Membiarkan dokter Magie berpikir, beberapa saat kemudian...
"jadi... apakah dokter Magie sudah memutuskan ?"
kata Nurul sopan dengan ekspresi mengancam,
Setelah mendapatkan pengakuan yang sengaja direkam oleh Dokter Kamil diam diam, Nurul kembali ke kapalnya, meninggalkan dokter Magie sendirian diatas perahu kayu kecil yang terombang ambing.
"Hei.. setidaknya bebaskan aku !!" teriak dokter Magie. jujur saja Magie ketakutan bagaimana nasibnya kini.
"Disitu ada dayung dan pelampung, berjuanglah sendiri untuk selamat, Magie !!" teriak William dari atas kapal.
Kemudian Nurul mengemudikan kapalnya menjauh..
"Apa rencana kita selanjutnya.. " tanya Nurul saat mereka sudah menepi.
"Bukti percakapan ini harus diamankan, ini akan jadi bukti yang kuat nanti. " kata dokter Kamil.
"Nur.. kita akan ke Bali.. " ucap William tegas tanpa ekspresi
seperti ada banyak sekali yang sedang dia pikirkan.
...----------------...
...Bali...
Seluruh karyawan Adiguna company teekejut melihat sang CEO yang dikabarkan meninggal kini justru berjalan dengan langkah kaki arogan seperti dahulu.
Tidak ada gurat senyuman sedikitpun, Tuan muda william putra adiguna pratama telah kembali.
melewati karyawan begitu saja tanpa menoleh apalagi membalas sapaan mereka. Memasuki lift khusus petinggi perusahaan menuju lantai tertinggi.
William hanya datang seorang diri setelah membiarkan istrinya istirahat di sebuah apartemen miliknya yang akan menjadi tempat tinggal selama mereka berada di Bali. Apartemen yang tidak diketahui siapapun karena saat ini ada banyak misteri yang masih harus digali.
ceklek...
pintu ruangan CEO terbuka dan William masuk begitu saja saat nyonya Erlin sedang menerima tamu.
"Siang ibu.. " sapa William dengan nada dingin kemudian duduk dikursi kebesaran miliknya.
"Anakku... astaga ini benar benar kejutan.. " Ekspresi senang nyonya Erlin saat hendak memeluk putra tiri semata wayangnya.
"Maaf tidak memberitahu ibu jika aku telah kembali. "
Melirik sekilas tamu yang barusan berbincang dengan ibu tirinya.
"anakku... maaf tapi saat ini ibu yang memegang perusahaan ini dan beliau adalah salah satu calon investor kita.. "
kata nyonya Erlin, berusaha menjelaskan jika posisi dirinya hanya sebagai pengganti sementara.
"Ibu sudah bekerja keras, terima kasih.. " William tersenyum
"Selanjutnya biar aku atasi semuanya, ibu istirahat lah.. "
kata William dengan mode dingin,
Nyonya Erlin sangat geram, dalam hatinya tidak terima jika anak tiri sialan itu kembali.
Namun dengan topeng pura pura yang selalu dipakai saat menghadapi keluarga suaminya, Nyony erlin menjadi seorang wanita yang rapuh.
Memutuskan untuk keluar saat William nampak menelpon seseorang.
brengsek... bagaimana bisa anak sialan itu muncul disini.. apa Magie gagal..
Batin Nyonya Erlin yang merasa geram, dia memutuskan untuk pergi lebih awal dari perusahaan, nyonya erlin akan menemui seseorang.
sementara itu William sedang dalam sambungan telpon dengan asisten kepercayaan nya, cukup lama mereka berbincang via ponsel.
"Apa kita hanya akan bicara lewat ponsel atau bertemu disuatu tempat heh ?" kata William.
Asisten kepercayaan William ini lebih dari sekedar karyawan, dia adalah seseorang yang bergerak hanya atas nama tuan muda William.
"Aku akan undang kamu makan malam ditempat ku, ada banyak sekali yang harus kita bicarakan.. "
"Baik tuan.. kabari saja kapan dan dimana aku akan siap.. "
panggilan berakhir, William menghela nafasnya panjang..
huft.... sepertinya musuh dalam selimut makin kuat dan nekat hhmmm
Menjelang jam pulang Kantor, William pulang setelah situasi sepi, Dia bawa mobil sendiri karena memang kepulangan yang mendadak membuat William menggunakan fasilitas seadanya.
30 menit perjalanan akhirnya William tiba di basement apartemen.
Sebuah apartemen yang terletak didekat pesisir pantai Kutha, berada dilantai 8 dengan pemandangan luar jendela menghadap hamparan lautan.
Kangen istri...
Langkah kaki William penuh semangat apalagi saat menekan bel pintu apartment, berharap Nurul akan segera membuka pintu.
ting tong..
ting tong. .
ting tong..
ceklek..
"Sayang... kangen... " langsung menghambur dalam pelukan Nurul.
"Haish sayang aku lagi masak, sana bersih bersih dulu.. "
kata Nurul saat melangkah menuju dapur dengan kompor menyala, memasak sesuatu dengan aroma yang membuat cacing cacing diperut meronta.
"Baunya enak Nur... " memeluk istri dari belakang
"Bisa saja kamu ini hhmm.. " tidak terganggu saat tubuh suaminya menempel seperti perangko sambil mengekori setiap pergerakannya.
"mau minum kopi atau teh sayang ?" tanya Nurul setelah selesai menyajikan makanan diatas meja
"Teh hangat buatan istriku sayang.. " membalik tubuh Nurul lalu mencolek hidungnya sekilas
Lalu.. bukannya melepaskan pelukan justru kini William menggendong tubuh Nurul seperti koala,
"Teh nya nanti saja, sekarang temani aku mandi dulu hehee.. "
"Tapi aku sudah mandi sayang.. aahhhh... "
Gemas saat mulut menolak tapi reaksi tubuh bilang iya.
Mandi tak sekedar mandi saat tangan William mulai kemana mana, menyentuk bagian bagian tubuh Nurul yang sensitif.
aahhhh sayang...
saat merasakan nikmat kala suaminya menyusu seperti bayi dengan dua jari yang aktif memainkan bagian inti Nurul.
"satu babak saja sayangku.. "
merasakan sensasi berbeda saat bermain dengan posisi berdiri dibawah shower. Hangatnya air dari shower masih kalah hangat dengan aktivitas mereka.
Selesai mandi Dan saling mengeringkan rambut basah satu sama lain, kedua sejoli makan malam berdua,
"Kamu suka tinggal disini ?" tanya William sambil menyuapkan satu sendok nasi beserta lauk tumis kacang dan juga udang goreng tepung
"Aku harus membiasakan diri bukan? sayangnya hanya aku tidak bisa beraktivitas sebebas di Sumba hehe.. "
"Nanti saat urusan disini selesai kita kembali ke Sumba.. "
"Baik.. sekarang ayo kita selesaikan makan malamnya.. "
Selesai makan malam, William membantu Nurul membereskan peralatan kotor, sementara Nurul menyajikan dua cangkir teh hangat untuk berdua di beranda balkon apartemen.
"Angin nya sejuk.. suara ombaknya bikin ngantuk.. " kata Nurul saat berada dalam dekapan Tubuh William yang selau hangat dan nyaman.
"Dulu aku beli apartemen ini karena itu alasannya sayang, aku suka tiduran sambil mendengar suara ombak, benar benar bisa mengurangi stress karena pekerjaan."
"Siapa sangka suamiku yang udik bernama Yanto adalah seorang tuan muda amnesia yang memiliki kekayaan dimana mana heheh... "
usel usel lagi di dada suami yang sangat pelukable..
"Kita tidur yuk sayang.. " Nurul menarik lengan William kedalam kamar.
"Sebelum itu aku mau bermain dulu sayang.. " berbisik dengan nada suara seksi yang membutuhkan tubuh Nurul meremang.
"astaga.. mesum sekali suami satu ini.. bukankan kita tadi sore sudah heh !!" cubit cubit gemas perut suami yang mirip roti sobek.
"awhh.. awhh.. Ampuunnn... ampuunnn ahhhaaaaa sakit "
Puas melihat sang istri yang tertawa puas karena sudah mempermainkan perut nya, kini dengam satu gerakan cepat William sudah mengungkung istri tersayangnya.
"sayang.. " ucap Nurul saat William mengangkat kedua tangannya keatas kepala
"hanya dua babak sayang.. " kata Yanto yang dalam waktu sepersekian detik sudah mencumbu tubuh sang istri.
keduanya saling memberi dan menerima kenikmatan dari tubuh satu sama lain.
...****************...
bersambung
Jangan lupa like & komen bab ini,
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Epanggawang 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments