Bab 16 Kecelakaan

"Astaga... ada apa ini kenapa perasaanku jadi gelisah begini.. "

gumam William lirih sambil memegang dadanya, detak jantungnya tiba tiba tidak karuan seperti ikut merasakan hal buruk sedang terjadi..

Karena merasa khawatir William mencoba menelpon Nurul, dia harus memastikan kalau istrinya baik baik saja,

beberapa kali panggilan tidak diangkat, membuat William semakin gelisah dan memutuskan menelpon ibunya.

ddrrtt..

ddrrtt..

ddrrtt..

Nyonya Erlin tidak menghiraukan ponselnya yang terus bergetar, saat ini dia sedang menikmati perawatan spa dirumahnya.

"Aarrggjhh kenapa tidak satupun dari mereka mengangkat telpon ku !?"

William mencoba menenangkan dirinya berharap jika saat ini istrinya benar benar sedang dirumah ibu sampai lupa mengangkat ponsel,

mungkin mereka sedang asyik mengobrol. William mencoba kembali fokus kepekerjaannya saat tiba tiba ponselnya berdering,

dengan cepat menggeser ikon warna hijau setelah melihat nama sang istri di layar.

"Haloo sayang... " kata William sumringah

namun segera surut saat mendengar yang sedang berbicara bukan Nurul istrinya melainkan seorang pria yang mengaku sebagai tim medis rumah sakit kota.

"Maaf apakah anda keluarga pasien bernama Nurul Firiyani ?" kata seorang diseberang sana

tegang..

"saya William suaminya, ada apa dengan istri saya kenapa bukan dia sendiri yang menelpon !?"

"nyonya Nurul mengalami kecelakan dan saat ini sedang dalam penanganan intensif, apakah anda bisa kerumah sakit sekarang ? kami butuh tanda tangan pihak keluarga untuk melakukan tindakan operasi pada janin nyonya Nurul.. "

prankkk !!!

waktu seperti berhenti berdetak saat William menjatuhkan ponselnya.

pandangannya tiba tiba seperti kosong sepersekian detik kemudian, William tersadar lalu bergegas menuju kerumah sakit kota.

Dalam perjalanan William merasa sangat tidak tenang,

bertahanlah Nur... bertahanlah sayang..

pikiran pikiran negative mempengaruhi William hingga tanpa sadar air mata ikut mengalir dipipinya.

Kalian kuat.. kalian berdua akan selamat,, ayah segera datang sayang... bertahanlah..

Perjalanan 10 menit bagai berabad abad, Wiliiam memarkir mobil lalu tergesa gesa mencari resepsionis.

"Saya suami dari pasien bernama Nurul fitriyani.. tolong cepat !!"

William yang sudah terkena serangan panik menjadi tidak sabaran saat operator menyiapkan dokumen persetujuan operasi.

dengan tangan gemetar William membubuhkan tanda tangan nya..

...----------------...

Sementara William menunggui Istrinya diruang operasi, Nyonya Erlin melancarkan serangan rencananya.

Sebuah kertas berisi surat penyerahan saham Perusahaan Adiguna company, akan beralih kepemilikan atas nama Nyonya Erlin sebagai pemegang saham terbesar yaitu 70%

Sebelumnya Jauh jauh hari Nyonya Erlin diam diam menyuruh orang kepercayaan nya untuk menyelipkan satu berkas laporan yang harus ditanda tangani William.

Tanda tangan asli milik William, Sementara tinta yang digunakan pada kertas tersebut akan hilang dalam beberapa jam.

Kemudian dibuatlah sura penyerahan saham utama perusahaan adiguna atas nama Nyonya Erlin. dengan tambahan keterangan jika William melakukan hal tersebut secara sukarela.

Berjam jam menunggu akhirnya lampu operasi padam, artinya mereka sudah selesai melakukan tindakan. William melihat Nurul diatas ranjang kereta pasien dengan infus menancap dan tidak sadarkan diri.

ikut mengikuti dari belakang sampai masuk kedalam kamar perawatan steril. Namun salah satu tim medis menahan langkah William, meminta William menunggu diluar dahulu.

setengah jam menunggu seorang medis keluar dari ruang perawatan steril, menghampiri William yang terduduk lemas dilantai .

"Bapak William... mari ikut saya.. "

William mengikuti langkah kaki seorang medis yang pasti adalah dokter yang menangani operasi Nurul.

didalam Ruangan dokter yang serba putih..

"Jadi begini tuan William.. "

"pasien dibawa kemari dengan kondisi tidak sadarkan diri dengan luka dibagian luar yang tidak terlalu parah, namun.. "

dokter nampak menghela nafas pelan sebelum melanjutkan perkataannya

"Pasien mengalami trama kram perut saat kejadian sepertinya pasien membentur sesuatu cukup keras dan hal tersebut bereaksi langsung terhadap janin yang dikandungnya.. "

"Karean trauma saat kejadian kecelakaan ditambah serangan panik ditempat kejadian membuat pasien tidak sadarkan diri dengan kondisi ketuban pecah dan darah yang mengalir segar

"Kami sudah berusaha sebaik mungkin namun, saat kami melakukan rontgen dan usg janin tersebut sudah tidak ernyawa, selain karena kehabisan cairan ketuban, kondisi sang ibu yang trauma saat kejadian secara tidak langsung mengurangu suplai oksigen pada Janin.. "

Dokter menyelesaikan laporan kondisi real di ruang operasi dan William hanya menatap kosong tidak percaya.

Dunia nya seakan runtuh seketika, bagaimana bisa terjadi hal seperti itu lagi dan lagi..

Selang sehari akhirnya Nurul siuman, masih dengan selang infus yang menempel.

"Sayang.. " suara Nurul Lirih.

"Maaf... maaf.. maaf... hiks... " Kata kata penyelasan meluncur dari mulut Nurul seakan semua adalah karena kesalahan nya.

"Sayang, tenang ya.. tidak apa apa ada aku.. " Jawab William sembari memeluk istrinya.

"Aku mau pulang sayang, aku mau pulang !!" huhuhuuu suara tangis Nurul pecah saat Mengingat kembali kejadian kecelakaan yang meinggalkan bekas trauma mendalam.

"Bukan salah kamu sayang... bayi kita sudah ada di surga, itu yang terbaik untuknya,, tidak apa apa ya... "

William mengusap punggung istrinya mencoba menenangkan padahal dirinya sendiri juga hanyut dalam kesedihan.

Selama masa pemulihan di rumah sakit, William tidak sedikitpun meninggalkan istrinya, Selalu menemani di dalam kamar pasien,

Hingga pada hari ke tujuh, dokter mengijinkan William membawa pulang istrinya,

"Kondisi rahim sudah membaik, hanya perlu banyak istirahat dan jangan sampai terjadi stress.. "

Begitu kira kira kalimat terakhir yang disampaikan Dokter.

Selama kejadian Nyonya Erlin sedikitpun tidak menampakkan dirinya dirumah sakit, sekedar menjenguk atau bertanya kabar.

Ketika sampai di apartemen, setelah memastikan Nurul beristirahat, William pergike ruang kerjanya, berniat menghubungi asistenmy yang dia yakin telah bekerja keras selama dirinya menjaga Nurul.

Namun William terkejut saat menerima banyak segala email yang masuk, menanyakan apakah benar dirinya mengundurkan diri dari perusahaan.

apa mereka mau mengerjaiku hehe...

Awalnya William pikir e mail dari asisten dang jejeran pejabat tinggi direksi perusahaan hanya iseng menggoda lantaran seminggu lebih hampir dua minggu dirinya tidak ada di perusahaan.

Sebuah e mail terakhir dari asisten membuat petir dengan suara menggelegar dikepala William..

APA... AAARRGGGHHHH...

bagaimana bisa terjadi hal seperti ini, pemegang saham terbesar berpindah nama menjadi Nyonya Erlin, padahal sebelumnya William lah satu satunya pemegang saham terbesar dinperusahaan peninggalan sang ayah

Setelah menenangkan diri usai terkejut, William menghubung i orang kepercayaan nya, Rocky untuk memblokir semua akses yang masih bisa diselamatkan dari pergerakan makar Nyonya Erlin diperusahaan .

Dengan kemampuan hacker yang dimiliki, Rocky berhasil memblokir sisa aset kekayaan keluarga Adiguna, sehingga saat ini nyonya Erlin hanya mendapatkan akuisisi pemegang saham di satu perusahaan saja,

Merasa marah, emosi, sedih, bercampur jadi satu. Sementara William tidak dapat kembali bekerja karena kondisi Nurul yang tidak bisa ditinggal.

William mempercayakan semua pada Rocky, dan Dirinya berencana akan kembali ke Sumba dahulu supaya Nurul bisa fokus pemulihan dan jauh dari bayang kelicikan sang ibu.

...****************...

bersambung

Vote & favorit untuk update selanjutnya

Jangan lupa like & komen bab ini,

Epanggawang 🙏

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!