Ceklek...
"Samuel..
Samuel tersenyum melihat Aniston sekarang lebih sudah jauh lebih baik. Dimana siang tadi sempat mengalami anfal.
Aniston dalam posisi sandaran tempat ditinggikan, untuk mengurangi sesak. Barusan Samuel menemui dokter mamanya. Menurut dokter kondisi Aniston sedang stabil. Setelah Anfal siang tadi, Aniston tidak mengalami sesak para lagi.
"Bagaimana meeting hari ini? Apa semuanya lancar?"
"Baik ma. Semuanya lancar dan terkendali. Mama tidak usah memikirkan pekerjaan, aku kan sudah memutuskan mengambil alih tugas mama", jawab Samuel.
"Iya Sam. Mama yakin kau bisa memimpin perusahaan papa mu dengan baik, bahkan kau jauh lebih baik di bandingkan mama. Kau memiliki otak yang cerdas, sama seperti Abraham", ucap Aniston , menggenggam tangan putranya itu.
"Itu menurut mama, tapi tidak menurut salah satu rekan kerja mama", jawab Samuel.
"Rekan kerja?". Aniston menatap Samuel meminta penjelasan.
"Iya. Rekan kerja mama yang bernama Calista Naomi Justin. Wanita itu memiliki penilaian yang berbeda tentang putra mu. Ia bilang, *nyonya Aniston adalah pemimpin yang sangat gigih dalam bekerja dan ia selalu on time saat akan menghadiri meeting penting seperti ini. Saya harap pemimpin yang menggantikan nya adalah orang yang benar-benar berkompeten. Sayang sekali jika pekerjaan yang sudah dilakukan dengan baik oleh pemimpin yang lama tercoreng oleh wajah baru di perusahaan ini*.
Samuel menjabarkan ucapan Calista saat rapat dengan nya tadi siang.
Aniston tersenyum mendengar Samuel. Ia tahu semenjak kekasihnya Amber meninggal, tak sekalipun Samuel membahas wanita lain. Ia suka atau tidak, Samuel tidak pernah menyebut nama wanita lain di hadapan siapapun.
Bagi Aniston, Samuel menyebut jelas nama lengkap Calista artinya gadis itu telah mencuri perhatian Samuel.
"Calista gadis yang baik Sam. Perusahaan kita sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan nya tiga tahun. Sekarang sedang bekerja sama di tiga proyek sekaligus. Kau harus membina hubungan yang baik dengan Calista karena ada waktu nya kalian akan mengontrol proyek bersama-sama", ucap Aniston.
"Owen bisa mewakili ku jika harus mengunjungi proyek tersebut. Tidak mesti aku kan yang turun tangan. Itulah gunanya asisten pribadi", jawab Samuel.
"Kau salah Sam, untuk keberhasilan suatu proyek pemimpin lah yang harus turun tangan sendiri. Dari sanalah akan terbentuk pemimpin yang berkualitas", jawab Aniston tersenyum penuh arti.
"Ya kalau memang harus seperti itu, artinya aku harus pergi", jawab Samuel sambil mengusap tengkuknya.
"Apa kau masih tinggal di hotel itu? pulanglah ke mansion kita. Apa kau sama sekali tidak mau mengunjungi mansion dimana dulu menghabiskan waktu mu?"
"Aku memutuskan untuk tinggal di apartemen mah. Owen sedang mencari apartemen ku yang baru".
"Kenapa kau tidak tinggal di apartemen lama mu saja, apa karena Amber?", tanya Aniston dengan lembut.
"Iya. Sampai kapan pun aku tidak sanggup untuk mendatangi apartemen itu. Terlalu banyak kenangan manis aku dan Amber di sana", jawab Samuel sambil tersenyum kecut.
"Sudah empat tahun Amber meninggal Sam. Kau berhak untuk bahagia. Mama akan selalu sedih jika melihat mu masih belum melupakan Amber. Mama yakin Amber pun pasti akan sedih di atas sana melihat mu seperti ini", ucap Aniston sambil menggenggam erat tangan Samuel.
"Aku selalu dihantui rasa bersalah. Saat Amber meninggal aku tidak ada di sampingnya. Seperti mama tahu, aku sedang mengadakan pameran lukis di Jepang dan Korea. Jarak yang sangat jauh itu menghalangi ku untuk menatap wajah tunangan ku untuk yang terakhir kalinya. Bisa mama bayangkan hancur nya perasaan ku setibanya aku di London, dokter memberikan surat pernyataan yang di tandatangani Amber sebelum menutup mata untuk selama-lamanya, ia mendonorkan jantungnya untuk orang yang membutuhkannya saat itu. Bahkan di kertas itu penuh dengan darah Amber", ucap Samuel mengenang kejadian empat tahun silam.
Samuel mengusap wajah dengan kasar. "Bahkan pihak rumah sakit menyembunyikan identitas penerima jantung Amber sesuai keinginan Amber", ucap Samuel dengan wajah masih nampak begitu sedih ketika bercerita tentang Amber tunangannya yang teramat sangat di cintainya.
...***...
To be continue
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
nobita
nyimak
2025-01-09
0
Ade Bunda86
lanjut
2024-10-18
0
Ray
Dan yg mendonorkan jantung ternyata Amber kekasihnya Samuel. Dan lanjut baca lagi🙏👍
2022-12-26
1