Apa salah ku.. apa dosaku.. aku kan cuma ingin memastikan saja..."
Gumam Yanto yang masih berdiri di lorong ruang makan dekat dapur
***
Hari demi hari Yanto jalani sebagai personil awak nelayan dibawah kepemimpinan Nurul,
Meskipun tinggal serumah namun keduanya jarang berinteraksi,
"Hari ini giliran kamu masak buat makan kita !"
kata Nurul ketus saat mereka berdua sedang sarapan
Nasi hangat dengan ikan asin dan sayur asem.
"masak ?? aku bahkan gak hafal nama nama bumbu dapur.."
kata Yanto yang masih menikmati segelas teh hangat sambil menemani Nurul sarapan.
Bar bar sekali tingkahnya, apa benar dia kekasihku ?
"Kalau bersih bersih rumah gimana ? selain memasak lah pokoknya.."
Akhirnya Nurul memberi opsi pilihan lain.
Mau tidak mau Yanto pun menyanggupi membersihkan rumah ,
kebetulan hari ini mereka tidak akan menjala d lautan,
ombak sedang sangat tidak bersahabat..
***
Nurul bersiap untuk pergi ke suatu tempat setelah menyelesaikan acara sarapan penuh debat dengan Pria amnesia yang masih tetep kekeuh mengaku sebagai kekasihnya..
Setelah Nurul berangkat menggunakan motor bebek kesayangan nya,
Yanto mulai melakukan tugas yang diberikan yaitu membersihkan rumah dan menjemur ikan .
Sembari menunggu ikan yang dijemur siap dibalik Yanto nampak menyapu lantai bagian depan rumah.
"Pagi mas..." ucap seseorang mendekati Yanto
"ya ada apa mas ? " jawab Yanto ramah
Nampak seorang pemuda dengan tampilan perlente mirip tuan tanah di film film,
Pria yang seperti tuan tanah tersebut nampak mendekati Yanto sambil memainkan ujung kumis tipisnya..
"Apa dek Nurul ada dirumah ?" tanya pria itu
"Oh.. Nurul sedang pergi keluar sebentar, ada yang bisa saya bantu mas ?" tanya Yanto lagi Ramah sambil menyelesaikan kegiatan menyapunya.
***
Seorang pria lokal berkulit sawo matang, rambut cepak badan cukup atletis, tinggi 170cm
Paijo namanya, dia adalah seorang tuan tanah pemilik wilayah pesisir tempat tinggal para nelayan.
Dia memberlakukan sistem sewa pada para nelayan yang ingin tinggal di rumah apung,
termasuk Nurul..
Paijo sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat Nurul pertama kali mencari dirinya hendak menyewa sebuah rumah apung.
kejadian ini sudah bertahun tahun yang lalu,
saat itu Nurul hanyalah seorang wanita blasteran asing yang sedang merantau dan membutuhkan tempat tinggal.
***
Nurul fitriyani..
Seorang wanita tangguh penakluk lautan, Awalnya Nurul hanya memiliki satu buah kapal untuk modal mata pencaharian nya di pulau Sumba,
...Menurut sumber yang beredar Nurul berasal dari luar negara Indonesia, seorang imigran tapi bukan imigran gelap, Nurul punya semua data kependudukan resmi yang harus diperbaharui setiap setahun sekali jika masih ingin tinggal di Sumba....
Nurul bekerja sendirian menjala ikan di lautan dengan peralatan yang masih seadanya
Namun karena kegigihan Nurul saat berjibaku melawan ombak demi mendapatkan ikan ikan segar konsumsi masyarakat sekitar pesisir,
lambat laun Nurul semakin sukses, saat kebanyakan nelayan tidak mau atau takut berlayar saat cuaca ekstrem tak menentu,
Nurul tetap menjala , sendirian menggunakan kapal satu satunya yang dia miliki..
Semua nelayan terkagum kagum bagaimana keesokan paginya Nurul kembali ketepian dengan jumlah tangkapan ikan yang sangat banyak sekali.
Dari berbagai kejadian itulah perlahan Nurul memiliki beberapa nelayan yang ingin jadi awak kapalnya dalam menjala ikan .
Nurul yang merasa rendah hati tidak memanfaatkan kesempatan, dia menawarkan kesepakatan pembagian hasil yang sama rata Kepada siapapun yang mau ikut menemani dirinya menjala malam hari.
Jadi awak kapal yang dimiliki Nurul bukan pegawai tetap , hanya para nelayan lokal yang silih berganti saja.
Tapi ada satu awak nelayan yang sangat setia dengan Nurul, dia Jono.. pemuda yang terbilang masih remaja saat ikut Nurul berlayar
Jono hanya memiliki seorang ibu, ayahnya yang merupakan nelayan sudah meninggal saat dirinya berumur 13 tahun, mau tidak mau Jono mengambil alih peran sang ayah demi kelangsungan hidupnya bersama ibu tercinta.
***
Setelah tidak mendapatkan informasi keberadaan Pujaan hatinya, Nurul
Paijo memutuskan untuk berkeliling kerumah apung para nelayan lain,
Sekarang adalah awal bulan, sesuai kesepakatan para nelayan akan membayar uang sewa senilai jumlah yang sudah disepakati dulu.
Mood Paijo tiba tiba berubah tidak bagus ,
"Udah dandan rapih ganteng klimis begini eh malah gak ketemu dek Nurul.. " bergumam pelan sembari menuju rumah yang terletak dipaling ujung.
Entah bagaimana sebenarnya perasaan yang dirasakan Paijo terhadap Nurul,
Rasa ingin memiliki yang berlebihan membuat Paijo seperti seorang psikopat saat sedang sendirian didalam kamarnya Paijo selalu memuja Nurul melalui foto foto yang dia ambil diam diam.
Menjadikan Nurul sebagai obyek fantasi liarnya..
Sebuah kamar yang menjadi saksi bagaimana obsesi yang dirasakan Paijo semakin tidak wajar cenderung aneh.
***
Menjelang sore..
Yanto sudah membereskan ikan ikan yang dijemur,
sudah kering tinggal nunggu diambil pengepul ikan asin..
Rumah bersih dan rapi..
Yanto menunggu kedatangan Nurul sembari Menikmati secangkir teh hangat didepan teras,
Saat sedang menikmati deburan ombak yang menyapa permukaan dek kayu rumah apung,
tiba tiba..
terdengar suara motor mendekati Rumah,
Yanto menoleh untuk memastikan jika itu adalah Nurul.
"Sudah pulang ya, aku buatkan teh hangat ya.." ucap Yanto ramah
"Aku mau kopi Yanto bukan teh, aku gak suka teh !!" berkata dengan nada ketus sembari melepaskan alas kakinya,
Hhmmm boleh juga dia beres beres rumah..
Nurul menunggu Yanto yang sedang menyiapkan secangkir kopi sambil duduk santai di ruang televisi
"Kopinya Nur..." kata Yanto meletakkan cangkir dimeja
"Makasih.. boleh juga kamu beres beres rumah, "
Nurul mengacungkan dua jempol sebagai tanda kepuasaan atas kerja Yanto hari ini..
"ikan sudah kering, sudah aku simpan di gudang dan Tadi ada tuan tanah mau nagih uang sewa bulan ini Nur.."
Yanto menjelaskan semua kejadian hari ini sambil ikut duduk santai didekat Nurul.
"Uang sewa biar besok aku yang kerumah Paijo buat bayar, ohiya.. kamu besok ke pasar dekat kota ya Yan.."
menyeruput sedikit kopi buatan Yanto..
"Yanto.. apa gula dirumah habis ??" tanya Nurul ramah sambil menatap intens Yanto
"masih kok masih ada banyak di toples dekat rak makan"
jawab Yanto tenang..
"Ini kamu coba icip kopinya.." menyodorkan cangkir kepada Yanto
dengan tatapan agak memaksa akhirnya Yanto menerima cangkir tersebut..
"ada apa dengan kopinya ?" bertanya polos kepada Nurul
"Habiskan !!"
Menatap serius seolah berkata, habiskan atau aku usir kamu dari rumah ini !!
"Hhmm... pahit Nur.." menyesap sedikit langsung menyerah
"Iya sih pakai gula, tapi takaran kopinya kebanyak Yanto !!!"
"Habiskan tuh gak boleh ada sisa.."
"iya iya aku minum deh.."
bukankah ini sama saja seperti kita berciuman secara tak langsung...
Yanto menghabiskan secangkir kopi dengan raut muka mesam mesem kesengsem membayangkan dirinya melakukan ciuman lembut dengan Nurul.
Nurul yang melihat keabsurban Yanto merasa geli ,
Dasar Pria aneh..
menggelengkan kepalanya lalu kembali menikmati siaran televisi.
...****************...
bersambung..
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Jangan lupa like & komen bab ini,
Epagangwang 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
𝐙⃝🦜🍁 comink 🍁🦜
baru tahu ada wanita seperti nurul jadi nelayan ...semangat ya nurul💪🙏
2022-09-25
4
ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊℘tׁׅᨮׁׅ֮
nama bagus" william knpa di ganti"🤣🤣🤣🤣
2022-09-25
3
🍁🎧Luka🎶❤
Paijo & Yanto akan bersaing mendapatkan Nurul. boleee. 😊
2022-09-25
3