Gadis Baik : Manusia Dan Sisi Gelapnya

"To-tolong antarkan aku pulang... hikss hikss..."

Dewa pun spontan berbalik menenggoknya, dan Hilang!! Gadis itu bagai lenyap tak berbekas. Darah Dewa berdesir dengan cepat. Tanpa pikir panjang dia langsung berlari sekuat tenaga. Tak peduli apapun di depannya yang di pikirkan ia adalah berlari sekencang mungkin. Baginya hal ini merupakan pengalaman mistis pertama baginya yang selalu mengedepankan logika dan hipotesa. Kini ia mau tidak mau, harus percaya jika memang kita tidak sendirian di dunia ini.

Begitu sampai, tanpa mandi tanpa berganti pakaian ia langsung saja melompat ke tempat tidur. Badannya menggigil tak karuan, jantungnya seakan mau lepas dari tempatnya. Tak butuh waktu lama ia pun terlelap dalam ketakutan yang menjalari pikirannya.

...****************...

Subuh menjelang, kokok ayam jantan sahut bersambut dari segala penjuru. Seakan menyambut aang surya yang sebentar lagi akan menaiki tahta untuk menghangatkan bumi. Di pagi yang masih terasa dingin ini, kampung ini sudah ramai warga yang berbondong-bondong mengerumuni satu tempat, yaitu rumah kosong yang berada tak jauh dari ruko Dewa. Berbagai desas-desus dari mulut ke mulut menambah kericuhan di pagi yang asri itu.

Dewa yang baru saja mandi dan menyelesaikan kewajibannya beribadah kepada Tuhan, melihat dari balik jendela. Terdengar samar suara-suara warga yang saling berbagi cerita satu sama lain. Yang tertangkap oleh Dewa saat itu adalah di temukan seorang may*t perempuan dengan hanya memakai pakaian dalam saja di depan rumah kosong yang sudah rimbun oleh rumput dan semak belukar.

Dewa segera bergegas bergabung dengan para warga yang lain sembari tangannya cekatan menghubungi teman-temannya yang bekerja di kantor kepolisian. Ingatan akan kejadian semalam mulai terlintas lagi dalam benaknya. Badannya kembali merinding kala mengingat kejadian itu. Apakah ini semua ada hubungannya dengan penemuan may*t itu?

Dengan langkah cepat Dewa segera menghampiri lokasi kejadian yang sudah terdapat puluhan warga yang sudah mengerumuni. Ia dengan cekatan mengamankan lokasi tersebut agar secuil apapun yang bisa menjadi barang bukti tidak rusak atau bahkan hilang. Terlihat seonggok may*t wanita yang hanya di tutupi daun pisang. Dan saat di buka, betapa terkejutnya dia ketika melihat gadis yang terkapar tak bernyawa itu adalah gadis yang ia lihat semalam! Kaki Dewa bagaikan lemas, mulutnya hanya melongo tanpa bisa berucap sepatah katapun.

Kondisi may*t gadis itu sungguh memprihatinkan. Dengan pakaian dalam yang sudah terkoyak sana-sini dan terdapat jelas dua lubang di tubuhnya. Satu di dahi sebelah kanan dan di dada sebelah kiri serta satu jari manis sebelah kiri yang sudah putus. Tak ada petunjuk lain lagi kecuali ada satu sobekan kain kecil di genggaman tangan kanannya. Kain satin bermotif kotak-kotak abu-abu dan hitam.

Tak butuh waktu lama, beberapa polisi datang ke tempat kejadian perkara. Termasuk Hana dan Budi di dalamnya. Mereka segera mengamankan semuanya termasuk beberapa saksi yang menemukan may*t itu pertama kali. Mereka semua ikut ke kantor untuk menjalani pemeriksaan. Setelah semua beres, segelintir masih terlihat beberapa ibu-ibu dan tukang sayur yang masih di tempat itu. Dewa yang tidak ikut ke kantor polisi, terus mencari apapun yang bisa di jadikan bukti kunci di sekitar TKP. Dengan teliti ia menyisir setiap bagian. Walaupun akhirnya usahanya nihil juga.

"Berarti, Sekarang tinggal menunggu hasilnya saja,". Tutur Dewa dalam hati.

...****************...

Satu minggu sudah, semenjak penemuan gadis naas di depan rumah kosong yang masih saja menjadi berita hangat. Simpang siur praduga mengalir dari segala penjuru. Mayoritas masyarakat setempat menuntut dan menyalahkan ayah angkat gadis itu yang merupakan salah satu pejabat kota yang kurang di sukai akibat perangai buruknya. Bahkan beredar juga kabar kalau gadis itu juga di 'pakai' oleh ayah angkatnya kemudian dibunuh dan di buang begitu saja.

"Bagaimana Han, hasil pemeriksaan dari gadis baik yang di temukan di rumah kosong itu?", Tanya Dewa pada Hana yang pagi ini sengaja berkunjung ke rukonya.

"Emm, sudah di konfirmasi kalau korban itu bernama Anjani chandrawati, gadis itu meninggal karena dua proyektil yang bersarang di kepala bagian samping dan satu lagi menembus hingga ke jantungnya. Tapi di samping itu banyak lagi luka yang terdapat di tubuhnya.". Terang Hana.

"Begitu ya., lanjutkan Han.", Ucap Dewa.

"Di tubuhnya terdapat beberapa sundutan rokok wa, selain itu bagian vitalnya juga robek yang mengakibatkan pendarahan dan sepertinya itu memang sengaja di robek oleh pelaku wa karena luka itu di buat setelah korban sudah tidak bernyawa. entah apa tujuannya. Oh iya..satu lagi, di tubuhnya kemarin kami menemukan ada satu sampel cairan pria yang masih tersisa dan sedikit darah di kuku korban. Sepertinya sebelum korban di tembak dia sempat mencakar pelaku yang di duga lebih dari satu itu. Dan setelah di lakukan pemeriksaan kami menemukan ada dua DNA berbeda dari darah dan cairan yang di temukan di tubuh korban. Dan hebatnya satu DNA sudah terindentifikasi.", Tegas Hana menyampaikan informasi.

"Lalu milik siapa itu Han?,". Tanya Dewa penasaran.

"DNA Milik pak zulfi! Dan tangan yang kemarin di paket itu memang bukan tangan dari gadis yang bernama Anjani itu, pantas saja pak zulfi meminta kita menutup kasusnya kemarin.. huffftttt.", Tutur Hana setengah lega karena kasusnya sudah hampir selesai. walau mereka tidak bisa menyelamatkan gadis itu namun, mereka lega karena pelakunya sudah tertangkap.

"Walaupun sekarang pak zulfi belum di tahan dan masih menjadi tahanan rumah, namun aku yakin setelah persidangan. dia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya! Lagipula aku juga merasa aneh sekaligus heran wa, seorang pak zulfi yang terkenal bajing*n seperti itu selalu saja memeluk buku tua saat di tangkap. Kemanapun dia pasti selalu membawanya. Sepertinya dia sangat sayang sekali dengan buku itu!" Hardik Hana berapi-api.

"Buku? Buku apa?,". Ucap Dewa keheranan.

"Entahlah Dewa, kayaknya sih buku yang lumayan populer, aku juga pernah baca sih tapi kurang paham soalnya isinya absurd semua. Buku itu judulnya 'manusia dan sisi gelap',". Terang Hana mengingat-ingat.

"Hmmm..Tapi, Entah kenapa aku merasa ada yang janggal Han,". Kata Dewa.

Sundutan rokok? Padahal saat dirinya bertamu kemarin pak zulfi bukanlah perokok sama sekali. Dan lagi, untuk alasan apa dia mengarang cerita dengan mengirimkan paket potongan tangan itu ke rumahnya sendiri? Bukankah itu malah akan menggiring polisi mencurigainya? Aneh! Dan buku itu, kenapa pak zulfi selalu membawanya kemanapun dia pergi?

"Dewa?,". Panggil Hana yang melihat Dewa malah melamun.

"Aku mau bilang sesuatu sama kamu Dewa, mungkin ini saatnya aku harus jujur...,". Ucap Hana sembari tersipu. Ia mencoba menata kata sebaik mungkin.

"Ahh.. aku tau! Ayo cepat temani aku ke rumah tempat pak Zulfi!,". Ajak Dewa langsung menarik tangan Hana.

"Tapi wa.." Ucap Hana.

"Ayo cepat! Aku hanya ingin bertanya pada pak zulfi beberapa pertanyaan saja,". Balas Dewa yang membuat Hana kembali mengurungkan niatnya tadi.

"Huffftttt dasar maniak misteri!,". Gerutu Hana.

Setelah setengah jam berlalu siang itu mereka akhirnya sampai juga di rumah yang di persiapkan untuk menahan pak zulfi beserta istrinya sementara menunggu persidangan. Tak seperti Hana yang menikmati perjalanan mereka berdua, Dewa nampak tidak tenang sepanjang jalan kemari.

Setelah sampai Dewa di depan, Dewa kebetulan bertemu Budi yang tengah berada disana juga. Budi menjelaskan jika sebentar lagi pak zulfi akan di sidang untuk menentukan masa hukuman yang akan di terimanya. Walaupun sudah di jelaskan demikian, Dewa tetap bersikukuh ingin menemui pak zulfi yang menurut Budi sedang berganti baju di dalam kamar. Dewa langsung saja menerobos ke dalam rumah dengan satu kamar itu.

"Pak zulfi!!" Teriak Dewa begitu masuk ke dalam.

Karena tidak mendapat jawaban. Dia langsung saja menuju kamar yang di gunakan pak zulfi serta istrinya. Di ikuti Budi dan rekan polisinya yang lain mengejar langkah kaki Dewa.

Kriiieett...

Keringat sudah membasahi seluruh wajah Dewa, nafas yang tidak teratur menghiasi setiap udara yang kekuar masuk lewat indra penciumannya. Disana, di dalam kamar berukuran 3x4 itu terlihat pak zulfi yang sedang terduduk membelakangi Dewa dan kedua polisi yang mengikutinya. Istrinya pun nampak sedang berbaring di belakangnya dengan posisi miring dengan punggung menghadap ketiga pria yang baru saja masuk. Pak zulfi nampak sedang memegang buku lusuh di genggamannya serta botol obat Ritalin di atas nakas yang sudah terguling dan sebagian berceceran di lantai.

"Pak zulfi..." Panggil Dewa.

"Hmmm...apa..kalian...percaya? jika semua manusia selalu mempunyai sisi gelap? Apa...kalian..?? Berhati-hatilah..kalian padanya.." ucap pak zulfi nampak seperti meracau dengan nada memilukan.

Belum sempat mereka bertiga menjawab, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan pak zulfi yang tengah memegang pistol berjenis revolver di tangannya. Sontak Dewa dan yang lainnya bergegas mundur satu langkah jikalau ada serangan mendadak yang berbahaya dari pria berambut cepak itu. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Dengan cepat pak zulfi mengarahkan moncong pistol ke dalam mulutnya dan segera menarik pelatuknya. Dan...

Dorr....!!!

Detik-detik menegangkan itu terjadi begitu cepat. Hanya sepersekian detik mereka melihat pemandangan yang mengerikan. Sprei dan selimut putih di atas kasur berubah menjadi merah pekat dengan darah kental yang mewarnainya. Kepala pria itu seketika hancur berkeping-keping. Beberapa polisi yang berjaga di depanpun masuk dan harus juga menyaksikan adegan bak film thriller langsung di depan mata mereka.

Dewa begitu shock dengan kejadian yang menimpanya kali ini. Apalagi di ketahui istri pak zulfi yang di kira mereka sedang tertidur lelap, nyatanya sudah kaku tak bernyawa akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat penenang dan obat tidur. Dewa yang merasa janggal dengan semua kejadian ini semakin frustasi karena saksi kunci mereka malah memutuskan mengakhiri hidupnya di moncong pistol. Seketika semua menjadi seakan buntu kembali.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Ciaaaaa_sasaa🌻

Ciaaaaa_sasaa🌻

Kok makin serem yah tpi makin seru juga😁

2022-08-13

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Chapter 1. Gadis Baik : Potongan Siapa?
3 Gadis Baik : Keluarga Aneh & Wanita Misterius
4 Gadis Baik : Bu Maryam?
5 Gadis Baik : Petunjuk Demi Petunjuk!
6 Gadis Baik : Manusia Atau Iblis?!
7 Gadis Baik : Manusia Dan Sisi Gelapnya
8 Gadis Baik : Akhir Yang Janggal?
9 Chapter 2. Ana
10 Ana : Balita yang Malang
11 Ana : Orang Tua yang Buruk
12 Ana : Siapa Dia Sebenarnya?
13 Ana : Trauma
14 Ana : Saling Berhubungan???
15 Ana : Seribu Misteri
16 Ana : Temuan Menarik!
17 Ana : Saling Terikat (End)
18 .CHAPTER III. Dia Yang Datang Dari Kegelapan
19 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Rahasia?
20 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Bagai Bayangan
21 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Terbawa Suasana
22 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Topeng Putih
23 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tak Kasat Mata
24 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Dukun?!
25 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Pamali
26 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Berbanding Terbalik
27 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tujuan Hana
28 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Hana & Ki Darto!
29 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Sampai Akar!
30 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kebenaran
31 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kelam
32 Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Cinta dan Pengorbanan
33 Chapter IV : Dalam Bayangan
34 Dalam Bayangan : Semu
35 Dalam Bayangan : Nyonya Michelle?
36 Dalam Bayangan : Orang ke Tiga
37 Dalam Bayangan : Valerie!
38 Dalam Bayangan : Masalah baru
39 Dalam Bayangan : Anomali
40 Dalam Bayangan : Dokter?
41 Dalam Bayangan : Peri Gigi
42 Dalam Bayangan : Akhir Yang Terlalu Cepat
43 Chapter V : Petaka
44 Petaka : Jurang Ingatan
45 Petaka : Gagak Hitam
46 Petaka : Celaka!!!
47 Petaka : Khayalan Yang Terungkap
48 Petaka : Ingatan Palsu (END)
49 Dua Sisi : Behind You!
50 Novel Baru!!
51 Dua Sisi : Perjalanan Baru
52 Desa Terpencil
53 Dino Pertama
54 Pertemuan Singkat
55 Ritual?
56 Mimpi Buruk
57 Rahasia Pak Kades
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Prolog
2
Chapter 1. Gadis Baik : Potongan Siapa?
3
Gadis Baik : Keluarga Aneh & Wanita Misterius
4
Gadis Baik : Bu Maryam?
5
Gadis Baik : Petunjuk Demi Petunjuk!
6
Gadis Baik : Manusia Atau Iblis?!
7
Gadis Baik : Manusia Dan Sisi Gelapnya
8
Gadis Baik : Akhir Yang Janggal?
9
Chapter 2. Ana
10
Ana : Balita yang Malang
11
Ana : Orang Tua yang Buruk
12
Ana : Siapa Dia Sebenarnya?
13
Ana : Trauma
14
Ana : Saling Berhubungan???
15
Ana : Seribu Misteri
16
Ana : Temuan Menarik!
17
Ana : Saling Terikat (End)
18
.CHAPTER III. Dia Yang Datang Dari Kegelapan
19
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Rahasia?
20
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Bagai Bayangan
21
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Terbawa Suasana
22
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Topeng Putih
23
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tak Kasat Mata
24
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Dukun?!
25
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Pamali
26
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Berbanding Terbalik
27
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Tujuan Hana
28
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Hana & Ki Darto!
29
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Sampai Akar!
30
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kebenaran
31
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Kelam
32
Dia Yang Datang Dari Kegelapan : Cinta dan Pengorbanan
33
Chapter IV : Dalam Bayangan
34
Dalam Bayangan : Semu
35
Dalam Bayangan : Nyonya Michelle?
36
Dalam Bayangan : Orang ke Tiga
37
Dalam Bayangan : Valerie!
38
Dalam Bayangan : Masalah baru
39
Dalam Bayangan : Anomali
40
Dalam Bayangan : Dokter?
41
Dalam Bayangan : Peri Gigi
42
Dalam Bayangan : Akhir Yang Terlalu Cepat
43
Chapter V : Petaka
44
Petaka : Jurang Ingatan
45
Petaka : Gagak Hitam
46
Petaka : Celaka!!!
47
Petaka : Khayalan Yang Terungkap
48
Petaka : Ingatan Palsu (END)
49
Dua Sisi : Behind You!
50
Novel Baru!!
51
Dua Sisi : Perjalanan Baru
52
Desa Terpencil
53
Dino Pertama
54
Pertemuan Singkat
55
Ritual?
56
Mimpi Buruk
57
Rahasia Pak Kades

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!