Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Bagai Bayangan

Malam itu tak seperti biasanya. Keramaian di desa perbatasan antar provinsi. Di rumah dengan berhiaskan bendera kuning tanda berduka cita. Dewa, Hana, Tika, dan Budi sedang menghadiri acara tahlilan selepas pemakaman salah satu sahabatnya yang meninggal dengan cara yang begitu tragis. Semua benar-benar di luar dugaan mereka.

Acara tahlilan berlangsung dengan haru. Pihak keluarga yang juga terkejut dengan kepergian Hanif masih saja terlihat menangis meskipun almarhum sudah di kebumikan. Tak disangka Hanif yang merupakan tulang punggung keluarga harus berpulang dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Hana dan Tika mencoba menenangkan pihak keluarga yang sedang di landa duka itu.

Sedangkan Dewa masih duduk di halaman bersama dengan bapak-bapak sekitar. Obrolan ngalor-ngidul khas bapak-bapak yang kurang disukai Dewa sebenarnya. Membuat Dewa hanya tersenyum dan seakan menikmati pikirannya sendiri.

"Pokoknya kita harus jaga tiap malem pak Bejo. Walaupun harus bergiliran. Saya takut nanti ada setan penghisap darah lagi pak bejo. Kaya vampir-vampir itu lho." Ucap pak Amar salah satu ketua keamanan di wilayah ini.

"Saya juga setuju itu pak Amar. Tapi gimana ini bapak-bapak lain, setuju enggak?" Tanya pak Bejo, bapak ketua Rw di daerah ini.

"Lha nanti kalo kita ketemu setannya gimana pak? Hiiiii... nanti bisa di sedot habis darah saya pak." Ucap pak Harto sembari menyulut rokok yang dia pegang.

"Uhukk...uhukk...Mana ada setan yang doyan darahmu to, darahmu nggak enak. Pahit!" Ketus pak Jeki yang terkenal memang tidak suka rokok apalagi asap rokok.

"Hehehehe..udah-udah, demi keselamatan bersama, mulai besok malam kita adakan piket ronda untuk bapak-bapak." Ujar pak Bejo menengahi.

"Oh iya.. adek ini dari kota S ya? Kalo nggak salah temennya almarhum ya?" Tanya pak Bejo kepada Dewa yang sedari tadi menyimak saja.

"Iya pak.." jawab Dewa seadaanya.

"Ehmm... Gimana ya.. eh..nak kalo di desa ini bapak bilangin dulu ya. Jangan keluar rumah di atas jam 11 malam. Apapun alasannya! Karena nanti kalo kamu melanggar, kamu bisa m*ti kehabisan darah di sedot sama setan cekik. Leher kamu nanti ada bekas merah yang melingkar terus darah kamu di hisap sampai kering!" Jelas pak Harto sedikit memberi peringatan.

"Hushhh... Jangan ngomong sembarang to! Dan untuk kamu, Sebaiknya kamu patuhi saja nak. Sudah cukup dua korban saja di kampung ini, jangan sampai ada korban lagi." Ucap pak Bejo menambahi.

"Dua korban? Boleh saya tahu ceritanya pak? Kelihatannya menarik." Ucap Dewa terlihat mulai antusias.

"Tepatnya dua bulan yang lalu, satu orang wanita yang (maaf) pekerja **** komersial dan dia kost di ujung kampung. Dia bukan asli orang sini tapi sudah lama tinggal di kampung ini. Nah, pada saat pagi hari saat orang-orang mau pergi ke sawah, dia sudah di temukan dalam kondisi yang mengenaskan. Lehernya memerah seperti di cekik dan menurut dokter darahnya sudah hampir habis tak tersisa di tubuhnya. Tak di temukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuhnya kecuali satu lubang di pembuluh arterinya. Yang lebih mengherankan adalah barang-barang berharganya sama sekali tidak di sentuh. Hp dan uang sejumlah 3jt masih utuh dalam tas jinjingnya. Dugaan polisi waktu itu ya cuma ada yang dendam dan dibun*h gitu aja mengingat kan memang dia bekerja di dunia hitam yang cukup sensitif. Tapi, tunggu dulu, selang seminggu kemudian ada perempuan juga yang di temukan dalam kondisi yang sama persis dengan wanita itu. Menurut kesaksian dari orang yang pernah lihat langsung sosok penghisap darah itu, Katanya dia sosok hitam yang tinggi besar dan jari-jari tangannya panjang dan kukunya mengkilap jika di terpa sinar rembulan!" Jelas pak Bejo yang di simak oleh Dewa dan bapak-bapak yang lain.

"Menurut kepercayaan orang sini dulu emang ada hantu kaya gitu. Namanya hantu cekik! Karena suka membun*h korbannya dengan di cekik sampai m*ti. Biasanya dia hanya menyerang wanita yang keluar sendirian di atas jam 11 malam." Imbuh pak Bejo.

"Tunggu, Kata bapak ada yang selamat ya pak Bejo?" Tanya Dewa yang terlihat sudah mulai akrab.

"Ada! Dia ponakan dari si Harto ini." Jawab pak Bejo.

"Iya nak, ponakanku sampai sekarang trauma berat! Nggak berani keluar rumah walaupun siang hari! Sampai kasihan sendiri lho aku," Ujar pak Harto mengimbuhi.

"Dia datang dari Kegelapan, bagaikan bayangan! Dia 'lah gelap yang menerkam! Menyergap! Mengikat jiwa-jiwa yang tersesat dan membawanya masuk ke dalam neraka terdalam!" Ujar seorang pria asing yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka.

Tidak ada yang membalas ucapan pria berkacamata dan berpenampilan serba hitam itu. Setelah mengucapkan satu kalimat itu, ia pergi meninggalkan kelima laki-laki yang sedang duduk melingkar memandanginya dengan heran.

"Siapa dia pak?" Tanya Dewa sedikt berbisik.

"Dia orang sinting nak!" Hardik pak Jeki.

"Hush.. mulutmu jek!" Balas pak Amar seraya mengisyaratkan untuk diam saja.

"Dia anak kampung sini, Namanya Yanto. Dia dari dulu di kenal nggak punya teman disini karena banyak yang menganggap dia aneh. Waktu kecil saat ibunya masih hidup, dia punya penyakit kejang yang parah banget nak. Kadang sehari itu bisa kejang sampai puluhan kali. Semenjak ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu, dia benar-benar menutup diri dari dunia luar. Dia memilih hidup sebatang kara di rumah yang berlokasi di penghujung sawah miliknya. Rumah yang terpencil dan orangnya yang tertutup membuat dia seperti di kucilkan di kampungnya sendiri. Bapak sudah berusaha membujuk dia untuk tinggal bertetangga dengan yang lain. namun, ia selalu menolak." Jelas pak Bejo.

"Lalu bagaimana dia bisa bertahan hidup?" Tanya Dewa penuh selidik.

"Dia punya sawah yang di kelolanya sendiri. Dari sawah itulah ia mendapatkan uang. Dia juga hanya sesekali saja keluar membeli bahan sembako dan bahan pertanian dalam jumlah banyak sekali. Dia menampungnya di gudang reot di sebelah rumahnya. Dan setelah itu ia sudah tidak akan terlihat pergi lagi dari rumahnya." Jelas pak Amar.

"Yang aku heran mar, selama hidupku di kampung ini, belum pernah aku lihat dia melayat atau menjenguk siapapun! Baru kali ini lho pak aku lihat dia keluar rumah dan mau kumpul sama warga kampung." Bisik pak Harto yang di ikuti anggukan setuju dari bapak-bapak yang hadir disana.

"Hmmm...Betul juga kamu to. aku juga jadi heran sendiri." Ucap pak Bejo mengimbuhi.

"Sepertinya....Orang yang menarik!" Batin Dewa.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

lah heran dah dewa hana tika kan orang pintar berpendidikan masa ga curiga klo organ di ambil otomatis kan badannya koyak dan organnya ga ada bekas cakaran sm bekas sayatan kan beda kenapa jd tolol semua apalgi hana kan polisi dia

2023-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Chapter 1. Gadis Baik : Potongan Siapa?
3 Gadis Baik : Keluarga Aneh & Wanita Misterius
4 Gadis Baik : Bu Maryam?
5 Gadis Baik : Petunjuk Demi Petunjuk!
6 Gadis Baik : Manusia Atau Iblis?!
7 Gadis Baik : Manusia Dan Sisi Gelapnya
8 Gadis Baik : Akhir Yang Janggal?
9 Chapter 2. Ana
10 Ana : Balita yang Malang
11 Ana : Orang Tua yang Buruk
12 Ana : Siapa Dia Sebenarnya?
13 Ana : Trauma
14 Ana : Saling Berhubungan???
15 Ana : Seribu Misteri
16 Ana : Temuan Menarik!
17 Ana : Saling Terikat (End)
18 .CHAPTER III. Dia Yang Datang Dari Kegelapan
19 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Rahasia?
20 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Bagai Bayangan
21 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Terbawa Suasana
22 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Topeng Putih
23 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tak Kasat Mata
24 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Dukun?!
25 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Pamali
26 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Berbanding Terbalik
27 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tujuan Hana
28 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Hana & Ki Darto!
29 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Sampai Akar!
30 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kebenaran
31 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kelam
32 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Cinta dan Pengorbanan
33 Chapter IV : Dalam Bayangan
34 Dalam Bayangan : Semu
35 Dalam Bayangan : Nyonya Michelle?
36 Dalam Bayangan : Orang ke Tiga
37 Dalam Bayangan : Valerie!
38 Dalam Bayangan : Masalah baru
39 Dalam Bayangan : Anomali
40 Dalam Bayangan : Dokter?
41 Dalam Bayangan : Peri Gigi
42 Dalam Bayangan : Akhir Yang Terlalu Cepat
43 Chapter V : Petaka
44 Petaka : Jurang Ingatan
45 Petaka : Gagak Hitam
46 Petaka : Celaka!!!
47 Petaka : Khayalan Yang Terungkap
48 Petaka : Ingatan Palsu (END)
49 Dua Sisi : Behind You!
50 Novel Baru!!
51 Dua Sisi : Perjalanan Baru
52 Desa Terpencil
53 Dino Pertama
54 Pertemuan Singkat
55 Ritual?
56 Mimpi Buruk
57 Rahasia Pak Kades
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Prolog
2
Chapter 1. Gadis Baik : Potongan Siapa?
3
Gadis Baik : Keluarga Aneh & Wanita Misterius
4
Gadis Baik : Bu Maryam?
5
Gadis Baik : Petunjuk Demi Petunjuk!
6
Gadis Baik : Manusia Atau Iblis?!
7
Gadis Baik : Manusia Dan Sisi Gelapnya
8
Gadis Baik : Akhir Yang Janggal?
9
Chapter 2. Ana
10
Ana : Balita yang Malang
11
Ana : Orang Tua yang Buruk
12
Ana : Siapa Dia Sebenarnya?
13
Ana : Trauma
14
Ana : Saling Berhubungan???
15
Ana : Seribu Misteri
16
Ana : Temuan Menarik!
17
Ana : Saling Terikat (End)
18
.CHAPTER III. Dia Yang Datang Dari Kegelapan
19
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Rahasia?
20
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Bagai Bayangan
21
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Terbawa Suasana
22
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Topeng Putih
23
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tak Kasat Mata
24
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Dukun?!
25
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Pamali
26
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Berbanding Terbalik
27
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tujuan Hana
28
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Hana & Ki Darto!
29
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Sampai Akar!
30
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kebenaran
31
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kelam
32
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Cinta dan Pengorbanan
33
Chapter IV : Dalam Bayangan
34
Dalam Bayangan : Semu
35
Dalam Bayangan : Nyonya Michelle?
36
Dalam Bayangan : Orang ke Tiga
37
Dalam Bayangan : Valerie!
38
Dalam Bayangan : Masalah baru
39
Dalam Bayangan : Anomali
40
Dalam Bayangan : Dokter?
41
Dalam Bayangan : Peri Gigi
42
Dalam Bayangan : Akhir Yang Terlalu Cepat
43
Chapter V : Petaka
44
Petaka : Jurang Ingatan
45
Petaka : Gagak Hitam
46
Petaka : Celaka!!!
47
Petaka : Khayalan Yang Terungkap
48
Petaka : Ingatan Palsu (END)
49
Dua Sisi : Behind You!
50
Novel Baru!!
51
Dua Sisi : Perjalanan Baru
52
Desa Terpencil
53
Dino Pertama
54
Pertemuan Singkat
55
Ritual?
56
Mimpi Buruk
57
Rahasia Pak Kades

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!