Malam semakin larut, hawa dingin terus menyelimuti sekujur tubuh. Hening sang malam hari ini harus terusik tatkala sirine mobil dan juga ambulans bersahut-sahutan memecah pekat dan sunyinya malam. Berbeda dari malam-malam sebelumnya yang terkesan hening dan sepi, namun kali ini keramaian dari beberapa petugas yang sudah mengerumuni satu lokasi juga telah memancing beberapa warga sekitar yang penasaran. Terlihat juga beberapa wartawan pers lokal yang mencoba mencari bahan untuk reportasenya.
Kembali ke dalam rumah, Keempat petugas berbadan tegap sudah berdiri memutari sebuah ruangan sempit yang sudah di lingkari pita kuning. Dewa menyaksikan sendiri hasil temuannya yang ia sudah curigai sedari tadi. Bau busuk kian menyengat tatkala palu besar memecahkan beberapa blok keramik putih tulang. Semua yang berada disitu sontak merasakan bau yang teramat busuk itu. Terlihat sebuah galian tanah yang di tutupi gypsum dan beberapa lapis papan di atasnya. salah satu petugas berusaha untuk mendapatkan sudut pandang ke dalam lubang yang belum di ketahui pasti panjang dan lebarnya itu.
salah seorang petugas mencoba melongok dengan senter kepalanya mencoba mendapatkan pemandangan di dalam lubang. Dengan hati-hati ia mencoba melihat dengan seksama. Berbagai asumsi berkecamuk dalam pikiran setiap orang yang hadir berdiri disitu. Beberapa saat kepala petugas itu naik. Dengan wajah yang pias petugas itu berusaha menceritakan apa yang sudah di lihatnya.
"Ini Septic tank!" Tegas petugas itu seperti menahan mual dan jengkel di saat bersamaan.
"Haaa!!" Seketika semua orang disitu terkejut terutama Dewa.
Dewa merasakan malu yang tak tertahankan saat ini. Kredibilitasnya benar-benar seperti hancur seketika. Ia hanya terdiam membisu sementara itu tanpa dirinya sadari ia terus mendapatkan pandangan sinis dan sebal dari beberapa petugas yang datang. Bagaimana tidak, ia sudah mengundang petugas pemadam, ambulan, hingga petugas forensik disaat bersamaan bahkan sampai-sampai ada anjing pelacak juga hadir disitu. Ternyata semua jauh di luar harapannya. Semua petugas itupun seakan menyalahkan Dewa yang sedang duduk sambil merenungi keputusannya yang terlalu terburu buru.
"Bagaimana bisa aku se-ceroboh ini! Dasar dewa bodoh!" Gerutunya sendiri dalam hati.
Terlihat berangsur-angsur beberapa petugas mulai meninggalkan area rumah dengan perasaan sebal. Gonggongan anjing yang di bawa salah satu petugas menambah riuh di dini hari yang dingin itu. Berbeda dengan Dewa yang seakan menahan segala hujatan dari tatap mata beberapa petugas damkar dan ambulan karena merasa di permainkan olehnya. Gelak tawa dari warga yang menonton langsung pun seakan tidak langsung menganiaya batinnya. Di saat dirinya sedang duduk meratapi nasib, di benaknya hanya ada Ana kecil yang malang. Dewa merasa ada kesamaan antara dirinya dan bocah perempuan kecil itu. Saat sedang mengawang jauh, tiba-tiba di benaknya sekilas terlintas kata yang pernah di ucapkan oleh Ana kecil saat di puskesmas.
"Tidur, di, Ruang tamu!!!" Teriak Dewa kembali seakan menemukan harapan kembali.
Segera ia berlari ke ruang tamu yang tak begitu jauh dari tempatnya duduk. Ia langsung jongkok disana. Kembali ia mengetuk-ngetuk keramik sama seperti beberapa saat lalu. Beberapa mata yang lewat hanya memandanginya heran sekaligus kasihan. Beberapa petugas juga berusaha menghentikan aktivitas Dewa saat itu. Setelah sedikit cukup lama, akhirnya Dewa mengambil palu besar milik petugas damkar yang belum di bereskan dan spontan menghantamkannya ke lantai. Membuat beberapa orang disana terkejut oleh kelakuan dewa yang seperti orang frustasi itu.
"Jackpot!!" Teriak Dewa kegirangan melihat lubang dari dua blok keramik yang menghasilkan lubang yang cukup besar.
Dengan percaya diri Dewa kembali meminta salah satu petugas yang menggunakan senter kepala untuk memeriksa kembali lubang yang di buat Dewa baru saja. Sama seperti tadi, keramik itu hanya ditutupi papan dan gypsum yang cukup tebal dan berlapis-lapis. Namun, yang kali ini lebih sulit terbuka daripada yang berada di area dapur. Setelah beberapa saat terdiam, petugas yang sudah bapak-bapak separuh baya itu pun menuruti kemauan pemuda yang di anggapnya cukup pintar dan berkepribadian unik. Kembali kepala itu masuk dengan sebagian bahunya lagi. Dan..
"May*t!! Ada may*t!! Semua bersiap!!" Teriak petugas itu seraya memberi kode agar teman-temannya bersiap untuk tindakan evakuasi.
"Sudah kuduga! Ternyata dia menyembunyikannya dengan rapi. Hampir saja kau bisa menang tuan Anton! Hahaha" gumamnya dalam hati.
...----------------...
Hampir dua jam lebih proses evakuasi di lakukan. Subuh telah sayup-sayup berkumandang. terdengar samar-samar menemani keramaian yang sedari tadi dini hari sudah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Manusia yang datang kian bertambah ramai seiring dengan cepatnya berita menyebar.
Sosok may*t sudah di angkat. Di dalam lubang berukuran satu meter persegi itu sosok dengan badan yang di tekuk-tekuk mulai di angkat naik. Seketika itu juga Bau busuk menyeruak memenuhi seluruh sudut ruangan. Sosok yang sudah tak karuan bentuknya karena sudah membusuk entah dari kapan. Terlihat Daging yang sudah membiru dan mengeluarkan cairan yang berbau busuk. Banyak bagian tubuh yang sudah terlepas dari kerangka utama. Terlihat bagian tengkorak depan itu seperti benar-benar hancur. Segera setelah naik, sosok yang sepertinya sosok Joko yang selama ini di cari segera di masukkan ke kantong jenazah. Sungguh pemandangan yang mengerikan sekaligus menjijikkan.
Ting..drttt drttt drttt
Sejenak Dewa memandang ponselnya yang bergetar tanda ada notifikasi pesan masuk. Di lihatnya kotak persegi itu dan ternyata pesan dari sahabatnya, si Budi.
Budi : Wa, gawat!
Dewa : kenapa Bud?
Budi : tuan Anton meninggal! Di duga ia minum pembersih toilet karena bau di mulutnya tercium bau klorin!
Dewa : bodoh! Kenapa kamu bisa kecolongan sih bud!
"Sial! Bagaimana bisa dia malah bunuh diri seperti itu!" Kutuk Dewa dalam hati.
Ting...drttt drttt drttt
Budi : tapi aku dapat informasi yang menarik! Cepatlah ke tempat cafe biasanya. Aku yakin kau akan suka.
"Hmm....Begitu ya..." Ujar Dewa.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Ciaaaaa_sasaa🌻
Gercep bngt gw huuuaaaa😭😭 lagi kak author lagi.. ketagihan bngt heh😭💅
2022-08-24
3