnya.
...****************...
...Rumah apung...
Yanto membantu Nurul menyimpan barang barang yang mereka beli barusan. Nurul berencana menyiapkan kapal untuk siap berlayar menjala ikan saat cuaca mendukung.
"Masukkan semua ke gudang ! taruh dengan benar jangan berantakan !!"
teriak Nurul dari dalam rumah,
saat ini Nurul Sedang membuat minuman dingin untuk berdua.
Selesai merapikan barang belanjaan, Yanto menghampiri Nurul yang sedang menikmati segelas es jeruk di kursi teras depan.
"Punyaku mana Nur.." kata Yanto sesaat setelah mendaratkan pantat nya di kursi satunya.
"Ambil sendiri, memangnya aku pembantu heh !" kata Nurul ketus
Dirinya masih merutuki kenapa bisa bisanya dia membalas ciuman si pria amnesia,
"Kata siapa kamu pembantu ?? Kamu kan calon istriku !!"
seloroh Yanto tanpa dosa sembari menuang es jeruk kedalam gelasnya.
***
Mereka duduk berdua menikmati semilir angin serta suara debur ombak yang menghantam pasak kayu rumah apung,
"Nur.. seandainya aku beneran jatuh cinta sama kamu gimana ? boleh kan.."
berbicara dengan pandangan lurus kearah horison,
"Kamu ada ada saja Yan, cinta itu apa ? apa yang kamu tahu soal cinta sementara jatidiri sendiri aja belum pulih.."
Jawab Nurul singkat, dirinya juga sedang terbuai suasana angin laut yang sepoi sepoi.
Yanto hanya diam, sesekali sudut matanya melirik Nur nya, seakan meyakinkan diri jika dirinya benar benar jatuh cinta dengan wanita penyelamat hidupnya.
Berkamuflase sebagai identitas lain membuat tuan muda William merasa semakin terbiasa dengan karakter Yanto, sebuah nama udik yang diberikan oleh Nurul..
Dalam hatinya William merasakan nyaman saat bersama Nurul, Namun satu sisi yang lain juga kepikiran bagaimana situasi di Bali saat ini..
Siapa yang menggantikan aku mengurus perusahaan saat ini ??
...****************...
...Malam hari setelah makan malam...
Nurul sedang menunggui Yanto yang kebagian tugas cuci piring, mengamati bagaimana tangan Yanto lincah mencuci setiap peralatan makan yang kotor dengan sabun cuci khusus menggunakan sabut kelapa.
"Kamu mau bikin minum anget gak Yan ?" kata Nurul masih tetap menyangga kedua tangan di dagu.
"Aku udah gak pingin minum apa apa Nur, kalau minum dari mulut kamu aku mau hehe.."
sebuah gombalan receh lolos dengan sangat lancar dari mulut Yanto.
"Astaga .. males banget deh, dah ah aku mau tidur, bye.. jangan lupa matikan lampu yang gak dipakai !!"
hhoaammm...
Nurul berlalu begitu saja menuju kamarnya..
"Selamat malam Nur, jadi pingin tidur bareng deh hehee.."
"Yanto !!" Nurul melotot, namun Yanto justru tersenyum,
"Nanti kalau sudah halal maksudnya"
***
Selesai mencuci piring dan membersihkan lantai, Yanto berniat untuk membuang sampah dapur ke tempat sampah yang ada di luar rumah.
Sebuah tempat sampah bersama milik warga, Biasanya tiga hari sekali akan ada truk sampah yang mengambil.
saat hampir saja Yanto melempar bungkusan plastik berisi sampah,
...BUGH !!...
Seseorang memukul tengkuk Yanto cukup keras menggunakan benda tumpul,
Yanto yang tersungkur seketika refleks membalas dengan bungkusan plastik berisi sampah yang masih digenggam nya,
Cukup keras membalik serangan sampai isi plastik berhamburan ditubuh penyerang,
si penyerang memakai topeng namun bentuk fisik nya seperti tidak asing, Yanto memindai dengan cepat siapa sosok pria di balik topeng tersebut,
saat di pria lengah lantaran bau sampah Yanto bergegas berlari menuju rumah.
Tapi si penyerang yang mengenakan topeng tersebut berhasil menjatuhkan Yanto, tepat saat Yanto sudah berada di depan pintu rumah apung.
Nurul mendengar suara berisik dari luar, karena memang Nurul belum tidur, tadi setelah masuk kamar Nurul sedang merapikan isi lemarinya.
"Astaga Yanto kenapa lagi sih, udah malam gini masih aja bikin gaduh, huft"
Nurul sontak kaget saat melihat pintu rumah yang terbuka dengan posisi dua orang sedang saling membalas pukulan.
Yanto tersungkur sedangkan si penyerang nampak membabi buta memukuli Yanto,
"Heiii stop !!!" Nurul berlari menghampiri dan melerai perkelahian itu.
Dengan tenaga yang Nurul punya dia berhasil melumpuhkan si penyerang, lalu dengan gesit mengikat si penyerang tersebut disebuah tiang dihalaman rumah.
Setelah memastikan Yanto baik baik saja, mereka berdua membuka topeng si penyerang dan sontak keduanya terkejut,
"Mas Paijo !???"
Nurul dan Yanto saling menatap tidak percaya, sedangkan Paijo tampak lemas tak bertenaga dan hampir pingsan .
"Yanto, kamu telpon polisi deh" kata Nurul meminta Yanto menggunakan ponselnya didalam rumah.
"Kamu udah gak waras ya mas, bisa bisa nya melakukan perbuatan gak terpuji kayak gini, GILA !!" umpat Nurul emosi namun Paijo hanya tersenyum getir,
"Aku gak suka lihat dek Nurul bersama pria amnesia itu, Dek Nurul cuma milikku.." berkata lemah dengan luka berdarah di pelipis matanya serta lebam dimana mana.
***
Setelah polisi melakukan penangkapan, Paijo dipastikan akan terkurung lama di dalam sel.
Anehnya tidak ada sedikit pun rasa penyesalan apalagi keinginan untuk meminta maaf atas perbuatannya yang hampir membunuh seseorang.
Nurul masih merasa syok, dua kali serangan dirumah apung membuat dirinya berencana untuk pindah dari sana,
Tapi Yanto meyakinkan Nurul jika semuanya akan baik baik saja,
"kita tidak harus pindah sekarang Nur, uang sewa kan baru dibayar beberapa hari yang lalu, sayang.." kata Yanto saat dalam perjalanan pulang dari kantor polisi.
"Semua gara gara kamu ..." kata Nurul ketus
"Aku minta maaf aku janji akan memperbaiki semuanya.."
Mereka berdua berboncengan naik motor matic milik Nurul, tentu saja Nurul yang menyetir. Padahal bisa saja meminta Yanto yang pegang kemudi, tapi setahu Nurul Yanto tidak bisa .
...****************...
Bersambung..
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Jangan lupa like & komen bab ini,
Epanggawang 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments