"Amber sudah pergi untuk selamanya empat tahun yang lalu", ucap Samuel sambil mengusap lembut punggung halus Calista.
"Apa kau masih merindukan kekasih mu Amber?".
"Selalu. Amber akan selalu ada di hatiku selamanya. Amber tunangan ku. Kami sudah tinggal bersama saat itu. Aku dan Amber sudah berencana untuk menikah bahkan kami sudah memilih tempat pernikahan kami kala itu. Kami juga sudah menentukan tanggal pernikahan".
"Amber seorang dokter, ia bersedia menikah dengan ku setelah menyelesaikan sekolah spesialis jantung yang di ambilnya. Hanya beberapa hari saja sebelum ia wisuda kecelakaan maut menimpa Amber. Ia terlibat kecelakaan beruntun di ruas jalan kota London, setelah pulang praktek".
"Yang membuat ku merasa bersalah di saat kepergian nya untuk selama-lamanya, aku jauh darinya. Aku sedang melakukan pameran lukisan ku di Jepang dan Korea", ucap Samuel dengan perasaan mendalam.
Seketika tubuh Calista gemetaran mendengar cerita Samuel. Sontak saja perasaannya tidak enak. Sekelebat bayangan kecelakaan yang dialaminya dulu kembali hadir di ingatannya. "Kau bilang kecelakaan yang menimpa Amber empat tahun yang lalu?", tanya Calista dengan suara pelan nyaris tak terdengar.
"Iya. Empat tahun yang lalu. Di sebabkan sopir tidak bertanggung jawab di depan mobil Amber yang berhenti mendadak. Karena kebodohan laki-laki itulah tunangan ku meninggal dunia", ucap Samuel masih sangat mendendam atas peristiwa itu.
Tiba-tiba kedua mata Calista menghangat. "Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan pengendara mobil itu, Sam?". Calista sangat yakin dengan pikirannya. Ia merasa yakin karena dirinyalah tunangan Samuel meninggal. Calista yakin, salah satu dari enam mobil di belakangnya adalah Amber tunangan Samuel.
"Aku membencinya seumur hidup ku. Meskipun saat ini laki-laki itu sudah di penjara untuk waktu yang lama, aku akan tetap membencinya. Ia seorang pembunuh! Aku bersumpah akan membuat hidup laki-laki itu sengsara selamanya. Aku akan membuat dirinya menyesal dilahirkan ke dunia ini. Aku mengutuk nya tak akan menemukan kebahagiaan di sisa hidup nya!!", ketus Samuel tiba-tiba meluapkan emosi nya.
Calista bergidik ngeri mendengarnya. Tiba-tiba air matanya menetes dengan sendirinya. Samuel merasakan dadanya basah karena kristal bening milik Calista yang bersandar di dadanya.
"Hei...Kenapa kau menangis, hem?"
Samuel mengangkat dagu gadis itu yang nampak sendu dan murung. Calista terisak. "Maafkan aku Sam...Aku terbawa suasana. Aku terharu mendengar cerita tentang Amber", ucap Calista berbohong. Bahkan mata indah itu tak sanggup lagi menatap Samuel seperti biasanya. Ia benar-benar merasa bersalah.
Samuel tersenyum mendengarnya. "Kau tidak ada hubungannya dengan kejadian itu, Cali. Kenapa kau harus menangis. Aku menyukai mu...karena itu aku mau menceritakannya pada mu. Hanya kau yang aku percaya untuk mendengarkan isi hati ku, kepedihan yang aku rasakan selama ini. Hanya kau seorang. Aku tidak bersedia bercerita pada siapapun, termasuk mama ku, ia hanya tahu sebagian saja tentang isi hatiku. Karena mama mempunyai sakit jantung aku tidak mau mama memikirkan kondisi ku yang masih memendam rasa dendam pada pengendara mobil terkutuk itu".
Mendengar ucapan Samuel semakin membuat linangan air mata Calista tumpah membasahi wajahnya.
Calista tahu betul. Laki-laki pengendara mobil yang di maksud Samuel adalah orang bayaran ayahnya. Laki-laki itu bersedia mengganti kan Calista sebagai tersangka setelah di bayar ayahnya dengan uang yang banyak. Saat kecelakaan itu Calista di anggap sebagai penumpang, sementara laki-laki itulah yang mengendarai mobil. Semuanya di rekayasa karena uang Justin. Termasuk menutup semua pemberitaan media. Karena saat itu Calista tidak sadarkan diri jadi ia tahu semua nya setelah siuman di rumah sakit. Bahkan Calista saat itu sudah menerima donor jantung. Hingga kini Calista tidak tahu siapa pemilik jantung nya.
Sekarang Calista tahu, Samuel sangat membencinya. Samuel mengutuknya sampai sekarang.
Calista tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Samuel mengetahui kebenarannya.
"Andai saja aku bisa menyembuhkan luka mu, aku akan melakukannya, Sam. Akulah penyebab kepedihan mu. Akulah yang harus bertanggung jawab", batin Calista pada dirinya sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan untuk menyembuhkan luka mu, Sam? Apa tidak ada ruang kosong di hati mu? Apa semuanya masih terisi penuh oleh hati Amber?", ucap Calista dengan suara bergetar, terdengar sangat lemah. Jemari tangannya mengusap lembut dada bidang laki-laki itu.
Samuel kaget mendengar perkataan Calista. Gadis itu nampak aneh. Samuel merasakan perubahan Calista tiba-tiba menjadi mellow begini.
"Ada apa dengan mu, Calista? kenapa kau terbawa suasana seperti ini?"
"Menikah lah dengan ku, Sam. Menikah lah dengan ku...!"
...***...
To be continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
RossyNara
semoga Sam gak benci Calista saat taukebenarannya.
2024-08-20
0
Ray
Dan untuk menebus kesalahan terbesar yg dilakukan,,Calista bersedia menikah dengan Samuel🤔🙏
2022-12-27
0
Dewi ar
😢😢😢
2022-08-13
0