Bab 11 Menikah 21+

...----------------...

...Selamat membaca...

...----------------...

"Sekarang kita pulang ya nak.. Ibu akan mengobati kamu di Bali.." gantian nyonya Erlin menggenggam tangan Yanto..

"saya suka tinggal disini.. saya tidak mau ikut ke Bali.." jawab Yanto dengan sorot mata polosnya.

"Apakah anda benar ibu saya? " tanya Yanto kalem

"putraku... hiks.. bagaimana bisa kamu tidak ingat ibu nak... huhuhuuu... " nyonya Erlin menangis tersedu sedu.

"Yanto !! kamu bikin orang tuamu sedih tau gak.. " Nurul memukul pelan bahu Yanto dan itu tudak luput dari penglihatan nyonya Erlin.

"Sudahlah nak Nurul, biarkan putraku seperti itu hiks.. ibu akan bersabar menanti kesembuhannya.. "

Nurul hanya mengangguk, dalam hatinya seharusnya dia merasa terharu karena ada seorang ibu yang sedang sedih.

Namun batin Nurul juga merasa ada sesuatu yang janggal dibalik tangis pilu penuh kesedihan nyonya Erlin.

...****************...

Pernikahan Nurul dan Yanto akan diselenggarakan beberapa hari lagi setelah mengurus berbagai surat keperluan ini dan itu.

Beruntung juga karena ada Nyonya Erlin yang bersedia membantu melengkapi data berkas Yanto.

"Jadi nama aslimu adalah William ya? " tanya Nurul saat mereka sedang duduk berdua di depan teras rumah apung.

"iya.. aku juga belum terlalu ingat tapi menurut data berkas yang dibawa ibu sepertinya nya itu nama ku hehe.." kata Yanto jenaka

" namaku lumayan keren ya Nur.. cocok sama kamu kan.."

sambung Yanto sembari menyenggolkan pundaknya ke pundak Nurul..

"Astaga apa sih ni orang.. kebiasaan jahil itu bawaan orok kayaknya deh.. " Nurul yang hampir terjatuh dari bangku membalas sebuah pukulan di bahu Yanto.

"Ampun.. ampun calon bojo... hahahaaa... "

***

nyonya Erlin yang melihat kemesraan putra dan calon menantunya dari kejauhan merasa ,

norak sekali mereka..

Namun tetap memasang tampang ibu tiri yang ramah dan penuh kasih sayang,

"Astaga... putra ibu bahagia banget sih.. " ucapnya ramah

atau pura pura ramah..

"aahh.. ibu.. " ucap Nurul dan Yanto bersamaan.

keduanya duduk dengan canggung saat ibu ikut duduk bersama mereka,

"jadi anakku.. ibu sudah menyelesaikan semua urusan persiapan pernikahan kalian."

"Nurul.. kamu akan menikah secara resmi dengan putra semata wayangku, William putra adiguna pratama..jadi ibu harap kalian bisa hidup rukun ya, doa doa baik serta restu ibu untuk kalian berdua.. "

ucap nyonya Erlin tulus..

"lho.. bukannya ibu akan ikut menghadiri upacara pernikahan kami besok lusa? " tanya Nurul

"ibu hanya ijin sebentar saat meninggalkan perusahaan.. Karena William masih akan tinggal disini, jadi ibu tidak bisa memaksa.. "

lanjut nyonya Erlin sedih..

"Ibu jangan khawatir, Saya akan merawat Yanto eh William sampai ingatannya pulih seutuhnya.. "

kata Nurul menenangkan.

"ibu sudah membayar orang untuk mempersiapkan pesta tujuh hari tujuh malam..

"Maaf bu.. kalau boleh saya hanya mau pernikahan yang sederhana saja.. secukupnya saja asalkan bisa sah.. "

kata William merendah

"itu hak mu nak, kamu berhak mendapatkan semua ini.. ibu tidak suka di bantah"

"Apakah boleh jika uang untuk pesta mentahannya saja? "

kata Wiliam Polos

"Saya yakin Nurul juga setuju jika uang mentahan itu kami gunakan untuk modal usaha disini bersama para warga. "

"iya bu, apapun keputusan William saya akan dukung. " Nurul menimpali

"astaga.. kalian sangat rendah hati anakku.. kalau begitu katakan Kalian ingin hadiah apa dari ibu ?"

"Kami tidak ingin apapun bu. " kata Nurul

namun secepat kilat Yanto menimpali

"saya mau seluas tanah pesisir ini menjadi atas nama Nurul bu.. "

Yanto menatap polos namun serius.

"Yanto.. apa apaan sih kamu, mana ada seperti itu ish !!"

Cubit Nurul dipinggang yanto.

"awh Nur.. gemes aja sih.. tenang saja ini hanya hal sepele yang bisa dilakukan ibu untuk putra semata wayangnya yaitu, aku.. " ucap Yanto percaya diri

"anggap urusan tanah ini beres, ibu akan utus orang untuk menyelesaikan transaksi dengan pemilik tanah ini, "

Sesuai yang dikatakan nyonya Erlin, Nurul sekarang adalah pemilik sah nan resmi seluruh tanah pesisir pantai yang sebelumnya atas nama Paijo.

pesta perniikahan benar benar hanya sederhana, sesuai keinginan Wiliam.

Seluruh warga yang menghadiri acara pernikahan Juragan mereka Nurul fitriyani dan Williyanto.

hhmm.. begitulah para warga menyebut nama Bukan Lagi Yanto bukan juga William.

Williyanto..

***

Nyonya Erlin sudah pulang kembali ke Bali beberapa hari yang lalu tepatnya sehari sebelum akad nikah.

Nyonya Erlin mempercayakan pengobatan William kepada seorang dokter yang khusus didatangkan dari Bali.

Dokter terbaik dibidang terapi pengobatan syaraf, sekaligus terapis psikologi.

Williyanto mendapatkan beberapa jenis obat serta vitamin dosis khusus berbeda dengan obat yang diberikan dokter Kamil sebelumnya.

Sebagai hadiah bulan madu, nyonya Erlin memberikan paket bulan madu pengantin baru dikawasan resort ,

di pesisir Sumba ada sebuah kawasan resort dekat pantai yang sangat digemari wisatawan lokal sampai mancanegara .

kawasan resort itulah yang menjadi saingan perusahaan Adiguna yang juga membangun kawasan resort bersebelahan di lokasi berdampingan.

Awal tujuan kedatangan William pada malam kecelakaannya adalah mensurvei kondisi lapangan secara langsung tempat resort adiguna company yang mulai proses pembangunan, sekaligus ingin mencari informasi tentang pemilik resort saingan perusahaan nya.

Namun sayang hingga sekarang baik William maupun nyonya erlin dan orang bayarannya tidak bisa menemukan informasi apapun.

***

"Akhirnya kamu jadi pasangan hidupku Nur.. " ucap Williyanto yang bersandar pada dashboard ranjang sembari memeluk Nurul.

Mereka baru saja selesai melakukan ritual malam pertama suami istri di salah satu resort termewah di pesisir Sumba, hadiah paket bulan madu selama seminggu dari ibu.

"Hhmm semoga ini adalah awal hubungan kita yang semakin baik ya.. " usel usel di pelukan suaminya.

kenapa hangat sekali sih tubuh pria yang jadi sumiku ini..

"Hhmm Nur.. Apakah kita harus mencari nama panggilan yang manis selain nama? "

"kamu ingin dipanggil apa ?"

"sayang, honey, baby atau bojo ?"

"terserah sih, bagi aku kamu tetap Yanto.. hehe"

"sayang.. "

memanggil Nur nya dengan sebutan sayang bernada manis.

"Hhmm.. iya sayangku ?" Bulu kuduk Nurul merona saat mengatakan hal itu.

Tapi harus membiasakan diri bukan..

"ayo tidur.. " memposisikan diri untuk memejamkan mata disamping suaminya.

"Eh.. sebelum tidur main satu ronde lagi sayang.. " kata williyanto yang segera mendekap tubuh istrinya.

"jangan sayang, aku capek dan masih perih juga.. "

Bagaiman tidak, malam pertama mereka sangat panas, meskipun sama sama pengalaman pertama tapi mereka bermain berjam jam.

"Ya sudah sayang, sini peluk aja deh" ucap Williyanto.

"cuma peluk lo yang, jangan macem macem !" kata Nurul memperingati, dirinya benar benar masih lemas.

Namun bukan Williyanto namanya kalau tidak jahil, saat istrinya sudah mulai tertidur tangannya justru bergerak kesana kemari, menyentuh bagian sensitive istrinya yang mau tidak mau Akhirnya menyerah.

Setiap sentuhan suami sangat memabukkan, Williyanto menyentuh lembut bagian favorit nya yaitu payu dara istri.

tangannya ******* ***** ringan sesekali memainkan pucuknya..

"aghhh sayang.. hentikan !" kata Nurul

"kamu relaks aja sayang biar aku yang bekerja.. "

Suami masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh keduanya diruangan ber AC serta suara angin laut yang berderu seiring suara rintihan Nurul.

Williyanto menyusu seperti bayi dan Nurul benar benar menikmati,

"eunghh ahh sayang... "

saat merasakan jemari tangan suami membelai celah kenikmatannya. Memainkan sesuatu yang semakin basah di bawah sana.

Dua serangan pada spot sensitif membuat Nurul hanyut dalam gairah. Bahkan tidk segan segan meloloskan des han saat suaminya memainkan lidah pada bagian inti.

"aagghhh.. ssshhh ahhh.. "

Williyanto semakin bersemangat memberikan servis dibagian inti istri. Mengangkat lalu menekuk kaki membentuk huruf M lidah nya menyapu celah inti nya, sesekali menyesap bagian kli to ris lembut, sembari kedua tangan sibuk memainkan dua gundukan seksi istrinya. Lidah menari semakin liar maju mundur didalam liang nya.

"sshhhh aahhh sayaang !!!" Nur menekan dan meremas rambut kepala suami saat mencapai pelepasannya.

"Satu ronde sebelum kita istirahat sayang.. " Sebuah anggukan berkabut gairah

Williyanto memposisikan miliknya yang sudah tegak ON dari tadi.

Karena dia adalah pria blasteran maka Ukurannya pun tidak seperti pria lokal dan Nurul menyukai itu. Sesuatu yang bisa memuaskan dirinya yang juga seorang wanita blasteran.

Menggesek gesek ujung senjatanya membelah celah inti Nurul. memainkan ujungnya tepat di liang kenikmatan

"Sekarang sayang aagghhhh" rinti han istri adalah semangat suami.

dan dalam beberapa kali hentakan, jleb...

"aagghhhh... "

Williyanto memaju mundurkan miliknya dengan tempo pelan.. dalam.. dan kuat..

Netra keduanya beradu, kedua tangan mereka saling menggenggam erat..

sebuah Ronde yang berakhir satu jam kemudian...

"i love you Nur !!!!" saat Williyanto mencapai puncaknya

"i love you too sayang, aahhhhh!!!! " saat Nurul juga merasakan pelepasannya.

keduanya mencapai puncak pelepasan bersamaan..

...****************...

Bersambung..

Jangan lupa like & komen bab ini,

Vote & favorit untuk update selanjutnya

Epanggawang 🙏

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!