Bukankah ini sama saja seperti kita berciuman secara tak langsung...
Yanto menghabiskan secangkir kopi dengan raut muka mesam mesem kesengsem membayangkan dirinya melakukan ciuman lembut dengan Nurul.
Nurul yang melihat keabsurban Yanto merasa geli ,
Dasar Pria aneh..
***
Malam hari setelah selesai makan Nurul dan Yanto berjalan jalan disekitar pemukiman warga nelayan..
Keduanya sama sama bukan warga lokal , jadi saat melihat mereka jalan berdua akan nampak seperti sepasang turis asing yang sedang bulan madu..
"Mau kemana mbak Nurul ?" tanya salah seorang warga nelayan.
"Ahh ini lo pak Rais kita lagi jalan-jalan aja disekitar sini cari udara segar " jawab Nurul ramah.
"Duduk sini dulu mbak Nurul ada yang mau kami sampaikan.." ucap Pak Rais mempersilahkan Nurul dan Yanto bergabung di pos mereka.
"ada apa nih pak ? sesuatu yang penting banget ??" tanya Nurul saat mereka semua mulai duduk berkerumun disekitar pos .
"mbak nurul tau kan Tuan tanah yang tadi siang kemari ? mas Paijo.." ucap pak Rais agak sepaneng saat menyebut nama si tuan tanah perlente.
"aahh Paijo... iya kenapa dia ?" kata Nurul yang mulai ikutan serius
"Dia baru saja menaikkan harga sewa kita mbak Nurul.." kata salah satu warga yang ikutan duduk dibelakang pak Rais
***
"perasaanku baru 3 bulan yang lalu naik, masa sekarang udah naik lagi sih !"
Nurul merasa agak geram saat mendengar penuturan para warga.
Bagaimana tidak geram, jika dia dan para warga hanyalah berprofesi sebagai nelayan ,
yang kelangsungan hidup juga tergantung dari banyak sedikitnya tangkapan mereka saat menjala dimalam hari.
Nurul dan para warga tidak selalu mendapat tangkapan yang besar dan banyak, ada kalanya jala yang mereka tebar dimalam hari hanya mampu menjerat sedikit ikan.
Terkadang ikan yang mereka tangkap juga tidak selalu dihargai tinggi, ada kalanya harga pasaran ikan juga anjlok.
Sering juga saat ikan tangkapan sedikit dan tidak laku dijual, akhirnya dikonsumsi sendiri oleh Nurul dan para awak kapalnya.
***
Meskipun Nurul adalah seorang bos juragan kapal penangkap ikan,
meskipun isi tabungan Nurul lebih banyak dari nelayan lain,
meskipun kekayaan uang yang dimiliki Nurul diluar kawasan kampung nelayan juga lumayan banyak.
Karena Nurul menginvestasikan hasil penjualan ikan untuk membeli salah satu resort wisata di kawasan dekat pantai Sumba.
Pemasukan Nurul sebagai pemilik resort lebih banyak menghasilkan pundi pundi rupiah, dibandingkan hanya menjadi penangkap ikan.
Tapi menangkap ikan akan selalu jadi pekerjaan yang Nurul geluti, karena semua kehidupan makmur nya berawal dari kampung nelayan tempat dia tinggal sekarang ini.
"Lalu apa yang harus kita lakukan ?" tiba tiba Yanto ikut menimpali
"apa kamu ada ide mas Yanto ?" tanya pak Rais.
"Mungkin kita bisa bikin surat penolakan harga sewa yang naik kali ini.."
"semua warga yang setuju bisa tanda tangan di kertas yang dibubuhi materai.."
ucap Yanto memberikan sebuah ide..
"Tapi gimana kalau nanti kita justru diusir dari sini ??"
"kita semua mau tinggal dimana ??"
ucap Pak Rais lagi .
Semua warga yang berkumpul di pos jadi ikut cemas, disatu sisi mereka butuh tempat tinggal
disisi lain, biaya sewa semakin tidak wajar membuat semua warga seperti tertekan.
untuk bertahan hidup sangat sulit..
"Kita bikin surat pernyataan itu malam ini juga !!"
Tiba tiba Nurul membuyarkan ketegangan semua warga.
"Pak Rais Lakukan seperti yang dikatakan Yanto"
"Besok pagi aku yang akan menemui Paijo.."
kata Nurul meyakinkan seolah berkata,
semua akan baik baik saja..
Akhirnya, sesuai kesepakatan dadakan maka Pak Rais dibantu beberapa warga lainnya membantu mempersiapkan apa yang Yanto sampaikan dalam rencananya tadi,
***
"Kamu yakin mau kesana sendiri ?"
tanya Yanto saat mereka berdua tiba dirumah apung.
"Aku akan bisa atasi , tenang aja si Paijo itu cuma menang harta tapi isi otaknya gak ada"
jawab Nurul saat dirinya berbaring di sebuah sofa dekat kamar.
"Bikinin aku teh anget dong.."
perintah Nurul sembari dirinya memejamkan mata..
"Katanya gak doyan teh, katanya sukanya kopi .."
gerutu Yanto yang sebenarnya tadi ingin ikutan rebahan sambil nonton tivi.
"Sekarang lagi pingin teh anget Yanto, udah buruan bikin "
masin berbicara sambil merem.
"iya deh iya..." kata Yanto yang kini tengah menyiapkan apa yang Nurul perintahkan.
5 menit kemudian...
"ini teh anget nya Nur.."
***
Yanto suka banget panggil Nurul dengan sebutan Nur,
Karena bagi Yanto Nurul adalah penyelamat nya, Nur artinya cahaya dan Yanto menyukai Nurul yang selalu bisa memberikan cahaya pada orang lain dan juga dirinya saat terjebak dalam situasi yang menyulitkan.
eh dia tertidur beneran ??
Batin Yanto saat melihat nafas Nurul teratur dengan dengkuran halus..
Kamu cantik bukan hanya fisik tapi hati kamu juga sangat cantik Nur...
Yanto sering mengagumi Nurul diam diam saat dia tidur.
pernah Yanto mengendap endap masuk ke dalam kamar Nurul cuma buat nyium keningnya sekilas lalu gegas kembali ke kamarnya karena takut dirinya akan dihajar habis oleh Nurul jika ketahuan melakukan hal itu
"Nur... bangun dulu ini tehnya udah anget.."
Yanto menepuk nepuk pundak Nurul pelan.
eungghhh hooaammm...
"Aku ketiduran berapa lama ?"
Nurul kini duduk , sambil masih merem meskipun sudah sadar.
"30 menit Nur.. minum dulu trus pindah ke kamar sana"
kata Yanto yang sedang pura pura berbaring didepan tivi.
entah Yanto sendiri tidak terlalu paham acara tv apa yang dia lihat , karena sebenarnya Yanto hanya merasa nyaman saat didekat Nurul .
***
Nurul menengguk habis air seduhan teh hangat yang Yanto siapkan..
Kenapa aku suka sekali minum minuman yang Yanto bikin ya.. padahal aku juga bisa bikin yang sama tapi rasanya beda, Buatan Yanto nikmat nya pas ..
"Udah aku habiskan nih, aku ke kamar duluan ya Yan.."
"Jangan lupa matikan tivi kalau mau tidur, biaya listrik mahal jadi jangan sampai aku lihat tivinya yang nonton kamu !!"
Bicara dengan nada suara pelan khas orang ngantuk tapi tetep ada juteknya..
"Iya iya Nur.. nanggung nih sama filem nya.."
Alibi saja sih sebenarnya, karena tontonan yang paling dia sukai udah menghilang dibalik pintu sebelah kamarnya .
***
Beberapa menit setelah Nurul menutup pintu kamarnya, Yanto juga segera mematikan Tivi dan beberapa lampu yang tidak terpakai dimalam hari seperti lampu ruang tamu dan juga dapur,
hanya lampu teras yang sengaja dinyalakan sepanjang malam..
Yanto berbaring dikasurnya mencoba memejamkan mata..
tapi sudah beberapa waktu ini dia tidak bisa tidur nyenyak, saat memejamkan mata seperti ada kepingan kepingan memory yang ingin muncul.
saat hal itu terjadi Yanto merasakan kepalanya hampir pecah..
"Aghhh sakit... jangan... jangan.. jangaannn !!!!"
astaga mimpi aneh apa itu...
Selalu memimpikan hal yang sama setiap malam dan seperti sebelumnya kini kepala Yanto sangat sakit.
obat mana obat..
Dengan nafas yang menderu serta keringat dingin membulir, Yanto mencari obat yang diberikan oleh dokter Kemal.
...****************...
Bersambung..
Vote & favorit untuk update selanjutnya
Jangan lupa like & komen bab ini,
Epagangwang 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
𝐙⃝🦜🍁 comink 🍁🦜
lama" pasti nurul ada rasa sama yanto ya.....
2022-09-25
4
ׅ꯱ꫀׁׅܻ݊℘tׁׅᨮׁׅ֮
mulai lah dag dig dug seerrrrnya🤣🤣🤣 mulai ada tanda" bunga" nig🤭
2022-09-25
3
🍁🎧Luka🎶❤
eeehhhmmm ada yg mulai kesengsem. yantooo. 😊
2022-09-25
3